Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Kesesatan yang Nyata


__ADS_3

Ki Kliwon yang terkapar setelah terkena senjata keris miliknya sendiri. tubuh Pria itu kian melemah.


"Ni...beri aku darah Ni..?" ucapnya lirih.


Wanita yang dipanggil Nini itu datang menghampirinya, lalu mencoba mencabut keris yang menancap didadanya. "aaarrrrggh.. Sakit Ni.. Sangat sakit." Ucap Ki kliwon mengerang menahan rasa sakitnya.


Hari ini adalah ketetapannya untuk harus menghadap kepada Tuhan. Namun ilmu hitam yang dianutnya, yaitu ilmu keabadian rawa rontek, sehingga membuatnya tidak bisa mati.


Wanita berusia senja dan berbadan tambun menusukkan ujung keris ke jari telunjuknya. Seketika darah segar mengucur dari ujung jari yang tergores itu.


Wanita itu mengarahkan ujung jarinya kemulut Kiiwon, pria itu menghisapnya dengan rakus. seketika luka ditubuhnya menghilang.


Saat ini, takdir hidupnya sudah pada waktunya. namun karena ilmu yang dianutnya, membuatnya tidak mau mati. Dan itu membuatnya semakin tersiksa. "Nini.. Aku merasakan waktuku telah tiba. Namun kematian tak juga mau pergi. " rintih Ki kliwon dengan suara parau. Usia ki Kliwon kini telah mencapai usia 250 tahun. Wajah keriput dan tubuh cekingnya kian tampak kentara. Kini hanya tinggal kulit pembalut tulangnya.



Setelah Ia mengucapkan kata-katanya, tubuhnya perlahan mengecil, dan menyerupai anak usia 7 tahun, namun kulit yang keriput dan tubuh rentanya.


Setiap saat, tubuhnya akan terus mengecil dan terus mengecil, Ia tidak akan mati sebelum hari pembangkitan tiba. Dimana Ia adalah sang pengabdi setan dan kelak akan dijadikan manusia sesat yang berbalik akan mengabdi kepadanya, sebagai alat untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan.


--------♡♡♡♡♡------


Nini Maru yang baru saja mendapatkan janin dari tumbal 2 keponakan Bayu, merasakan tubuhnya semakin kuat.


Ia kini menempati ruang kosong yang tak pernah di buka sama sekali oleh Bayu.


Ruangan itu dulunya digunakan sebagai gudang. Ada banyak sekali debu dan sarang laba-laba yang bergelantungan disana sini. Ruangan itu tanpa pencahayaan dan juga sangat gelap dan pengap.


Nini Maru menikmati dan meresapi sajian janin yang begitu manis baginya. Saat ini Ia sedang dalam wujud aslinya. Sebuah sosok menyeramkan, dan bagi siapa saja yang melihatnya akan merasa sangat ketakutan.


saat ini, Nini Maru sedang bertengger diatas lemari tua yang sudah usang. Ia sedang bersantai dan mencerna sesajian yang baru dinikmatinya.


-------♡♡♡♡-------


Bayu sedang memikirkan keberadaan Nimar yang tiba- tiba menghilang. Jika saja itu semua hanya halusinasinya, Tetapi mengapa semua emas permata itu benar- benar nyata.


"kemana dia perginya? Mengapa begitu cepat? Aku belum sempat ucapkan terimakasih.". Bayu berguman lirih.


"Tetapi jika Ia manusia, mengapa dapat memberikanku harta berlimpah dalam jumlah fantastis.. Dan kapan Ia membawa semuanya kemari?" Bayu masih bertanya-tanya dalam hatinya.


Seketika Ia teringat akan suatu kalimat yang diucapkan oleh wanita itu, saat sebelum akan bercinta dengannya.


"Ia mengatakan akan memberikanku kekayaan jika aku memberikan sesaji ayam cemani dan tumbal janin. ?"


"haaaah..!! Apakah janin kedua ponakanku ada hubungannya dengan semua ini?" Bayu terperangah. Namun, Bayu mencoba menepisnya, berharap mungkin ini hanya kebetulan saja.


Bayu segera beranjak dari ranjangnya, bergegas kekamar mandi dan membersihkan diri.


hari ini Ia ada pertemuan penting, untuk membahas proyek pekerjaan penting dengan Satria.


kriiiiiiing..


suara panggilan masuk dari Satria..


