
Rianti merasa sangat penasaran dengan apa yang diucapkan oleh Nini Maru.
Ia beranjak dari kamar hotelnya dan melakuka chek out.
Ia mengendarai mobilnya dengan rasa penasaran
"apa sebenarnya yang terjadi..?" guman Rianti.
Rianti telah sampai dirumahnya yang mewah. Ia masuk kerumah dengan tergesah-gesah.
Ia tak menemukan Reza. "kemana pria tak berguna itu..? mengapa tidak terlihat batang hidungnya.?" Rianti berguman lirih.
Rianti memanggil seorang bodyguard. "dimana Reza..?" ucapnya dengan sedikit angkuh.
"dari semalam tuan Reza sudah pergi nyonya. katanya ada keperluan diluar kota yang sangat penting." ucap bodyguard tersebut.
Rianti tampak berfikir. "Rey dimana..?" ucap Rianti kepada para bodyguard.
kedua bodyguard itu saling tatap dan menggelengkan kepalanya.
Rianti menatap kesal keduanya." apa maksud kalian..?" ucap Rianti heran.
"dari kemarin kami tidak melihatnya.." jawab seorang bodyguard.
"sepertinya tuan muda Rey mengurung diri dikamar
Rianti mengernyitkan keningnya." a..apa..?" ucap Rianti terkejut.
Ia bergegas menuju kamarnya. Ia ingin melihat apa yang dilakukan oleh Rey dari kemarin. Rianti membuka pintu kamar. Ia melihat Rey tertidur pulas. hatinya menjadi lega.
Rianti mendekati Rey yang sedang tertidur. Ia mencium aroma amis pada tubuh Rey. "mengapa Ia sangat amis..? habis makan apa dia sebenarnya..?" Rianti berguman lirih dan merasa mual dengan aroma tubuh Rey.
saat itu. Nini maru datang dengan tiba-tiba. aroma busuk yang menyeruak bercampur aroma amis yang menjadi satu. membuat kepala Rianti bertambah pusing.
[aaaargh..] suara geraman dari Nini Maru.tubuhnya merayap didinding seperti cicak.
"ada apa nini menemuiku..? ucap Rianti yang merasakan sesak dan kepalanya pusing.
"aku butuh janin. mengapa kau semakin pelit memberikanku tumbal janin. jika kau semakin pelit padaku, maka aku juga akan menarik sedkit kekayaanmu" Ancam Nini Maru.
__ADS_1
Rianti membelalakkan matanya. "gak bisa gitu donk Ni. saya setiap bulan setor janin sama Nini, jangan karena telat dikit Nini lalu seenaknya saja." ucap Rianti kesal.
"jika begitu serahkan janin kepadaku sekarang..!" ucap Nini Maru sembari melompat dari dinding persis tepat berdiri disisi kiri Rianti.
matanya yang sangat mengerikan membuat Rianti sedikit gentar.
Rianti menghela nafasnya dengan berat. "ayo ikutin saya, tapi jangan perlihatkan wujud Nini didepan mereka.
Nini Maru tersenyum menyeringai. "baiklah.." ucapnya menyetujui.
Rianti beranjak dari tempatnya berdiri. menuju ruangan rahasia yang dijadikan sebagai penyekapan.
Nini Maru mengikuti langkah Reni. mereka berjalan menyusuri koridor, Ia menuju kekamar paling ujung. dimana tempat Reni disekap. Ia tau kalau Reni giliran mengandung. Ia tau karrna rutin mengecek kondisi kesehatan para tawanannya.
Rianti membuka kunci pintu kamar Rianti. dan Ia terkejut melihat Reni tidak berada dikamarnya "hah.." Rianti terperangah dan kaget.
"kemana wanita itu..?!" ini sangat akan berbahaya jika Ia sampai lolos dan mengadukan masalah ini kepihak yang berwajib."Rianti berguman lirih.
lalu Ia mengecek lagi kamar lainnya. masih terlihat lengkap.
Ia berjalan dengan angkuh. memeriksa ruangan yang berjumlah 4 orang tawanan. "siapa diantara kalian yang sedang mengandung..?!" ucap Rianti dengan nada selidik.
semuanya diam tak bergeming. wajah mereka pucat pasi. rasa takut dan trauma, itulah hal yang kini mereka rasakan.
keempat tawanan itu merasa saling tatap satu sama lain. mulut mereka seakan terkunci.
Nini Maru berjalan melayang tanpa terlihat oleh mereka. Ia mendekati seorang wanita muda berambut pendek. Ia memberitahu Rianti, jika wanita muda itu sedang mengandung.
