Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Kunjungan Reza dan Nini Maru


__ADS_3

Reza menyusuri jalanan setapak disemak belukar. Jalanan yang menghubungkan belakang rumahnya dengan rumah Mala.


semak belukar itu membentang sepanjang 500 meter dari rumahnya hingga mencapai rumah Mala.


Reza melakukan pengintaian dari pohon mangga besar yang berada di samping rumah Mala. Ia melihat wanita pujaannya sedang menjemur pakaian dibelakang rumahnya.


perut Mala yang semula rata mulai membuncit sedikit. Ia begitu sangat gemas ingin membelai calon janinnya yang bersemayam dirahim Mala.


Ia melihat seorang wanita paruh baya keluar dari arah pintu dapur. wanita itu adalah mbok Darmi, ibu Mala. si mbok mendekati Mala "nduk.. si mbok pulang kerumah dulu ya? mau beberes dan mengambil baju ganti buat sibapak" ucap Si Mbok, dan ucapannya terdengar oleh Reza yamg sedang mengintai.


Mala terlihat mengangguk, menyetujui, lalu melanjutkan jemurannya.


setelah mendapat ijin Mala, si mbok bergegas melewati jalan samping rumah menuju jalan utama.


Mala telah menyelesaikan jemur pakaiannya. Ia bergegas masuk kedalam dapur.


Mala melanjutkan menyapu halaman depan rumah, entah mengapa ia begitu rajin hari ini. saat sibuk membersihkan halaman, tiba-tiba Reza melintas dengan berjalan kaki. "eh..bang Reza, mau kemana bang? " sapa Mala dengan lembut dan sopan. Ia merasa sangat berterimakasih karena Reza sudah menolongnya malam itu.


"tidak kemana-mana, hanya berjalan-jalan saja mencari angin segar. ucap Reza dengan senyum memikat. siapa saja yang melihat senyumnya bisa oleng dibuatnya.


Mala mengangguk sembari melanjutkan pekerjaannya menyapu halaman. namun Reza tak jua beranjak dari hadapannya.


[wuuuussshh......] desiran angin menyapa kulit putih mulusnya. seketika tubuhnya meremang, bulu kuduknya berdiri, dengan pori-pori membesar.


Mala meraba tengkuk, seolah-olah ada yang mengikutinya kemanapun ia melangkah."emmmm...dik Mala, abang boleh gak jenguk bapak sebentar, soalnya abang dapat kabar bapak stroke? jadi sekalian lewat pengen jengukin" ucap Reza penuh harap.


"ooooo...silahkan bang.. mari saya anterin kekamar bapak." ucap Mala sembari meletakkan sapunya dan melangkah masuk yang diikuti oleh Reza.


sesampainya dikamar bapak, Mala mempersilahkan Reza masuk. "ini kamar bapak bang, saya tinggal dulu ya? saya mau menyiapkan pekerjaan saya dahulu, dan kalau tidak merepotkan saya titip bapak bentar ya bang, saya hendak ke kewarung pak Joko untuk membeli gula dan kopi" ucap Mala berpamitan, lalu dijawab anggukan oleh Reza.

__ADS_1


Reza memasuki kamar mbah Karso, Ia menarik kursi plastik yang berada didalam kamar, lalu duduk mendekati ranjang mbah Karso. Ia tepat berada disisi kanan sebela bahu.


mata mbah Karso terbelalak, melihat kehadiran Reza, bukan karena pria itu nbah Karso terkejut, tetapi karena sosok yang mendampingi Reza. [e......ee..] hanya itu kata yang bisa diucapkan mbah Karso.


"mengapa Nini Maru bersama Reza? apakah dia yang kini memeliharanya?" ucap Mbah Karso dalam hatinya. Ia begitu teramat ketakutan, karena Nini Maru menatapnya penuh kebencian.


Reza tersenyum sinis pada mbah Karso."malang sungguh nasibmu Ki..? mana keangkuhanmu seperti masa 13 tahun lalu? saat kau menolakku untuk melamar anakmu? " ucap Reza dengan nada mengejek.


tatapannya penuh kebencian dan dendam, yang lama tersimpan rapi didalam hatinya. "apakah kau tau? aku begitu sangat mencintai puterimu? namun kau tak merestuiku. aku memintanya secara halal untuk dijadikan istriku." ucap Reza sembari menarik nafas beratnya.


Ia kembali melanjutkan kalimatnya. "aku ingin melihat bagaimana rasanya rasa sakit yang akan kau alami, saat aku meminta anakmu dengan cara haram, tepat dihadapanmu." ucap Reza tersenyum menyeringai.


Ia dan Nini Maru telah merencanakan sesuatu kepada mbah Karso yang sudah tak memiliki kekuatan apapun, bahkan berbicara saja tak mampu.


"apakah kau tau ki? bahwa anak dalam kandungan Mala adalah benihku? aku melakukannya tanpa Mala sadari.. jika secara halal aku tak dapat melakukannya, maka secara haram akan aku tempuh." ucap Reza sembari menatap tajam mbah Karso yang aemakin katakutan.


tubuh mbah Karso terasa kaku, menggerakkan jarinya saja ia tak mampu.