"ya, Hallo Mas Satria, Saya sudah bersiap. Sebentar lagi akan segera sampai." ucap Bayu menjawab panggilan telefon Satria.


Saat Ia sedang mematut dirinya di Cermin, Tiba-tiba saja Ia teringat akan wajah ibu Satria saat itu.


"oh..Tuhan.. Jika aku kerumah Mas Satria, tentunya aku akan bertemu dengan ibunya lagi..? Mengapa aku jadi seperti ini? Bukankah Nimar juga jauh lebih menggoda.?" Bayu berguman sendiri dengan gusar.


Ia memakai pakaian yang begitu bagus. Entah apa tujuannya, apakah benar akan membahas pekerjaan atau sembari menyelam sembari minum air.


-----------♡♡♡♡♡---------


Bayu sudah sampai di depan rumah Satria. Ia menelefon Satria, memberitahu jika Ia sudah berada didepan rumahnya. lalu Satria mempersilahkannya untuk menunggu diruangan utama.


Bayu melangkah dengan persaan resah. Ia merasakan debaran-debaran yang sangat berbeda.

__ADS_1


Roni ayah Satria sepertinya sedang bersiap hendak keluar. Tampak dari penampilannya yang sangat rapi. Saat sedang berpapasan dengan Bayu, Ia mencoba tersenyum ramah dan menyapanya.


Bayu mencoba membalas ramah sapaan Roni.. Lalu bergegas menuju ruangan utama.


Roni hari ini ingin pergi ke dokter, yang mana akan ditemani oleh sang sopir. Ia meminta pergi sendiri, dan ingin benar-benar sembuh dari penyakit kolestrol yang sering mengganggunya saat memakan makanan tinggi protein.


Bayu duduk disofa, sembari menunggu Satria. Ia tau jika Bos nya itu kini sibuk dengan tugas skripsinya, dan akan menempuh wisuda, maka Ia harus sedikit sabar menunggu.


Saat Itu, Ia melihat Mala melintas dari arah lantai dua kamar Satria. Ia berjalan menuruni anak tangga yang menghadap langsung ke sofa diruang tengah. Ia tampak begitu anggun.



Visual Mala saat sudah berhijab..


Bayu terperangah dengan keanggunan wanita itu. Ia begitu memesona. Bayu tak mampu mengedipkan matanya untuk melewatkan sedetikpun tentang wanita itu.


Hingga saatnya Mala berhenti tepat dihadapan Bayu. "lagi mencari siapa mas.?." tanya Mala dengan sopan.


Bayu tersentak dan tersadar dari lamunannya. "emm.. Emm..i.tu..sa..saya lagi nunggu Satria.." jawab Bayu terbata. Jantungnya terasa seakan hampir lepas dari tempatnya. Ia tidak menduga jika Mala menyapanya.


"oo..dia lagi bersiap. Tunggu sebentar ya mas.. Mau dibuatin minum apa..?" tanya Mala kepada tamu anaknya.


"a..apa saja." jawab bayu semakin tak karuan.


Mala hanya tersenyum tipis, lalu beranjak kedapur dan berniat membuatkan kopi.


Satria turun dari lantai 2 kamarnya, lalu menghampiri Bayu yang sudah sedari tadi menunnggunya.


Bersamaan dengan itu Mala datang membawa du gelas kopi late untuk Satria dan Bayu. Setelah menyajikan kopinya Mala ingin beranjak pergi, namun Satria menahannya, memberikan kecupan dikening Mala dengan cinta seorang anak. Mungkin berlebihan, namun semua itu sangatlah wajar, karena Ia telah sejak dalam kandungan terpisah dari ibunya.


Bayu yang menyaksikan itu ternyata berfikiran negatif. Fikiran kotornya mulai berkelakar ke otaknya.


Mala tersenyum kepada Satria, lalu kembali kedapur, Ia sedang ingin memasak untuk menu makan siang ini.


Satria dan Bayu kini mulai membahas tentang perusahaan yang sedang mengalami kemajuan sangat pesat.


Bayu menjelaskan semua kepada Satria hal-hal apa saja yang harua dilakukannya saat pengembangan proyeknya nanti.


"baik Mas. Saya akan tunggu." jawab Bayu singkat.


Saat kepergian Satria, Ia merasakan sesak buang air kecil. Karena sudah bekerja sangat lama dengan keluarga Bram dan Jayanti, Maka Bayu sudah tau seluk beluk rumah ini. Termasuk kamar kecilnya.


