Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Luka parah Pov Nini Maru


__ADS_3

Nini Maru sampai digoa sembari memegangi tubuhnyan yang terluka parah. Ia mengerang kesakitan. Rasa sakit yang terkena serangan khadam Chakra Mahkota, membuatnya terbaring lemah.


Ia ingin menemui Ki kliwon, tetapi Ia takut kika pria itu akan membinasakannya. Nini Maru menjadi serba salah.Ia mengerang kesakitan, lalu berbaring lemah diatas batuan cadas.


Pada esok paginya, Seorang gadia cantik datang menghampirinya. "ada apa Nini..? Mengapa sampai terluka parah seperti ini..?" tanya Mirna sang gadis cantik tersebut dengan nada lembut selembut marshmellow.


Ia menyibakkan rambut panjangnya yang menjuntai kedepan. Ia melihat jika saat ini kondisi Nini Maru sangatlah terluka parah. Banyak lebam dibagian tubuhnya yang keriput.


Nini Maru mencoba untuk duduk, namun Ia tidak sanggup melakukannya. Khadam itu begitu kuat. Sehingga membuatnya harus mengalami nasib setragis ini.


"Mirna.. " Ucap Nini Maru dengan lirih.


"iya Ni, ada apa? Ada yang bisa Mirna bantu..?" jawab Mirna dengan tulus.


"carikan untuk Nini darah ayam cemani. Sembelih, lalu tampung dalam cawan. Serta kembang setaman." pinta Nini Maru dengan suara beratnya.


"baik Ni.. Mirna akan lakukan untuk Nini.." jawab Mirna dengan tegas, sembari beranjak dari tempatnya, lalu menyusuri lorong goa.



Kasih visual lorong goa, biar pembaca bisa merasakan sensasi didalam goa.. cerita ini hanya imajinasi Author saja.


Mirna mencapai pintu goa, lalu pergi ke hutan untuk mencari ayam cemani sesuai dengan perintah Nini Maru. Ia menyusuri hutan, dengan perasaan yang tak dapat diartikannya. Baru kali ini berjalan terlalu jauh hingga didalam hutan.


Iya mendengar kukukan ayam hutan liar yang banyak sering ditemuinya mencari makan disekitaran area goa dan sekitarnya. Mirna melihat ada beberapa ekor ayam cemani yang berbaur dengan ayam liar lainnya.


Mirna membawa biji-bijian untuk memancing ayam itu mendekati umpannya. Seutas tali yang diambilnya dari sulur tumbuhan merambat, diikat membentuk lingkaran, lalu menjadi perangkap. Lingkaran itu Ia tebarkan pakan, lalu ketika ayam2 itu memasuki perangkap untuk memakan umpan, Mirna menariknya, dan ayam-ayam itu terjerat.


Seekor ayam cemani masuk dalam perangkap, bersama 3 ekor ayam lainnya. Mirna mengambil seekor ayam cemani dan 3 ekor ayam hutan liar lainnya. Ia mengikat kaki ayam tersebut, lalu memasukkannya kedalam keranjang anyaman bambu.


Setelah mendapatkan buruannya, Mirna kembali ke goa, untuk menyiapkan sesaji yang diminta oleh Nini Maru. Saat melewati jalanan setapak yang Ia lalui, Mirna memperhatikan setiap kembang yang tumbuh dihutan, untuk mengumpulkan kembang setaman. Bukan berarti kembangnya harus banyak setaman ya readers, itu hanya kiasan.


Kembang setaman itu terdiri dari kembang mawar merah dan mawar putih, kembang kantil kuning dan putih, kembang kenanga, dan kembang melati harum mewangi sepanjang hari.



ini Visual kembang setaman. Kembang yang sangat disukai mbak Kuntilanak bersama dengan para dedemit lainnya.


Setelah mengumpulkan kembang setaman yang diminta oleh Nini Maru, Mirna menapaki jalanan setapak yang Ia lalui sembari bersenandung lirih..


"Kutunggu dirimu"


"dipenantian panjangku"


"hadirlah membawa cinta"


"hingga akhinya kita bersatu"


"mengikat janji yang tertunda"


Mirna menyenandungkannya dengan sangat dalam. Ia persembahkan untuk jodohnya yang tertunda.


Jauh disana, seorang Pria bertubuh kekar dengan wajah menyeramkan, sedang asyik memakan hewan buruannya berupa ular phyton sepanjang 3 meter. Ia memakannya dengan sangat lahabnya .


