Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Rey semakin menggila


__ADS_3

setelah menikmati rasanya daging manusia, Membuat Rey semakin berhasrat untuk menyantap daging manusia lagi. Ia seperti ketagihan. Ia masih merasakan rasanya manis daging tersebut.


Rey membuka lorong rahasia. Ia membuka salah satu kamar yang terdapat 5 orang tahanan dalam satu kamar.


Ia masuk dengan menyeringai. Ia memilih salah seorang yang berboby bohai. Ia melihat daging ditubuh wanita itu begitu menggiurkan.


kelima orang wanita malang itu saling pandang. mereka melihat bahwa kesialan telah menimpa mereka.


Rey menarik paksa wanita yang menjadi targetnya. wanita itu meronta-ronta meminta agar dilepaskan. tentu saja tenaga Rey lebih kuat dibandingkan oleh wanita itu.


setelah Ia berhasil membawa wanita itu, Ia mengunci kembali pintu kamar tersebut. Rey menatap Wanita itu dengan tayapan nanar.


Ia seperti sudah tak sabar untuk melahab wanita yang menjadi mangsany.


wanita itu berteriak histeris, sehingga suaranya menggema keseluruh ruangan.


 


Rianti berbaring ditepian ranjangnya, Ia baru saja menyelesaikan ritual mandinya. "mengapa mas Reza belum kembali juga..? liburan kemana dia sebenarnya..?" Rianti berguman lirih.. dalam hatinya Ia merasa khawatir juga, karena Reza pernah menjadi bagian dalam hatinya.


saat sedang melamunkan Reza, samar-samar Ranti mendengar suara teriakan seorang wanita. "siapa yang berteriak..? apakah Rey sedang melakukan tugasnya..?" Rianti berguman lirih, mengira Rey sedang melakukan tugas pembuahan terhadap para tawanan.


namun entah mengapa, perasaannya merasakan ada sesuatu yang mengganjal hatinya.


"apa sebaiknya aku cek saja ya..?" Rianti berguman dalam hatinya.


Dengan perasaan malas, Ia membuka pintu rahasia menuju lorong tawanan. Ia memeriksa setiap kamar, namun Ia tak menemukan Rey disana.


saat Ia memeriksa kamar terakhir, Ia terperangah, karena tawanan itu berkurang satu. "kemana teman kalian yang satunya?" ucap Rianti dengan wajah berang.


keempat tawanan itu gemetaran, mereka seakan kaku tanpa otot. lidah mereka keluh. "apa kalian tuli haaah..?!" Rianti meninggikan suaranya satu oktav.


"Re...rey.." ucap salah seorang mereka memberanikan diri untuk menjawab dengan terbata.


Rianti mengernyitkan keningnya. "Rey..ada apa dengan anak itu." Ia berguman lirih.


samar-sama Ia mendengar suara jeritan menyayat hati dari seorang wanita, semakin lama suara itu menghilang. Rianti memastikan jika suara itu berasal dari gudang penyimpanan barang tak terpakai.


Rianti menutup kamar tawanan dengan sedikit hempasan, lalu menguncinya. Ia berjalan dengan sangat hati-hati menuju gudang. Ia sangat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh anaknya itu.


saat Ia mengintai dari sebuah lubang dari bagian jendela. Ia membulatkan matanya, lalu membekap mulutnya sendiri. Ia tak pernah menduga akan melihat hal yang mengerikan itu.


Rianti melihat Rey mencabik-cabik daging wanita tawanannya dengan sangat rakus, serta melahabnya, seperti memakan daging rendang.

__ADS_1


Rianti berjalan mundur, dengan nafas tersengal-sengal, Ia berlari masuk kedalam kamarnya.


dadanya bergemuruh, rasa tak percaya dengan apa yang dilihat, membuat Ia seperti linglung.


"ini tidak bisa dibiarkan.. karena akan mempengaruhi hilangnya jumlah penyedia janin. Rianti berguman lirih..


"atau.. bisa jadi aku akan jadi korban selanjutnya jika sampai para tawanan habis" Rianti berguman dengan fikiran kacau dan hati yang gelisah.


"aku harus mencari cara bagaimana agar dapat mencegah semua perbuatan Rey. sebelum terlanjur jauh."


Rianti berdiri berjalan mondar-mandir berfikir dengan keras. toba-tiba saja Ia mendapatkan ide.." oh..ya aku tau.." sembari menggesekkan ibu jari dengan telunjukkanya hingg menimbulkan bunyi 'tik.'


Rianti keluar dari peraduannya, lalu memanggil seorang bodyguard, memerintahkan kepadanya untuk memesankan sesuatu.


tampak bodyguard tersebut menganggukkan kepalanya pertanda menyetujui. lalu bergerak cepat keluar.


setelah itu, Rianti kembali keperaduannya.


 


hampir tengah malam tiba, Rianti berpura-pura tidur, dan mendengarkan suara derap langkah kaki Rey masuk kedalam kamar.


aroma amis menyeruak keseluruh ruangan. Rasa mual membuatnya menjadi pusing dan hampir muntah. namun Ia mencoba menahannya.


setelah memastikan Rey tertidur, Rianti membalikkan tubuhnya, melihat dengan seksama Anak lelakinya, darah tercecer disudut mulutnya seketika Rianti tak mampu rasa mualnya.


