Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Jalanan Setapak


__ADS_3

hari menunjukkan pukul 5 sore, Reza berada dikamarnya. Ia telah memesan sebuah kaki palsu untuk dirinya. Ia memakainya dengan penuh semangat.


Reza menuruni anak tangga dengan perlahan. Ia dapat berjalan lagi, meski harus berhati-hati.


Sore ini, Ia akan pergi menemui Mala, sudah lama sekali Ia tak melihat wanita pujaannya. Ia sangat merindukan wanita itu.


Ia memilih waktu sore hari agar tidak terlihat oleh sesiapapun.


hati Reza yang hancur mendengar hilangnya janin Mala, membuatnya begitu sangat terpukul, apalagi dengan kondisi dirinya yang sudah lemah seperti saat ini, tentu akan sulit melakukann perbuatan bejadnya.


Reza berjalan melalui pintu samping yang terhubung dengan ruang utama. Ia membuka pintu itu dan keluar dengan perlahan.


Rianti yang melihat Reza keluar, mengamati dari balik dinding penghubung dapur dan ruang tengah.


hatinya begitu nelangsa. namun berusaha tegar. Ia berharap, suatu hari nanti dapat meluluhkan hati siduda tampan itu. terkadang cinta itu sangat rumit, entahlah cinta..


***


Reza berjalan dengan sangat lamban, Ia sedikit tersengal, berhenti sejenak, dan duduk didahan kayu yang patah. Ia mengatur nafasnya. setelah cukup normal, Ia kembali melanjutkan perjalanannya.


Hari mulai meremang, Reza telah sampai di perbatasan tanah milik Mala dan semak belukar. Ia memandang pohon mangga yang sudah tumbang, dan hangus terbakar.


biasanya, pohon itu sebagai pelindung tubuhnya dalam mengamati Mala. Ia harus mencari tempat persembunyian lainnya.


Reza menatap pohon kelapa sawit yang berada di belakang rumah Mala, terhalang bilik sumur belakang rumah. Ia dengan langkah penuh hati-hati mencapai pohon itu dengan cara mengendap-ngendap.


****


Setelah Roni memandikan Mala dengan air rwmasan daun bidara uang disarankan oleh Hamdan, kini Mala mulai bersemangat. Ia mulai menata hidupnya untuk masa yang mendatang.


Namun, didalam hatinya Ia masih yakin jika anaknya masih hidup. rasa ikatan bathin itu begitu kuat. Ia dapat merasakannya.


Roni sudah dapat bekerja kembali, dan Mala mulai beraktifitas seperti biasa, namun Roni tak lagi lembur sampai malam, setiap pukul enam sore Ia sudah pulang bekerja, Ia tak ingin mengulangi kesalahan yang sama, karena larut bekerja, melupakan kewajibannya sebagai umat Muslim.


kini Ia dan Mala menjadi pribadi yang baik. Ia lebih mendekatkan diri kepada Illahi. Ia mulai meminta Mala untuk menutup auratnya dan menjalankan perintah agama.


Mala pergi keluar dapur untuk menjemur pakaiannya. Ia mengenakan hijab, yang menambah keanggunannya. Ia sedang membuang sampah disamping rumahnya didekat rimbunan pohon pisang.


Dengan wajah sendu, dua bola mata indah dengan bulu mata lentik alami, membuatnya terlihat cantik alami.


Reza yang mengintai dari balik pohon begitu terpana. pesona Mala dengan balutan hijab begitu sangat anggun. Reza tak henti berdecak kagum. "apakah Mala sudah berhijrah..? siapa yang membuatnya seperti itu..?" ucap Reza dengan lirih.


seketika Reza mendengar suara sepeda motor berhenti didepan rumah. motor milik Roni, tentunya.

__ADS_1


jantung Reza berdegub kencang, ada rasa ketir dihatinya, Ia tak ingin ketahuan Roni.


Ia melihat Mala sudah selesai dan masuk melalui pintu dapur.


Reza beranjak dari pengintaiannya, melihat Mala meski sekilas sudah membuatnya merasa puas. Reza berjalan dengan sangat hati-hati dikeremangan senja yang sudah hampir gelap.


****


Roni yang lelah dalam bekerja, merasa sangat haus dan ingin segera mandi. Ia mengambil air minum didapur. saat akan meneguknya, Ia melihat sesosok manusia sedang berjalan dikeramangan senja yang hampir gelap.


Roni menghentikan tegukannya, Ia meletakkan gelas ditangannya diatas washtafel, Ia keluar melalui pintu dapur, dengan sangat hati-hati.


Roni berjalan mengendap dan bersembunyi dibilik sumur belakang. keremangan yang semakin gelap ditambah oleh semak belukar menghalangi pandangannya.


Roni terus mengamati sosok tersebut, dengan jarak yang cukup jauh, Ia mengikutinya kemana arah sosok itu pergi. dengan menajamkan pandangannya, Roni terus mengikuti jalanan setapak.


Karena hari semakin gelap, Roni kehilangan jejak sipengintai. Ia terus melanjutkan pencariannya. hingga akhirnya Ia sampai diperbatasan antara semak belukar dengan sebuah rumah megah dan mewah, rumah yang tak lain adalah rumah Reza.