Sesaat Ia menghentikan gigitannya. Ia memejamkan matanya, lalu menajamkan indera pendengarannya untuk meresapi dan menghayati senandung kerinduan yang dinyanyikan dengan lirih dan merdu. Rey.. pemuda yang kini hidup terlunta-lunta ditengah hutan belantara, Ia bertahan hidup dengan memangsa hewan liar.


Sebelumnya Ia beberapa kali memangsa manusia, namun karena warga memburu dan membakar rmahnya, maka Ia memilih untuk kabur.


Rey merasakan getaran indah dihatinya, getaran rasa yang tak pernah Ia rasakan sebelumnya. Ia begitu penasaran dengan pemilik lirik senandung kerinduan itu. Ia berniat mencarinya, namun Takdir masih menunda pertemuannya dengan sipemilik lirik senandung tersebut. Ia sudah sangat jauh menyusuri hutan belantara, namun belum juga menemukan petunjuknya.


-------♡♡♡♡--------


Satria yang sedang sibuk dengan skripsinya, mendadak menghentikan ketikannya. Ia mendengar dengan sayup-sayup sebuah lirik senandung kerinduan yang dinyanyikan seseorang. Sudah kedua kalinya Ia mendengar senandung itu. Hatinya bergetar, mencoba mendengarkan apa yang disenandungkan secara mendalam dan sudah berulang kali Ia mendengarnya, oleh seseorang yang sangat misterius.

__ADS_1


"siapa pemilik senandung itu..? mengapa aku begitu terpanggil olehnya..?" Satria berguman lirih, sembari memejamkan matanya.


Sayup-sayup senandung itu menghilang, dan Satria mengerjapkan matanya, hatinya seperti tercari-cari..


-------♡♡♡♡♡------


Mirna telah sampai dipelataran goa. Ia memasuki goa dan mengambil 4 buah cawan yang terbuat dari perak. Ia meletakkannya di atas meja batu. Lalu Ia mengambil sebuah batu berbentuk pipih, mengores leher ayam tersebut, sehingga mengalirkan darah hitam dari leher ayam cemani tersebut.


Mirna meletakkan ayam yang telah ditampung darahnya itu kedalam keranjang anyaman bambu.


Lalu Ia mengambil seekor ayam hutan liar lainnya dan melakukan hal yang sama seperti ayam cemani itu sampai habis keseluruhannya, serta menyisihkan darah tersebut ke sebuah tempat yang aman.


Setelahnya Ia membersihkan kedua ayam itu, dan mengolahnya menjadi ayam bakar.


Setelah semau sesaji selesai, Ia menghampiri Nini Maru yang kini masih terbaring lemah. Ada banyak luka disekujur tubuhnya, terutama bagian ubun-ubunnya yang terkena tasbih milik Satria.


Ia menyentuh Nini Maru untuk membangunkannya. Nini Maru membuka matanya, lalu memandang Mirna. "buatkan aku mandi kembang dan darah di ceruk goa. Setelah itu, hiduplah lentera, lalu bakarlah dupa dan kemenyan untuk pelengkapnya."pinta Nini Maru.



Ceruk adalah lubang yang terdapat disebuah lantai atau dinding.


Mirna mengikuti semua perintah Nini Maru. Ia menaburkan kembang setaman dan darah ayam hutan kedalam ceruk itu. Setalah mengaduknya menjadi rata, Ia memasang lentera dan membakar dupa. Ia berjalan menghampiri Nini Maru.


"semuanya sudah siap Ni.." ungkap Mirna memberitahu.


"baiklah.." Nini Maru beranjak bangkit, lalu melepaskan penutup tubuhnya, memperlihatkan garis-garis keriput yang kian menyeramkan.


luka-luka lebam disekujur tubunya terlihat begitu tragisnya hidupnya. Kulit wajahnya yang mengelupas dan darah yang mengalir dari setiap luka itu, menambah kesan menyeramkan.


Dengan tertatih, Nini Maru melangkah menuju arah ceruk. Ia menuruninya dan membenamkan tubuhnya sembari duduk bersila, sehingga hanya menyisakan kepalanya saja.


Nini Maru mengatupakan telapak tangannya, lalu meletakkanya didadanya. Setelah itunIa memejamkan matanya, merafalkan mantra untuk pemulihan energi dan menyembuhkan segala lukanya.


Air didalam ceruk seperti mendidih, menimbulkan gelembung -gelembung yang menghasilkan kabut asap dan menutupi tubuh Ninj Maru.


Kabut Asap itu bergulung- gulung dan membalut tubuh Nini Maru yang masih diam terpaku.


