
Reza telah mendengar kabar hilangnya janin Mala. hatinya sangat hancur berkeping-keping. Ia merasa semua pengorbanannya adalah sia-sia.
Malam ini Ia begitu sangat Marah, karena Nini Maru telah mengkhianatinya.
Ia sedang duduk ditepian Ranjangnya. lalu beranjak bangkit dan mengambil sebuah tongkat dan meletakkannya diketiaknya. dengan bantuan tongkat itu Ia mampu menopang tubuhnya.
"Nini Maru...keluaaar kau..! " ucap Reza dengan berteriak dan penuh kemarahan.
Ia masih menggunakan satu tongkat untik membantunya berdiri. pasca kecelakaan mobil yang menimpanya, membuat Ia harus memulihkan tenaganya selama dua minggu lebih.
Rianti adalah orang yang paling berjasa falam merawatnya, dengan penuh kesabaran dan ketelatenan Ia merawat Reza dengan baik. rasa cintanya terhadap majikannya itu tak pernah luntur, meskipun tak pernah dianggap.
[eeeeeerrrrgh...] suara erangan uang menandakan kehadiran makhluk itu.. "ada apa kau memanggilku dengan sangat lantang..?" ucap Nini Maru, Marah.
"Mengapa kau ambil janinku yang ada didalam rahim Mala..? kau mengkhianatiku..?" ucap Reza dengan penuh amarah dan tatapan kebencian.
"jangan menatapku seperti itu..! kau fikir kau siapa hendak menantangku..!" ucap Nini Maru sengit.
Reza tersenyum sisnis.."ciiiih...jangan kau berpura-pura tidak tahu Ni..! katakan padaku..! mengapa kau mengambil janin Mala..? ! bukankah selama ini aku selalu menuruti inginmu..?!" ucap Reza dengan berang.
"hi..hi...hi...hi..." hanya suara tertawa cekikikan yang keluar dari mulut Nini Maru.
Reza yang mendapat ejekan dari Nini Maru merasa tersinggung, Ia melemparkan sebuah lampu tidur yang ada diatas nakas.
seketika Nini Maru menghindari serangan dadakan dari Reza. lalu Ia ingin menyerang balik kepada Reza, Ia berjalan melayang kearah Reza, dan [kreeeess...] suara cakaran kuku tajam milik Nini Maru mendarat dipipi Reza, meninggalkan bekas luka yang mengalirakan darah segar.
saat akan melakukan serangan kedua..tiba-tiba saja, pintu kamar terbuka, Rianti masuk kedalam kamar dengan membawa nampan berisi makanan. Rianti yang melihat Nini Maru hendak menyerang Reza segera berteriak.."Nini...jangan..!!" ucap Rianti dengan berteriak.
Nini Maru yang mendengar teriakan Rianti, mengundurkan niatnya yang hendak menyerang Reza. lalu pergi menghilang.
Reza terdiam dan mematung. Ia bingung mengapa Nini Maru merasa takut dengan Rianti.
"Mengapa Rianti dapat melihat Nini Maru..? dan Nini Maru takut terhadapnya.?" Reza berguman dalam hatinya.
__ADS_1
Rianti berjalan sembari membawa nampan untuk makan Reza. Ia meletakkan nampan diatas nakas, dan mendekati Reza, lalu Ia menuntun Reza duduk ditepian ranjang. lalu mengobati luka yang ditinggalkan bekas cakaran Nini Maru.
tanpa banyak berbicara, Rianti dengan tulus mengobati luka itu. setelah selesai Ia mengambil makanan yang dibawanya dan menyuapi Reza dengan telaten.
Reza memperhatikan Wajah Rianti, ada sejuta pertanyaan yang menggelayuti fikirannya.
****
Rianti memasuki Kamar Rahasia milik Reza. Ia menyalakan dupa, lalu membaca mantra pemanggilan ikatan Buhul.
[eeeerrrrgghh.." suara erangan Nini Maru yang menandakan Ia telah hadir pada orang yang melakukan buhul dengannya.
"Jangan ganggu Tuan Reza Ni..! aku mencintainya. bukankah aku telah menyerahkan janinku untukmu..? sebagai ganti tumbal yang kau minta pada Reza" ucap Rianti dengan tegas.
Nini Maru menggeram.."ada satu tugas lagi yang harus kau penuhi sebagai syarat perjanjian kita.." ucap Nini Maru menyeringai.
