Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Rianti


__ADS_3

sebulan kemudian....


usia kandungan Rianti memasuki 2 bulan. Ia masih mampu bekerja tanpa merasakan morning sikcknes. ternyata Rianti memiliki kondisi fisik yang kuat.


pukul 09.00 wib, Reza masih tertidur diperaduannya. hingga erangan Nini Maru membangunkannya. [eeerrrggh....] suara erangan Nini Maru yang sangat menyeramkan.


Reza yang masih bermimpi indah terperanjat dati tidur, Ia membuka matanya dan kaget saat tiba-tiba saja Nini Maru sudah berada tepat disampingnya dengan wajah yang menyeramkan.


"Nini...ngagetin saya saja..kalau mau bangunin pakai wajah cantik, dong...ucap Reza kesal. Lalu Ia bangkit, dan duduk diranjangnya dengan malas.


"aku butuh janin sekarang.."ucap Nini Maru dengan suara berat dan parau..


"tapi kan baru sebulan yang laku Nini dapat tumbal janin milik mbak Lisa?! kenapa cepat sekali Ni minta jatahnya lagi..?" ucap Reza kesal sembari mengingatkan Nini Maru.


"tapi...aku butuh banyak asupan energi untuk menambah kekuatanku.." ucap Nini Maru dengan mata yang memerah, aroma busuk sangat menyengat memenuhi ruangan kamar Reza.


Reza menggaruk kepalanya yang tak gatal, lalu menurinkan tangannya dengan kasar. "ambil saja milik Rianti, koq repot banget." ucap Reza dengan gampangnya.


Nini Maru memandang dengan senyum menyeringai. memperlihatkan gigi-gigi taringnya yang panjang.


****


*


Rianti masih sibuk dengan pekerjaannya, Ia yang sedang hamil muda, harus tetap bekerja, lagi pula Ia mendapatkan banyak uang setiap kali Reza mencumbunya.


Ia membayangkan wajah tampan Reza yang setiap saat selalu dilihatnya. semakin seringnya bertemu, rasa cinta bergelayut dihatinya. Ia sering membayangkan betapa indahnya hidup jika berdampingan dengan duda tampan tersebut.


Harta berlimpah, wajah tampan, serta keliarannnya dalam urusan ranjang, membuat Rianti terpesona dengan Reza.


Rianti mendengar langkah kaki tuan pujaan hatinya menuruni anak tangga, Ia mempercepat pekerjaannya. debaran didadanya kian bertambah, degup dijantungnya kian bertambah kencang. Ia mengelus perutnya yang kini menyimpan benih duda tersebut didalam rahimnya.


Reza yang melihatnya lalu memanggilnya."Ri..kemari sebentar.." ucap Reza kepada Rianti dengan lembut..sepertinya ada maksud terselubung dari ucapannya saat ini.


"iya tuan..." ucap Rianti sembari menghentikan pekerjaannya yang sedang menyapu ruangan, lalu mendekati Reza. hatinya begitu berbunga karena Reza memanggilnya dengan begitu lembut, berbeda dari biasanya.


"emmm..tolong belikan saya jamu kunyit asam ditukang mbok jamu ya? pesan dua botol ukuran botol syrup ABC ya..?" titah Reza sembari memandang dengan tatapan licik.


"memang untuk apa jamu itu tuan..?" ucap Rianti penasaran. sembari memandang Reza meminta penjelasan.


"nanti kamu juga tau.. sudah sana, beli cepat, jangan banyak tanya.!" ucap Reza sedikit kesal, sembari menyerahkan selembar uang seratus ribu. Riantipun menuruti keinginan majikannya. Ia keluar rumah untuk membeli jamu pesanan Reza.


Rianti berjalan menuju tempat biasa mbok jamu mangkal, "biasanya kalau jam segini mbok jamu diwarung pak Joko." ucap Rianti berguman sendiri.


Ia bergegas menuju warung pak Joko yang berjarak 100 meter dari rumah Reza. Ia melihat masih ada ibu-ibu diwarung tersebut. saat sampai diwarung, Ia melihat Mala juga ada disana. Perutnya terlihat kian membuncit, kini usianya kandungannya sudah memasuki 5 bulan.


"wah..Alhamdulillah ya dik Mala, usia kandungan kamu sudah memasuki 5 bulan dan masih bertahan." ucap mbak Ratna lembut, dengan senyum yang tulus.


"iya mbak, alhamdulillah..doain lancar sampai lahiran ya mbak.." ucap Mala sembari memilih sayur untuk menu makan siangnya.


Rianti mendengarkan dengan seksama. Ia kini juga sedang mengandung, namun tanpa suami. Ia jadi menciut ingin membeli jamu, takut dicecar pertanyaan para ibu-ibu. meski untuk tuan Reza, bisa saja mereka curiga.


