Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Bram Tak Pernah Kembali


__ADS_3

Hadi mengambil alih kemudi. Ia meminta Satria duduk dijok samping supir.


Hadi tau jika perasaan Satria sangat Kacau, dan akan membahayakan jika sampai Ia tidaknfokus menyetir.


mereka berselisih dengan mobil polisi yang membawa pasukannya. sepertinya Shinta telah melaporkan Rianti tentang penyiksaan penyekapan dan tindakan pelecehan yang terjadi dirumah menyeramkan itu.


Satria masih terlihat terpukul dengan ucapan Rianti. Jika saja Rianti adalah seorang pria, mungkin Ia sudah menonjok mulut wanita itu hingga hancur.


"kak.." sapa Hadi. namun tak ada jawaban.


Hadi menepuk pundak Satria, dan ternyata berhasil. Satria tersentak dari lamunanya.


"i..iya.." ucapnya terbata. seraya melihat kepada Hadi.


"saya anterin pulang kerumah atau gimana neh..?" ucap Hadi memastikan.


"Kakak menginap di kost kamu dulu ya.. lagi gak ingin pulang kerumah." jawabnya lirih.


"baiklah.. tapi kabari mama Kakak dulu, biar dia gak nyariin." ucap Hadi mengingatkan.


Satria mengangguk, lalu mengeluarkan handphonenya, dan mengirimkan pesan Whatshap keoada Jayanti, jika malam ini Ia menginap di kost Hadi. lalu Ia menon-aktifkan handphonenya. Ia sedang tidak ingin diganggu.


 


Hadi memarkirkan mobil mewah milik Satria di depan rumah kosnya, bersebelahan dengan mobil sederhana miliknya.


"mari kak masuk.. rumah kos saya saya sangat sederhana, tidak semewah dengan rumah milik kakak." ucap Hadi merendah.


Satria tersenyum, lalu memberikan salam saa masuk kedalam rumah kos Hadi.


"tampak rumah itu kosong melompong tanpa barang.


hanya peralatan masak dan air mini seadanya.


"kalau mau mandi, kamar mandinya di sebelah belakang kak.. bersebelahan dengan dapur." Hadi menjelaskan letak kamar mandinya.


"trus..kamar saya cuma ada kasur busa doank..hehehe" ucap Hadi sembari nyengir.


Satria membersihkan dirinya dikamar mandi. setelah selesai dia malah bingung mau pakai apa.


"Di..kakak pinjem baju kamu dulu ya.." teriaknya dari dalam kamar mandi. lalu keluar menggunakan handuk milik Hadi yang tersangkut dikamar mandi.

__ADS_1


"Nih...pakaian gantinya, tapi harga murahan." ucap Hadi polos.


Satria menerimanya. lalu mengenakan kaos berwarna putih dan celana santai. lalu mereka tertidur karena kelelahan bertempur dengan para bodyguard.


------------


mereka terbangun saat adzan subuh. setelah menunaikan shalat subuh, perut mereka merasa sangat lapar, karena tadi malam belum sempat makan sudah tertidur duluan.


"kita masak mie instan saja ya kak. cuma itu yang ada stoknya." ucap Hadi lagi.


lalu dengan cekatan Ia memasak. tinggal di kosan membuatnya terbiasa memasak sendiri. Ia menumis mie instan dengan tambahan telur ceplok.


setelah selesai, hadi menyajikannya menjadi dua porsi. laku mereka menyantapnya dengan duduk dilantai, sembari menggelar tikar.


Satria mengingat sesuatu."Di..tu kotak yang kamu bawa waktu ke rumah kakak isinya apaan..?" ucap Satria sembari menyeruput mie instanya.


""oh..itu..cuma foto ibu dan ayah, trus ada charger hp didalamnya." ucap Hadi santai.


"jadi cuma itu doank..?" ucap Satria sembari mengernyitkan keningnya. dalam padangan matanya, ada bayangan wanita yang mengambil kotak tersebut. "terlihat seperti mama.. tapi jikapun benar, untuk apa barang-barang Hadi itu dicurinya..? toh tidak juga berguna untuk mama.. kecuali..." Uhuuk... Satria tersedak. Ia segeta mengambil air minum. Ia tersadar dati lamunannya.


"makanya makan jangan sambil melamun, tersedakkan." goda Hadi.


"kamu punya foto ibumu..?" tanya Satria penasaran.


Satria jadi teringat seorang wanita cantik yang pernah ditolongnya saat itu. dan memiliki kesamaan saat hadir dalam bayang-bayang dan mimpinya.


