Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Keributan-5 Pov Nini Maru


__ADS_3

Senja itu, Nini Maru sedang mencari target perbiruwman mangsanya. Ia harus mendapatkan dua atau 3 janin lagi untuk menambah kekuatannya. Ia merasakan jika bahaya telah berada dihadapannya.


Ketika safak menggantung dilangit, maka para anak-anak, ibu hamil tidak boleh berkeliaran dialuar rumah. Pintu rumah dan segala jalan masuk syetan kerumah harus ditutup. Katena daat itu para jin jahat sedang berkeliaran.


Jika kita ada menjemur pakaian yang sudah menjelang maghrib, maka jangan pernah lagi mengangkatnya, biarkan saja diluar hingga esik hari dan terkena sinar mentari baru diangkat kembali.


Saat ini, Nini Maru mencium aroma mangsa yang begitu sangat menggiurkan dari jarak yang begitu jauh. Aroma menggiurkan itu mengantarkannya pada seorang wanita hamil yang sedang mengangkat jemurannya disenja hari.


Melihat mangsa yang begitu manis, Ia lalu menempel pada salah satu pakaian dalam yang terakhir diangkat si wanita.


Nini Maru bersemayam disana, dan menunggu waktunya tiba.


Ia melihat wanita itu menuju kamar mandi diwaktu maghrib. rasa tak sabar akan mangsanya begitu kuat.


Setelah wanita itu selesai mandi. Ia melihat sang target menggunakan pakaian dalam dimana tempat Ia bersemayam.


Bersamaan dengan itu, Nini Maru menyelinap masuk kedalam rahim sang wanita. Ia melihat sesuatu yang manis disana. Ia sudah tak sabar. Namun tidak ingin bertindak ceroboh.


Nini Maru masih mencoba menahan keinginannya, Ia menyusun sebuah strategi agar tidak terlalu mencolok.


Ia mengguncang janin itu dengan perlahan, menimbulkan reaksi kontraksi yang sedikit saja. Lalu Ia membiarkan sang target memasak, dwn sebagainya.


Setelah melihat target menuju pembaringan, Ia keluar dari rahim tersebut, lalu membuat si wanita tertidur dengan nyenyak tanpa sadar apapun dengan menggunakan kekuatannya.


Setelah melihat targetnya tertidur pulas, maka Ia memulai aksinya kembali. Ia menerobos masuk melalui jalan rahim.


Ia memandangi mangsanya yang terpampang begitu menggiurkan dengan sangat menantang.


Ia mulai mengguncang-guncang sang janin dengan lembut dan perlahan.


Sesekali Maryam menggeliat merasakan kontraksi dalam tidurnya, namun matanya seolah tak mampu dibukanya, bahkan mulutnya seakan terkunci.

__ADS_1


Wanita itu ingin mengerang kesakitan, namun suaranya tercekat ditenggorokannya, Ia tidak mengetahui mengapa Ia tak mampu bersuara, bahkan membuka mulutnya saja Ia tak mampu.


Nini Maru terus saja mengguncang janin yang mencoba bertahan dirahim ibunya. Namun guncangan Nini Maru semakin kuat, rasa kontraksi semakin terasa menyiksa. Maryam berusaha untuk membuka mulutnya, namun tetap saja terkunci.


Dalam mata terpejam, Ia dapat merasakan betapa sakitnya perutnya saat ini, bahkan maryam tak mampu menggerakkan otot-otot tubuhnya. Ia hanya mampu merasakan rasa sakit kontraksinya.


Maryam ingin memanggil suaminya, memberintahu pria itu, jika ada sesuatu yang salah pada kondisinya saat ini, namun lidahnya keluh, dan mulutnya terkunci. Maryam hanya dapat meneteskan air matanya, sebagai reaksi dari kepdihannya.


Nini Maru semakin tak sabar, Ia menancapkan kukunya yang runcing pada sang janin, sehingga membuat janin itu menyerah pada takdirnya. Lalu perlahan melemah dan harus rela berpisah dari sang ibu.


Nini Maru menarik paksa sang janin, agar terpisah dari rahim ibunya. Dan tindakan Nini Maru menyebabkan pendarahan hebat, sehingga membuat Maryam mengalami infeksi rahim setelah pasca keguguran, lalu meregang nyawa tanpa ada yang menyadarinya.