"lagipula tumben ni mbok jamu gak kelihatan, aku tunggu saja atau gimana ya?" Rianti berguman dalam hatinya.


"lebih baik aku beli bahan-bahannya saja, nanti aku ramu sendiri." ucap Rianti menemukan ide.


"dik Rianti mau beli apa dik..?" ucap mbak Ratna dengan ramah...


"emmm..anu bu..ada..saya mau masuk kedalam dulu ya bu.. mencari mie instant..ucap Rianti berbohong, Ia lalu menuju rak-rak bahan pokok yang diperlukan. Ia berpura-pura memilih mie instan.


setelah memastikan mbak Ratna dan Mala selesai belanja, Rianti menemui pak Joko. "pak..beli kunyit 1 kg, kencur setengah kilo, asam jawa 2 bungkus, sama gula merah seperempat. cepat ya pak.!" ucap Rianti.

__ADS_1


"banyak amat kunyitnya neng..? mau buat apaan..?" ucap Pak Joko Kepo.


"buat ditanam lagi pak.. buruan pak..soalnya saya masih ada pekerjaan" ucap Rianti seperti gelisah.


"iya..iya neng.." ucap pak Joko sembari menimbang bahan yang diminta Rianti.


setelah semuanya selesai, Rianti membayarnya dan bergegas kembali kerumah Reza.


*


***


Reza berada dikamarnya bersama Nini Maru. "Ni...bagaimana jika saya menambah satu orang lagi untuk bekerja disini. soalnya jika Rianti keguguran, Ia perlu istirahat minimal 3 minggu.?" ucap Reza kepada Nini Maru.


Nini Maru menyeringai mendengar ucapan Reza. "ya... lebih banyak penghasil janin lebih baik..jika kau dapat memberiku janin dalam sebulan sekali, maka aku akan melipat gandakan kekayaanmu.." jawab Nini Maru mencoba menjebak Reza semakin terpuruk dalam jurang kesesatan.


Reza berninar mendengar ucapan Nini Maru. "dan pastinya kandungan Mala akan aman" Reza berguman dalam hatinya.


Nini Maru yang membaca isi hati Reza tersenyum licik..


Rianti telah sampai dirumah Reza, Ia mengemas barang belanjaannya. Ia mempersiapkan bahan tersebut, dan bersiap akan meramu jamu itu sendiri. saat itu Reza sudah berada dibelakangnya.


"mana jamunya..?" ucap Reza penasaran karena tidak melihat Rianti membawa barang pesanannya.


"emmm..anu tuan..mbok jamu tadi gak ada, jadi saya beeki bahannya saja, saya bisa koq meramunya." ucap Rianti dengan gugup, takut dimarahi tuannya.


"ya sudahlah..cepetin buatnya, kalau sudah selesai antarkan kekamar saya" ucap Reza, lalu memutar tubuhnya hendak kekamar. namun Ia berhenyi sejenak, "oh ya, Ri..saya mau menambah pembantu baru, untuk meringankan pekerjaan kamu.." ucap Reza sembari berlalu meninggalkan Rianti.


"pembantu baru? wanita muda atau sudah tua yang akan dicari tuan Reza? jika masih muda, bisa jadi sainganku ne.?" ucap Rianti. ada kecemasan dalam hatinya, Ia tak Rela harus berbagi dengan wanita lain. namun Ia tetap melanjutkan ravikan jamunya.


**


Reza berjalan kearah halaman belakang rumah, Ia mengeluarkan handphonenya, lalu menghubungi seseorang. "hallo pak, kira-kira ada gak wanita yang bisa bekerja dirumah saya? kasihan Rianti harus sendirian membersihkan rumah saya."ucap Reza kepada supir panggilannya.


"waah..bagus itu pak..saya janji akan menambah gaji bulanan bapak. besok tolong diantar anaknya ya pak..? " ucap Reza bersemangat.


"iya..pak..terimakasih ya pak sudah memberikan pekerjaan kepada anak saya." ucap pak supir senang, karena mendengar akan mendapatkan kenaikan gaji.


"iya..sama-sama pak.." ucap Reza mengakhiri sambungan telefonnya. lalu tersenyum penuh kelicikan.


Ia bergegegas menuju kamarnya. Ia mempersiapkan segala sesuatu untuk prosesi pengambilan janin Rianti.


dua jam kemudian...


[tok...yok..tok..] Rianti mengetuk pintu kamar. "masuk.."ucap Reza mempersilahkan. Rianti masuk dengan membawa jamu yang diramunya sendiri. "ini tuan Jamunya." ucap Rianti sembari menyerahkan jamu tersebut.