"Brengsek..berarti dugaanku selama ini benar jika Ia adalah orang dibalik semua ini. atau jangan-janagn Ia juga yang telah membuat janinku hilang..?"


"Namun aku belum memiliki bukti dia pelakunya.." Ucap Roni dengan geram.


Ia melihat Reza berjalan tertatih-tatih yang hampir mendekati rumahnya, Roni dengan cepat berlari dan menghampirinya.."Hei...Brengsek..!!" ucap Roni dengan sangat marah.


Reza menghentikan langkahnya, Ia menoleh kearah Roni yang memanggilnya, dengan tatapan mengejek.


"ternyata kau selama ini yang mengintai rumahku dan istriku..?! dasar manusia busuk..!" ucap Roni sembari meludah ketanah.


Reza menyeka darah yang mengucur disudut bibirnya yang pecah. lalu terkekeh mengejek..


"Istrimu sangat cantik, tubuhnya juga menggiurkan, tak apa jika aku mencicipinya bukan..?" ucap Reza tertawa sinis.


"Dasar kau..! manusia Biadab..!!" Roni berang dan mengayunkan kembali tinjunya dengan keras kearah mulut kotor Reza, yang telah mencabik kehormatan istri dan dirinya.


Reza tersungkur ditanah. kaki palsunya rusak dan terlepas. Reza meringis menahan sakit.


Roni terperangah, Ia tidak mengetahui jika kaki Reza telah diamputasi, Ia tidak tahu akan kabar itu, karena Reza termasuk orang yang tertutup dengan warga.


"wow...!! ternyata Tuhan membalas kejahatanmu dengan kontan." ucap Roni dengan sinis.


"Jika kau tak bertaubat juga, aku pastikan karma lain akan datang menyusulmu..!" ejek Roni.


Reza tertawa mendengar ucapan Roni yang ingin menceramahinya. "aku tidak percaya dengan Tuhan yang kau katakan..!" ucapnya dengan sombong.

__ADS_1


Roni menatapnya dengan geram sembari menggeretakkan giginya.


Reza mencoba untuk duduk ditanah yang penuh rerumputan, Ia tak dapat berdiri lagi karena kaki palsunya terlepas.


"Serahkan Mala padaku, aku mencintainya..aku akan memberikan Uang yang banyak untukmu.!" ucap Reza dengan tersenyum licik.


Roni yang mendengar ucapan Reza mendidih darahnya. "Dasar kau biadab..!!" ucap Roni sembari hendak melayangkan tendangannya.. namun.. [buuuuuughh..] sebuah hantaman benda tumpul mengenai kepalanya dari arah belakang. lalu Ia mendadak pusing dan pemandangannya gelap.


****


Roni tersadar, Ia mengerjapkan matanya. Ia mengedarkan pandangannya. suasana gelap gulita. Ia berada direrumputan, dan belukar.


nyamuk menyerangnya, sehingga menimbulkan rasa gatal. Dengan meraba-raba dan mengandalkan cahaya rembulan, Roni melangkah untuk keluar dari semak.


Ia berjalan tertatih sembari memegangi kepalanya yang terluka. ada cairan kental dan bau anyir darah yang dirasakan indara peraba dan indra penciumannya.


Roni telah mencapai jalan utama desa. Ia berjalan dengan menahan rasa sakit dikepalanya. "Siapa yang memukul kepalaku dari arah belakang..?" Roni berguman dalam hatinya.


sesaat Ia melihat cahaya sorot lampu sepeda motor dari arah belakang, semakin lama semakin mendekat. Roni menghentikan langkahnya.


Ternyata itu Bimo. Ia melambatkan laju sepeda motornya, lalu berhenti tepat disamping Roni. "Dari mana bang..? kemana sepeda motor abang..?" ucap Bimo dengan ramah.


"bisa numpang Bim..anterin abang kerumah.." ucap Roni.


"bolelah bang.. ayo naik.." Bimo tak menyadari jika kepala Roni terluka dan berdarah, karena suasana yang gelap gulita.


Roni naik ke boncengan, lalu Bimo melajukan sepeda motornya.


"jam berapa ini Bim..?" ucap Roni.


"jam 10 malam bang.." jawab Bimo


"haah..!!.." Roni terperangah mendengar jawaban Bimo.


Bimo sampai terkejut mendengar suara Roni, Ia sampai mengelus dadanya. "kenapa abang kaget bang? sampai ikutan kaget juga aku dengar teriakan abang.." ucap Bimo.


Roni terdiam "sampai selama itukah akau tak sadarkan diri..?" Roni berguman dalam hatinya.


"bang..kenapa melamun sih..? abang sebenarnya dari mana..? ribut sama Mbak Mala. trus mau kabur.?" ucap Bimo kepo


Roni menekan jari telunjuknya kekepala Bimo." cerewet kali kau Bim. mirip emak-emak tukang gosip saja kau ini.." ucap Roni sekenanya


Bimo terkekeh dikatain emak-emak gosip..

__ADS_1



mampir dikarya author yang lain ya


__ADS_2