Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Tuntutan


__ADS_3

Bayu tertidur dengan lelapnya. Setelah memutuskan untuk resign, Bayu uring-uringan. Ia merasa seperti kesepian, karena jika bekerja, Ia akan merasa sibuk dan berbaur dengan karyawan lainnya.


Lelahnya Bayu dalam memikirkan banyak hal, membuatnya tertidur pulas. Berusaha merajut impiannya dialam mimpi.


---------❤❤❤❤------


Hari hampir senja, Bayu masih larut dalam mimpinya. Hingga tak menyadari waktu maghrib telah tiba.


hingga akhirnya Ia tersentak, saat merasakan sesuatu yang sangat kasar menyusuri kakinya. Bayu memaksa membuka matanya, Ia mencoba melihat siapa yang sedang menyentuh kakinya.


matanya terperangah, saat Ia melihat sesosok makhluk menyeramkan yang tengah berada diatas ranjangnya, dengan mata memerah dan taring panjang.


"aku buutuh darah... Dan sediakan untukku.." ucap Nini Maru dengan suara yang parau.


Bayu merasa bergidik dan gemetar mendengar suara parau dan permintaan nini Maru yang sangat membingungkannya.


"a..aku tidak ingin memberikannya untukmu.. Pergilah.. Dan jangan ganggu hidupku..!!" Hardik Bayu kepada Nini Maru.


Ia tidak ingin melanjutkan perjanjian terkutuk itu kepada Nini Maru, karena Ia telah mendapatkan pesangon yang cukup besar dari Satria. Ia akan menggunakannya sebagai modal usaha dan merintisnya.


"aaaaaaarrrghhh..."


Apakah kau fikir semuda itu kau ingin melepaskan segala perjanjian yang telah kau buat padaku.? Kau sudah mengikatnya, maka aku tidak akan melepaskannya.. Hihihihihi" suara tawa Nini Maru memecahkan keheningan malam.


tetapi aku mengucapkannya dengan tidak sadar, dan kau memperdayaku." jawab Bayu.


Nini Maru terlihat menggeram dan marah. Ia menekannkan kukunya yang runcing pada leher Bayu. Bayu terpekik dan meringis menahan sakit. Karena Ia merasakan kuku itu menimbulkan rasa perih dan juga panas.


"lepaskan aku...!! Aku tidak ingin bersekutu dengan iblis sepertimu..!! aku memiliki pesangon dari perusahaan Satria dengan cara halal.. Lepaskan..!!" Bayu berusaha menarik lengan kurus yang mencekik dan menekankan dengan kuku runcingnya.


"hihihihihi... apa kau fikir aku akan melwpaskanmu begitu saja?! Tidak semudah itu Bayu..! Lihatlah apa yang akan kulakukan padamu.. Kau akan mencariku dan menjadi budakku.. Hihihihi..." Nini Maru menghilang dan menyisakan harum kembang kantil dan kenanga, yang membuat ruangan kamar Bayu semakin menyeramkan.

__ADS_1


Bayu mengatur nafasnya yang tersengal. Ia begitu amat sangat tersiksa, Ia tidak ingin tersiksa dan terjerumus dengan mengikat perjanjian pada Nini Maru.


--------♡♡♡-------


malam berganti pagi.. Bayu membuka matanya dengan berat. Ia beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi. Setelah selesai dengan ritual mandinya, Ia menuju lemari dan ingin menyalin pakaiannya. Ia menyalin pakaiannya dengan pakaian santai. saat Ia akan menutup lemari, tanpa sengaja Ia melihat peti tempat Ia menyimpan segala emas dan permata yang pernah diberikan oleh iblis wanita itu. Ia merasa penasaran, lalu ingin membukanya kembali. Saat Ia membukanya, Ia dikejutkan dengan keberadaan seekor ular berwarna hitam yang berada didalam peti. Bayu tersentak dan melangkah mundur.


Nafasnya tersengal karena rasa takut yang menderanya.


Ular itu mendeis, dengan menjulurkan lidahnya dan merayap keluar dari peti dan menuju ke arahnya.


Bayu yang ketakutan segera berlari keluar kamarnya. Ia menghubungi pihak damkar agar segera memberikannya bantuan. Bayu tidak berani masuk kedalam kamarnya.


Beberapa menit kemudian, Pihak damkar telah tiba dikediamannya. Lalu mereka menuju kamar milik Bayu. Mereka meminta kepada Bayu untuk memberitahukan dimana awal Ia melihat ular tersebut.


