Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Goa-11


__ADS_3

Satria terperangah melihat kehadiran Nini Maru yang telah mengubah wujudnya menjadi tampak lebih kejam.


Aura kekejamannya kian terpancar dimatanya. Sorot mata penuh dendam dan amarah serta kekuasaan kian terpancar diraut wajahnya.


"Akhirnya kita dipertemukan lagi Satria.." Ucap Nini Maru dengan suara paraunya.


Suara itu menggelegar dan membahana diruangan goa.


"Ki.....Karso.. Lihatlah..!! Aku akan menuntut balas perbuatanmu yang telah mencampakkanku..!! Akan ku musnahkan semua keturunanmu..!" ucap Nini Maru dengan sangat lantang dan penuh kesombongan.


Satria sudah berdiri tegak. Ia meletakkan tas ranselnnya diatas lantai goa.


Suara lantang Nini Maru membuat telinga terasa berdenging. sedangkan Mirna berdiri mematung, menatap bingung untuk mengambil tindakan apa.


Nini Maru terbang melayang diudara, lalu menempelkan dirinya didinding goa layaknya seekor cicak, lalu tanpa diduga Ia merapayap didinding dengan gerakan cepat, dan layaknya mengikuti gerakan kukang yang sedang melompat, Ia menerkam Satria.


Dengan cepat Satria menghindarinya. Ia memanfaatkan sorban pemberian Hamdan sang paman sebagai alat untuk menghindari setiap cakaran dari Nini Maru.


Seketika Nini Maru bertambah marah. Ia memperlihatkan gigi taringnya semakin runcing dan tajam.


Satria mengenggam ujung aras dan bawah sorban sebagai penangkis serangan Satria. hingga akhirnyanya, Satria berkesempatan untuk melilitkan Sorban itu ditubuh Nini Maru.


Rasa panas menjalar ditubuh iblis betina tersebut. Maka Ia mengeluarkan kemuatannya untuk melepaskan diri dari jerat sorban Satria.


Saat bersamaan, satu sosok pria bertubuh kekar, dengan bola mata kiri yang mencuat keluardan sebagian wajahnya yang rusak datang menerjang Satria.


Buuuuuuuugggh..


tendangan mendarat tepat dipinggang Satria, lalu membuat Satria terjerembab dilantai goa tepat disalah satu kerangkeng besi saudara tertuanya.


Satria mengambil kesempatan, berpura-pura memegang kerangkeng tersebut untuk membantunya berdiri dengan cara membelaknginya. Dan setelah mendapatkan kunci tersebut, Ia mengucapkan.." A'udzubillahhiminassyathannirajim.." lalu Ia menghentak kunci tersebut dengan kekuatan tenaga dalamnya, lalu terbebaslah satu jiwa suci dan segera menghilang menuju keabadian.


Melihat tindakan Satria yang mengelabui mereka, membuat Nini Maru semakin geram.


Iblis betina yang juga ikut terlempar saat Satria mendapat tendangan dari Rey, kini berada tepat disisi Mirna.


Melihat kehadiran Rey yang tepat pada waktunya, Ia melemparkan Mirna pada Rey yang sedang menatap tajam pada Satria.


Aaaaaaaarggh..


Teriak Mirna saat tubuhnya dilempar begitu saja oleh Nini Maru kehadapan Rey.


"Dia milikmu..!! Segeralah lahirkan anak yang tangguh untukku..!" titah Nini Maru kepada Rey yang mendapatkan tubuh Mirna dengan tiba-tiba.


Seketika Rey menyeringai buas. Bagaimana tidak, Ia mendapatkan gadis idamannya dalam waktu yang terduga.

__ADS_1


Mirna meronta, tidak rela jika tubuhnya disentuh pemuda menjijikkan itu.


"Ceepaaaat..!!" titah Nini Maru dengan penuh emosi.


Rasa tak tega menghampiri hati Satria, melihat gadis itu meronta-ronta meminta dilepaskan.


Rey membopong tubuh sang gadis kesebuah ranjang batu yang terdapat di sekitar ruangan itu.


Dengan sangat rakus, Ia melucuti pakaian sang gadis, menatap liar dua bongkahan indah milik Mirna dan menjamahnya dengan kasar.


Sementara itu, Nini Maru bersiap menyerang Satria. "Bagaimanapun, Rey tidak boleh sampai melakukan penyatuan itu, karena akan terlahir anak persilangan yang akan menjadi generasi laknat Nini Maru.


Konsentrasi Satria terpecah. Antara menyelamatkan Mirna dan menghadapi Serangan Nini Maru.


Satria mengambil sebuah batu kecil yang terdapat dilantai goa, lalu mebidikkan senjata milik Rey yang sudah tegak.


Taaaak..


Suara batu kerikil yang beradu dengan senjata milik Rey.


Aaaaaaaargh..


