Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Rianti dan kamar rahasia


__ADS_3

"tuan...apakah setidaknya tuan mencari lagi pembantu untuk rumah ini..saya tidak sanggup jika harus bekerja sendirian tuan."ucap Rianti pada suatu pagi.


Reza yang saat itu sedang sarapan, menghentikan sejenak suapannya. Ia mencoba mempertimbangkan ucapan Rianti.


"baiklah..akan saya pertimbangkan saranmu". ucap Reza, sembari mempercepat suapannya.


setelah selesai dengan sarapannya, Ia berencana untuk mengintai rumah Mala. namun saat melintasi ruang utama, Ia melihat bayangan nini Maru yang berada didepan pintu yang terdapat dilantai tiga kamar rahasianya. Nini Maru menatapnya dengan tajam.


"apa yang diinginkan setan betina ini..? mengapa Ia menatapku begitu tajam.." Reza berguman dalam hatinya.


Ia segera menuju kamar rahasianya. sesampainya didepan pintu kamar "ada apa sih Ni..?" sepertinya ada yang begitu penting sehingga menemuiku sepagi ini..?" ucap Reza dengan ketus. Ia merasa sangat terganggu jika nini Maru muncul tiba-tiba dan mengganggu rencananya hendak mengintai Mala.


"aku butuh tumbal janin.." ucapnya dengan sinis..


Reza membulatkan matanya.."apa...? bukankah kemarin baru saja Nini mendapatkannya..? ucap Reza kesal.


"aku butuh banyak tumbal, untuk memperkuat energiku.." ucapnya dengan nada marah.


Reza mengacak rambutnya.."tapi darimana aku mendapatkannya..?" ucap Reza frustasi..


Nini Maru menatap sinis.."aku tak perduli kau mendapatkannya dari mana. namun jika kau tak mendapatkannya maka kau tau apa yang akan kulakukan pada Mala..?!" ucap Nini Maru dengan ancaman, sembari melayang memasuki kamar rahasia.


Reza menggelengkan kepalanya, "tidak..tidak..aku tidak rela..baiklah..akan aku carikan untukmu." ucapnya kesal.


Reza merasa sangat kesal karena Nini Maru terus memerasnya untuk mencarikan tumbal janin.


Ia pun melangkah keluar menggunakan mobil. berkeliling mencari korban.


****


Rianti yang tak sengaja hendak membersihkan ruang utama, Ia merasa heran melihat tuan majikannya berbicara sendiri.


"dengan siapa tuan Reza berbica..? tidaknada sesiapapun disana..?" Ia sangat penasaran ingin mencari tau. lalu dengan mengendap-endap melakukan pengintaian.


setelah memastikan Reza sudah pergi menjauh dari kediamannya. Ia melangkah dengan sangat hati-hati. Ia begitu penasaran dengan apa sebenarnya yang ada didalam kamar tersebut.


""apa sebenarnya yang terdapat didalalam kamar ini..?" ucap Rianti dengan penuh debaran. Ia dengan hati-hati membuka kamar tersebut. Tampak gelap, Ia menghidupkan saklar lampu.


'tiik..' ruangan menjadi terang bersamaan dengan menyalanya lampu, dan Rianti terperanjat melihat apa yang ada didalam kamar itu. "hah...!! apa ini semua..?" ucap Rianti dengan degub jantung yang menderu.


Ia memperhatikan seisi ruangan. Ia mendekati sebuah tempat yang menjadi perhatiannya..diinding kamar yang dilapisi kain hitam polos. sebuah tempayan besar dengan beraneka sesaji, dupa yang masih menyala.


dan tak kalah mengejutkannya, Ia melihat beberapa foto Mala digantung menggunakan seutas tali yang berada disekitar sesaji.


"haah..!! mengapa ada foto mbak Mala disini..?" ucap Rianti sembari memegangi foto Mala. ketika Ia melihat sisi belakang foto, Ia bertambah kaget..karena difoto itu tertulis kata "aku mencintaimu" tangan Rianti bergetar.


