
Suasana hening saat Roni mengatakan Mala telah menyelingkuhinya membuat Hadi sampai saja emosi.
Namun Mala menahannya. Ia membelai lembut wajah Roni. "tahan emosimu bang, sebelum mendengar semuanya." Mala mencoba memberi pengertian kepada Roni yang sepertinya begitu mencurigainya.
Mungkin hal yang lumrah jika Roni curiga. Karena selama ini setahu mereka hanya Hadi satu-satunya anak mereka yang selamat.
Tidak memungkinkan ada anak lain yang tersembunyi. lalu dengan tiba-tiba datang pemuda yang mengaku anaknya. Tentu hal yang sangat membuat sport jantungnya.
"masih ingatkah abang saat kita kehilangan bayi dalam kandungan Mala saat malam itu?" Mala mencoba mengulik kenangan masa itu.
Roni diam dalam keheningan, mencoba mengingat masa itu, dimana Ia kehilangan calon bayinya yang akan segera dilahirkan.
"tetapi apa buktinya jika Ia benar adalah anak kita..?" tanya Roni penasaran.
"darah yang ku miliki adalah darah langka, dan itu sama seperti darah yang dimiliki oleh oemuda ini dan juga Hadi." ucap Mala menjelaskan.
"dan informasi ini didapatnya dari ibu yang melahirkannya dan pengakuan Rianti sebagai pelakunya." ungkap Mala mencoba menjelaskan.
Mendengar kata Rianti, Satria teringat akan wanita yang dikurungnya itu. Ia segera menghubungi polisi untuk mengungkap persembunyiannya dan membongkar tulang belulang manusia korban pembunuhan Rey.
Roni bangkit dari duduknya. Lalu beranjak mendekati Satria. Tatapannya seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Jika ditelisik, sebenarnya wajah Satria memiliki kemiripan dengan Mala dan Hadi.
"apakah semua itu benar..?" Roni meraih tangan Satria lalu memeluk tubuh Satria dengan erat. Ia tak menyangka jika kini Ia memiliki dua garis keturunan yang sangat begitu didambanya.
Keduanya menangis dalam suasana haru. Namun semua itu tak berlangsung lama. Saat terdengar suara benda terjatuh menimpah seng rumah dengan suara dentuman yang sangat keras dan mengagetkan.
Roni melepaskan pelukannya pada Satria. Seketika suasana menjadi hening mencengkam. Semuanya larut dalam kebisuan.
Sesaat tercium aroma kembang kantil bercampur dengan kenanga yang menyeruak diaekuruh ruangan.
Hawa negatif muncul bersamaan dengan aroma kembang tersebut. Seketika membuat bulu kuduk meremang.
--------*******------
Ki kliwon sedang merafalkan mantranya. Ia baru saja meminum darah ayam cemani. Ia juga menyajikannya untuk nini Maru beserta daging ayam yang berwarna hitam tersebut.
Sebuah keris yang Ia pegang bergetar dengan tiba-tiba. Asap dari pembakaran dupa bercampur dengan kemenyan tersebut telah menimbulkan aroma khas menyengat.
__ADS_1
"Nini... Datanglah...datanglah padaku.. Penuhi panggilanku Nini... Aku telah menyediakan sesaji untukmu.. Terimalah persembahanku untukmu.." ucapnya dengar bibir keriputnya yang bergetar.
Sebuah nampan berisikan sesaji 3 ekor ayam cemani yang dipanggang, segelas darah dati ayam cemani, dan tujuh janin sebagai pelengkap kesempurnaan persembahannya.
Semakin lama, keris yang dipegang oleh Ki Kliwon semakin kuat getarannya, solah hendak melompat keluar dari genggamannya.
Sesosok bayangan hitam muncul, lalu menjelma menjadi makhluk wanita yang sangat menyeramkan. Ia merangkak mendekati ki Kliwon. Jari-jari keriput dan kukunya runcing telah membuat siapa saja akan ketakutan melihatnya.
Ia membelai wajah keriput ki Kliwon, dimana mereka sama-sama memiliki kulit yang keriput. "aku memenuhi panggilanmu Ki.." ucapnya dengan parau.
"segeralah terima persembahan ini, dan lakukan tugasmu dengan baik." ucap Ki Kliwon penuh penekanan.
Nini Maru menghampiri nampan berbentuk bundar yang berisikan persembahan lengkap untuknya.
"sungguh persembahan yang sangat menggiurkan.." ungkap Nini Maru, sembari menyesap darah ayam cemani yang berwarna hitam itu. Rasa energi ditubuhnya kian bertambah.
Ia tak sabar untuk menyantap ayam cemani tersebut, lalu ditutup dengan dessert ke tujuh janin yang harum manis.
Nini Maru telah selesai dengan menikmati persembahannya. Seketika taringnya tumbuh panjang dan wajahnya berubah menjadi kebih menyeramkan.
"Nini... Sekarang pergilah kerumah Keturunan Ki Karso. lenyapkan mereka semua yang ada disana. Jangan kembali sebelum membawa kabar gembira." perintah Ki Kliwon kepadanya.
