
"kutunggu dirimu"
"dipenantian panjangku"
"hadirlah membawa cinta"
"hingga akhinya kita bersatu"
"mengikat janji yang tertunda"
Suara seorang gadis yang yang begitu merdu mengalun lembut dan mendayu- dayu ditelinga orang yang tertentu saja. Karena jika orang awam tidak akan dapat mendengarnya.
Gadis bunian itu sedang berayun dibawah pohon beringin nan rindang. Sulur-sulur pohon itu menjadi tempatnya bermain dan menyenandungkan lagu untuk penantian cintanya.
Ia menengadahkan kepalanya, sembari memejamkan matanya, menghayati setiap lirik lagu yang disenandungkannya.
Semilir angin mengibarkan rambutnya yang panjang indah tergerai. Wajahnya selalu menampilkan senyum pengharapan.
--------♡♡♡♡-------
Rey menerobos hutan belantara yang penuh dengan pepohonan yang tumbuh subur dan berusia ratusan tahun. Ia sedang menikmati seeokor kelinci hasil buruannya. Sudah lama Ia merindukan manisnya cabikan daging manusia.
Namun mengingat kejaran akan warga saat itu membuatnya merasa ketakutan untuk menyasar hutan. Bahkan hasratnya yang sudah lama terpendam, tak mampu lagi Ia tahan. Terkadang Ia melampiaskannya kepada hewan apa saja yang Ia temui dihutan untuk menuntaskan hasratnya.
Sesaat Ia mendengar suara senandung lagu yang yang dibawakan oleh pemilik suara gadis nan merdu tersebut. Ia terhenyak sejenak, mencoba memejamkan matanya, mencoba mendeteksi dari mana sumber suara tersebut. Mulutnya yang penuh dengan darah kelinci yang berceceran di setiap sudut bibirnya, terbiar begitu saja.
"siapa pemilik suara yang sedang bersenandung itu.? Mengapa aku begitu menyukai suaranya..? Rasanya seperti terbuai dalam angan." guman Rey dalam hatinya. Ia seperti tertuntun untuk mencari pemilik senandung tersebut.
----------♡♡♡♡♡--------
Satria sedang berbaring ditepian ranjangnya. Ia sedang memikirkan kata-kata yang diucapakan oleh Hadi kemarin malam. Kini Ia menyadari, jika Ia selama ini tidak pernah merasakan jatuh cinta.
__ADS_1
Bukannya Ia tidak menyukai wanita, tetapi karena belum ada satupun wanita yang mampu menggetarkan hatinya.
sayup.. Sayup Satria mendengar senandung cinta seorang gadis yang begitu sangat mendayu-dayu dihatinya. Satria merasa terpukau dan sangat penasaran dengan apa yang didengarnya.
"siapa pemilik lagu tersebut.? Ia begitu lembut dalam menyenandungkannya." Satria berguman lirih.
-------♡♡♡♡-----
Satria berjalan menyusuri jalanan setapak . pandangan terhalang oleh kabut asap yang begitu tebal.
Satria terus menysuri jalanan tersebut, untuk menemukan pemilik suara merdu seorang gadis yang sedang bersenandung.
Suara senandung itu semakin dekat terdengar. Satria terus melangkah, mengikuti alunan senandung tersebut. Ia menyibak kabut asap yang begitu tebal . Sesaat Ia telah sampai di semak tumbuhan perdu, Ia menyibak semakan itu. alangkah tercengangnya Ia, ketika melihat seorang gadis cantik yang sedang berayun sembari menyenandungkan lagu cinta penuh kerinduan.
Rambut panjang nan indah tergerai, melambai lembut terkena semilir angin. Satria merasa terpukau dan bergetar hatinya. "siapa gadis itu..? Mengapa aku merasa nyaman.? Seolah olah aku terbuai dalam sebuah angan yang tak mampu kuungkapkan. "Satria berguman lirih dalam hatinya.
Gadis itu turun dari buaiannya. Berjalan melenggang menuju jalanan setapak. Satria mencoba mengikutinya, Ia mengendap-ngendap untuk mengikuti gadis itu. Perasaan dengan penuh debaran yang tak mampu Ia ungkapkan dengan kata-kata.
Gadis itu berjalan menuju sebuah taman yang penuh dengan banyak bunga-bunga bermekaran. tampak sebuah air terjun yang tidak begitu tinggu, hanya sekitar 3 meter ketinggiannya mengalir dengan deras, menambah kesan yang begitu memanjakan mata.