Ia berjalan mundur beberapa langkah..dengan debaran didadanya yeng begitu bergemuruh.."a..aaappa..? berarti selama ini tuan Reza mencintai mbak Mala secara diam-diam..?lalu apa artinya aku dimatanya..? apakah selama ini aku yang selalau memuaskannya diranjang tak mampu menggetarkan hatinya..?" ucap Rianti sembari tersedu.


Ia tidak pernah menyangka, jika Reza telah tega padanya. pria itu yak pernah membalas perasaannya.


"namun..untuk apa sesaji ini..? apakah tuan Reza mekakukan pesugihan..?"Ucap Rianti penasaran.


tanpa Rianti sadari, sepasang mata memperhatikannya dari atas kipas angin.


Rianti mendekati sesaji tersebut. lalu Ia mengambil sebuah gulungan kertas yang diikat dengan benang Merah. Ia membukanya..lalu membaca sebuah mantra yang tertulis didalam kertas itu hingga selesai.

__ADS_1


tiba-tiba Ia merasakan desiran angin, aroma busuk tercium dengan jelas..lalu.."aaaaarrgh.."


Rianti menoleh kearah sumber suaran tersebut.. dan..:"aaaakkkkkkhhh..." Rianti terpekik dan ketakutan.


sesosok makhluk menakutkan menampakkan diri padanya.


Rianti berjalan mundur dan terpojok. Ia pucat pasi..dan makhluk itu berjalan merangkak mendekatinya. kukunya yang panjang terdengar "kriiik...kriiiik..." diatas lantai.


ketika makhluk itu berada tepat diwajahnya, Rianti semakin menggigil ketakutan, sembari memejamkan matanya. Nini Maru menyusuri wajah Rianti dengan jari telunjuknya yang berkuku tajam...lalu membisikkan sesuatu padanya.


****


Reza begitu kesal dengan nini Maru, namun Ia tak dapat menolak keinginan moster tersebut. "Ia sudah sangat lama menantikan kehadiran bayi tersebut. hanya tinggal menunggu tiga bulan lagi, menanti detik-detik kelahiran sang bayi.


"kemana aku harus mencari tumbal janin tersebut..? Nini Maru mulai memerasku" ucap Reza dengan kesal.


Reza melajukan mobilnya hingga sampai keluar desa. Ia memasuki perkebunan kelapa sawit milik PTPN yang luasnya berjuta-juta hektar. Ia akan memasuki sebuah perkampungan didaerah perkebunan itu yang menjadi tempat mess untuk para pekerja perkebunan.


saat melintasi jalanan yang sepi diperkebunan, dari kejauhan Ia melihat sepasang remaja yang masih mengenakan seragam sekolah SMA berbelok kearah jalanan setapak diperkebunan.


Reza menangkap signal yang baik. Ia memperlambat laju mobilnya. lalu menghentikannya disimpang empat perkebunan, tak jauh dari tempat sepasang remaja tersebut berbelok.


Ia turun dari mobilnya, lalu mengendap-endap mengikut motor tersebut. sepasang remaja itu menghentikan motornya dibawah pohon kelapa sawit. lalu tanpa diduga, keduanya melakukan adegan dewasa.


Reza terperangah.."busyeet..anak bau kencur dah pinter buat anak..! mana ceweknya cantik lagi" Ia berguman dalam hatinya.


setelah keduanya selesai beradegan mesra, si gadis yang masih mengenakan setengah pakaiannya berkata kepada si remaja cowok yang menjadi pasangan mesumnya.. "yank..aku hamil..sudah tiga bulan aku tidak dapat menstruasi..kamu harus bertanggung jawab yank" ucap si remaja cewek.


si remaja cowok terkejut mendengar penuturan si remaja cowok.."a..aapa..? kenapa bisa..? aku tidak mau..gugurkan saja janin itu...aku belum siap menjadi ayah..!!" ucap si remaja cowok dengan gampangnya.


"tapi ini anak kita yank..kamu yang telah menanamkan benih ini..?" ucap si gadis remaja sembari terisak.


"aku tidak perduli..toh kita melakukannya atas dasar suka sama suka, bukan paksaan.." Ucap si cowok dengan mudahnya. lalu si remaja cowok beranjak bangkit, membenahi pakaiannya dan melangkah mendekati sepeda motornya.


lalu Ia menghidupkan mesin motornya, lalu sebelum pergi Ia mengatakan "jika kamu tidak mau memggugurkan kandunganmu, lebih baik kamu bunuh diri saja disini sekalian, menyusahkan saja..!!" lalu Ia melajukan motonya, meninggalkan kekasihnya begitu saja.


