Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Musibah Beruntun


__ADS_3

Reza terbaring dikamarnya. matanya menatap nanar pada langit-langit kamarnya. Ia seperti orang yang kehilangan semangat dalam hidupnya.


tanpa diundang, Nini Maru datang dengan sendirinya. Ia merangkak menaiki ranjang..


Reza menatapnya tanpa ekspresi..lalu memalingkan wajahnya dari makhluk menyeramkan itu..


[aaaarrrgghhh..] Nini Maru menggeram..Ia menaiki tubuh Reza yang terbaring diatas ranjang. jemarinya yang panjang keriput menyusuri wajah pria tanpa harapan itu.


"ini sudah memasuki dua bulan...mana tumbal janin untukku..?" ucapnya dengan parau..


"ambil saja janin milik gadis bernama Reni itu..carilah dia..mungkin saja Ia sedang hamil.." ucap Reza datar.


Nini Maru menyeringai dengan tatapan sinis.."apakah kini kau sudah lemah..?" ucap Nini Maru dengan nada mengejek.


Reza menghela nafasnya dengan berat. "pergilah Ni..saat ini aku ingin sendiri.." ucap Reza


"kau berani mengusirku..? apa kau tidak berkaca pada dirimu..? ingatlah..kita memiliki sebuah perjanjian..dan kau jangan sekali-kali melanggarnya..!" ucap Nini Maru kesal, karena Reza seenaknya saja mengusirnya.


"aku akan usahakan mencarinya, tolong bantu, lihatkan, dimana gadis bernama Reni itu tinggal.." ucapnya memohon.


Nini Maru beranjak dari tubuh Reza.."carilah sendiri olehmu..itu tugasmu dan urusanmu..aku tidak perduli.." ucap Nini Maru, sembari tertawa dengan sangat menyeramkam.


****


Reza menuruni anak tangga dengan langkah gontai...rasa ngilu masih sedikit terasa di area sensitifnya. Ia berjalan dengan tidak bersemangat.


saat itu Ia melihat Rianti dan ibunya, Bu Parni sedang berberes. Bu Parni kembali bekerja, setelah Rianti tak sanggup lagi bekerja sendirian.


"mau saya buatin sarapan apa tuan..? ucap Bu Parni dengan sopan.


Reza hanya menggelengkan kepalanya. Ia sedang tidak berselera. entah mengapa, sejak kejadian saat itu selera makannya dan selera hasratnya turun drastis.


tubuhnya kian kurus. tak ada lagi tampak kegagahan disana. raut wajahnya tampak kusam. ketampanannya kian memudar seiring bersama waktu.


Reza keluar mengendarai mobilnya, berkeliling tanpa tujuan..hari mulai senja...Ia menepikan mobilnya dan berhenti didepan sebuah jembatan.


Reza menatap safak berwarna jingga, yang menggantung dilangit. Ia melihat bayangan Mala disana. wajah cantik rupawan yang membuatnya tergila-gila..


"Mala...aku mencintaimu..sejak dulu.."


"Mala...aku mencintaimu..sejak pertama aku melihtamu, dibangku SMP..


"aku begitu terobsesi dengan kecantikanmu. hingga membawaku pada situasi seperti ini.."


"andai saja waktu itu mbah Karso menerima lamaranku..maka tidak akan terjadi hal seperti ini.." Ia berguman lirih. Ia meraba senjatanya yang masih terasa ngilu.


hingga kini Ia belum mengetahui apa sebenarnya yang terjadi pada malam itu..apakah Ia hanya bermimpi, atau memang benar Ia berada dirumah bidan Sri pada malam itu.

__ADS_1


Reza mencoba mengingat semuanya...namun semuanya sia-sia..


Rez teringat akan sesuatu.."seharusnya Sri mengandung..? dan sudah seharusnya Ia mengandung. namun mengapa belum ada tanda-tanda dari bidan Sri..? apa aku tanya saja pada Nini Maru" Ucapnya bersemangat.


Ia kembali menyetir mobilnya, lalu memutar arah untuk kembali.


****


Hari mulai senja, dan remang-remang. jalanan terasa sunyi dan sepi..


dikejauhan...tampak seseorang sedang berjalan dengan sangat lamban. "siapa itu..? mengapa Ia berjalan sendirian ditempat sunyi..?" Reza berguman dalam hatinya. posisi mereka sudah dekat, tiba-tiba saja sosok itu menghilang.


"hah....! kemana sosok itu menghilang..?" ucap Reza panik"


seketika bulu kuduknya meremang, Ia menyapu tengkuknya yang terasa merinding. tiba-tiba Ia melihat sosok Mira melalui cermin depan mobil, sosok Mira sedang duduk dijok tengah mobil.


"hah..!! " Reza terkejut dan membanting setir kekiri..


"aaaaaaaaaah.." ban mobil Reza tergelincir menabrak pohon besar disampingnya.


[braaaaak..] suara keras dan dentuman mobil yang menabrak pohon besar tersebut memecah kesunyian disenja itu.. mobil ringsek dan rusak parah.


Kening Reza membentur stir, darah mengucur dari keningnya.


Reza tersadar dari pingsannya. Ia meraba keningnya yang perih dan mengalirkan darah dari luka robek. Ia merasakan cairan kental dan bau anyir darah di jemarinya.


Reza menghidupkan mesin mobilnya, namu tak juga hendak menyala.


