
Hamdan berjalan masuk bersama Roni. Ia melakukan pijat refleksi kepada mbah Karso. suara bising mesing pemotong kayu meraung-meraung memekakkan telinga.
setelah selesai melakukan pemijatan, Hamdan ingin menyampaikan sesatu kepada Roni. "bisa kita bicara empat mata bang..? ada hal penting yang ingin saya sampaikan.." ucap Hamdan dengan penuh sarkas.
Roni mengangguk.. lalu mereka mencari tempat yang nyaman untuk membicarakan hal yang sepertinya sangat penting bagi Hamdan. saat mereka ingin keluar, terdengar suara pekikan kuat yang bersal dari si penebang kayu..
"aaaaaaaaggggh..." suara pekikan ketakutan itu mengalihka niat Hamdan dan Roni yang ingin melakukan pembicaraan khusus.
"apa itu..?" ucap Roni terkejut..sembari menatap Hamdan.
Hamdan menyadari bahwa suara mesin penebang kayu telah berhenti. "sepertinya dari belakang, mungkin abang penebang kayu" jawab Hamdan. lalu keduanya bergegas menuju kearah belakang.
tak hanya Roni dan Hamdan, namun warga yang sedang melintas juga merasa penasaran dengan jeritan pria yangbsedang menebang kayu tersebut.
begitu juga dengan Mala dan si Mbok, mereka juga penasaran dengan apa yang sedang terjadi.
ada beberapa warga yang berkumpul. mereka melihat si penebang kayu mengalami luka robek yang cukup besar dipergelangan kakinya. sepertinya luka itu karena hantaman dari rantai mesin pemotong yang putus.
"tolong bawa mas ini ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan." ucap Hamdan, dan warga mengikuti perintahnya. beberpa warga pria yang ada disitu, ikut membopong tubuh si penebang kayu menaikin motor, untuk dibawa ke tempat bidan Sri, agar mendapatkan pertolongan pertama.
warga yang menolong segera melajukan sepeda motornya, agar segera sampai diklinik.
setelah si penebang kayu itu mendapat pertolongan, Hamdan mencoba memeriksa lokasi kejadian untuk menemukan petunjuk. "astaghfirullah halladzhim.." ucap Hamdan kaget sembari memegang dadanya.
ucapan Ta'awudz itu membuat orang-orang yang berkumpul menjadi ikut penasaran dengan apa yang sedang dilihat oleh Hamdan.
lalu sekua warga bersamaan mengucapkan "ta'awudz saat melihat apa yang sedang terjadi. mereka melihat darah menyembur dari dalam bongkahan tunggul kayu yang baru saja selesai dipotong. darah segar yang mengalir memenuhi tunggul kayu yang masih basah. darah itu terus keluar dan membasahi tanah. bauh anyir sangat menyengat.
Mala merasa mual mencium bau anyir tersebut. semua warga menutup hidungnya. mereka tidak tau harus berbuat apa. rasa bingung dan takut lebih mendominasi warga.
sepertinya mereka berharap banyak pada Hamdan. mereka merasa mempercayai begitu saja kepada Hamdan, seorang warga desa tetangga, bahkan ada yang tidak mengenalnya. namu feeling mereka mengatakan Hamdan solusinya.
"na'udzubilla minzhalik..." ucap Hamdan menatap nanar melihat tunggul pohon itu yang masih menyemburkan darah segar.
"tolong carikan saya minyak besin, minyak tanah atau solar.."ucap Hamdan yang ditujukan kepada siapa saja yang ada disitu.
"baiklah, saya akan belikan diwarung pak Joko. Ucap Bimo kepada Hamdan, lalu bergegas menuju warung pak Joko dengan mengendarai sepeda motor.
yang lain tolong carikan kayu bakar, kita akan membuat api unggun..ucap Hamdan.
warga yang berkumpul bahu membahu mengumpulkan ranting dan dahan kering yang ada disekitar semak. setelah terkumpul, mereka menyerahkannya kepada Hamdan.
