Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Penemuan kaki Palsu


__ADS_3

Seorang peternak sapi sedang mencari pakan disekitar rumah Reza yang seperti hutan belukar.


Rumah itu tidak terawat. Karena ditjnggalkan penghuninya beberapa puluh yang lalu.


Pria berusia 56 tahun itu masih sibuk dengan sabitnya yang memotong rumput untuk pakan ternaknya. Hingga Ia merasakan sabitnya menyentuh sesuatu benda keras. Ia penasaran, lalu menarik benda itu dengan sabitnya.


Traaaaaang


Suara dentingan sabit dan benda itu. Pria itu mengangkatnya, benda itu sudah kotor dan dan dirambati tumbuhan menjalar.


"apa ini..? Sepertinya ini sebuah kaki palsu."pria itu berguman lirih.


Ia masih menerka dan mengingat siapa pemiliknya.


"bukankah ini milik Reza? Dan Ia beberapa waktu yang lalu ada terlihat disekitar sini." Pria itu mulai mencari tahu.


 


Kabar penemuan kaki palsu yang diduga milik Reza menyebar. Pria itu melaporkannya ke tingkat desa. Lalu tingkat desa melaporkannya ke polsek terdekat.


Polsek turun kelokasi penemuan. rumah itu dan tempat penemuan kaki palsu diliberi police line.


Polisi mulai melakukan penyelidikan untuk kecurigaan adanya pembunuhan disekitar rumah Reza. Dimana mereka mencurigai adanya lubang seperti bekas galian yang sudah lama terjadi.


Polisi menduga jika ada sesuatu yang pernah dikubur dilubang itu.


Warga diminta menjadi saksi untuk dimintai keterangan.


polisi memeriksa isi rumah, mereka menemukan mobil Reza terparkir dibagasi. Mobil itu berdebu sangat tebal.


Mereka mencari jejak berupa sidik jari, namun tak mereka temukan.


"sepertinya pembunuhnya profesional, Ia mampu menghilangkan jejak dari kejahatannya." ucap seorang penyidik polisi kepada rekannya.


"tetapi pasti ada petunjuk lain yang dapat dijadikan sebagai bukti untuk menjerat tersangka." salah seorang anggota penyidik . Menimpali.


 


Roni terlihat sangat gugup. Ia mendengar jika kaki palsu milik Reza ditemukan oleh seorang pencari pakan ternak.

__ADS_1


Mala yang melihat gurat kecemasan suaminya, merasakan hal yang sama. Ia tidak ingin jika suaminya terseret kedalam penjara. Namun Ia juga tidak mungkin menutupi kejahatan atas pembunuhan itu.


"tenanglah bang, mudah-mudahan tidak akan terjadi hal buruk yang menimpa keluarga kita." ucap Mala mencoba menenangkan hati Roni yang sedang kalut.


"bagaimana kika sampai abang dipenjara.? Apakah adik akan memaafkan abang..?" ucapnya lirih, tubuhnya bergetar karena ketakutakan, degub jantungnya berdetak lebih kencang.


"abang tidak memiliki salah, abang berniat melindungi kehormatanku, maka Adik akan menjadi saksi untuk meringankan hukuman abang." janji Mala kepada Roni.


Mala menarik kepala Roni dalam dekapannya. Ia membelai lembut rambut suaminya yang sedang ketakutan.


Roni merasakan ketulusan kasih sayang dari Mala yang begitu dalam, Membuatnya sedikit beeani menghadapi kemungkinan yang terjadi.


 


Pihak penyidik melakukan pengembangan penyelidikan. Mereka menanyai warga yang pernah melihat kehadiran Reza disekitar desa.


Warga menyebutkan jika Reza sudah lama meninggalkan desa. Jika Ia kembali pulang ke desa, pasti ada sesuatu yang sedang dicarinya.


Semua keterangan telah dikumpulkan oleh pihak penyidik, untuk dijadikan sebagai rujukan kasus yang sangat misterius tersebut.


Dimana para penyidik tidak menemukan tulang belulang milik Reza, hanya kaki palsu saja yang tersisa.


pria yang menemukan kaki palsu itu mengklaim jika ular tersebut telah memakan hewan ternak sapinya. Ia meminta agar ular itu dibelah perutnya.


Ada penolakan dari beberapa warga, namun pemilik ternak itu kukuh untuk membelah perut ular tersebut.