Bayu menuju arah dapur, mencari kamar kecil. Saat itu Ia melihat Mala sedang memasak. Namun karena Sesak buang air kecil yang sydah tak dapat Ia tahan, Ia bergegas kemar mandi.


Setelah menyelesaikan hajatnya, Ia kembali melintasi dapur, lalu melihat Mala sudah selesai memasak dan kini sedang menata sajian yang akan dihidangkan.


Karena terlalu fokus terhadap pekerjaannya Ia tidak menyadari jika ada orang yang sedang memperhatikannya.


Bayu yang sedari tadi sudah tidak fokus dan dipenuhi fikiran-fikiran kotor, apalagi malam tadi Ia baru saja melakukan percintaan kepada Nimar, hal ini mebuatnya ingin merasakan hangatnya kembali bercinta dengan wanita.


Bayu yang sudah dikuasai oleh hawa syetan, tak mampu membendung rasa yang sudah bergelora ke ubun-ubunnya.


Seperti kometar salah satu readers di novel ini, semakin cantik seorang wanita, maka akan semakin menjadi racun.


Bayu tak mampu lagi menahan hasratnya, Ia memeluk Mala dari arah belakang. Ia mendekap tubuh Mala sembari membekap mulutnya dengan kuay.


Mala yang merasa kaget segera meronta-ronta ingin melepaskan diri dari orang yang sedang membekapnya.


Seperti seekor singa lapar, Ia memaksa Mala untuk melayani hasratnya. Ia menghempaskan tubuh Mala diatas meja makan, lalu menarik hijab Mala hingga terlepas. Maka terpampang wajah Mala yang sangat memukaunya.



Ia semakin tak sabar, apalagi baginya, Mala begitu sangat menggoda baginya. Saat Ia akan membuka paksa Pakaian Mala, seseorang mencengkram pundaknya. Lalu menariknya dengan paksa. Seketika orang tersebut melayangkan tinjunya ke wajah Bayu hingga tersungkur dilantai.


Wajah Bayu memucat karena ketakutan. Mala memungut hijabnya, lalu berlari ke kamarnya, Ia sangat trauma dan ketakutan. Apalagi bukan kali ini Ia menhalami pelecehan seperti ini. Dimana waktu itu Reza juga juga pernah hampir melakukannya, bahkan ada saat Reza pernah menggaulinya saat Ia tidak sadar.


Rasa trauma itu begitu masih membekas dihatinya. Bahkan Roni suaminya menjadi seorang pembunuh saat hendak menyelamatkannya dari pelecehan yang dilakukan oleh Reza.

__ADS_1


Maka Ia tidak ingin jika karena dirinya, Satria juga akan menjadi pembunuh. Mala terisak dalam tangisnya. Ia duduk tersudut diruang kamar.


---------♡♡♡♡♡------


"maaf Mas Satria.. Maafkan saya.. Saya khilaf." ucap Bayu sembari mengatupkan kedua tangannya di dada, memohon ampunan Satria.


Tatapan Satria begitu tajam menusuk hati Bayu. Ia tak tau harus berbuat apa. Disatu sisi ada harga diri ibunya, disatu sisi Bayu adalah orang yang sangat berjasa dalam kehidupan dan perusahaannya. Satria menjadi dilema.


"pergilah.. aku tidak ingin melihat wajahmu saat ini.." ucap Satria penuh penekanan. Ia tidak pernah menduga akan mengalami hal seperti ini.


Satria menggeretakkan giginya dan mengepalkan tangannya lalau melayangkan tinjunya diudara.


Ia ingin melihat ibunya, saat mendekati pintu kamar, Ia mendengar jika ibunya sedang terisak menangis. Ia menghentikan langkahnya. Lalu bersandar didinding luar kamar.


"andai aku tidak memaksa ibu untuk ikut ke kota, maka hal ini tidak akan terjadi." Satria merasa bersalah.


Ia memberanikan diri membuka pintu, lalu melihat Mala duduk dilantai dengan menekuk kedua lututnya dan menopangkan wajah diatas lututnya. Ia seperti sangat terluka dan terpukul.


Seketika sebuah siluet menampilkan masa lalu Mala didepan mata Satria. Ia melihat seseorang pernah melakukan pelecehan terhadap ibunya.