Rianti menatap tajam pada wanita muda berambut pendek itu. "kamu, kemari.. dan ikuti saya." ucap Rianti dengan nada perintah. sembari menunjuk wanita muda itu.
wanita yang ditunjuk merasa amat ketakutan. Ia sedang memikirkan nasibnya. dari kampung membawa mimpi yang indah,. bekerja di luar negeri untuk membantu perekonomian keluarganya. namun bernasib sial disekap dtempat yang tidak pernah Ia bayangkan.
bahkan Ia dan teman-teman lainnya mengalami pelecehan setiap harinya.
dan kini wanita muda itu sedang mengandung.
Ia tidak tau lagi dengan nasibnya yang sekarang.
wanita muda itu melangkah dengan langkah gemetar. kemarin baru saja Ia dan rekannya mendengar jerit kesakitan dari luar ruangan. setelah beberapa menit kemudian, suara jeritan itu menghilang. mereka tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dari pemilik suara jeritan tersebut.
"ikuti saya.." ucap Rianti dengan nada perintah.
__ADS_1
mau tidak mau, suka atau tidak, maka mereka. harus mengikuti perintah Rianti.
Rianti membawanya kekamar Reni yang kosong. meminta wanita muda itu masuk. setelah wanita itu masuk kedalam kamar, Rianti memandangnya dengan tatapan mengintimidasi." kamu tunggu disini bentar." ucap Rianti sembari mengunci pintu kamar tersebut dan Nini Maru ikut masuk kedalam kamar tersebut.
sepeninggalan Rianti. gadis muda itu mengedarkan pandangannya. Ia melihat bercak darah yang sudah mengering disprei. rasa takut menyelimuti tubuhnya. Ia membayangkan kengerian apa yang akan didapatnya hari ini.
Rianti berjalan dengan tergesa-gesah. Ia menuju kamarnya, mengambil obat tidur dan segelas air minum. Ia tidak ingin para korbannya melihat wajah Nini Maru saat proses pengguguran.
setelah mendapatkannya, Ia segera kembali lagi kedalam kamar tersenut. memberikan segelas air kepada Wanita berambut pendek tersebut, memaksanya untuk meminumnya.
"minum, lalu berbaringlah.." ucap Rianti dengan nada perintah.
wanita muda itu meminumnya dibawah tekanan Rianti. setelah beberapa menit meminum air, wanita itu mengantuk. lalu tertidur.
Nini Maru melakukan aksinya. memasuki rahim wanita itu dan menendang janinnya hingga menyerah pada takdirnya. lalu menjadi santapan Nini Maru.
setelah menyelesaikan sajian buat Nini Maru, Rianti memasuki kamarnya. Ia melihat Rey yang masih tertidur pulas. "kemana pergi gadis dikamar ujung lorong.?" Rianti masih khawatir. Ia takut jika sampai gadis itu berhasil kabur dengan selamat, akan membawa petaka baginya.
Rianti. keluar dari kamarnya, memangiil semua para bodyguardnya. setelah mengumpulkannya dalam sebuah ruangan khusus. Rianti menatap satu persatu para bodyguard teraebut.
"apakah kalian tau apa sebab saya memanggil kalian kemari..?" ucap Rianti dengan sorot mata yang tajam.
mereka saling pandang, dan menggelengkan kepalanya.
"apakah kalian ada yang melihat seorang gadis tawanann yang berhasil menyelinap keluar..?" ucap Rianti dengan nada berang.
mereka menggelengkan kepalanya. "tidak ada nyonya. kami selalu mengawasi siapa saja yang keluar dan masuk kerumah ini." jawab salah seorang dari mereka.
"kalau begitu mengapa satu gadis bisa lenyap..?" ucap Rianti semakin kesal.
para bodyguard merasa bingung. karena mereka memang tidak melihat siapapun yang menyelinap keluar.
"kami bekerja dengn dedikasi yang tinggi nyonya. maka kami tidak mungkin kecolongan." ucap seorang body guard lainnya.
"dan kami berjaga menggunakan shif, tidak mungkin ada yang mengantuk dan lelah. "yang lain menimpali.
perdebatan ini membuat Rianti pusing. "kalau begitu periksa cctv." ucap Rianti dengan tegas.
mereka mengangguk, dan menunjuk salah seorang dari mereka untuk segera memeriksanya.
__ADS_1
Dibalik dinding, sepesang mata yang memyeramkan tengah mencuri dengar perdebatan itu.