Mirna menyaksikannya dengan sangat takjub.


Setelah kabut asap itu menghilang, kini menampilkan tubuh Nini Maru yang berbeda. Ia tampak lebih muda dan berisi, juga menawan. Kini Ia tampak seperti wanita berusia 40 tahun saja.


Berbeda dari semula yang tampak seperti berusia ribuan tahun.


Nini Maru meminta Mirna mengambil secawan darah hitam ayam cemani. Mirna mematuhinya, Mirna berjalan mengambil secawan darah hitam ayam cemani, lalu memberikannya kepada Nini Maru, dan Ia menerimanya, serta meminumnya hingga habis.


Seketika Ia merasa segar kembali. "ada satu lagi yangbharus menjadi penyempurnanya.." ucap Nini Maru dengan suara parau.


"apa itu Ni..?" tanya Mirna penasaran.


"aku harus mendapatkan tumbal janin di malam 1 suro nanti, yang bertepatan pada malam jum'at kliwon. Waktu itu hampir dekat, maka aku harus mempersiapkannya. mendapatkan tumbal janin adalah tujuanku, maka aku harus mencari seorang pengabdiku, yang mana Ia harus rela menyediakan janin untukku." Nini Maru menatap tajam.



Penampilan Nini Maru saat ini, Ia akan menjelma keduania manusia, untuk menjerat seorang pria yang akan dijadikan sebagai abdinya, untuk memenuhi tumbal janin padanya. Ia akan menjanjikan kemewahan dan berlimpahannya harya. Hingga masanya nanti akan datang seseorang yang membawanya kepada sebuah kehancuran.


Siapakah pria yang kini menjadi targetnya untuk bersekutu? Semua sudah dalam skenarionya.


--------♡♡♡♡♡-------


Bayu menghempaskan tubuhnya diranjang. Menjadi duda selama sepuluh tahun bukanlah hal yang muda bagi seorang pria. Berulangkali Ia jatuh hati pada seorang wanita, namun semuanya harus berakhir dengan kematian. Hingga akhirnya Ia dijuluki Jodi, Jomblo ditinggal mati.


Sepertinya bayu adalah pria yang memiliki sebuah masalah hangalan.

__ADS_1


Secara harafiah, hangalan adalah rintangan, kendala, penghambat, yang berasal dari kekuatan supranatural, di luar jangkauan dan kemampuan kodrati.


Tetapi hangalan bisa pula akibat kesalahan, kelalaian, ketidaktercapaian atas suatu keinginan ("tarhirim") yang sudah lampau, atau penderitaan batin seseorang (termasuk akibat perlakuan kekerasan dan penghinaan dan juga pelecehan pada pribadi lain, roh orangtua, leluhur, dan sebagainya).


Dalam kepercayaan lama, seorang ibu yang mulai mengandung bayi, misalnya, dianggap rentan dari gangguan, godaan roh jahat, amat sensitif hingga jangan sampai tersinggung, terluka jiwa dan raga, yang membuat "Semangat/ jiwa"-nya sedih, bahkan pergi. Semangat/jiwa atau roh manusia yang terluka bisa berakibat buruk, memendam masalah yang bersifat laten, atau pergi meninggalkan si empunya jiwanya-dan akibatnya bisa buruk: sakit-sakitan, meninggal dunia.  


Setelah menjadi Jomblo ngenes yang terus ditinggal mati oleh orang yang dicintainya, Ia menjadi takut untuk jatuh cinta kembali. Namun Ia hanyalah lelaki normal, yang tidak memungkiri untuk tergoda ketika melihat wanita cantik.


Saat Ia melihat Mala ibunya Satria, Jujur Ia sangat tergoda, baginya tentulah hal normal mengagumi seorang wanita. Namun hanya bertentangan dengan norma yang ada. Dimana Mala masih memiliki seorang suami.


Namun debaran dihatinya tak mampu Ia pungkiri, nika Ia benar-benar merasa kagum akan wanita itu.


bayangan mata wanita itu begitu menggoda hatinya. Namun, membayangkan jika harus jatuh cinta, sepertinya Ia sangat takut, karena selalu dibayang- bayangin kematian wanita yang menjadi pelabuhan hatinya.


Ia merasakan jika hidupnya sangatlah sial, dua orang istri yang pernah dinikahinya meninggal secara misterius, lalu wanita yang masih tahap berpacaran, juga mengalami hal yang sama, berakhir dengan kematian.


