Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Arwah Mira


__ADS_3

malam ini malam ketiga kematian Mira.


Sri yang tinggal seorang diri ditempat prakteknya, sedang bersiap untuk bersantai. Ia sangat lelah hari ini, karena banyaknya pasien anak-anak yang demam tinggi karena wabah campak.


wabah campak menyerang hampir semua anak-anak yang ada didesa. beberapa hari ini Ia begitu sangat sibuk.


Ia duduk disofa santai miliknya. Ia menikmati waktu santainya dengan bermain gadget, berseluncur di media sosial.


[seeeerrr...] saat ini, Ia merasakan ada desiran hawa sejuk yang menyapa kulit mulusny. Ia mengusap lengannya. seketika bulu kuduknya meremang. Ia mengusap tengkuknya yang tiba-tiba saja merinding. Ia dapat merasakan kehadiran sosok lain. lalu melintas sesosok bayangan putih disisi kirinya menuju ke arah ruang pasien.


Sri terperanjat, Ia tidak mengetahui siapa sosok dibalik itu. karena penasaran, Ia mengikuti kemana arahnya pergi. Ia membuka pintu ruang pasien.


saat pintu terbuka, Sri terperanjat dengan jantung yang berdetak lebih kencang. nafasnya memburu.


"mi...mi...miraa.." ucapnya terbata dan bergetar ketika mengenali sosok itu.


" buuuu...bidan...tolong saya..." ucapnya lirih dan menggema diseluruh ruangan. wajahnya yang pucat memperlihatkan kesedihan.


Sri melihat darah merembes dari **** *************. darah itu semakin lama semakin mengucur deras. Sri merasakan tubuhnya bergetar. darah itu mengalir menggenangi ruangan pasien.


Sri semakin ketakutan..."a..a..apa yang bisa aku lakukan untukmu.." Ucap Sri bergetar.


arwah Mira mengambil spidol berwarna merah di meja administrasi milik Sri.. Ia menuliskan sebuah kalimat 'balaskan dendam' didinding ruangan.


lalu arwah Mira memutar tubuhnya, menghadap Sri yang masih terpaku memandang tulisan itu.


dengan menelan salivanya, Sri mengangguk mengerti. lalu arwah Mira tersenyum dan menghilang.


arwah itu melayang kerumah Reza. pria brengsek yang telah berhasil menjebaknya menjadi pendosa. Ia melihat Reza sedang bergumul dengan Rianti. sepertinya Rianti pulang malam hari ini.


hatinya begitu sangat sakit melihat Reza yang tanpa dosa sedikitpun. bahkan Reza tidak bersedih atas kematiannya. " brengsek kau Reza.. tidak sedikitpun rasa sedih dihatimu atas kematianku.." ucapnya lirih.


Reza begitu berambisi saat bercinta dengan Rianti. arwah Mira menitiskan air matanya. menatap kepada dua insan yang sedang dimabuk hasrat. "begitu hinanya diriku saat itu. melakukan dosa zinah, dan mati saat sebelum sempat bertaubat.." ucapnya menyesali perbuatannya.

__ADS_1


Ia melintas disisi dua anak manusia yang tak pernah sadar akan prilaku buruknya.


[seeeerrrt...] sesaat mereka merasakan sesuatu sedang melintasi mereka. Reza yang masih terlarut dalam permainannya, merasakan jika bulu kuduknya meremang. Ia mempercepat gerakannya. untuk menuntaskan hasratnya.


setelah mencapai puncak surgawi, Ia mengenakan kembali pakaiannya. meninggalkan Rianti seorang diri. lalu berjalan menuju kamarnya.


Reza memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri setelah bercinta dengan Rianti. Ia mengguyur tubuhnya dengan air. namun Ia merasakan bau anyir yang sangat menyengat. bau anyir dari darah segar.


Reza melihat jemarinya yang terdapat tetesan darah segar. Ia memandang kearah cermin didinding kamar mandinya. ternyata Ia mengguyur tubuhnya dengan darah.


Reza terlonjak, lalu tanpa sadar menjatuhkan gayungnya kelantai. Ia melihat air dalam wadah bak mandinya berubah menjadi darah. tiba-tiba saja, keran air hidup dengan sendirinya, mengalirkan darah yang terus mengalir deras hingga memenuhi bak mandi.


darah itu terus mengalir hingga menggenangi lantai kamar mandi hingga sebatas pergelangan kaki.


Reza terlonjak, Ia mencoba membuka pintu kamar mandi berniat hendak keluar. namun sulit untuk dibuka.