"letakkan saja dimeja itu.."ucap Reza sembari mengarahkan jari telunjukknya ke meja nakas. Rianti menurutinya. lalu Ia menatap sebuah perlak yang berlapis kain putih yang digelar diatas lantai kamar, ada juga kemenyan dan dupa yang sedang menyala. asap dupa yang terbakar mengeluarkan aroma khas.


"untuk apa kain perlak dan dupa itu tuan? " ucap Rianti penasaran.


Reza tak menjawabnya. "kemari kamu" ucap Reza memerintah. Rianti mendekat, "minum ini" ucap Reza memberikan segelas air mineral. "untuk apa tuan?" ucap Rianti. "jangan banyak tanya! mau saya potong gaji kamu atau saya suruh kembalikan hutang 15 juta yang kamu pinjam bulan lalu?!" ancam Reza.


"ti...tidak tuan..maafkan saya" Rianti meraih gelas yang disodorkan Reza, meneguknya hingga habis.


Rianti meraskan mengantuk yang teramat berat, tubuhnya limbung dan Reza menangkapnya. lalu tubuh Rianti dibaringkannya keatas perlak yang sudah digelarnya sejak tadi. Ia melucuti pakaian Rianti, lalu menggauli wanita malang tersebut.


setelah itu, Ia duduk bersila dan memejamkan matanya dengan tubuh bertelanjang dada. Ia memanggil Nini Maru dengan mulutnya yang terus komat-kamit membaca mantra.


[aaaarrrrggh...] suara erangan dan desiran angin menerpa kulit Reza, diikuti kemunculan sosok Nini Maru yang menyeramkan, aroma busuk menyertai kedatangannya.


Reza membuka matanya, lalu ia menoleh ke arah sisi kanan tempat Nini Maru berada. "tumbal janin ini sudah kunpersiapkan untukmu Ni..." ucap Reza kepada Makhluk menyeramkan itu.

__ADS_1


Nini Maru menyeringai, Ia mengubah wujudnya menjadi asap, lalu masuk kedalam rahim Rianti. melihat janin yang begitu segar, Ia sangat begitu lapar. lalu Ia menendang janin tersebut dengan sekali tendangan yang langsung membuat janin tersebut menjemput takdirnya.


meski tertidur dan tak sadarkan diri, Rianti merasakan kontraksi dirahimnya. sesaat janin itu meluncur keluar. darah merembes membasahi kain putih dan perlak yang sebagai alas yubuh Rianti.


Nini Maru keluar dari rahim Rianti, Ia dengan rakus melahap janin yang hanya berupa gumpalan daging segar. Nini Maru menyesap seluruh darah yang keluar dari rahim Rianti. mulutnya penuh berlumuran darah.


Reza yang menyaksikan itu, tertawa senang. Nini Maru akan menambah kekayaannya, serta Mala terbebas dari incaran Nini Maru.


"bagaimana Ni? apakah sudah selesai?" ucap Reza, Ia melihat Nini Maru masih menyesapi sisa darah yang melekat di jemari keriputnya. Ia mendekati Reza dengan merangkak, lalu membisikkan sesuatu. "dua bilan lagi aku menagih tumbal..persiapkan dari sekarang" ucap Nini Maru dengan suara parau dan menghilang dengan suara lengkingan yang menyeramkan.


Reza membopong tubuh Rianti yang masih terbaring diperlak, meletakkan dilantai keramik kamarnya. Ia membuang kain bekas darah Rianti yang keguguran. membasuhnya dikamar mandi, lalu membuangnya dari jendela kamarnya yang menghadap semak.


lalu menyimpan perlak kedalam lemari nakas, karena akan digunakan untuk dua bulan kedepan.


*****


*


2 jam kemudian..


hawa dingin lantai keramik menjalar keseluruh tubuh Rianti, Ia mengerjapkapkan matanya, kepalanya sedikit pusing. Ia memegangi kepalanya, lalu memandang kesekeliling ruangan. Ia mendapati dirinya terbaring dilantai tanpa busana.


Ia melihat Tuan Reza berada di tepian ranjang sembari bermain ponsel. "mengapa aku terbaring dilantai? dan mengapa aku..." Rianti mencoba menutup bagian intim tubuhnya dengan telapak tangannya, namun Ia merasakan basah, dan tercium bau amis. Ia mengangkat tangannya dan melihat telepak tangannya ada noda darah.


Rianti dalam kebingungan. lalu Ia menatap Reza yang masih santai bermain handphone, seperti tanpa beban. "apa yang terjadi pada saya tuan?" ucap Rianti meminta penjelasan.


"kamu keguguran..." jawab Reza santai. lalu beranjak dari tepi ranjang mendekatinya. jamu yang kamu racik tadi diminum. jamu itu untuk kamu. jika sudah dapat berjalan, kamu boleh pulang. selama 3 minggu tetap datanglah kemari." ucap Reza menjelaskan dengan santainya.


