
mbah Karso bertekad untuk sembuh dari sakitnya. Ia harus dapat berjalan lagi seperti semula. Ia tidak bisa membiarkan Reza terus menerus membuat Mala puterinya menjadi korban kebiadaban pria tersebut.
bersekutu dengan Nini Maru adalah bencana. itulah sebabnya Ia memutuskan hubungan buhul dengan makhluk laknat itu.
"aku harus sembuh..aku harus dapat menyelamatkan Mala dari pria brengsek tersebut. tekad mbah Karso dalam hatinya.
kejadian tempo hari, begitu sangat mengoyak hatinya. dimana anak satu-satunya dinodai dihadapannya. Ia harus menghentikannya. diawali dengan melenyapkan Nini Maru.
Mbah Karso berusaha menggerakkan otot-otot tubuhnya, tekadanya untuk segera sembuh akan membantu mempercepat proses penyembuhan. karena kesembuhan seseorang itu tergantung dari niat sipesakit untuk sembuh, doa dan pengobatan.
"Ya..Rabb..ampunilah aku akan segala dosa-dosaku, berikanlah aku jalan kesembuhan agar dapat menyelamatkan anakku Mala." mbah Karso berdoa didalam hatinya.
mbok Darmi memberi makan kepada mbah Karso dengan telatenn dan penuh kesabaran Ia merawat suaminya. hari ini akan ada seseirang yang datang untuk pengobatan therapi bagi kelumpuhan mbah Karso.
Roni telah mencari informasi tentang orang yang dapat membatu kesembuhan bagi penderita stroke.
setelah bapak mertuanya sembuh, Ia akan mengorek informasi dari mertuanya. Ia memastikan bapak mertuanya mengetahui sesuatu yang terjadi pada Mala. namun karena faktor stroke, Bapak mertuanya mengalami kesulitan bicara, sehingga Roni tidak memahami apa yang dibicarakan oleh mbah Karso.
****
__ADS_1
seorang pria berusia 40 tahun, dengan janggut sedikit dan berbaju gamis tiba dirumah Mala. Ia adalah orang yang akan melakukan therapi untuk mbah Karso.
pria itu bernama Hamdan. penampilannya yang tenang, dengan wajah penuh kelembutan, menghiasi setiap saat.
"assalammualaikum..." ucap Hamdan dari kuar rumah. mbok Darmi yang sedang memberi makan mbah Karso, menghentikan suapannya. Ia bergegas keluar rumah untuk melihat siapa yang datang.
"waalaikumsalam...sahut mbok Darmi, lalu dengan tergopoh-gopoh Ia berjalan untuk membukakan pintu.
saat pintu dibuka, mbok Darmi melihat tamu yang begitu asing. "siapa ya pak..dan cari siapa..?" ucap mbok Darmi bingung. Ia memperhatikan penampilan dari pria tersebut.
"perkenalkan saya Hamdan bu..saya diutus pak Roni untuk melakukan therapi bagi mbah Karso." ucap Hamdan memperkenalkan siapa dirinya.
mbok Darmi mengangguk mengerti. "ooo..iyakah..? kalu begitu silahkan ...masuk.." ucap mbok Darmi.
[ seerrr....] rasa itu kian dirasakan oleh Hamdan. Ia merasakan rumah ini begitu banyak dengan hawa negatif. Hamdan merasa ada sesuatu yang tidak beres didalam rumah ini. saat akan memasuki kamar mbah Karso, Ia melihat sesuatu melintasi dari arah dapur.
Hamdan memejamkan matanya. lalu mencoba mengbaikan apa yang dilihatnya barusan.
saat memasuki kamar mbah Karso, Hamdan terperanjat dan beristighfar.."astaghfirullahalladzhim.." ucap Hamdan dengan wajah pucat.
__ADS_1
mbok Darmi yang penasaran dengan tingkah Hamdan mencoba bertanya "ada apa pak..? apa ada sesuatu yang aneh..?" ucap si mbok dengan wajah penasaran.
Hamdan mengambil nafas dalam lalu menghembuskannya dengan lembut. Ia tidak ingin memberitahu si Mbok dengan apa yang dilihatnya. karena tidak ingin membuat si mbok takut.
Hamdan melihat sesosok makhluk menyeramkan sedang berada disamping mbah Karso. Ia memegang kaki Mbah Karso agar tidak dapat digerakkan.
Hamdan memejamkan matanya, lalu membacakan sesuatu, Ia mendengar erangan dan lengkingan marah dari makhluk itu. lalu Ia membuka matanya. mendapati makhluk itu tak lagi disisi mbah Karso.
Hamdan merasa bahwa keluarga pasiennya sedang mendapatkan serangan ghaib. itu dikarenakan karena sipemilik rumah tidak pernah melnatunkan ayat suci Al-Qur'an didalam rumah ink. Hamdan dapat melihat dengan mata bathinnya, bahwa penghuni rumah ini jarang sekali mendirikan shalat, bahkan hampir tidak pernah. sehingga rumah dan penghuninya, dengan mudah disusupi jin jahat.
Hamdan menyapa mbah Karso yang terbaring lemah. setelah berkenalan, Ia memulai therapinya. Ia memijat mbah karso, mencari titik syaraf yang menghubungkan dengan syaraf yang membuat salah satu anggota tubuh lumpuh.
Hamdan meraih lengan kiri mbah Karso. meraih jari kelingking mbah karso. lalu memijat titik syaraf yang berada diantara ruas jemari kelingking. Ia memijatnya disana.
mbah karso menggerakkan sedikit tangannya. tanda yang baik adanya respon dari tubuh mbah Karso. Hamdan dengan sabar melakukan pekerjaannya. setelah selesai Ia berpamitan untuk pulang.
"esok saya datang lagi ya mbok...bapaknya dibantu duduk dan menggerakkan tangan serta kakinya, agar syarafnya tidak kaku" ucap Hamdan ramah.
mbok Darmi mengangguk..
__ADS_1
namun sebelum Ia pergi Ia mengayakan sesuatu kepada mbok Darmi "terangilah rumah ini dengan cahaya al-Quran serta dirikanlah shalat dirumah ini. agar penghuninya terhindar dari segala hal buruk."ucap Hamdan.
mbok Darmi yang mendengar ucapan Hamdan merasa tertampar. selama ini Ia memang tak pernah melakukannya. Ia merasa dirinya begitu sangat naif.