Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Secarik Kertas Pov Roni


__ADS_3

hari ini Roni pulang lebih awal. barang yang akan masuk kegudang ternyata ditunda, dikarenakan mobil pengangkut dari supliyer mengalami kerusakan ditengah jalan. Roni memutuskan untuk pulang kerumah.


Roni sampai didepan pintu. Ia mendapati rumah terlihat amat sepi. "kemana Mala dan si Mbok? rumah kenapa begitunsepi?" ucap Roni penasaran.


Ia membuka pintu, ternyata tidak dikunci. Ia memberi salam, namun juga tak ada jawaban. Roni menuju kamar utama, berfikir Mala sedang tidur siang.


namun Ia tak menemukan Mala dikamarnya. lalunIa menuju kamar sebelah tempat napak mertuanya, Ia melihat Mala tertidur dikursi dan kepala bersandar ditepian ranjang tidur mbah Karso.


namun Ia sedikit merasa aneh, mbah Karso seperti sedang menangis, air mata membasahi pipi keriputnya. Ia mendekati mbah Karso yang seolah inhin menyampaikan sesuatu. namun karena mengalami stroke, Roni tak mengerti dengan apa yang diucapkan bapak mertuanya.


Roni mengira bapak mertuanya meminta minum, namun saat Roni mengambilkan minum, Ia menggelengkan kepalanya dengan lemah, dan Roni menjadi bingung. saat akan meletakkan gelas minum untuk mbah Karso, tanpa sengaja Roni melihat secarik kertas yang dipakai untuk menutup gelas sisa kopi. Roni meraih kertas tersebut lalu membacanya.


Roni terperanga membaca isi tulisan dalam secarik kertas tersebut. "apakah ada tamu yang menjenguk bapak tadi kemari? tetapi mengapa Ia menuliskan kata-kata ini? sepertinya ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi." Roni berguman dalam hatinya.


"em.....emmm..."bapak mencoba memberi Isyarat pada Roni. Roni menoleh pada bapak, lalu Ia mencoba bertanya "bapak tau siapa orang yang menuliskan ini?" ucap Roni sembari memperlihatkan kertas tersebut kapada bapak.


bapak menganggukkan lemah kepalanya, mengisyarakat kepada Roni Ia tau pelakunya. matanya kembali menitikkan air mata. Roni semakin penasaran, degub jantungnya kian tak menentu.


"apa yang terjadi sebenarnya pak?" ucap Roni lirih. mbah Karso melayangkan pandangannya pada Mala yang sedang tertidur pulas. air matanya kembali jatuh. Ia terisak, ada bongkahan beban didalam dadanya.


Roni memalingkan wajahnya menghadap Mala, Ia berfikir Mala tertidur karena kelelahan, namun Ia sepertinya salah. air Mata mbah Karso memberikan firasat yang tidak baik kepadanya.

__ADS_1


Roni beranjak dari tempat Ia berdiri. melangkah mendekati Mala istrinya. Ia mencoba membangunkan Mala dengan mengguncang tubuh Mala. "dik...dik...bangun dik.." ucap Roni dengan lembut.


melihat Mala tidak merespon, Ia mulai menepuk-nepuk pelan wajah istrinya. Mala hanya menggeliat, dan tertidur kembali.


"mengapa Ia begitu terlelap sekali tidurnya? jangan-jangan ada orang yang sengaja memberikan obat tidur pada Mala, dan orang tersebut adalah orang yang bertamu dan meminum kopi ini." Roni mulai mencari-cari pencerahan atas kejanggalan yang terjadi.


Roni teringat akan peristiwa 5 bjlan yang lalu, saat bapak mengalami diare hingga dehidrasi, karena bapak meminum obat pencahar yang dicampur kedalam kopinya.


"pasti orang yang memberi obat tidur pada Mala adalah orang yang sama dengan memberi obat pencahar kepada bapak." ucap Roni penuh selidik.


"aku akan menanyakan kepada Mala saat Ia tersadar nanti." ucap Roni dalam hatinya.


Roni menyimpan secarik kertas tersebut, dan menyatukannya bersama sisa bungkus obat pencahar didalam laci nakas dikamarnya.


"biadab..." umpat Toni dengan geram .


hati Roni seketika panas, Ia begitu perih dan ingin marah, Ia memandang wajah Mala, namun seperti tanpa ada dosa disana. " apakah Mala diperkosa saat Ia tertidur? dan orang tersebut mencampurkan obat tidur pada kopi yang diminum Mala?" ucap Roni mencari jawaban.


"siapapun orangnya, pasti Ia tak lebih dari seekor binatang" ucap Roni geram. "akan kucincang kau jika aku menemukan buktinya." ucap Roni geram.


****

__ADS_1


menjelang sore, Mala mengerjapkan matanya, kepalanya terasa pusing. Ia memandang kesekeliling ruangan. "mengapa aku bisa berada dikamarku? bukannya tadi aku berada dikamar bapak? ucap Mala lirih.


Ia terperanjat saat melihat Roni, suaminya berada disiinya. "abang..tumben pulang cepat?" ucap Mala lirih, Ia memijat kepalanya yang terasa berat.


Roni hanya terdiam memandang Istrinya. "kamu sakit duk?" ucap Roni memulai penyelidikannya.


"hak tau bang, kepala Mala sakit banget,.padahal tadi baik-baik saja." ucapnya dengan jujur.


"apakah ada seseorang yang datang bertamu tadi pagi kerumah ini?" ucap Roni, meski hatinya sakit, Ia mencoba untuk tenang.


Mala yang masih memijat kepalanya terdiam sejenak. mengumpulkan ingatannya. "bentarnya bang.. kepala adik sakit banget, jadi sedikit nge-blank." ucap Mala sekenanya saja. Roni mencoba bersabar, agar Ia mendapatkan jawabannya.


" emmmm...iya ada bang..Mala ingat, tadi pagi Reza yang datang bertamu" ucap Mala sembari tetap memijat kepalanya yang terasa pusing.


"aa....paa...? brengsek..!" ucap Roni sembari menggeretakkan giginya. Ia terlihat begitu gelisah dan penuh emosi menggebu.


Roni penuh dendam dan amarah, dan ternyata duda tersebut yang telah memperkosa istrinya.


Emangnya ada apa bang?" ucap Mala memandang Roni dengan wajah yang masih dihinggapi rasa kantuk.


haruskah Ia marah kepada Mala, yang mana Ia tau kalau Mala juga menjadi korban kebiadaban Reza.

__ADS_1


13 belas tahun menjalin biduk rumah tangga bersama Mala, Ia sangat kenal bagaimana karakter Istrinya. Mala seorang istri yang penurut, tidak pernah berbohong, jikapun Ia berbohong, itu akan terlihat dari gestur tubuhnya dalam menyampaikan kata.


Roni hanya diam saat ini. Ia akan mencari cara untuk menjebak pria brengsek tersebut, dan jika Ia berhasil menjebaknya, Ingin rasanya Ia mencincang tubuh Reza lalu diberikan pada biawak.


__ADS_2