Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Kaget-6


__ADS_3

Mala tampak berdiri memaku diambang pintu. Ia sedikit bergetar melihat kondisi Bayu yang tampak begitu amat menderita. Mala tidak mengetahui apa yang sedsng terjadi pada suami barunya itu.


Hamdan beranjak bangkit dari duduknya, lalu duduk bersila diatas lantai, menghadap Bayu.


"Hadi, jika paman katakan buka pintu, maka segera buka pintunya.." ucap Hamdan memberitahu, sembari terpejam kembali.


"Baiklah, Paman.." jawab Hadi mematuhi, lalu bersiap didepan pintu menunggu aba-aba dari Hamdan.


Hamdan mengambil tasbihnya, lalu berkonsentrasi merafalkan dzikir yang hanya Ia yang tahu itu apa.


Sementara itu, Bayu semakin meronta kesakita sembari memegengi perutnya yang kian terasa begitu menyiksanya.


Sesaat tubuh Bayu terbang mengambang diudara, tepat setinggi Hamdan duduk bersila.


Tubuh itu tampak diam tak bergerak.


Seketika Mala merasakan kecemasan yang teramat sangat, entah itu apa.. Namun Ia begitu sangat khawatir akan keselamatan pria itu.


Tanpa diduga, tubuh Bayu terlempar membentur dinding dengan sangat keras.


"Aaaaargh.." erangnya dengan nada kesakitan. Bayu semakin tak kuasa menahan rasa sakit yang teramat luar biasa. Wajahnya memucat bagaikan kapas.


tubuhnya tersungkur kembali dilantai, lemah tanpa daya. Namun Ia kembali mengerang kesakitan, karena perutnya terasa bagaiakan diaduk-aduk.


Sepertinya keris didalam tubuhnya tidak ingin keluar dari tubuhnya, sedangkan Hamdan memaksanya untuk keluar.


Lalu Hamdan memutar tubuh Bayu, tepat kepala berada didepannya. Hamdan menghampiri ubun-ubun Bayu, lalu seperti gerakan orang sedang menarik sesuatu, Ia melakukan gerakan itu dengan sangat serius.


Seketika tampak sebuah keris tertarik dari dalam ubun-ubunnya, diiringi sebuah geraman yang sangat mengerikan..


Aaaaaaarrrrghhh...


"Dasar Kau.. Selalu ikut campur urusanku..!!" ucap sebuah suara parau yang berasal dari keris itu.


Keris itu tampak melayang diudara, sementara Bayu sudah turun dilantai, dibantu oleh Hamdan.


Chandra hanya melongo menyaksikan itu semua. Sedangkan Mala mulai was-was.. Ia tak menyangka jika Bayu memiliki sebuah hubungan ghaib dengan bangsa jin jahat.


"Hamdan brengseeek...!! Kau mencari mati rupanya..?!" ucap suara yang berasal dari keris tersebut.


"Hadi.. Buka pintunya..!!" ucap Hamdan memberi aba-aba. Lalu memutar tasbihnya, dan melemparkan kedalam keris itu.

__ADS_1


Hadi dengan cepat membuka pintu utama, lalu menyingkir dari sana, untuk menghindari kemungkinan terburuknya.


Seketika Keris itu berubah wujud menjadi jenglot, lalu kakek tua renta, lalu kembali lagi menjadi keris.


Perubahan itu terjadi begitu amat cepat, dan sangat cepat. "Enyahlah Kau setan..!!" ucap Hamdan.. Lalu menggerakkan tasbihnya keluar dari keris tersebut, dan mengirimnya keluar.


Wuuuuusssh...ssst..


Suara desingan dan lengkingan diiringi keris dengan semburan api meluncur kencang menuju sebuah goa tempat dimana Nini Maru melakukan pertapaannya.


Dengan cepat Hadi kembali menutup pintu rumahnya.


"Hadi.. Bantu sadarkan Ayah barumu.." ucap Hamdan tenang.


Lalu Hadi mematuhi titah Hamdan sang paman. Ia membantu Bayu untuk segera sadar.


"Bu.. Apakah ada menyimpan minyak kayu putih..?" tanya Hadi kepada Mala yang berdiri memaku diambang pintu.


"A...ada.."jawab Mala dengan terbata, dan tersadar dari lamunannya. Lalu Ia beranjak dari tempatnya, memasuki kamar dan mengambil minyak kayu putih yang diminta oleh Hadi.


"Ini.." ucap Mala, sembari menyerahkan minyak kayu putih tersebut kepada Hadi, sang putera.


Hadi meraih minyak kayu putih pemberian Mala, sang Ibu. Lalu membuka tutupnya, dan mengoleskan tepat dibawah hidung Bayu.