"kamu tega yank.." gadis itu terisak dengan penuh keputus asaan. Ia mengambil dasi sekolahnya, mencoba berniat mengakhiri hidupnya dengan menggantungkan lehernya yang terikat tali dasi dipelepah sawit.


dengan sigap Reza yang sedari tadi mengintai aksi kedua Remaja itu, Reza keluar dari persembunyiannya, Ia telah bersiap..[buuggh..] Ia memukul kepala si gadis. lalu gadis itu pingsan.


setelah gadis itu pingsan, Ia kembali ke mobilnya, melajukan kearah jalanan yang lebih dekat dengan tubuh gadis yang ditinggalkannya tadi.


setelah memastikan kondisi jalanan sunyi. Reza membopong tubuh gadis itu masuk kedalam mobilnya. lalu membawanya pulang kerumahnya.


hari mulai senja, Reza langsung membawa mobil kedalam garasi. lalu memguncinya. Ia masuk kedalam rumah. saat melihat Rianti sedang bersiap-siap hendak pulang, Ia sengaja berpura-pura hendak minum air didapur. Ia menunggu Rianti pulang terlebih dahulu


Rianti berpamitan pulang, namun sepertinya ada yang berubah dari Rianti. namun Ia sendiri tak mampu menebaknya apa. Ia pun mencoba mengabaikannya.


setelah memastikan Rianti pulang. Ia kembali ke garasi, lalu membopong tubuh gadis remaja yang ditemukannya diperkebunan kelapa sawit.


Ia membawa tubuh gadis itu kedalam kamarnya. melihat gadia remaja dengan pakaian tidak lengkap, tentu membuatnya bergairah. Ia menjamah tubuh si gadis.


saat itu sigadis tersadar dari pingsannya. Ia terperanjat, melihat orang dewasa menggagahinya. Ia berteriak ketakutan, namun suaranya tidak akan terdengar oleh siapapun.


Ia mencoba meronta-ronta, namun Reza semakin liar. akhirnya Ia menuntaskan hasratnya, lalu tersenuum menyeringai dengan tatapan buas.

__ADS_1


si gadis terisak sembari mengamati kesekeliling ruangan. Ia merasa heran, mengapa Ia sampai ditempat yang asing baginya. seingatnya tadi Ia bersama Rio kekasihnya yang brengsek yang sudah menghancurkan masa depannya, namun tidak ingin bertanggung jawab. lalu mengapa sekarang Ia berada disini..?


sekarang Ia malah terjebak dalam perangkap singa lapar. sungguh malang nasibnya.


gadis itu membenahi pakaiannya, Ia duduk dengan menekuk kedua lututnya. meletakkan dagunya diatas lutut. Ia ketakutan.


Reza mendekatinya dengan senyum menyeringai. "siapa namamu hai cantik..?" ucap Reza dengan tatapan nanar.


gadis itu tak menjawab pertanyaan Reza..Ia berbalik bertanya. "si...si..siapa om sebenarnya..? mengapa aku berada disini" ucap si gadis terbata-bata.


"kenalkan aku Reza..tapi tak perlu berjabat tangan, toh aku juga sudah menjabatmu dengan tangan yang lain.." ucap Reza sembari terkekeh.


gadis itu menundukkan kepalanya. hari ini Ia merasa begitu hina dan sial. karena tubuhnya dinikmati oleh dua orang brengsek.


"kau tidak perlu gensi..aku sudah melihatmu sejak bersama kekasihmu yang sudah meninggalkanmu diperkebunan kelapa sawit." ucapnya dengan nada sinis.


"a...apa..? om melihatnya..semuanya? lalu mengapa om membawaku kemari..?" ucapnya mulai melunak.


Reza tersenyum manis..mencoba mendapatkan hati si gadis.."aku ingin mengajakmu bekerja sama. hubungan simbiosis mutualisme.." ucapnya dengan sumringah.


gadis itu menoleh kearahnya.." maksud om apa..? saya tidak mengerti..?" ucapnya dengan bingung.


