Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Dua Pria Tampan


__ADS_3

Satria mempercepat langkahnya menyambut Mala dihalaman yang tertatih membawa karung beras.


"ibu kenapa gak telefon Satria sih buat bantuin bawa beras ini.." omel Satria sembari mengambil barang belanjaan itu. Ia melihat jemari dan telapak tangan ibunya merah dan tampak kentara di kulit putihnya yang halus.


Satria membawa semua barang belanjaa ibunya masuk kedalam rumah.


"Bu.. Satria minta dibuatin ayam kalasan buatan ibu donk.." ucap Satria, mencoba membiasakan sikap manja yang tak pernah Iakukan kepada Jayanti sebelumnya.


Mala tersenyum sumringah. Nanti ibu buatin ya. Ibu mau menanak nasi dahulu." jawab Mala lembut.


Satria menunggu di meja dapur, Ia baru saja menyedu kopi untuknya.


"bu.. Satria boleh bicara sesuatu gak..?" tanya Satria hati-hati.


Mala memasukkan wadah panci berasnya kedalam magicom, dan menekan tomnbol rice cook.


"mau bicara apa.?" tanya Mala tanpa menoleh kearah Satria, karena Ia sibuk membersihkan wadah magicom itu yang tampak luarnya berdebu.


Satria menyeruput kopinya. "Satria mau renovasi rumah ini. Biar ada kamar mandinya didalam kamar, jadi ibu kalau selesai mandi tidak perlu melintasi ruang tamu lagi." ucap Satria dengan serius.


Mala menolehkan wajahnya kepada Satria " apa kamu memiliki banyak uang untuk itu..?" tanya Mala dengan penuh selidik.


Satria menelan salivanya." em.. Kalau hanya untuk renovasi sih ada.." jawab Satria sekenanya.


"apakah ibu tidak mengetahui jika aku pemilik setengah perusahaaan yang sekarang aku percayakan kepada Hadi? Mungkin Ibu gak tidak memahami permbicaraanku waktu itu kepada Hadi" Satria berguman lirih pada hatinya.


"jika itu tidak memberatkanmu, ya terserah kamunya. tetapi jangan memaksakan apa yang gak kita sanggupi." ucap Mala, memberikan nasehatnya.


"Insya Allah aku sanggup Bu.." jawab Satria sopan.


Mala mulai meracik ayam goreng yang diminta oleh Satria. Saat penggorengan, Satria mencium aroma yang begitu menggugah seleranya.


"emmm.. Aromanya saja sudah sangat enak.." ucap Satria dengan menajamkan indra penciumannya.


Mala tersenyum senang mendengar pujian dari Mala.


"oh iya.. Kalau kamu butuh semen dan bahan lainnya bisa kamu hubungi tempat gudang ayahmu bekerja. Sekalian kamu permisikan ayahnu, untuk saat ini belum bisa bekerja, karena kondisinya yang belum pulih."ucap Mala, sembari membolak balik gorengannya dan meniriskannya.


"iya bu.. Nanti Satria cari nomornya di phonsel Ayah." sembari mendekati Mala, lalu mencomot ayam goreng tersebut dengan tak sabar.

__ADS_1


Mala menggelengkan kepalanya. "masih panas, hati-hati." ucap Mala mengingatkan.


Satria cuma nyengir, lalu memakannya dengan semangat.


------------♡♡♡♡-------


Bayu mengumumkan sebuah poster, berisi iklan mencari tukang kebun dan 2 Art untuk bekerja dirumahnya. Bahkan Ia mengimingkan gaji yang fantastis. Ia menempelkannya di depan pagar rumah.


Orang-orang yang melintasi dan membacanya begitu amat penasaran. Mereka juga tercengang akan berita tersebut. Rumah yang sudah berpuluh tahun tidak berpenghuni kini sudah ada yang menghuninya, kini rumah itu tidak lagi tampak seseram biasanya.


Kabar menyebar dengan sangat cepat. Dan yang membuat gempar Ialah, penghuni baru rumah itu adalah seorang pria tampan yang kaya raya, dan juga single.


Beberapa orang menawarkan diri untuk bekerja disana. Setelah melalui pertimbangan, akhirnya dua orang terpilih, dan satu orang tukang kebun.


Rumah itu mulai dibersihkan. Perlahan tampak cerah. selama pengerjaan dan pembersihan rumah itu, terjadi hal-hal aneh yang dirasakan oleh para pekerja.


Dari penampkan wanita muda yang kononnya arwah mira yang meninggal misterius, sampai arwah makhluk-makhluk astral lainnya.


Namun mereka bertahan karena gaji yang ditawarkan sangat besar.


-----------♡♡♡♡------


hari ini kampung itu menjadi issu yang sangat hangat, dengan kedatangan dua pria tampan sekaligus.


Namun mereka masih penasaran dengan sosok Satria yang desas desusnya adalah anak korban 'pujon' saat Mala kehilangan janinnya pada waktu kurang lebih 23 tahun yang silam.