Setelah terjadi dialog yang sangat alot. Akhirnya ular itu diputuskan kesepakatan untuk dibelah perutnya.


Warga menangkap ular Sanca yang tampak diam tak melawan. Ia sedang mencerna isi perutnya.


mereka melakukan pembedahan terhadap ular tersebut.


Ular itu pasrah saat dibedah, karena Ia sudah terikat dan tak mampu melawan. Setelah perut ular dibedah, tampak seekor anak sapi didalamnya. Lalu mereka mengeluarkan anak sapi tersebut.


Saat anak sapi itu dikeluarkan, mereka menemukan sebentuk cincin yang logam mulia yang bertuliskan huruf 'R'.


Semua menerka-nerka dengan fikiran mereka sendiri.


"apakah ini cincin milik juragan Reza..?" ucap salah seorang warga.

__ADS_1


" mungkin juga, soalnya Ular ini ditemukan berada dirumah ini." yang lain menimpali.


Mereka saling pandang." apa jangan-jangan, juragan Reza mati ditelan ular?" ucap pemilim ternak yang anak sapinyanya ditelan ular tersebut.


"iya ya, bisa jadi. Soalnya Tuan Reza kan dayang ke desa beberapa minggu yang lalu, maka ular Ini sudah mencernanya. Namun meninggalkan cincin ini. Ucap salah seorang dari mereka.


"wah..kasihan sekali nasib Tuan Reza, mati karena ditelan ular Sanca." sahut sipemilik anak sapi yang tertelan ular tersebut.


Polisi mengambil cincin tersebut untuk dijadikan barang bukti.


Mereka akan menentukan keputusannya esok hari. Dimana keputusan akan dilanjutkan penyidikannya, atau apakah disimpulkan Reza mati karena ditelan ular. Karena mereka juga tidak menemukan barang-barang Reza yang dicuri. Semua barang-barang berharha miliknya tetap utuh.


daging ular tersebut dibawa oleh warga, ada yang menyukainya dan menjadikannya untuk lauk makan mereka. Mereka pesta daging ular.


-----------


Roni yang ikut dalam melihat penyidikan dirimah Reza sedikit merasa lega, Ia ingin berterimakasih kepad ular yang telah menyelamatkan dirinya dari jerat hukum.


Namun naas ular tersebut, kini terbalik masuk kedalam pencernaan warga yang berpesta menikmati daginganya.


Mala menggenggam erat tangan Roni, mengerjapkan kedua matanya, agar mereka segera pulang kerumah.


---------


Mala mengambilkan air minum hangat kepada Roni. "Minumlah bang, mudah-mudahan akan mengurangi rasa gugupmu." Ucap Mala dengan lembut.


Roni meraihnya, lalu meneguknya sampai habis. Matanya nanar memandang lurus kedepan." menurut adik, kasus ini akan dilanjutkan atau dihentikan.?" ucap Roni lirih.


Mala menatap Suaminya dengan tenang. "mudaj-mudahan dihentikan. Mintalah pada Rabb-Mu, jika ada kebaikan yang pernah abang lakukan, mudah-mudaan menjadi penolong, dan jika ada kejahatan Reza, semoga menjadi ganjaran buatnya.


Mala mencoba untuk menenangkan Roni yang tampak gelisah.


"sebaiknya abang shalat taubat untuk menebus kesalahan abang, dan mudah-mudahan diberikan petunjuk atas segala masalah ini." ucap Roni dengan bersemangat.


Roni bergegas mengambil air whudu', melaksanakan shalat sunah taubat. Ia memihon ampunan kepada Allah atas segala dosa yang pernah dilakukannya. Ia meminta dilepaskan dari jerat dosa besarnya.


Roni menangisi segala kekhilafannya. Ia tidak sengaja telah menjadi pembunuh untuk orang yang akan merenggut kehormatan istrinya.


"maafkan aku Reza, aku akan mengirimkan hadiah suratul fatiha untukmu" Roni berguman lirih dalam hatinya. Lalu memberikan hadiah suratul fatiha pada arwah Reza, semiga Reza menemukan keabadian dan diterima disisi Dia sang Pencipta Alam semesta.

__ADS_1


~ketika semasa hidupnya menjadi pembunuh untuk para wanita, maka Reza juga terbunuh karena untuk seorang wanita. Bahkan dengan kematian yang sadis~


__ADS_2