Pekik Rey, kesakitan, lalu Ia melompat kesakitan sembari memegangi senjatanya yang terasa sakit, Mirna mengambil kesempatan untuk menendang senjata milik Rey yang sedang dipegangi oleh pemuda buruk rupa tersebut.


Ia membenahi pakaiannya, lalu menyerang Rey dengan menjulurkan kain selendangnya tepat dibola mata Rey yang menjuntai.


Taaaak...


Bluuuuuuss...


Seketika bola mata kiri Rey yang menjuntai itu terlepas dari rongganya, dan menggelinding dilantai goa.


Aaaaaaaaaagh...


Teriak Rey kesakitan. Kini Ia harus memegangi senjata dan rongga matanya yang terlepas. Rasa sakit sangat begitu menggeroti tubuhnya.


Melihat Mirna tidak mematuhi perintahnya, membuat Nini Maru semakin kesal.


Ia melemparkan serangan kepada Mirna, agar gadia itu tak menjadi pembangkang.


Namjn Satria tak tega melihat gadis itu terluka. Ia dengan cepat menangkap tubuh Mirna dan berputar menjauh menghindari serangan Nini Maru.


Dekapan tak sengaja itu, membuat Mirna semakin menaruh rasa pada sang pemuda, Ia semakin menginginkannya.


Satria melepaskan tubuh Mirna jauh disudut ruangan. Menjauh dari Rey dan juga Nini Maru.

__ADS_1


Mendapati kenyataan puterinya menyukai keturuna Ki Karso, membuat Nini Maru semakin berang, Ia tak sudi untuk menerima kenyataan itu.


Nini Maru berbalik, lalu kembali terbang melayang diudara, dan menempel didinding goa, merayap dengan cepat, dan bersiap menerkam Satria Mirna.


Lalu Satria menjulurkan sorbannya, tanpa diduga, Mirna memberikan serangan yang sama kepada Nini Maru, membuat Iblis itu tersentak dan berusaha menghindar.


"Mirrrrrnaaaaa..!! Dasar Kau pembangkang..!!" Seru Nini Maru dengan lantang dan menggelegar.


Merasa sang gadis dipihaknya, membuat Satria sedikit bersemangat, kini Ia hanya memiliki dua lawan saja, yaitu, Rey dan Nini Maru.


Namun saat Ini, Rey sibuk dengan senjata dan rongga matanya. "Tenanglah.. Aku dipihakmu.. Aku akan membantumu menyingkirkan pemuda buruk rupa itu, maka fokuslah pada Nini Maru." bisik Mirna lembut ditelinga Satria.


Lalu gadis itu melompat, tidak memperdulikan Nini Maru yang sedang jengkel dan kesal padanya. Mirna melompat ringan menuju Rey, membelitkan kain selendangnya, lalu melemparkan Rey kedinding goa dengan hempasan yang sangat kuat.


Buuuugh...


Satria tersenyum renyah, mendapati kenyataan, jika sang gadis memihaknya. Maka Ia segera bersiap mengeluarkan ajian segoro geni untuk membasmi Nini Maru.


Namun Ia teringat akan Mirna, Ia harus mengeluarkan gadis itu dari ruangan goa, karena akan berakibat fatal bagi sang gadis.


Saat Satria masih bimbang, tiba-tiba saja terdengar suara desingan sebuah senjata yang menghantam didnding goa.


Tiiiiiing...


Sebuah dentingan benda besi yang beradu dengan dinding batu goa.


Tampak seblah keris sedang menghantam dinding goa. Lalu bayangan kakek renta dan jenglot muncul bersamaan.


"Haaaah..?!" Satria terperangah mendapati musuh yang lainnya.


"Ki Kliwon.. Apa yang membuatmu sampai kemari.." tanya Nini Maru dengan penasaran.


"Paman pemuda sialaaan itu yang mengirimku kemari..!" jawab Ki Kliwon kesal.


"Bahkan pamannya memutuskan ikatan perjanjian leluhurku dengan garis keturunanku.." Ucap Ki Kliwon semakin kesal jika mengingat perbuatan Hamdan padanya.


Disisi lain, Mirna, menghajar Rey habis-habisan, ia membinasakan fisik Rey hingga sepuasnya. Ia tidak terima jika dua buah bukitnya dijamah tangan menjijikkan milik Rey.


Bahkan Mirna tanpa ampun menghancurkan senjata milik Rey sampai remuk.


Hingga akhirnya Rey terkapar tak berdaya. Menghadapi kenyataan itu, maka Genderuwo keluar dari jasad Rey, dan bergabung bersama Nini Maru dengan kesal. Ia kesal karena gagal mendapatkan tubuh Mirna.


Melihat ketiga iblis itu bersatu, Satria memandang Mirna yang kini sudah selesai mengeksekusi Rey, Ia meminta sang gadis agar menjauh dari ruangan goa ini, karena akan membahayakannya.


Mirna mencoba mengerti apa yang diinginkan oleh sang pemuda idamannya. Ia berusaha menyelinap untuk keluar.

__ADS_1


__ADS_2