"jangan lupa, bawa bundulan kain mori ini, lalu jatuhkan diatas atap rumah mereka.." ucap Ki Kliwon, menitipkan sebuah santet kepada Nini Maru.
Lalu Ia menghilang menembus kegelapan malam. Ia menuju rumah Mala dan Roni dengan membawa misi yang sangat kejam.
-------****------
Saat suasana hening, Satria merasakan ada sesuatu yang akan datang. "setiap orang teruslah berdizikir dan memohon perlindungan kepada Allah. Karena akan ada bahaya yang datang. Bacakan selalu ayat qursi.." perintah Satria kepada semuanya.
"Menjauhlah dari ruangan ini, biarkan aku yang menghadapinya." Ia memejamkan matanya mencari sosok tersebut.
Seketika tampak oleh Satria sosok itu sedang berada dibelakang Mala. Ia sudah bersiap hendak mencekik Mala. Namun karena Mala sedang berdzikir, Ia terpental membentur dinding hingga tembus keluar rumah.
"tetaplah didalam rumah, tutup semua celah, dan terus berdzikir" ucapnya kepada semuanya.
Lalu Ia bergerak cepat menuju keluar. Makhluk itu kini berada disamping dapur Mala. tepat berada di sebuah bongkahan tunggul pohon mangga yang dulu pernah menjadi sarangnya.
__ADS_1
Ia berdiri menayap dengan penuh amarah dan dendam.Hadi menutup segala celah masuk, semabari terus bedzikir untuk memohon perlindungan.
"pergilah Nini.. Aku tidak memiliki urusan dengnmu.." ucap Satria mengingatkan.
Suasana malam dengan penerangan bulan purnama yang tampak total membesar dari biasanya. Fenomena ini disebut dengan supermoon. Hal ini adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh ki Kliwon.
Satria duduk bersila di atas sebuah bongkahan kayu yang sudah melapuk.
Ia memejamkan matanya mencapai sebuah kemurnian. lalu Ia melepaskan sukma dengan ilmu kanuragan yang diambil dari peninggalan Syech Siti Jenar.
Sukma itu kini berhadapan, saling menatap satu sama lain.
Nini Maru melakukan penyerangan dengan melayang dan menghunuskan kuku runcingnya kearah Satria. Sedikit saja, Satria tidak menghindar, maka kuku runcing itu akan menembus sukmanya.
Satria mencengkram pergelangan tangan Nini Maru, lalu menekankan sebuah tasbih pemberian Khadam Cakra Makhkota saat Ia mencapai kemurniannya waktu.
"bertaubatlah Nini.. Sebelum akau menghancurkanmu.." Ucap Satria semabri terus merafalkan dzikirnya.
Sesaat Nini Maru merasakan sakit yang sangat kuar biasa. Suara lengkingan kesakitan membahana keseluruh alam.
Tangan kiri Nini Maru mencengkram lengan Satrai. Memberikan goresan luka disana. Satria mencoba menahan rasa sakit yang ditimbulkan oleh cengkraman Nini Maru. Sesaat Satria memberiakn serangan yang lebih kuat. Lalu menghempaskan Nini Maru dengan cepat dan mengirimnya kembali kepada tuannya dalam kondisi luka parah.
Namun karena mengalami kegagalan misi, Nini Maru lebih memilih kembali ke goa.
---------******-------
Di tempat lain, Ki Kliwon terus membacakan mantranya tanpa henti. Memerintahkan kepada Nini Maru agar melakukan perlawanan kepada Satria.
Namun Ia merasakan jika Nini Maru telah melarikan diri. Ia merasa geram. Dengan terus membaca mantranya, Keris yang dipegang Ki Kliwon lepas dari tangannya, lalu terbang menuju kepada Satria yang masih meringis menahan sakit. Ia melihat sesutu benda terbang dengan sebuah cahaya dan Api menuju kearahnya.
Satria terperangah melihatnya. Ia melayang menghindari serangan keris itu. keris itu merubah wujudnya menjadi Banaspati. Ia menyerang Satria dengan kobaran Api yang ingin menghanguskan sukma Satria.
Lalu dengan keberaniannya, Satria mengeluarkan tasbihnya. Membacakan sebuah doa dan melemparkan tasbih itu kepada Banaspati.
Tasbih itu telah mengikat wujud Banaspati, sehingga Ia meronta meminta dibebaskan.
Sebuah Siluet naga berkepala manusia menghampirinya. Khadam mahkota datang membantu mengunci pertahanan Banaspati. Lalu mengirimkan kembali kepada tuannya.
__ADS_1
Ki kliwon yang masih berusaha untuk menyerang, tidak menduga sama sekali, jika keris yang dikirimkannya untuk menyerang Satria berbalik padanya. Keris itu menghujam jantung Ki Kliwon. Hingga membuatnya tersungkur..
Ki Kliwon memuntahkan darah hitam. Ia tak sadarkan diri. Kini keris yang dipeliharanya itu menjadi senjata makan tuan kepada dirinya.