"jika kekasihmu tidak menginginkan janin dalam kandunganmu, maka aku menginginkannya. aku akan membayarmu dengan uang yang banyak jika kau mau menggugurkannya. ingatlah, orangtuamu pasti akan kecewa denganmu jika sampai janinmu lahir tanpa ayah, dan kau akan dikeluarkan dari sekolah..coba fikirkan..?" ucapnya dengan penuh nada penekanan disetiap kalimatnya.


gadis terlihat berfikir. "emangnya untuk om apakan janin saya..? sampai om rela mengeluarkan uang banyak untuk janin saya..?" ucapnya penuh penasaran.


Reza menatapnya dengan seksama "itu urusan saya, kamu tinggal fikirkan saja tawaran saya." ucapnya penuh penegasan.


setelah berfikir sejenak dengan mempertimbangkan segala resikonya, Akhirnya si gadis menyetujuinya. " Reni setuju om.." uvapnya lirih.


Reza sangat senang mendengar jawaban si gadis yang ternyata bernama Reni. "bagus..bahkan aku akan memberimu uang lebih banyak setiap saat kepadamu, jika kamu mau melayani saya..ingatlah saya membayarmu, sedangkan kekasihmu mendapatkan tubuhmu secara gratis.. apakah kau setuju" ucapnya dengan seringai.


gadis itu terdiam..Ia membenarkan ucapan Reza, karena selama ini Rio kekasihnya hanya menikmatinya secara gratis. lalu dengan mudah mencampakkannya.


dengan kondisinya yang sudah tidak suci lagi, maka ia memutuskan untuk menjalin hubungan terlarang dengan Reza. "baik om..Reni sepakat." ucapnya mantab.


Reza menyambutnya dengan suka cita."ini bayaran untuk pelayananmu tadi, dan ini untuk janinmu." ucap Reza, memberikan uang tunai 15 juta rupiah.


Rani yang tak pernah melihat uang sebanyak itu, tentu sangat senang.."beneran ini untuk Reni semuanya om..?" ucap Rani memegang uang pemberian dari Reza dengan tangan gemetar.


Reza menganggukkan kepalanya. "bahkan jika kau bisa menghasilkan banyak janin, maka aku akan melipat gandakan jumlah bayaranmu.." Reza memberikan janji kemewahan surgawi.


"Reni mau om..beneran mau..." ucap gadis polos yang telah terperangkap dalam kubangan dosa.


"kalau begitu kita mulai proses pengguran janinmu. minumlah air ini terlebih dahulu, agar kau tidak merasakan sakit". ucap Reza sembari mengambil air minum yang berada diatas nakas lalu mencampurnya dengan sesuatu dan memberikannya pada Reni.


Reni menerima air minum pemberuan Reza, menguknya hingga habis. setelah itu Ia merasakan mengantuk yang luar biasa, dan tertidur pulas.


seperti biasa, Reza mempersiapkan segala peralatan untuk prosesi pengguguran janin Reni. Ia melakukan pemujaan pemanggilan Nini Maru.


Nini Maru tentu sudah mengetahuinya, karena Ia sudah mengamatinya sejak tadi. Ia datang, lalu masuk melalui dinding rahim milik Reni. Ia menendang janin itu. setelah jamin itu terjadi, Ia menguyah janin tersebut. lalu menghilang.


****


berbeda dengan yang lainnya, kali ini Reza bersikap manis kepad gadis ini, karena Ia berniat memyekap gadis selama sebulan. Ia membersihkan sisa darah yang berasal dari proses pengguran tadi.

__ADS_1


setelah Reni sadar dari tidurnya, Ia mendapati dirinya sudah tidak mengenakan pakaian seragam sekolah, tapi berganti kaos longgar milik Reza dan celana pendek. Ia melihat perutnya yang sudah kempis. Ia juga sudah mengenakan pembalut. sepertinya Reza memperlakukannya dengan manis. Ia kembali tertidur dengan memeluk Reza yang berada disampingnya. bahkan Ia melupakan kedua orangtuanya yang kebingunan dan panik mencari keberadaannya.


__ADS_2