Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Teror Nini Maru untuk Hamdan


__ADS_3

Reza yang asyik bercinta ria dengan Mira akhirnya mempercepat aksinya. Ia merasa kesal karena nini Maru tiba-tiba muncul disampingnya, tentunya hanya Ia dapat melihatnya.


setelah menuntaskan hasratnya, Reza bergegas meninggalkan mira begitu saja. Ia menaiki anak tangga menuju lantai dua kamarnya. lalu diikuti oleh Nini maru dibelakangnya.


Reza mengunci pintu dengan kesal. "ada apa sih Ni..? mengganggu kesenangan orang saja.." ucap Reza kesal.


Nini Maru membulatkan matanya yang membesar dan merah menyala. "kau bersenang-senang, sedangkan aku luka bakar..!" ucap Nini Maru dengan sengit, sembari menunjukkan hampir sekujur tubuhnya terbakar.


Reza mengalihkan wajahnya kepada Nini Maru. Ia memperhatikan dengan seksama, lalu Ia terperanjat dengan kondisi Nini Maru yang sangat mengenaskan.


"kenapa Nini bisa seperti ini..?" ucap Reza penasaran.


[eeeeeerrrrggghh.....] ini semua karena Hamdan, pria dari desa tetangga.. aku akan menuntut balas padanya.." ucap Nini Maru dengan penuh dendam.


"Hamdan si tukang therapi pijat itu ya..?" ucap Reza menyelidik. Ia mencari informasi tentang Hamdan yang selalu datang kerumah Mala.


"benar sekali..Dia telah menghancurkan rumahku..."ucap Nini Maru dengan amarah yang meledak-ledak.


Reza mengerutkan keningnya.."maksud Nini apa..?" ucap Reza yang semakin penasaran.


"apakah kau tidak tau..? bahwa pohon mangga itu berhasil ditebang oleh Roni karena bantuan Hamdan..?" ucap Nini Maru geram.


Reza melongo." pohon mangga ditebang..?!" ucap Reza tak percaya. Ia tak rela jika pojon mangga itu ditebang, karena pohon itu menjadi akses untuk pengintaiannya kerumah Mala, wanita pujaannya.


bahkan pohon mangga itu menjadi rumah bagi nini Maru dan genk-nya. karena pohon mangga itu selain tinggi besar dan rimbun, juga terlindung dari cahaya matahari. sehingga para dedemit menyukainya dan menjadikannya sebagai tempat tinggal.


"bukan hanya ditebang, bahkan membakarnya.. lihatlah tubuhku yang terluka ini, semua katena ulah si Hamdan sialan itu.." ucap Nini Maru memperlihatkan bagian tubuhnya yang hangus terbakar.


"brengsek...berani sekali si Hamdan ikut campur urusan kita.." ucap Reza dengan geram. Ia menggeratakkan giginya.


Nini Maru yang masih merasakan sakit disekujur tubuhnya, mencari cara untuk membalaskan dendam kepada Hamdan.


****


Hamdan masih menunaikan shalat Isya. Nini Maru yang ingin memasuki rumah Hamdan merasakan rumah itu begitu terasa amat panas. Ia mencoba menembusnya dari bubungan rumah Hamdan, namun begitu kulitnya menyentuh bubungan itu, Ia merasakan hawa yang sangat panas menyengat kulitnya.."aaaaargggh.." suara lengkingan yang menyeramkan.

__ADS_1


Hamdan menyelesaikan shalatnya, berdoa lalu berdzikir dengan penuh konsentrasi. Ia merasakan sepertinya sedang ada tamu yak diundang yang menunggu didepan pintu rumahnya.


Hamdan membuka matanya sembari tersenyum. Ia menyudahi dzikirnya. lalu beranjak keluar rumah.


saat dikuar rumah, tampak olehnya sesosok makhluk yang menyeramkan sedang menunggunya dengan penuh amarah.


"ada hal kepentingan apa anda mengunjungiku..?!" ucap Hamdan kepada makhluk dihadapannya dengan tenang.


[eeeeerrggh..] Nini Maru menggeram...


"aku akan menuntut balas atas perbuatanmu.." ucap Nini Maru dengan nada penuh amarah.


"atas perbuatanku yang mana..?" ucap Hamdan kepada Nini Maru.


"dasar manusia sialan..kau sudah mengjancurkan rumahku...bahkan kau ingin menghalangi rencanaku.." ucap Nini Maru dengan geram.


Hamdan tersenyum datar menanggapi ucapan Nini Maru.."bertaubatlah...sebelum hari akhir datang.." ucap Hamdan mengingatkan.


Nini Maru merasa kesal dengan ucapan Hamdan .."aku tidak butuh ceramahmu.." ucap Nini Maru, sembari melayang ingin menyerang Hamdan. Ia menjulurkan tangan dengn kuku-kuku yang panjang..