Satria tidak pernah membayangkan jika akan bertemu seorang gadis yang cantik rupawan ditengah hutan belantara.
"sungguh mengagumkan.. Tak pernah kutemukan gadis sepertinya.." Satria berguman lirih. Ia terpukau dengan kecantikan dan pesona gadis tersebut.
Gadis itu melirik kepada Satria, sepertinya Ia mengetahui jika ada seseorang yang sedang memperhatikannya. Ia memberikan senyum terindahnya kepada Satria.
Sesaat Satria ingin lebih dekat dengan gadis itu, namun Ia melihat sesuatu yang menghalanginya. Sebuah perisai ghaib yang tampak kentara.
Satria ingin mencoba menembusnya. Ia sangat dikejutkan oleh sosok yang sangat menyeramkan. Sosok itu tampak memperhatikan si gadis dengan penuh makna.
"sepertinya aku tidak asing dengan makhluk itu. Siapa dia ..? " Satria mencoba mengingat-ngingat dimana Ia pernah bertemu makhluk itu.
seketika makhluk itu menatap tajam kepadanya dan dengan secepat kilat melompat untuk menerjangnya, sehingga membuat Satria tersentak. Ia terbangun dengan tatapan yang ngeri. Ternyata Ia sedang bermimpi. Nafasnya terengah- engah karena Ia dikagetkan dengan tatapan mengerikan dari makhluk itu secara tiba-tiba.
__ADS_1
Satria mengambil nafas dengan berat, lalu berulang kali menghelanya. "Nini itu..? Mengapa Ia masih segar.? Apakah ada yang membuat energinya bertambah..?"Satria berguman lirih.
Ia termenung dalam diam. Ia memikirkan siapa sebenarnya gadis itu. Mengapa begitu tampak nyata. Seolah -olah gadis itu begitu menghipnotisnya. Debaran-debaran dihatinya masih begitu terasa. Ia tidak tahu menyebutnya apa tentang perasaannya yang tak biasa.
--------♡♡♡♡------
Mirna memejamkan matanya. Mencoba mencari ruang hatinya yang tampak kosong. Ia begitu menantikan kehadiran seseorang yang akan mengisi kekosongan hatinya tersebut.
Ia seolah tak sabar menantikan jodohnya yang tertunda. Ia beranjak dari tidurnya, lalu menuju pemandian, dan membersihkan dirinya.
Rey terus berjalan, mengikuti arah langkah kakinya kemana membawa Ia pergi. Rey berharapa dapat menemukan belahan jiwanya.
Rey berhenti pada sebuah tebing jurang yang terjal. "siapa kau hai pemilik suara indah..? Senandungmu menuntunku untuk kembali kepada kehidupan dimasa mendatang.
Rey terus menyusuri hutan yang sangat lebat. Siang berganti malam . Ia tidak pernah hidup menetap. Ia seperti manusia nomaden yang berpindah dari satu tempat ketempat lainnya.
Malam ini Rey berniat untuk tidur diatas cabang pobon. Ia begitu lelah atas perjalanannya untuk menemukan si gadis pemilik suara indah.
berselimut kegelapan dan dinginnya angin malam yang berhembus menusuk ketulang, menambah suasana malam yang tampak melengamg
Rey seperti merindukan suara senandung rindu tersebut. Ia berharap senandung itu te berkumandang, hingga membuatnya tertidur.
------♡♡♡----
Keesokan paginya, Mirna menyediakn segala kebutuhan NininMaru. lalu Ia menyiapkan segala apa yang diperintahkan Nini Maru kepada dirinya.
Mirna masi sibuk dengan sesaji yang akan dibuatanya. perasaannya amat senang hari ini. Senyum manis selalu menghiasi wajahnya.
Nini Maru kini berada diranjang batunya. Saat ini Ia tampak begti kacau. Bibirnya bergetar hebat.
Perlahan, tubuh Nini Maru mulai berkeringat dan luka. Ada tampak kulit wajahnya yang beberapa kali mengalirkan darah yang mengalir sangat deras.
"aku sudah tidak dapat menahan lagi. Tubuhku semakin melemah. Aku menginginkan tumbal janin lagi. Aku butuh energi untuk menambah kekuatanku."
__ADS_1
"Mirna.. Cepatlah buatkan aku sesaji darah ayam cemani. Aku menginginkannya sekarang..!" titah Nini Maru kepada Mirna. Mirna membalasnya dengan senyuman. Ia harus segera mempersiapkannya.