Rianti menitikkan air matanya. meski Ia pernah menyetujui untuk menggugurkan janin dalam kandungannya, namun Ia sudah mencintai Reza. benih cinta sudah bersemayam dihatinya.


namun Reza tega memperlakukannya seperti barang tak berharga. meletakkan tubuhnya dilantai kamar tanpa beralaskan apapun.hatknya begitu sakit. namun apalah dayanya, Ia masih memiliki hutang yang harus dibayar.


"dimana janin itu Tuan? aku ingin melihatnya." ucap Rianti, meski Ia melakukan dosa dengan perjanjian terkutuk, namun Ia tetaplah seorang wanita, yang mempunyai naluri keibuan.


Reza menatap Rianti dengan tajam. "aku menanamnya dibelakang rumah.! sebaiknya kamu jangan terlalu banyak bertanya, kenakan pakaianmu, bawa jamu itu, beristirahatlah dirumah sampai kau pulih. esok akan ada orang yang membantumu." ucap Reza dengan tegas.


"kamu tetap datang, namun tidak perlu bekerja berat. jika kamu dirumah, ibumu akan curiga." ucap Reza kembali.


Ia mengambil uang dari dompetnya, memberikan uang ratusan ribu rupiah sebanyak 10 lembar. "ini ambil untukmu, jangan sampai orang lain tau jika kamu mengalami keguguran. jika sampai ini menyebar, aku akan membunuhmu." ancam Reza dengan tatapan yang menakutkan.


Rianti mengambil uang yang diberikan oleh Reza, lalu memungut pakaiannya, dan mengenakannya. Ia mengambil jamu yang diraciknya tadi, lalu keluar dari kamar Reza. hatinya begitu perih. Ia merasa begitu sangat hina diperlakukan oeh Reza. namun bayangan hutang yangbharus ditebusnya jika ia mengingkari janji, membutnya menjadi begitu lemah.


Rianti berjalan tertatih menuruni anak tangga, darah dari nifasnya masih merembes meski sedikit, layaknya seperti orang menstruasi. Ia menuju laci meja dapur, lalu mencari kain serbet yang masih baru dan belum digunakan, mengambilnya dua helai, melipatnya menjadi pembalut, dan menambalkan diarea intimnya.


Rianti menarik kursi dimeja makan, Ia terbayang akan percintaan dengan tuannya. meja ini menjadi saksi dosa mereka. air matanya jatuh, mengenang saat mendapati tubuhnya terbaring dilantai kamar tanpa alas apapun. Ia menyeka air matanya, lalu meminum jamu racikannya. Ia harus segera pulih, dan ibunya tidak boleh tau apa yang terjadi padanya.


Rianti menuju kamar belakang, Ia merebahkan tubuhnya, sisa obat tidur pemberian Reza membawa matanya kembali untuk tidur. Ia memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak, sebelum pulang kerumah.


****


Rianti berjalan dalam kegelapan malam, Ia melihat samar-samar melihat sesosok bayangan berwarna putih sedang memunggunginya, berada didepannya beberapa meter.


Rianti penasaran dengan apa yang dilihatnya, Ia mencoba mendekati makhluk tersebut, ketika jarak mereka hampir dekat beberapa hasta, tiba-tiba saja makhluk memalingkan wajahnya menghadap Rianti.. dan..(akkkkkh...)teriak Rianti histeris. Ia melihat sosok yang amat menakutkan. wajah hancur wanita tersebut dengan mulut berlumuran darah serta aroma busuk yang memyengat indra penciuman.


Rianyi berpaling, mencoba berlari sejauh munhkin memghindari makhluk itu. namun sesaat, makhluk itu berada didepannya. Rianti terpekik karena terkejut bercampur takut.


makhluk itu ingin mencekiknya, dan Rianti menjerit sekuat tenaganya meminta pertolongan.


Rianti tersadar saat sebuah tangan menepuk-nepuk wajahnya. Ia mendapati Reza berada disisi ranjang. Rianti terperanjat dan segera beranjak banhkit. nafasnya tersengal karena mimpi buruk barusan yang menimpanya.


Reza menatapnya. " kamu kenapa?" tanya Reza kepada Rianti.

__ADS_1


masih dengan nafas yang memburu ia mencoba menjawab terbata-bata.."sa..sa..ya mimpi ketemu kuntilanak tuan" ucap Rianti dengan wajah yang pucat.


Reza mengernyitkan keningnya.."itu hanya mimpi.." sudahlah..jangan difkikirkan." ucap Reza lembut. tidak biasanya Ia berkata dengan nada yang tidak biasa.


__ADS_2