"sandarkan setiap kayu kering ditunggul kayu pohon mangga itu.." ucap Hamdan lagi. lalu semua menurutinya. mereka menyusun kayu mengelilingi ditunggul kayu yang masih basah.
__ADS_1
Bimo yang sudah mendapatkan sejerigen minyak tanah segera memberikannya kepada Hamdan. Hamdan menyiramkan minyak tanah mengelilingi memgikuti kayu bakar yang sudah ditumpuk sembari membaca ta'awudz dan doa.
"nyalakan api..!" perntah Hamdan.
lalu mereka yang biasa merokok melemparkan pemantik kekayu bakar tersebut. api menyambar dengan ganas.. lalu terdengar suara lengkingan kesakitan yang menyeramkan.
warga saling pandang dan ketakutan. kejadian itu begitu menyebar keseluruh warga desa, bahkam sampai kedesa tetangga.
Hamdan menghampiri Roni.."ayo..."ucapnya. lalu Roni mengangguk mengikuti langkah Hamdan.
****
Hamdan dan Roni duduk disebuah rumah kosong yang sudah lama terbengkalai karena ditinggalkan pemiliknya.
Hamdan menghela nafas berat. Ia menatap lurus kedepan dengan tatapan menerawang.
"mengapa tunggul itu dibakar ?,mas.." ucap Roni penasaran. Hamdan menoleh kepadanya. "karena pada dasarnya jin, syetan dan Iblis itu berasal dari apai, maka kembali mereka pada api." jawab Hamdan.
Roni manggut-manggut mendengar jawaban Hamdan.
"perbaikilah keluarga kalian. sebagai pemimpin dalam rumah tangga, kamu harus menyelamatkan keluargamu dari Api Neraka" ucap Hamdan Sarkas.
Roni bergetar hatinya, mendengar ucapan Hamdan. Ia merasa begitu kecil. karena telah lalai dalam mendidik Mala bahkan dirinya tak pernah tersentuh air wudhu.
Roni merasa jika memang yang dikatakan Hamdan benar adanya.
saya akan mengajarkan suatu doa, agar syetan tidak dapat menyentuh kalian. lalu Hamdan mengambil secarik kertas yang sudah dipersiapkan olehnya sejak dari rumah.
"amalkanlah doa ini..." ucap Hamdan sembari menyerahkan secarik kertas tersebut.
Roni menerimanya dan mulai membacanya..
Bismillahirrahmanirrahim. A'udzu biwajhillaahil kariimi wabikalimaatillaahit taammaatillatii laa yujaawizuhunna birrun walaa faajirun, min syarri maa yanzilu minas samaa-i wamin syarri maa ya'ruju fiihaa, wamin syarri maa dzaro-a fil ardhi, wamin syarri maa yakhruju minhaa wamin fitanillaili wannahaari, wamin thowaariqillaili wannahaari illaa thooriqon yathruqu bikhoirin yaa Rohmaan.
Artinya: "Aku berlindung dengan Dzat Allah yang Maha Pemurah, dengan kalimat-kalimat Allah yang maha sempurna, yang tidak pernah melewati batas kebaikan dan tidak pernah tersentuh kejahatan, dari keburukan musibah yang turun dari langit, dari keburukan maksiat yang naik ke langit, dari keburukan sesuatu yang tercipta di muka bumi, dari keburukan sesuatu yang keluar dari perut bumi, dari keburukan di waktu malam dan siang, dan dari keburukan hal baru di malam dan siang, melainkan semua bisa mematuhi kebaikan, Wahai Yang maha Pengasih."
Roni mengangguk mengerti. "ada seseorang didesa ini yang melakukan hubungan buhul (perjanjian) dengan iblis." ucap Hamdan.
"siapa orang tersebut..? " ucap Roni penasaran.
"tunggu saja waktunya, kebenaran segera terungkap." ucap Hamdan, semakin membuat Roni penasaran.
