Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
draft


__ADS_3

Bayu beranjak keluar dari kamarnya. Ia pagi ini akan bertemu pria bernama Roni.


Selama ia tinggal di desa ini, Ia selalu menutup dirinya dari orang lain.


Namun Roni, maeskipun terlihat sedikit mengalami gangguan mental, sudah dapat menjadi temannya, meski terkadang tidak nyambung.


Namun, entah mengapa Ia merasakan begitu sangat nyamannya Ia bercengkrama kepada pria itu.


Bayu bergegas menuju garasi mobilnya. Ia menyetir mobilnya, dijalan tempat biasa Ia menunggu teman barunya, dengan sengaja membawa berbagai makanan yang akan dimakannya bersama teman barunya itu.


Bayu mengendarainya dengan kecepatan sedang. Sesampainya ditepian jalan tempat Ia biasa menunggu teman barunya, Ia memarkirkan mobilnya. lama Ia menunggu, namun tidak ada tampak tanda-tanda teman barunya itu akan datang.


Saat Ia memutuskan untuk pergi, tanpa sengaja Ia melihat kehadiran Mala diseberang jalan. Wanita yang selama ini telah menorehkan rindu membara dihatinya.


Mala berjalan dengan begitu anggun. Sorot matanya tampak bercahaya, pendar mentari pagi menerpa kulit wajahnya.


Ah.. Bola mata itu.. Begitu indah.. Setiap kerlingannya membuat debaran diddadanya.


Bayu diam termangu, memandang wanitanya. Hatinya berdebar tak menentu. Ada rasa gugup yang menyelimuti hatinya. Ia tak mampu menyembunyikan perasaannya.


"kamu...


Tak luntur oleh hujan


Tak kan rapuh oleh panas


Berkilau walau diselimuti debu


Bersinar walau tertutup mendung kelabu


Cinta......


Mengapa tak kau lihat aku


Mengapa tak kau rasa gundahku


Aku berkubang dalam lumpur rindu


Tersesat dalam sebuah rasa


Mengapa tak kau hampiri aku


Merangkulku agar rindu ini terobati


Sorot matamu bak cahaya purnama


Senyum bibirmu bak pelangi nan cerah


Ayu rupamu menawan hatiku


Bak tetesan hujan di hati yang gersang


Impian dan harapan


Hanya ilusi belaka


Tiada mungkin untuk ku raih


Salahkah aku bila memendam cinta


Aku hanya bisa tersenyum pahit

__ADS_1


Tak kala tangannya melingkat indah dibahumu


Entah mengapa hatiku sakit


Sakit terindah yang ku sengaja ?


Jika masih ada ruang dihatimu


Untukku... sedikit saja"


By @𝓣𝓜᭙⃝ᵉˢᵗ:


Mala melintasinya, dengan membawa sebuah keranjang sayur ditangan kanannya. Pemilik bola mata indah itu berjalan menuju ke toko sembako milik Pak Joko. Hijabnya yang panjang berkibar dihembus semilir angin yang lalu.


Bayu merasakan sesak didadanya. Rasa gelisah, rasa dan tak mampu mengontrol perasaannya.


Ia sampai berputar untuk melihat wanitanya yang telah berlalu dari hadapannya. Wanita itu..orang yang telah membuatnya gila siang dan malam .


Bayu memukul stir mobilnya. Lalu membenturkan dengan ringan keningnya distir mobil.


"Cinta..


Mengapaa..


Kau titipkan rindu dihati ini..


Mengapa..?


Aku seperti orang yang hilang arah ditengah lautan tak bertepi..


Mengejar bayangmu dalam angan semu..


Ku tak mampu menghadapi semua ini..


Mencintaimu dalam diam.


Hanya itu yang ku mampu"


Bayu memegang dadanya yang terasa berat. Rasa seperti himpitan batu yang menyumbat didadanya.


Tak selang lama, tampak Mala berjalan arah pulang dari sebelah sisi jalannya. Bayu memperhatikannya dari sisi kaca spion mobil. Langkah wanita itu semakin lama semakin dekat.


Debaran didada Bayu semakin tak terkendali. Ia mencoba membuka pintu kaca mobilnya, sedikit saja. Ia ingin mersakan aroma kasturi dari parfum yang digunakan Mala.


Kini Mala telah melintas disisi kanan mobilnya. Benar saja, aroma itu menyeruak masuk kedalam mobilnya saat Wanita itu melintasinya.


"Oh.. Juwitaku.. Harummu..adalah canduku.." ucapnya lirih. Ia terus memandangi punggung wanita pujaannya, yang berjalan pulang menuju rumahnya.


Bayu seperti hilang akal, mencumbu bayang semu wanita yang Ia begitu dambakan.


Setelah Mala menghilang dari pandangannya, Bayu memutuskan untuk pulang, karena Ia tak menemukan tanda-tanda kemunculan teman barunya itu.