Bahkan Ia melihat pria berkaki palsu yang juga pernah ingin menodainya. Satria terperangah melihat semuanya. Sebegitu beratkah menjadi seorang yang memiliki wajah cantik, terkadang bukan menjadi berkah, namun petaka.


Satria mencoba menghampiri Mala yang sangat trauma. "ibu.." Ucap Satria mencoba menenangkan ibunya. "Mala memeluk Satria, meluapkan tangisannya. Saat itu Ia melihat sebuah siluet jika seorang pria sedang melakukan pemukulan terhadap seorang pria, namun tampak samar.


Roni tiba dikamar dengan melihat Mala yang sedang menangis memeluk Satria. Ia merasa heran dan terkejut. "ada apa ini..?" tanya Roni merasa heran.


Seketika Mala beranjak bangkit dan menghambur dipelukan Roni. Ia terisak dan menyeka air matanya. "ada apa dik.?" tanya Roni dengan lembut.


Mala menggelengkan kepalanya. "a..adik hanya kaget, ta..tadi tiba-tiba ada tikus dikamar mandi." ucapnya dengan tersedu, Ia mencoba berbohong.


Satria menjadi serba salah, lalu Ia memilih untuk keluar dari kamar orangtuanya.


-------♡♡♡♡--------


Bayu memasuki kamarnya dengan perasaan yang sangat kalut. Ia berjalan mondar mandir didalam kamar. Ia tidak memahami mengapa tidak dapat mengontrol hasratnya saat melihat kecantikan Mala.


Ia terlihat sangat bodoh dan juga ceroboh. "bagaimana jika Mas Satria memecatku..? Kelar hidupku..!" Bayu begitu terpukul. Sedangkan untuk bekerja diperusahaan itu juga tidak mungkin. Ia sudah tidak sanggup jika harus bertatapan muka dengan Satria. Ia bingung harus bagaimana, Ia tidak dapat berfikir dengan jernih.


Saat fikirannya sedang kalut, Ia sangat terkejut saat melihat Nimar sudah berada didalam kamarnya. Entah sejak kapan wanita itu sudah berada disana. Ia dengan pakaian yang menggoda sudah duduk ditepian ranjang.


Mata Nimar mengunci Bayu, Ia seolah menawarkan apa segala yang kini difikirkan oleh Bayu. Ia menawarkan kehangatan, pekerjaan, uang, dan harta melimpah.


Semua tergantung pada Bayu, yang harus konsisten dengan perjanjiannya.


Bayu mencoba mengerjapkan matanya berulang kali, Ia ingin memastikan jika apa yang dilihatnya adalah bukan sebuah halusinasi yang semu.


Nini Maru, mencoba memperdaya fikiran Bayu yang masih dalam keadaan kalut.


Bayu seperti terhipnotis, Ia berjalan dan mendekati Nimar. Ia seperti orang sudah hilang akal. Hasrat yang tidak kesampaian saat bersama Mala tadi, maka bersama dengan Nimar, Ia akan menuntaskan segalanya.


Setelah mencapai hasratnya, Bayu tersenyum puas, sedangkan Nini Maru tersenyum seringai.


"terimakasih atas segalanya." ucap Bayu kepada Nimar.


Nini Maru tersenyum dengan bangga telah menjerat anak manusia dalam kesesatan.


Bayu tertidur pulas setelah melakukan pertempuran dengan Nini Maru.


Nini Maru seketika merubah wujudnya menjadi makhluk menyeramkan dan pergi melayang menuju gudang kosong rumah Bayu. Ia menunggu sampai malam Jum'at tiba, dimana Bayu harus menyediakan sesaji untuknya.


----------♡♡♡♡♡--------


Satria merasa sangat kesal. Ia tidak menyangka mengapa pak Bayu tak dapat mengontrol hasratnya.


Selama ini Ia mengetahui jika Pak Bayu adalah orang yang baik, bahkan saat Ia mendekati Jayanti ibu yang telah melahirkannya itu, pak Bayu tampak sopan dan tak pernah neka neko.


Bahkan kabar miring tentangnya sering jajan diluaran juga tidak pernah terdengar. Apakah karena hanya pesona kecantikan ibunya membuat Ia melupakan norma-norma yang berlaku.

__ADS_1


Satria dilema untuk memberikan sanksi apa kepada Pak Bayu..


~kira-kira para readers ada yang bisa kasih saran gak, sanksi apa buat pak Bayu..🙏🙏🙏~


__ADS_2