Kemunculan 2 pria tampan beda generasi itu membuat rumor berkembang. Dimana banyak para gadis dan janda menjadi penasaran dan ingin mengenal lebih jauh dua pria tampan tersebut. Bahkan tak jarang, para suami juga menjadi takut dan was-was jika istri mereka juga ikut kepincut kepada para pria tampan tersebut.


----------♡♡♡♡-------


Bayu memperhatikan setiap pekerjanya. Entah mengapa Ia merasa ada sesuatu yang menariknya untuk kekamar yang tampak tertutup itu.


Bayu mencoba membukanya, namun masih tergembok. Karena penasaran, Ia membobonya dengan menggunakan sebuah linggis.


Setelah pintu berhasil Ia buka, Bayu perlahan memasuki kamar tersebut. Ia menghidupkan saklar listrik, namun sepertinya sudah rusak. Ia menggunakan senter phonselnya. Kamarbitu tidak memiliki pencahayaan, tidak ada jendela sebagai pergantian udara.


Bayu menerangi kamar tersebut dengan memperhatikan kesekelilingnya. Ada beberapa benda yang menggantung dengan seutas tali. benda itu beberapa lembar foto wanita, digantung tepat diantara pembakaran dupa. Bayu memastikan kamar ini dulunya tempat pemujaan.


Bayu mencoba mengambil seluruh foto tersebut, dia akan memeriksanya dikamar, karena kamar itu sangat gelap.

__ADS_1


Aura horor sangat terasa dikamar itu, Ia mendegar suara desisan yang sangat menakutkan.


Bayu segera meninggalkan kamar itu, lalu menuju kamar barunya.


Sesampainya dikamar, Ia mencoba memeriksa 5 lembar foto yang didapatnya dari kamar rahasia itu.


Foto pertama sudah tampak rusak dan berdebu. Ia tidak begitu jelas melihatnya.


Lalu di foto kedua, Ia mencoba mengusap debu yang menempel, yang menghalangi wajah tersebut. "haah.. Bukankah ini Mala?" Guman Bayu dengan bingung.


Lalu Ia membuka lembaran demi lembarannya, dan memastikan jika itu foto Mala, wanita yang menjadi incarannya.


"ternyata sebelum aku, ada orang lain yang juga terobsesi padanya.. Lalu bagaimana nasib pria itu.? Mengapa Ia meninggalkan rumahnya? Apakah pemilik rumah ini adalah orang yang dulu juga menjadi pemuja Nini Maru.?" Bayu berguman dalam hatinya.


Bayu mulai memeriksa setiap hal yang dianggapnya menjadi petunjuk


Ia membuka laci nakas, Ia menemukan sebuah foto seorang pria. "apa dia orangnya? tampan juga, tapi masih tampan aku lagi.." ucap bayu, sembari terkekeh karena memuji dirinya sendiri.


Bayu menuruni anak tangga, lalu tanpa sengaja bertatapan dengan para Asisten ruamah tangga, mereka memandanginya dengan tatapan nakal dan menggoda.


Bayu berjalan tanpa menoleh kepada mereka. Hari ini Ia akan membeli bahan pokok keperluannya.


Sesampainya di toko sembako milik Pak Joko, Ia turun dari sepeda mobilnya. Penampilannya yag berbeda dari para pria dikampung itu, tentu menjadikan warna yang berbeda bagi para wanita.


Topi hitam, kacamata hitam, dan juga masker mencoba menyembunyikan ketampanannya, namun semuanya tak dapat menutupi itu.


Saag Bayu memasuki toko tersebut, para wanita yang sedang berbelanja tampak kikuk. Mereka mencuri-curi pandang kepada Bayu.


Bayu mencoba mengabaikan tatapan haus para wanita-wanita itu. Saat Ia sedang memilih belanjanya dirak-rak yang berjejer, tampak olehhnya seorang wanita berhijab sedang berjinjit -jinjit ingin mengambil bahan yang diinginkannya, namun sayangnya tak itu terlalu tinggi baginya.


Bayu mencoba membantu mengambilkannya. Lalu memberikannya pada wanita itu.


Saat mata mereka beradu, Bayu terkesima, karena wanita itu adalah Mala. Seketika jantungnya terasa berhenti, Ia diam menatap terpaku. Mala memberikan senyum terimakasihnya. Ia tidak mengenali Bayu, apalagi mereka hanya 2 kali bertemu saat dikota.


Mala berlalu setelah mengucapkan terimakasihnya. Bayu masih terus memandangi punggung wanita itu, yang berjalan melenggang tanpa beban.


"apakah masih banyak korban lainnya, para pria yang kau patahkan hatinya..? Duhai Juwita nan ayu rupawan, matamu tlah menyihirku. Membuatku merindu siang dan malam. Adakah obat yang mampu menjadi penawarnya " Bayu berguman lirih dalam hatinya. wajahnya menengadah keatas, sembari menelan salivanya.


Menatap wanita itu saja sudah mampu menghilangkan rasa resahnya, apalagi jika ia memiliki seutuhnya, tentulah akan menjadi sangat sempurnah baginya.

__ADS_1


__ADS_2