Setelah memberitahu petugas, jika Ia melihat ular tersebut keluar dari peti yang berada didalam lemari pakaianny. Petugas damkar memeriksa lemari pakaian milik Bayu dengan menggunakan APD lengkap.


"peti yang mana yang bapak maksudkan pak..? karena tidak ada peti apapun disini." ucap seorang petugas Damkar.


"coba bapak lihat sendiri kemari, kami tidak menemukan apapun disini." ucap petugas itu.


Bayu yang merasa penasaran, akhirnya mendekati petugas dan melongok kedalam lemari.


Ia terperangah, karena apa yang dikatakan oleh petugas itu benar adanya, bahwa peti itu tidak lagi ada disana.


"tidak mungkin hilang, peti itu tadi masih ada, dan ular itu keluar dari peti itu." ungkap Bayu, bersikukuh dengan ucapannya.


"Tetapi tidak ada peti apapun disini." ucap Petugas. " sebaiknya menenangkan diri. Mungkin bapak lagi banyak permasalahan hidup." pungkas petugas itu, sembari menepuk pundak Bayu.


"kami permisi dulu pak. Maaf kami tidak banyak membantu. Karena kami memang tidak menemukan apapun." ucap Petugas, dan berlalu pergi.


Setelah kepergia para petugas itu, Bayu terduduk ditepian ranjangnya. Ia mencoba memikirkan apa yang diucapkan oleh petugas damkar itu."apakah aku hanya berhalusinasi saja? Tetapi mengapa iblis betina itu begitu nyata?" Bayu meraba lehernya yang terasa perih, akibat cekikan iblis betina tersebut.

__ADS_1


"jika cekikan ini nyata, maka peti itu juga nyata.. Lalu kemana perginya..?" Bayu merasa bingung dan beranjak memeriksa lemari tersebut.


Namun tak ada peti itu disana. "kemana peti itu..?" Bayu mencoba bertanya dalam hatinya.


Sesaat Ia dikejutkan dengan munculnya aroma kembang kenanga yang menyeruak kedalam ruangan kamarnya. Aura mistis begitu kental terasa.


"dia.. iblis betina itu pasti ada disekitar sini." Bayu mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, dan benar saja apa yang difikirkannya. Nini Maru telah berada di dinding kamarnya, Matanya menatap tajam menghujam jantung. Perlahan Ia merayap turun kelantai. Setelah Ia hampir mencapai tubuh Bayu, Ia berdiri dengan perlahan, lalu mencapai tubuh Bayu dan dan berbisik ditelinganya " aku telah mengambil semua permata yang kuberikan padamu. Sebelum kau memberikan sesaji padaku. Aku juga akan membuat hidupmu merana dan melarat , sehingga kau menjadi sekutuku.." hihihihihi."


bersamaan dengan itu, Nini Maru menghilang, meninggalkan rasa panik dan mencekam yang menyelimuti tubuh Bayu.


Bayu merasa senang jika permata dari Iblis betina itu lenyap. Setidaknya Ia tidak menggunakan uang haram.


---------♡♡♡♡------


siang ini Bayu berniat menarik uang bonus dan pesangon yang diberi Satria. Ia pergi kesebuah Bank BUMN. Ia menarik semua uangnya. Ia ingin membuka usaha untuk melanjutkan hidupnya. Bahkan ia berniat membangun beberapa rumah kontrakan.


--------♡♡♡♡-----


Nini Maru merutuki Bayu yang sudah berani ingkar padanya. Bayu mungkin lupa jika Ia telah terikat perjanjian dengannya.


Nini Maru membutuhkan asupan energi. Ia sangat lemah. Setidaknya ada yang memberinya sesaji darah untuknya.


"aku akan menghancurkanmu Bayu.. Hingga nanti kau bertekuk lutut padaku. Memintaku untuk menjadi sesembahanmu. Kita lihat saja siapa yang terkuat." geram nini Maru.


Ia melayang menuju goa, menemui Mirna yang masih setia berada didalam goa.


Ia akan meminta mirna untuk melakukan ritual pemberian sesaji kepadanya. Berupa darah ayam cemani dan kembang setaman.


"Mirna.. Bantu aku.. Buatkan sesaji untukku malam ini, aku membutuhkannya." ucap Nini Maru dengan lirih. Ia berbaring diranjang batu.


APD\=alat pelindung diri. Seperti baju safety, helm, sepatu dsb.

__ADS_1


__ADS_2