Nini Maru mengerang kesakitan. tubuh Hamdan terasa begitu sangat panas saat disentuhnya..Ia tidak memahami mengapa tubuh Hamdan begitu tak dapat Ia sentuh.


"sialan kau.."umpat Nini Maru. Hamdan hanya menanggapi dengan senyum datar.


Nini Maru berusaha untuk bangkit. Ia berdiri dengan terhuyung-huyung. Ia kembali ingin melayangkan serangannya. namun kali ini Hamdan telah siaga, sebelum Nini Maru melakukan serangan, Hamdan membacakan doa dan melemparkan tasbih yang dipeganganya ke arah Nini Maru sembari berucap "enyahlah kau iblis betina.."


tasbih itu mengenai wajah Nini Maru, Ia tersengat rasa panas yang tetamat sangat dan membuatnya mengerang kesakitan. sekujur tubuhnya terasa seperti terbakar.


[aaaaarrrrhhhh..] jeritan melengking diiringi menghilangnya sosok Nini Maru dari hadapan Hamdan.


Hamdfan berjalan memungut tasbihnya yang terlempar. lalu kembali masuk kedalam rumah.


****


[aaaaaarrrgh..] erangan kesakitan Nini Maru menyadarkan Reza yang sedang bermain gadgetnya. Ia terperanjat melihat tubuh Nini Maru bertambah mengenaskan dari sebelumnya. "carikan aku tumbal janin...sekarang.." ucap Nini Maru dengan geram.

__ADS_1


"tapi apa yang terjadi dengan Nini..? mengapa luka Nini bertambah parah..?" ucap Reza penasaran. "ini semua karena si Hamdan sialan itu.." aku tak mampu menyentuhnya. tubuhnya sangat panas. memasuki rumahnya saja aku tak mampu menembusnya." ucap Nini Maru dengan amarah.


" mengapa bisa seperti itu Ni..?" ucap Reza penasaran.


Nini Maru memalingkan wajahnya kearah Reza.


"karena Ia orang yang taat pada Tuha-Nnya.. Ia meminta pertolongan kepada Rabbi-Nya. mana mungkin aku dapat melawan kekuatan Tuhan.." ucap Nini Maru dengan parau.


Reza menatap geram.."persetan dengan semua itu..! aku tidak percaya dengan semua itu..!" ucap Reza sombong.


"jangan bawa-bawa setan, setidaknya kamu bersekutu dengan setan.." ucap Nini Maru tersinggung dengan ucapan Reza dengan kata persetannya.


"ya jangan marah jugalah Ni..kan kamu emang setan..masa iya aku harus panggil peri.." jawab Reza kesal.


Nini Maru merasa kesal dengan ucapan Reza.."sediakan tumbal janin kepadaku..paling lambat esok..aku ingin memulihkan kembali kekuatannku.." ucap Nini Maru dengan nada perintah.


"kemana akan ku cari Ni...? Mira baru telat minggu..apa Nini Mau..?" ucap Reza menawarkan..


Nini Maru menatap marah.."itu masih terlalu dini untuk dijadikan tumbal..aku menginginkan janin Mala.." ucap Nini Maru dengan penuh amarah..


Reza terperangah mendengar ucapan Nini Maru.."tidak...tidak..aku tidak ingin Janin Mala menjadi tumbalnya..esok aku usahakan mencari tumbal pengganti.." ucap Reza meyakinkan Nini Maru. Ia tidak tela jika janin miliknya yang berada dirahim Mala harus dijadikan tumbal.


"aku harus mencari kemana tumbal itu..sepertinya aku harus bergerak cepat, sebelum nini Maru marah dan menjadikan Mala sasarannya." Reza berguman dalam hatinya.


Nini Maru menyeringai, Ia berhasil menjadikan Reza sebagai budaknya. "baiklah..aku tunggu sampai petang. jika terlambat, jangan salahkan aku jika menjadikan janinmu yangbdikandung Mala sebagai gantinya." ucap Nini Maru penuh ancaman.


"untuk saat ini..aku menempati kamar dilantai 3..karena rumahku sudah dibakar oleh Hamdan sialan." ucap Nini Maru.


Reza terperangah mendengar Nini Maru akan tinggal serumah dengannya." masa Iya aku harus tinggal serumah dengan makhluk jelek. ini semua karena si Hamdan itu. coba saja pohon mangga itu masih ada, pasti Nini Maru akan betah tinggal dipohon mangga itu" Reza menggerutu falam hatinya.


"apakah kau keberatan aku tinggal dirumah ini..? apa kau lupa aku yang memberikan kekayaan ini padamu..?!" ucap Nini Maru yang tersinggung atas isi hati Reza padanya.


Reza terperanjat jika Ia ketahuan mengumpat dalam hatinya. "iya...iya..boleh.. tapi jangan menampakkan wajah nini pada Rianti dan Mira" ucap Reza tak memiliki pilihan.


Nini Maru hanya menyeringai lalu menghilang.

__ADS_1


__ADS_2