Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Rey Si Tampang Menyeramkan


__ADS_3

Jam kuliah telah berakhir. Hadi menelfon Satria. Ia ingin bertanya tentang tawaran seniornya itu untuk tinggal bersamanya.


bukannya apa, sebagai pemuda yang terlahir dalam keluarga sederhana, mendapatkan tumpangan gratis adalah hal yang sangat langka untuk orang yang tinggal di kota besar.


Ia berniat kuliah sambi kerja apa saja jika nanti sudah tinggal bersama Satria, teman barunya itu. meskipun dijadikan tukang kebun, dia juga rela, asalkan dapat meringankan beban orangtuanya.


[kriiiiiing..] suara dering dari seberang, menandakan sambungan telefonnya tersambung.


"Hallo Kak..emmmm...yang tentang tadi.." ucap Hadi malu-malu mau.. tapi bingung mau memulainya dari mana.


"Iya.. jadi.. tunggu Kakak didepan gerbang ya..?" ucap Satria dari seberang telefon.


"Ok..kak..!!" ucap Hadi penuh semangat. Ia berjalan dengan gagahnya, menuju gerbang Kampus. "apa aku melamar jadi supirnya Kak Satria saja ya..? kan lumayan, dapat tempat tinggal gratis, dapat makan gratis, trus pergi kuliah gratis.." ucap Hadi pada dirinya sendiri, sembari menggerakkan jemarinya seperti orang lagi berhitung.


sesampainya didepan pintu gerbang, Rey dan Geng-nya yang sedang konkow bareng mahasiswi cantik , menatap kearahnya.


sepertinya kejadian tempo hari, menyisakan dendam yang amat dalam kepada dirinya.


Rey, sebenarnya seangkatan dengan Hadi, namun berbeda kelas. karena pamornya yang memiliki kekayaan luar biasa, maka para Seniornya rela bergabung dengannya.


Rey memiliki perawakan yang tinggi dan kekar. tubuhnya memiliki sedikit bulu-bulu halus. wajahnya sedikit menyeramkan. dengan dua mata besar, namun menyipit kesudutnya, menandakan Ia manusia Licik.


Rey memiliki hidung yang besar, menandakan Ia orang yang memiliki hasrat liar. kedua rahang yang lebar, serta jambang yang tumbuh lebat diarea rahangnya. wajahnya tidak ada manis-manisnya sedikitpun, hanya kesan yang menyeramkan.


para Mahasiswi yang bersamanya adalah mereka yang menginginkan uang dari Rey. karena mereka yang mendekatinya, akan mandi Uang dan mendapatkan barang apa saja yang diinginkan para gadis itu, tentunya dengan syarat tertentu.


Hadi yang melihat Rey berada digerbang kampus bersama genknya, lututnya langsung bergetar.


degub jantung Hadi langsung berpacu dengan cepat, Ia ketakutan setengah hidup.


Rey menatapnya dengan tatapan tajam, senyum liciknya mengembang diwajah seramnya. membuat jeleknya bertambah dua kali lipat.


Rey beranjak dari duduknya yang berada diatas sepeda motor sport miliknya. Ia berjalan mendekati Hadi yang terlihat ketakutan, menambah rasa senang dihatinya.


"Hai..culun..!! kemana jagoanmu..?!"hardik Rey dengan nada tinggi.

__ADS_1


Rey mendekati Hadi, dengan mendekatkan wajahnya kepada Hadi, Ia menatap tajam. sorot matanya laksana Iblis yang sedang menekan lawannua. membuat pemuda tampan itu semakin gemetaran.


"Katakan pada Satria yang sok jagoan itu, jangan pernah mencampuri urusanku..!" ucap Rey dengan penuh penekanan ditiap katanya, lalu Ia melayangkan pukulan tepat diperut Hadi..


[Buuughh...]


"aagggh..] Hadi jatuh tersungkur, dengan perut yang terasa sesak dan nyeri. Hadi memegangi perutnya, rasa mual dan pusing menghampirinya.


Rey merasa tidak puas dengan pembully-annya tempo hari, karena Satria menghalanginya. seketika mahasiswa yang hendak pulang berkerumun menonton pertandingan baku hantam yang tidak seimbang.


Rey menyibakkan rambutnya yang gondrong, dengan menggunakan jemarinya yang besar. Ia merasa jagoan karena berhasil menumbangkan Hadi si pemuda polos dari desa.


Ia ingin melayangkan tendangannya kepada Hadi yang sudah lemah tak berdaya, namun satu kaki milik seseorang menangkis serangannya, sehingga tak mampu mengenai tubuh Hadi.