Reza mendengar langkah kaki mala memasuki rumah dan mendekati kamar, saat Ia menyadari Mala berada diambang pintu kamar mbah Karso, Ia merubah raut wajah sinisnya menjadi begitu ramah. "semangat ya mbah..agar lekas sembuh" ucap Reza dengan senyum palsu. lalu menoleh kerah Mala.


"terimakasih ya bang, sudah mau jenguk bapak, juga menolong bapak malam kejadian itu." ucap Mala tulus, sembari tersenyum begitu manisnya. membuat hati Reza meleleh.


Reza mengangguk. "sudah kewajiban bagi kita saling tolong-menolong." ucap Reza dengan lembut, namun hanya tipuan ingin merebut hati mala.


Mala kembali tersenyum. "Mala buatin minum dulu ya bang. sembari beranjak dari pintu kamar menuju dapur. Ia menuang air panas dari despenser, lalu menyeduh 2 gelas kopi, satu kopi mix buat Reza, satu untuk dirinya, satu gelas teh manis buat bapak


Mala membawa nampan berisi tiga gelas minuman kedalam kamar mbah Karso, meletakkannya diatas meja. "diminum ya bang kopinya" ucap Mala, sembari meletakkan satu gelas kopi untuk Reza, dan satu untuk dirinya.


Reza mengangguk.."jadi ngerepotin saja dik, mala" ucap reza basa-basi. meski sebenarnya Ia sangat senang.

__ADS_1


Mala tersenyum, "gak ngerepotin koq bang, maaf, bisa geser sebentar bang, Mala mau beri teh Manis buat bapak: ucap mala sopan.


Reza menggeser tubuhnya dan beranjak dari kursinya. saat mereka berpapasan, kulit mereka bergesekan tanpa sengaja, membuat Reza panas dingin. Mala yang terlihat biasa saja membuatnya semakin penasaran.


saat Mala menyendok teh manis dan memberikannya kepada bapak, Mata mbah Karso seolah-olah ingin memberikan isyarat tentang sebuah kebenaran. namun Mala tidak mengerti dengan bahasa isyarat tersebut.


saat Mala sibuk dengan mbah Karso, Reza mengambil kesempatan menaruh sesuatu kedalam gelas milik mala. Ia berpura-pura mengambil gelas kopi miliknya, lalu menyeruputnya. "waah...kopi buatan dik Mala enak sekali ya" ucap Reza memuji Mala dengan modusnya.


"biasa sajanya bang, jangan terlalu berlebihan." jawab Mala, lalu menyudahi memberikan minum kepada mbah Karso. Ia beranjak mendekati gelas kopinya, menarik kursi yang tadi digunakan untuk duduk Reza, karena Reza sudah duduk dikursi yang lain.


Mala menyeruput kopinya, untuk menghormati tamunya. seketika ia merasa pusing dan mengantuk, lalu tertidur pulas dengan meletakkan kepalanya ditepian ranjang bapak.


Reza menatap puas. Ia mendekati mbah Karso, lalu membisikkan kata-kata yang sangat menjijikkan. "saksikanlah ki... ketika aku meminta puterimu secara haram, tepat dihadapanmu." ucap Reza dengan tatapan jahat.


"brengsek kau Reza, biadab.. keputusanku waktu ternyata tidak salah menolakmu kau tak lebih dari seekor binatang" umpat mbah Karso yang hanya dapat menggerakkan matanya saja.


"ha...ha...ha.." Reza tertawa puas, melihat Mbah Karso yang tak berdaya. Ia beranjak ketubuh Mala yang terlelap dalam tidurnya, lalu menuntaskan hasratnya kepada Mala ,tepat dihadapan mbah Karso yang malang. aksi tak bermoral Reza, membuat Mbah Karso merasa sakit dan bertekad untuk sembuh. Ia akan membalas perbuatan Reza suatu saat nanti.


setelah melakukan perbuatan tak bermoralnya, Reza membenahi pakaian Mala seperti semula, Ia menulis disecarik kertas "terimakasih dik Mala, kopimu sangat enak." lalu meletakkannya diatas gelas kopi.


Ia mendekati mbah Karso yang menitikkan air matanya, "gimana ki rasanya melihat anak yang disayang digarap didepan mata? sakitkan Ki? begitu juga saat kamu menolakku. aku menahan sakit itu selama 13 tahun lamanya." ucap Reza sembari membelai wajah ki Karso dengan ejekan.


Ia tertawa licik diikuti oleh nini Maru yang kini menjadi ajudannya. Nini Maru tertawa karena berhasil menyesatkan Reza.


mereka meninggalkan mbah Karso dan Mala yang masih tertidur lelap, menyelinap dari pintu dapur seolah-olah tidak terjadi sesuatu. lalu berjalan kembali kerumahnya ,melalui jalanan setapak.


jangan lupa mampir juga dikarya author yang lainnya ya..


__ADS_1


__ADS_2