"boleh kakak melihatnya..?" Pinta Satria dengan serius.


"boleh.. tapi kenapa kakak penasaran banget sih sama ibuku..?" ucap Hadi yang merasa kalau Satria begitu penasarannya.


Hadi mengambil handphonenya. membuka galeri dan memncari-cari foto Mala, ibunya.


Satria juga mengaktifkan handphonenya. alangkah kagetnya Ia saat melihat ada ratusan panggilan dan pesan WA yang memenuhi aplikasi hijaunya tersebut.


rasa penasaran Ia membukanya. panggilan masuk dari Jayanti yang dimulai dari pukul 1 malam sampai subuh ini.


"Ia membuka pesan masuknya. ada satu pesan yang membuat Satria terbelalak. "Dimana kamu nak, pesawat yang ditumpangi ayahmu hilang."


"kabar terakhir yang mama dengar, pesat itu hangus terbakar dan terjatuh diperaian."


bersamaan dengan itu Hadi menemunakan foto ibunya. Kak..i..ni.." Hadi menggantung ucapannya.

__ADS_1


Ia melihat raut wajah Satria berubah drastis. tanpa berfikir panjang lagi, Ia beranjak dari duduknya.


"Di..kakak balik dulu, pesawat papa mengalami kecelakaan, ternyata mama menghubungi kakak sedari pukul 1 malam.


"aappa...?" ucap Hadi seakan tak percaya. lalu Satria pergi dengan tergesah-gesah meninggalkan rumah Hadi.


"makasih di, atas segala tumpangganya. sembari berlalu. Ia mengendarai mobilnya dengan cekatan.


Hadi belum sempat mengucapkan belasungkawa, bahkan Satria sudah menghilang.


"tragis banget nasib kak Satria.." ucap Hadi dengan nada prihatin.


---------‐-----


Hati Satria begitu cemas dan bingung. Ia dapat membayangkan Jayanti, mamanya itu pasti sangat kwatir dan kebingungan. apalagi mamanya tidak memiliki siapa-siapa lagi, kecuali Bram dan Satria.


Satria menyesal telah menonaktifkan handphonenya semalaman. Ia terus melajukan mobilnya untuk segera sampai dirumah.


sesampainya dirumah, sudah banyak warga yang datang mengucapkan belasungkawa. Ia menerobos masuk. Ia melihat Jayanti tampak pucat.sepertinya Ia sangat syok dengan kabar yang diterimanya.


Satria berlari menghampiri Jayanti dan memeluknya. Jayanti menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Satria.


"papamu Sat...papamu dikabarkan..." ucapnya yang tercekat.


hatinya tampak hancur. tak lama kemudian Ia tak sadarkan diri. jatuh dalam pelukan Satria. "Ma..ma..sadarlah Ma.." Satria mengguncang tubuh Jayanti, namun belum juga sadar.


para pelayat meminta Satria membawanya kedalam Kamar agar Jayanti segera sadar.


Satria membopong tubuh Jayanti kedalam kamar, lalu membaringkannya disana.


"den..ada yang mencari." ucap seorang pelayan dirumah mereka dengan sopan.


"baiklah.. tunggu sebentar." jawab Satria. lalu meminta pelayan itu menemani Jayanti didalam kamarnya.


Satria menemui orang yang sedang mencarinya. tampak dua orang kepolisian dan pihak Basarnas datang untuk menyampaikan kebenaran berita tersebut. lalu meminta agar Satria menyiapkan berkas-berkas untuk melaporkan kepada mereka tentang informasi mengenai Bram. dan Satria akan dimintai Tes DNA jika diperkukan nantinya.


polisi mengatakan, jika kondisi tubuh parah korban dipastikan tidak utuh. oleh sebab itu keluarga segera mempersiapkan segala apa yang diminta oleh pihak polisi dan basarnas.


Satria mengangguk mengerti. lalu pihak kepolisian dan Basarnas pamit undur diri.


tak lama Hadi datang, ikut memberikan ucapan belasungkawa. Hadi memeluk Satria, memberikan kekuatan untuk Satria sabar dalam menghadapi cobaan ini.

__ADS_1


Satria mengajak Hadi untuk menemaninya. sesaat terdengar suara teriakan daribdalam kamar. Jayanti berteriak sangat keras, meracau tak jelas dengan memanggil nama Bram. hatinya merasa sangat kacau. Satria bergegas masuk dan memberikan ketenangan kepada Jayanti. meminta mamanya untuk bersabar.


__ADS_2