Ia mencoba mendobrak pintu kamar mandi. pintu terlepas dari engselnya. Reza terjerembab dilantai bersama pintu.


saat itu sosok Mira dengan noda darah berjalan mendekatinya.. Reza ketakutan dengan wajah pucat. sosok Mira semakin mendekat dan bersiap mencekik tubuh Reza.


tangan berkulit putih pucat itu menjulur kearah leher Reza, Ia penuh dendam dan amarah. tangan itu mencekik leher Reza dengan tatapan yang begitu tajam...aammmpuun...mira..ampuni saya.." ucap Reza memohon.


sesaat sebuah bayangan menerjang arwah Mira hingga terpental ke sudut ruangan. [aaaarrrghh..] suara arwah Mirah terpekik.


sosok Nini Maru muncul menyelamatkan Reza.. dengan wajah penuh amarah Ia menatap Arwah Mira. "pergilah kau setan kecil..jangan usik sekutuku.." ucap Nini Maru menghardik arwah Mira dengan kasar.


mendapati serangan dari yang bukan lawannya, arwah mira, memilih untuk segera pergi.


"terimakasih Ni...untung saja Nini cepat datang.." ucap Reza yang berusaha bangkit. tubuhnya berdiri dengan terhuyung-huyung.


mendapati Reza berdiri tanpa sehelai benangpun, sepertinya Nini Maru sedang inginkan bercinta dengan Reza..Ia menatap penuh hasrat.


Reza buru-buru memungut handuknya yang melorot. lalu mengenakannya. Ia ingin melanjutkan mandinya. meninggalkan Nini Maru yang tengah bekhayal tentangnya.

__ADS_1


kini kamar mandi itu bersih seperti semula tanpa noda darah.


****


Rianti baru saja keluar dari rumah Reza. hari ini begitu melelahkan. sejak kematian Mira, seluruh pekerjaan ditanggung sendiri. meskipun Reza memberikannya gaji tambahan, namun tak dapat dipungkiri jika pekerjaannya itu sangat melelahkan, ditambah lagi harus melayani hasrat majikannya, yang menambah tenaganya terkuras.


Rianti menyusuri jalanan desa yang sudah gelap dengan sepeda motor barunya. motor matic yang Ia beli hasil dari bekerja dirumah Reza. jalanan yang banyak bebatuan membuatnya harus mengendarai dengan berhati-hati.


saat melintasi jalanan sepi, Ia melihat sosok wanita sedang menyeberangi jalan dengan menundukkan kepalanya. "siapa itu..? sepertinya aku mengenalinya." Rianti berguman lirih.


saat lampu sorot sepeda motor Rianti menerangi sosok itu, dengan tiba-tiba Ia memalingkan wajahnya menghadap Rianti yang sedang menyetir sepeda motor. "haaah..Miraa....?!" ucap Rianti gugup. lalu sepeda motornya oleng kekanan, dan Ia terjatuh bersama sepeda motornya.


"aawww.." Rianti mengerang kesakitan. darah mengalir dar pergelangan kakinya yang terhimpit badan sepeda motor dan menggores bebatuan yang menyembul dijalan.


arwah Mira mendekatinya.."mbaaak...Riiiaanti..toooloong saya..." suara Arwah Mira nyaring dan menggema.


Rianti ketakutan..nafasnya memburu dengan degup jantung yang yang berirama kencang.


arwah Mira mendekati Rianti dengan berjalan melayang, kearah sepeda motor yang tengah menghimpit Rianti. "mbaak Rianntiii...." Arwah Amira yang berwajah pucat tanpa ekspresi menatap nanar.. ada kesedihan disana.


Rianti melihat ada noda merah di pakaian arwah Mira yang berwarna putih, tepat didaerah organ intimnya melalui cahaya sepeda motor yang masih hidup. darah itu mengalir membasahi jalanan berbatu. "a...aapaa..yang terjadi padamu dik..? apa kamu meninggal karena keguguran..?" ucap Rianti memberanikan dirinya.


arwah Mira hanya menatap dengan tatapan kosong..menoleh ke arah Rianti, Ia menganggukkan kepalanya, lalu menghilang.


Rianti yang masih tertimpa badan motornya meringis kesakitan Ia berteriak meminta tolong "Tolong...too..loong..saya.." teriak Rianti, berharap ada warga yang melintas dan menolongnya segera.


dari kejauhan tampak cahaya lampu sebuah sepeda motor menuju kearahnya. hatinya sedikit lega, Ia berharap akan ada bantuan datang.


oak Joko yang baru saja pulang dari kecamatan sebelah, menghadiri diklat untuk pengembangan dana desa, yang diadakan di kecamatan sebelah. Ia melihat seseorang sedang terhimpit sepeda motor dipinggir jalan.


Ia segera mempercepat laju sepeda motornya dengan teyap berhati-hati. setelah mendekat, Ia mendapati Rianti yang sedang terhimpit badan motor sembari meringis kesakitan.


Pak Joko segera menolongnya. lalu menelfon paijo dan bimo yang sedang berada di pos ronda, untuk membawakan sepeda motor milik Rianti kerumah orangtuanya. sedangkan pak joko membawa Rianti ke tempat praktek bidan Sri untuk mendapatkan pertolongan.

__ADS_1


__ADS_2