Satria datang dengan tiba-tiba, Ia membantu Hadi untuk bangkit dan mengulurkan satu tangannnya untuk meraih Hadi. bersamaan dengan saat itu satu tendangan telak mengenai tubuh Satria, membuat tubuh satria tersungkur.


Rey tertawa mengejek. Ia merasa bangga, dengan memukul-mikulkan kedua genggaman yangannya didadanya sendiri. menandakan Ia tak tertandingi.


Rey kembali menyerang Satria yang sedang tersungkur ditanah dengan posisi telentang, Ia ingin melayangkan tinjunya kearah Wajah Satria, Ia sangat benci dengan wajah tampan itu, karena Ia terlahir dengan wajah buruk rupa. Ia pernah melakukan operasi plastik pada wajahnya, namun bukannya tampan malah menjadi hancur.


dengan gerakan cepat Satria membalikkan tubuhnya hingga berada diatas pinggang Rey.


Satria menarik lengan kiri Rey kearah belakang, la memuntirnya hingga menimbulkan nyeri yang teramat sangat.


Rey mengerang kesakitan. "brengsek kau.!! awas ka..akan kubalas kau..!!" cecar Rey dengan erangan kesakitan.


Satria lalu beranjak dari pinggang Rey, Ia berdiri dengan gerakan ringan, Lalu melayangkan satu tendangan tepat disisi perut Rey yang masih tekungkup.


tubuh Rey terpental beberapa meter dari tempatnya semula. Rey mengerang kesakitan, para genknya ingin membantu sang bosnya untuk menyerang Satria, namun tatapan tajam milik Satria, membuat mereka ketakutan, dan nyali mereka ciut seketika, lalu memilih untuk membantu Rey berdiri dan pergi dari tempat itu.


suara tepuk tangan dan sorak sorai menggema, layaknya sebuah adu tinju didalam Ring arena tinju.


Satria menghampiri Hadi, Ia menuntunya kedalam mobil. lalu membuka kotak P3K, dan memberikan perawatan awal untuk menghilangakan rasa sakit pada Hadi.


****

__ADS_1


mereka sampai ditempat kos milik Hadi, Barang yang tidak terlalu banyak, hanya pakaian dan kompor mini, serta rice cooker mini untuk Hadi memasak makanannya. lalu sebuah kotak kecil yang berisi barang-barang pribadi milik Hadi.


setelah berpamitan dengan ibu kos, Hadi pergi mengikuti Satria kedalam mobil.


Satria mengendarainya dengan kecepatan sedang.


"kamu sebaiknya belajar ilmu bela diri Di..? kamu harus bisa melindungi dirimu dari orang yang berbuat semena-mena." ucap Satya dengan tenang, namun penuh penekannan.


Hadi mengangguk. "mungkin kakak mau mengajariku..?" ucap Hadi bersemangat dan memohon.


Satria mengangguk. "ya..dibelakang rumah kakak juga ada arena memanah. nanti kita belajar bersama..!" ucap Satria dengan tenang dan senyum tulus.


"Yes...!!" ucap Hadi dengan semangat, sembari mengepalkan tinjunya dan mengayunkannya dari atas kebawah.


****


mereka sampai di Kediaman milik orang Satria. Rumah mewah, lebih tepatnya sebuah mansion. Hadi terperangah melihat kemewahan rumah milik keluarga Satria.


"waaah..rumah kakak besar banget. 20 kali lipat dari rumah saya didesa.." ucap Hadi dengan polosnya. matanya tak henti-henti menatap tiap detail sudut ruangan rumah.


Satria membawanya kesebuah kamar kosong yang bersebelahan dengan kamarnya. "ini kamar kamu, sebenarnya kamar ini untuk tamu, jika ada keluarga yang berkunjung kemari. tapi tak apa, kamu bisa menempatinya." ucap Satria dengan tenang, sembari membuka pintu kamar , memperlihatkan isinya.


Hadi semakin terperangah, tak mampu mengatakan apapun."ya ampun kak.. kamar ini lebih luas dari ruang keluarga milik orang tua saya." ucap Hadi dengan penuh takjub.


Satria tersenyum melihat kepolosan Hadi. Ia merasa senang, ketika melihat Hadi membelalakkan matanya. Satria mengamatinya.


"dua bola mata itu begitu Indah. seperti tak asing bagiku. dimana aku pernah melihat bola mata indah itu." Satria berguman dalam hatinya. sebuah desiran lembut menyapa hatinya.



karya baru..


kisah pernikahan ghaib antara anak manusia dengan bangsa siluman buaya putih


author mencoba menulis genre horor lagi.

__ADS_1


__ADS_2