Seketika Ia mengerjapkan matanya, melihat kesekelilingnya. Tampak orang-orang mengelilinginya. Ia tampak bingung dengan apa yang terjadi.


Bayu mencoba untuk bangkit dan duduk, sembari memegangi kepalanya yang sedikit pusing.Hamdan memberi jeda kepada pria itu untuk mengumpulkan kesadarannya, karena Ia akan melakukan proses pembersihan selanjutanya.


"Ada apa ini..? Mengapa kalian memandangiku dengan pandangan aneh..?" Tanya Bayu dengan kondisi masih bingung.


Bayu berusaha mengumpulkan kesadarannya. Setelah Ia tampak pulih, Hamdan menatapnya dengan penuh sahaja.


"Apakah Kau bersedia memutuskan hubungan buhulmu dengan kekuatan hitam leluhurmu.." tanya Hamdan bersikap tenang.


Bayu menatap bingung pada Hamdan.. "Mak..maksud Kamu apa..?" tanya Bayu penasaran.


"Kamu memiliki keterikatan buhul dengan makhluk ghaib, maka saya menawarkan kepada kamu dengan suka rela, apakah kamu ingin memutuskan hubungan itu atau tidak.." Ta ya Hamdan dengan tenang.


Bayu menatap Hamdan dengan sendu, Ia menganggukkan kepalanya.


"jika begitu, maka bersiaplah, mari ikuti saya keluar rumah." titah Hamdan kepada Bayu.

__ADS_1


Bayu menganggukkan kepalanya.


Hamdan keluar rumah, lalu diiukuti Bayu dan kedua pria lainnya.


Hamdan berdiri dihalaman rumah Mala yang tetlibat luas. Ia memilih yang berada ditengah, tanpa pepohonan dan langsung beratapkan langit mala kelam yang kini tampak sunyi.


"Duduklah, disini. Lalu posisimu bersila." Titah Hamdan kepada Bayu. Pria itu tampak patuh kepada perintah Hamdan.


"Lalu, arahkan telunjuk tanganmu kelangit, dengan tunjukan tegas.." perintah Hamdan kepada Bayu.


Maka Bayu mengikuti segala instruksi dari Hamdan yanpa banyahan apapun. Ia lalu mengangkat tangan kanannya keatas, dan menunjuk langit dengan tegas.


"Ikuti apa yang saya ucapkan" ucap Hamdan memberi tahu kepada Bayu dengan sangat jelas.


Bayu menganggukkan kepalanya. Lalu mencoba mengikuti setiap instruksi dari Hamdan.


"Ya Allah.. Aku memutuskan hubungan buhulku dengan segala keterikatan ghaib apapun dengan bangsa jin, dan terimalah pertaubatannku.. Dalam kalimah Laa Ilaaha Ilallah.." ucap Hamdan yang diikuti oleh Bayu.


Lalu Hamdan membaca suratul fatiha, ayat qursi, al ikhlas, al falaq, dan an nas masing-masing sebanyak 7 kali.


Ketika surah terakhir dibaca, maka langit menjadi semakin gelap, hawa dingin kian menusuk tulang.


Angin berhembus amat kencang, lalu tampak kilatan cahaya petir yang berkelip dilangit kelam.


Seketika hjjan turun sangat derasnya, mengiringi putusnya perjanjian ghaib Bayu dengan ilmu leluhurnya. Bersamaan dengan itu, tubih Bayu oleng lalu tumbang tak sadarkan diri.


"Hadi.. Bantu angkat Ia kedalam rumah.." titah Hamdan kepada Hadi.


Dengan sigap Hadi mengankat tubuh Bayu yang dibantu oleh Hamdan, sedangkan Chandra hanya menjadi penontin saja, tak sudi mengangkat tubuh pria itu.


Mala tercengang melihat mereka yang kebasahan.


"Bu.. Tolong bantu salin pakaian Pak Bayu.." ucap Hadi kepada Ibunya. Seketika Mala terperangah mendengar ucapan Hadi.


Belum sempat Mala hilang dari kerkejutannya, Hadi dan Hamdan membawa masuk tubuh Bayu yang basah kuyup begitu juga dengan Bayu.


Lalu Hamdan dan Hadi meletakkan tubuh basah Bayu diatas lantai beralaskan karpet.


Lalu kedua pria itu kembali keluar, tinggal Mala yang terbengong memandang tubuh basah Bayu.


Mau tak mau Ia harus segera menyalin pakain pria itu, lalu menutup pintu kamar dengan ragu.

__ADS_1


Sedangkan Hadi masuk kekamarnya, yntuk mandi dan berganti pakaian, begitu juga Hamdan yang menuju kamar mandi belakang yang terletak didapur, Hamdan juga berniat membersihkan dirinya.


Sementara Chandra menggigil kedinginan, karena tidak kebagian kamar mandi.


__ADS_2