Ia berlari kekamar mandi, lalu memuntahkan segala isinya. Rianti terlihat sangat pucat dan menjadi lemah.


"gila..mengapa Rey dapat berubah menjadi monster..? apakah ini karena gen dari ayahnya seorang Jin Ifrit..?"


[tiiiiing....] dalam sekejap mata, jin genderuwo itu muncul dihadapannya, hanya dengan menyebutnya saja membuatnya hadir dihadapan Rianti.


"haaah.." Rianti terperanjat dan mundur satu langkah dari hadapan genderuwo.


"kamu kenapa nongol sih..?" ucap Rianti kesal.


"karena kau menyebutku dan aku juga merindukanmu.." ucap sang genderuwo dengan tatapan nakal.


Rianti ingin menghindari jin tersebut, namun kekuatan jin itu lebih kuat dari dirinya. dengan cepat jin itu mengunci pertahanan Rianti.


Rianti meronta-ronta meminta jin itu melepaskannya.


__ADS_1


beginilah penampakan sosok om Genderuwo ya para pembaca yang budiman.


jangan terlalu dikhayalkan. ntar gak bisa bobok malam karena ketampanannya.🤣


Jin tersebut membawa Rianti kesebuah gudang penyimpanan, dimana tempat Rey menikmati tubuh tawanan. Rianti melirik isi gudang tersebut, terdapat dua tengkorak manusia ."apakah tawanan yang kabur waktu itu juga ulah dari Rey?" Rianti semakin bergidik memikirkannya.


belum sempat terjawab pertanyaannya sendiri, genderuwo itu telah menjamahnya, memberikan sentuhan yang yak mampu Ia tolak. meskipun Ia begitu jijik dengan tampang makhluk itu.


mampu membaca isi hati Rianti, dengan sekejap, genderuwo itu merubah wujud menjadi pria tampan. Rianti membulatkan matanya, melihat perubahan yang begitu cepat, dalam kerlingan mata saja, gendueruwo itu sudah berubah wujudnya.


"lain kali kalau datang wujudnya jangan nyeremin.." gerutu Rianti dengan kesal.


jin tersebut menyeringai penuh hasrat. Ia mulai membelai lembut rambut Rianti, memberikan kecupan termanisnya, meskipun tubuhnya tercium aroma pandan wangi, bagi Rianti aroma itu sangat memabukkan.


dalam sekejap saja, Ia telah melucuti pakaian Rianti, hingga tanpa sehelai benangpun. Jin ifrit tersebut tak mampu menahan pemandangan yang menggiurkan didepannya. dengan rakus Ia mencumbui Rianti.


sentuhan dari jin ifrit tersebut membuat Rianti melayang jauh. jin tersebut ternyata lihai dalam membuat sensasi bercinta yang memabukkan.


seluruh area sensitif Rianti tak luput dari sasarannya. hingga akhirnya Rianti mencapai puncak nerakanya.


berbeda dengan sang jin ifrit, Ia belum juga merasakan kepuasannya. hingga Rianti berulang kali meneganggkan tubuhnya, barulah jin tersebut terpuaskan.


"terimakasih sayang, atas pelayananmu..aku akan memberikan jumlah uang 10 kali lipat dari yang diberikan oleh nini Maru, hanya jika kau bersedia melayaniku dengan baik.." jin itu berbisik ditelinga Rianti dengan suara parau.


"dan jangan lupa, sediakan untuku sate burung gagak setiap malam jum'at kliwon." ucapnya mengingatkan.


lalu dengan hitungan detik..[cliiiiiing..] 10 koper berisikan uang milyaran rupiah.


Rianti terperangah, melihat tumpukan koper berisikan uang milyaran rupiah berada disisi kananya.


"aku pergi dulu sayang..sampai bertemu lagi dilain kali.." jin tersebut berpamitan.


lalu tak lupa mengecup ujung kepala Rianti.."kau milikku sayang.." ucapnya lalu menghilang.


Rianti memunguti pakaiannya, lalu mengenakannya. Ia memunguti kooer-koper berisikan uang tersebut.


saat hendak meminggalkan gudang itu, Rianti memandang sekilas kearah tumpukan tulang dua orang manusia yang tergeletak begitu saja.


dengan terburu-buru Ia meninggalkannya.


"sepertinya bersekutu dengan jin genderuwo lebih asyik dibanding dengan nini Maru..dimana aku gak perlu repot harus sediakan tumbal. hanya dengan melayaninya saja aku sudah mendapatkan kekayaan.." Rianti berguman lirih.


sehelah memasuki kamarnya, Ia melirik kearah Rey yang tertidur pulas "aku harus segera menyingkirkannya." Rianti berguman kesal.

__ADS_1


~sepertinya usaha Nini Maru kena tikung oleh sekutunya sendiri.. akankan terjadi perperangan antara Nini Maru dan Om gende..? kita lihat saja nanti..


__ADS_2