Seorang supernatural pernah mengatakan padanya, jika Bayu itu ditutupi aura kegelapan, sehingga jodonya tertutup. Aura kegelapan itu juga akan membunuh siapa saja yang menjadi istrinya atau kekasihnya.


Aura kegelapan yang menyelubungi Bayu, dinyatakan sebagai warisan dari leluhur keluarganya, yang berpindah kepadanya. Namun sebagai seorang manusia modern, tentulah hal itu tidak mungkin Ia percaya, dan dijadikan sebagai isapan jempol semata.


Bayu mengingat kisah kelamnya, dimana ketika Ia menikahi Istri pertamanya, seorang wanita cantik pemilik sebuah restaurant dan hotel ternama. Saat itu Ia menjadi salah satu maneger di restauran dan hotel itu. Karena kepintaran dan ketampanannya, dengan mudah membuat anak pemilik Restaurant itu bertekuk lutut padanya.


Dengan senang hati, wanita cantik itu dipersuntingnya, lalu menjadi istrinya.


Hanya berjalan 2 tahun pernikahannya, Wanita itu meninggal dunia dengan sangat mengenaskan. Istrinya divonis mengidap kanker serviks, meski sebelumnya Ia adalah wanita yang sehat.


Kanker servisk yang menggerogotinya itu, kian menjadikannya lemah. Lalu kondisi kesehatannya melemah. Akhirnya Ia meninggal dalam kondisi yang sangat kurus kering, seperti terhisap sari tubuhnya.


Begitu juga dengan istri keduanya, mengalami hal yang sama. Namun bayu tidak pernah menyangkutpautkannya dengan hal mistis.


--------♡♡♡♡♡--


Nini Maru telah kembali dengan wujud yang menawan. Ia kini telah bersiap untuk menjemput orang yang akan menjadi pengikutnya.


Sebelumnya, Nini Maru pergi menyusuri lorong goa, disetiap lorong ada beberapa pintu yang memnghubungkan kelorong lain menuju sebuah ruangan.


Nini Maru mendatangi kerangkeng-kerangkeng besi yang menjadi tempat tawanan jiwa- jiwa orang yang pernah menjadi tumbal pesugihan untuknya.


Jiwa Reza terperangah melihat penampilan wanita dihadapannya. " waw.. Siapa kau kiranya sehingga sangat cantik memesona.?" Tanya jiw Reza yang masih terkungkung dalam sebuah kerangkeng.


Nini Maru terkekeh mendengar pertanyaan Reza yang dianggapnya sangat begitu berlebihan.


"hihihihihi..."


Nini Maru tertawa cekikikan, Membuat siapa merasa merinding dan terdengar menyeramkan.


Jiwa Reza mengenali suara cekikikan itu, karena Suara itu kerap.kali Ia dengar karena pernah menjadi abdinya.


"Nini Maru?" mengapa kau bisa berubah dwngan cepat sekali..? Apakah kamu melakukan perawatan salon mahal atau melakukan operasi plastik? Sungguh luar biasa.. Tetapi sayangnya ketika kau bersamaku, aelalu tampil jelek dan menyeramkan." Cibir Reza mepada Nini Maru.


mungkin Reza tidak sadar jika Ia pernah bercinta dengan Nini Maru dalam wujud yang sangat cantik.


Nini Maru menatapnya sinis. "aku akan menemukan pengabdiku sebentar lagi, maka aku akan jarang pulang, dan kau teruslah berada disini, hingga akan datang temanmu yang selanjutnya akan menjadi budakku.


"hihihihihi..


Nini Maru tertawa cekikikan. Ia sangat bangga mampu menjerat para manusia untuk ikut terjerat dalam kesesatan bersamanya. Setidaknya. dineraka nanti Ia memiliki teman yang banyak untuk ikut menanggung penderitaan akan panasnya dan siksa api neraka.


"Nini.. Lepaskan jiwaku, aku ingin bebas.!!" teriak jiwa Reza dengan kesal. Ia mencengkram jeruji besi itu dan mengguncangnya, namun tak juga bergerak sedikitpun.


Nini Maru semakin terpingkal melihat kelakuan Reza. "tunggu saja, sebentar lagi kau tidak akan kesepian, aku akan mencarikanmu teman untuk berbagi penderitaan." Nini Maru berceloteh yang membuat jiwa Reza semakin berang.


Reza begitu sangat kesal dengan Nini Maru. Dimana saat Ia menjadi pengabdinya, Nini Maru selalu hadir dengan wujud yang menyeramkan. Kalau secantik ini, mungkin juga Ia akan betah.

__ADS_1


__ADS_2