"saran saya, tutuplah pintu rumah dan jendela dikala maghrib, atau safak merah dilangit saat senja. saat itu setan sedang berkeliaran. karena
__ADS_1
Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian (di rumah), karena ketika itu setan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka biarkan mereka (jika ingin keluar). Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula wadah minuman dan makanan kalian dan berzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian” (HR. Bukhari 3280, Muslim 2012).
...Dan dengan lafadz lain riwayat Bukhari...
“matikanlah lampu-lampu kalian, jika kalian hendak tidur. Dan tutuplah pintu-pintu serta tutuplah bejana serta wadah-wadah makan dan minum kalian”
...Dan dalam riwayat Ahmad...
“tutuplah bejana-bejana dan tempat minum kalian. Serta matikanlah lampu-lampu ketika hendak tidur. Karena fuwaisiqoh (binatang kecil, seperti cicak, tokek, dll) terkadang menyenggol sumbu dan bisa membakar rumah. Dan tahanlah anak-anak kalian (di rumah) ketika sore hari karena jin bertebaran ketika itu dan terkadang menculiknya”
...Juga dalam riwayat hadis bukhari....
“tutuplah pintu-pintu ketika malam, dan matikanlah lampu-lampu. Tutuplah bejana serta tempat makan dan minum, walaupun hanya engkau taruh sepotong kayu di atasnya”
Hadits-hadits ini menunjukkan beberapa hal:
Dianjurkan untuk melarang anak-anak kecil keluar rumah ketika menjelang malam. Yaitu mulai sore hari menjelang maghrib hingga beberapa saat setelah isya’. Karena ketika itu setan yang berupa jin sedang bertebaran di muka bumi. Adapun setelah beberapa saat masuknya waktu malam (yaitu waktu isya’), maka dibolehkan untuk keluar.
Dianjurkan menutup pintu rumah, kamar, dan jendela ketika malam hari. Ketika tidak ada kebutuhan untuk membukanya. Anjuran ini terutama ketika hendak tidur.
...Juga dianjurkan untuk menutup bejana, tempat minum, tempat makan atau semisalnya. Jika tidak ada benda untuk menutupnya, dianjurkan tetap berusaha menutup walaupun dengan tidak sempurna, semisal dengan menaruh sebatang kayu diatasnya...
...Ibnu ‘Abdil Barr berkata:...
“dalam sebuah hadits ada perintah untuk menutup pintu rumah di malam hari. Sunnah ini diperintahkan sebagai bentuk kasih menjaga manusia dari gangguan setan yang berupa manusia atau berupa jin” (Al Istidzkar, 8/363).
Ibnu Bathal mengatakan
“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan untuk menutup pintu-pintu ketika malam hari karena mengkhawatirkan tersebarnya jin akan membuat orang kesurupan atau menimbulkan ketakutan dan gangguan pada kaum mu’minun” (Syarah Shahih Al Bukhari)
“Hadits ini mengandung sejumlah ajaran kebaikan serta adab-adab yang mengumpulkan maslahah dunia dan akhirat. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan untuk melaksanakan adab-adab sebagai sebab agar terhindar dari gangguan setan. Allah ‘Azza wa Jalla menjadikan hal-hal ini sebagai sebab agar terhindar dari gangguan setan. Maka setan tidak mampu membuka penutup wadah makan dan minum, tidak dapat membuka pintu dan tidak dapat mengganggu anak.
Roni mengingat semua yang diucapakan oleh Hamdan. "lalu bagaimana dengan orang uang bersekutu itu..?" ucap Roni tak sabar.
"akan ada balasan sesuai dengan apa yang dilakukannya. perbaiki saja dulu dalam keluargamu" ucap Hamdan.
"ingatlah apa yang saya katakan, dan saya berpamitan untuk pulang." ucap Hamdan sembari beranjak dari duduknya hendak pulang.
"terimakasih atas pencerahannya bang.." ucap Roni tulus.
"sama-sama." jawab Hamdan sembari berlalu.
__ADS_1