Ia meletakkan semua makanan yang sudah Ia bawa keatas jok mobilnya dengan malas. Lalu Ia berbelok arah untuk pulang.


Sesampainya Ia digarasi mobilnya, Bayu diam tak bergeming. Ia meraskan debaran didadanya saat bertemu Mala barusan begitu sangat menganggu fikirannya.


Bayu keluar dari mobilnya. Tak lupa Ia kembali membawa makanan yang tadi akan dimakan bersama teman barunya itu.


Ia berjalan menuju kamarnya menuju lantai dua. saat akan menaiki anak tangga, Ia melihat Rumi berjalan tertatih seperti sedang dalam kondisi pesakitan.


Rumi berjalan menuju arah dapur. Wajahnya sangat pucat pasi, seperti kapas.

__ADS_1


"Ada apa dengannya? Mengapa Ia begitu sangat pucat..?" Bayu berguman lirih dalam hatinya.


Rumi berjalan sembari memegangi perutnya, seperti sedang meringis.


Bayu mencoba mengabaikannya, Ia melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Bayu membuka handle pintu, memasukinya dengan lemah. Lalu Ia meletakkan bungkus makanan itu diatas meja nakasnya.


Ia duduk ditepian ranjang, lalu menyandarkan tubuhnya disandaran ranjang tersebut.


Ia mencoba memejamkan matanya. Mengusir rasa sepi jiwanya. Ia mencoba menghilangkan semua bayang tentang wanita itu, namun tak dapat jua pergi.


Ssssssshhhhss...


Suara desisan laksana Ular, begitu sangat kentara di indra pendengarannya.


Bayu merasakan sesuatu menyusuri kakinya. Terasa sangat kasar dan juga sedikit perih karena terasa seperti tajam akan goresan yang seolah seperti benda tajam.


Bayu memaksa untuk membuka matanya. Tampak olehnya sesosok makhluk mengerikan sedang berada tepat diatas tubuhnya.


Seketika Bayu berteriak karena takut dan terkejut, karena tiba-tiba makhuk itu sudah berada didepanny.


Bayu membeliakkan matanya. Ia seperti sedang terhipnotis saat memandang wajah seram yang kini hanya berjarak sedemikian dekatnya


"Mengapa kau tiba-tiba muncul Ni..? Aku tidak memanggilmu..!". Sergah Bayu dengan kesal.


"Sialan kau..!! Kau tidak bisa memerintahku seenaknya begitu..?! kau dibawah perngaruhku.." ucap Makhluk itu dengan geram.


Bayu semakin kesal. Ia meraih bungkus makanan yang ada diatas meja nakas. Lalu menghempaskannya ke wajah Nini Maru yang saat itu sedang mencoba mengintimidasinya.


Seketika bungkusan makanan yang merupakan nasi padang pakai kuah rendang itu berhamburan diwajah Nini Maru.


Aaaaaarrrrggghh...


Nini Maru menggeram dan mencekik Bayu yang telah meremehkannya.


Bayu merasakan sesak nafas karena kehabisan oksigen. Seketika Ia menjambak rambut kusut Nini Maru, lalu menariknya kebelakang, sehingga tanpa sadar kepala itu terlepas dari tubuhnya dan berada digenggaman Bayu.


Bayu terperangah, lalu melemparkan kepala Nini Maru begitu saja dilantai.


Ia dengan cepat beranjak dari ranjangnya. Lalu berlari menuju arah pintu hendak melarikan diri.


Sesaat kepala Nini Maru yang terpenggal menyatu kembali ketubuh keriputnya. Lalu merangakak kelantai menghampiri Bayu yang berusaha untuk membuka pintu kamar.


Nini Maru telah mencapai Bayu, Ia mencengkram pergelangan kaki Bayu, lalu menariknya dengan kasar, hingga Bayu terjerambab didasar lantai berkeramik putih tersebut.


Nini Maru kembali menghampiri Bayu, lalu mencekiknya dengan kuat.


"aaaaaaaaaaa..."


Suara teriakan Bayu hanya dapat tertahan ditenggorokannya, nafasnya terasa sangat sesak..


Nini Maru mencakar pipi Bayu dengan sedikit luka robek, darah mengucur dari luka robek tersebut.


Mata Nini Maru seketika berubah warna Merah menyala, Bayu semakin tercekat, matanya membeliak ketakutan..


Aaaagh...


Hanya Itu yang dapat Ia ucapkan..


Seketika Ia tersentak dari tidur.

__ADS_1


Ia mendapati dirinya tengah mimpi buruk.. Mimpi yang terasa sangat begitu nyata baginya.


Ia celingukan kesana kemari mencari makhluk yang telah membuatnya begitu amat membuatnya sakit dan ketakutan.


__ADS_2