"Apa itu Ni..?" ucap Rianti kepada Nini Maru.
"Aku siap melakukan apapun untuk Tuan Reza Ni.." ucap Rianti dengan mantab
Nini Maru menyeringai. "Baiklah..aku akan memanggil sekutuku.." Nini Maru tertawa dengan nyaring..
tiba-tiba muncul sosok makhluk mengerikan. Makhluk Genderuwo dengan tubuh hitam, berbulu dan mata merah.
"kau harus melayani sekutu dengan baik, maka Ia akan memberikan kesembuhan pada Reza, semakin kau sering melayaninya, maka semakin cepat kesembuhan untuk Reza.." ucap Nini Maru dengan nada parau.
Rianti begitu ketakutan melihat makhluk dihadapannya. Ia bergidik melihat makhluk itu.
"apakah kau bersedia..?" ucap Nini Maru menyeringai..Ia harus dapat memaksa Rianti untuk melakukannya, karena Nini Maru juga telah terikat perjanjian kerjasama oleh Genderuwo.
Rianti tak memiliki pilihan, Ia harus memenuhi keinginan Nini Maru.
"Baiklah Ni, aku setuju, asalkan Tuan Reza sembuh, akan kulakukan apappun untuknya." ucap Rianti.
__ADS_1
Nini Maru tersenyum senang.. akhirnya Rianti masuk dalam perangkapnya. "Bagus..kalau begitu mulailah lakukan tugasmu." ucap Nini Maru.
Genderuwo yang sedari tadi sudah tak sabar, tersenyum penuh kemenangan. Rianti mendekati sang Genderuwo. lalu menyerahkan tubuhnya untuk disantap oleh makhluk mengerikan itu.
Genderuwo itu dengan penuh hasrat iblisnya, menyenggamai Rianti. Rianti yang pasrah menjadi bulan-bulanan sang Genderuwo.
Namun Rianti tak menyangka, jika makhluk menyeramkan itu memiliki tenaga yang extra, dan keperkasaan yang luar biasa.
Rianti merasa ketagihan, bercinta dengan makhluk itu, akhiranya dari rasa terpaksa menjadi sukarela. Ia tak lagi melihat bagaimana menyeramkannya makhluk itu, namun Ia hanya melihat bagaimana rasanya Ia terpuaskan berkali-kali bercinta dengan makhluk ghaib itu.
Setelah sang genderuwo merasa cukup puas, Ia menyudahi percintaannya. sebelum Ia meninggalkan Rianti, tanpa diduga, Makhluk itu ternyata menyukainya.
sang Genderuwo meninggalkan berberapa koin emas dan sejumlah uang yang sangat banyak. membuat Rianti terperangah. Ia tak menyangka jika makhluk itu begitu baik padanya.
****
Reza masih berbaring dikamarnya. Ia masih memikirkan tentang apa yang baru dialaminya.
"apakah Rianti memasuki kamar rahasiaku..? lalu tanpa sengaja membaca mantra perjanjian terhadap Niki Maru, jika benar..Maka Nini Maru kini telah membagi persekutuannya denganku..?" Ucap Reza dengan sedikit amarah.
Namun Ia teringat akan kebakkan Rianti yang telah sabar selama ini merawatnya. "tak mengapa jika aku berbagi sekutu dengan Rianti..toh, tidak ada ruginya bagiku.." Ucap Reza menata hatinya.
Reza merasakan jika rasa ngilu di area sensitifnya sedikit berkurang. rasa gatal juga sudah mulai mereda. Ia mengira jika itu adalah reaksi dari obat antibiotik yang diminumnya selama ini.
Reza teringat kembali akan Mala, Ia ingin melihat meski sejenak. Esok Ia memutuskan akan melihat Mala melalui jalanan setapak, jalanan yang sudah lama tak pernah Ia tapaki.
Rasa rindu akan Mala, sang pujaan hatinya membuatnya merasa bersemangat. Ia tak sabar menanti esok hari.
Ia menekadkan hatinya untuk menemui Mala, meskipun harus berjalan tertatih-tatih menggunakan bantuan tongkat.
semakin lama, Reza merasakan area sensitifnya semakin membaik.."sepertinya adik kecilku akan segera pulih. setelah ini aku akan dapat memenuhi kembali tumbal janin untuk Nini Maru." ucap Reza dengan tersenyum.
tanpa Reza sadari, ada satu hati yang berkorban untuknya, demi sebuah kata cinta.
__ADS_1