Reza ingin keluar dari mobil. namun saat akan keluar, Ia menyadari kakinya tidak dapat ditarik. Reza seperti merasakan perih dan ngilu pada kakinya. Ia mencoba menariknya, namun tak juga berhasil.


sesaat Ia merasakan sakit yang luar biasa pada area betis dan disekitar kakinya. Ia terjepit badan mobil bagian depan.


"aaaahh.." rintih Reza menahan sakit. Ia berkeringat dingin dan kelelahan. lalu akhirnya tak sadarkan diri.


****


Reza melihat Mira melambaikan tangan padanya, seperti sedang mengajaknya pergi.


Ia memandangnya dengan tatapan kosong, bayangan Mira tersenyum padanya, sembari berjalan mendekatinya, mengulurkan tangan padanya.


Reza menggelengkan kepalanya, menolak ajakan Mira. "Mira..maafkan saya..." ucapnya datar sembari memandangi bayangan itu.


"pak...pak...bapak sudah sadar..?" ucap seorang perawat sembari mengguncang tubuh Reza.


Reza mengerjapkan matanya..Ia melihat kesekeliling ruangan, semuanya serba berwarna putih. Ia mencium bau obat-obatan.


"aku dirumah sakit..? siapa yang membawaku kemari..dan ternyata tadi aku bermimpi bertemu Mira?" Ia berguman lirih

__ADS_1


"tadi ada warga dua orang warga yang menemukan bapak tak sadarkan diri didalam mobil. " ucap perawat itu menjelaskan.


"termakasih atas penjelasannya bu..? ucap Reza tanpa ekspresi


Ia merasa sesak ingin buang air..Ia hendak turun dari ranjangnya. namun...."haah...!!!" Ia terkejut dengan apa yang dilihatnya. kaki kirinya yang terjepit badan mobil diamputasi.


Reza bergetar.."tidak...tidak..ini tidak boleh terjadi..kakiku..." ucap Reza frustasi.


perawat yang menyaksikan itu begitu iba melihatnya.."sabar ya pak..setiap kejadian pasti ada hikmanya" ucap Sang Perawat dengan sarkas.


Reza mengabaikan segala nasehat dari sang Perawat.."tolong tinggalkan saya sendiri bu perawat.saya butuh waktu sendiri" ucap Reza dengan datar.


perawat itu mengetahui kondisi Reza saat ini, pasiennya sedang mengalami syok berat. Ia bergegas meninggalkan Reza yang malang.


Reza tak mengerti..mengapa musibah terus menghampirinya. semula senjata yang menjadi andalannya melemah, kini kaki kirinya juga harus ikut melemah.


Reza menuruni ranjang dengan sangat lamban dan hati-hati. Ia mengambil satu buah tongkat yang disediakan pihak rumah sakit untuk membantunya berjalan. Ia menuju kamar mandi. menyelesaikan hajatnya.


saat kembali dari kamar kecil, Ia melihat Nini Maru sudah berada diatas ranjangnya. Ia sempat terkejut melihat kehadiran Nini Maru yang tiba-tiba saja muncul.


Reza melangkah dengan hati-hati..lalu duduk ditepian ranjang dan bersandar.."ada apa Ni..? apakah kau datang untuk menjengukku atau untuk mentertawakannku..?" ucap Reza sinis.


Nini Maru menyeringai.."tidak untuk keduanya..aku datang untuk menagih janji gumbal janin yang seharusnya sudah kau siapkan..!!" ucap Nini Maru geram.


Reza menolehkan wajahnya kearah Nini Maru yang dengan posisi merangkak disisi kanannya.


"apa tidak ada rasa empatimu terhadapku sedikitpun..?" ucap Reza dan membuang pandangannya kesisi lain.


"aku tidak perduli..aku saat ini membutuhkan tumbal itu..jangan salahkan aku..jika aku mengambil janin Mala..waktunya hanya tinggal dua minggu lagi untuk menanti kelahiran calon bayi itu..coba kau bayangkan ." ucap Nini Maru menggantung ucapannya..


"bagaimana rasa nikmatnya janin yang berusia sembilan bulan itu....?..hihihihi..." ucap Nini Maru dengan mata berbinar.


Reza begitu kesal dengan ucapan Nini Maru. "dasar setan..tidak memiliki perasaan sedikitpun..selama ini aku sudah menuruti segala inginmu..mengapa kali ini tidak ada toleransi sedikitpun darimu..?" Reza menjeda ucapannya.


"kondisiku masih sangat sulit, berikan aku waktu.." ucap Reza lirih..


Nini Maru menatap Marah..."baiklah, sesama setan, aku akan memberimu tenggang waktu satu minggu, jika tidak..kau tau apa yang akan aku lakukan padamu..?"ucap Nini Maru mengancam..


"aku bukan hanya mengambil janin Mala, tetapi aku juga akan menhambil kekayaan yang kau miliki, beserta ketampananmu..!!" Nini Maru menghardik Reza.


Reza bergetar mendengarnya. "mengapa kau mengatakan sesama setan padaku..?" ucap Reza tersinggung dengan ucapan Nini Maru.


"jika aku setan berwujud setan, sedangkan kamu setan berwujud manusia..hi....hi...hi.." jawab Nini Maru , sembari menghilang..


setelah kepergian Nini Maru. Reza mencari cara bagaimana Ia akan dapat mencari tumbal janin.


"enak saja dia mengatakan aku setan berwujud manusia.." Reza bersungut, hatinya sangat kesal.

__ADS_1


"apa yang harus aku lakukan..? mungkin sebaiknya aku harus mencari kaki palsu terlebih dahulu, agara aku bebas bergerak." ucap Reza menemukan semangatnya.


__ADS_2