Nini Maru membawa janin itu keluar dari rahim ibunya, Ia ingin menikmatinya. Namun suara Bimo dan Paijo yang sedang berpatroli membuatnya merasa terganggangu. Ia memilih untuk keluar dari lubang ventilasi udara.


Saat bersamaan, ternyata Ia kepergok Paijo yang tak sengaja melihatnya keluar dari ventilasi kamar, hal ini membuat kegegeran warga kembali. Maka Ia memilih terbang melayang kepinggiran hutan terlarang, menikmati hasil buruannya disana.


Setelah puas menikmati hasil perburuannya, Ia masih mencium aroma darah segar dari rahim Maryam yang masih terus saja mengalir dan menggodanya untuk menikmati darah segar tersebut.


Setelah melihat hanya Bimo dan Paijo yang berjaga, Nini Maru meniupkan rasa kantuk kepada Bimo, hingga tertidur. Setelah itu, Ia juga meniupkan rasa kantuk kepada Yususf yang masih terus memangku sang istri.


Setelah melihat situasi aman, Ia begitu antusias melihat darah segar tersebut, tubuh Maryam masih sedikit hangat, lalu dengan tak sabar, Ia menyeruput darah tersebut dengan sangat rakusnya.


Nini Maru menikmati semua perburuannya dengan begitu sangat antusiasnya. Ia tidak ingin menyia-nyiakan darah itu meski hanya setetespun.


Tubuh Maryam seakan kering kerontang dibuatnya. Rasa nikmat yang begitu tiada taranya.


Saat sedang asyik menikmati semuanya, tiba-tiba saja Paijo memergokinya. Lalu Ia merasa Paijo telah merusak kesenangannya.


Dengan rasa marah, Ia menunjukkan taringnya yang tersembul diujung mulutnya, membuat rasa ngeri pada Paijo, sehingga membungkam pria paruh baya itu.


Setelah Pria itu lunglai dilantai rumah yusuf, Nini Maru mencoba pergi dari kamar tersebut, lalu naik diatas bubungan rumah korbannya, menikmati rasa yang sangat luar biasa.

__ADS_1


Sesaat Ia mendengar suara Bimo berteriak-teriak membangunkan Paijo. Dan mendengar obrolan keduanya untuk mencari cara agar memusnahkannya. Rasa tak suka pada keduanya membuatnya marah, Ia menendang seng atap rumah milik Yusuf dengan cepat, hingga menimbulkan suara dentingan yang sangat kuat.


Setelah itu, Ia pergi mengunjungi rumah Bayu. Ia menyelinap masuk kedalam kamar pria yang kini sedang tertidur lelap tersebut.


Nini Maru memandangi wajah Bayu, Ia menggeram entah apa sebabnya.


Rasa hasrat ingin bercinta dengan pria itu begitu sangat kuat. Apalagi Ia baru saja mendapatkan asupan energi yang membuat tubuhnya begitu sangat kuat.


"Mengapa kau begitu sangat tampan..? Membuatku tak tahan saja.." ujar Nini Maru dengan tatapan jalangnya.


Nini Maru mendekati Bayu yang masih tertidur pulas. Rasa hasrat yang begitu kuat tak mampu Ia cegah.


Ia mencoba naik keatas tubuh sixpack pria yang sudah membuatnya tak mampu menahan keinginannya untuk bercinta.


Aroma tubuh pria itu membuatnya menggila, Ia ingin memadu kasih dengan pria itu secepatnya.


Bayu yangencium aroma kembang kenanga begitu menusuk hidungnya, seketika mengerjapkan matanya, mencoba mengenali pemilik aroma tersebut.


Saat melihat Nini Maru berada diatas tubuhnya dengan tampilan yang masih blepotan darah, mendadak membuat Bayu terkejut, lalu beringsut dari tidurnya dan melayangkan sebuah tendangan kepada Nini Maru dengan begitu sangat kerasnya, hingga membuat Iblis betina itu terjengkang dari atas tubuhnya ke lantai kamar.


Aaaaargh..


Suara erangan kesakitan keluar dari mulutnya, karena Bayu menendangnya dengan cukup keras menggunakan tenaga dalam yang tersimpan dikeris Ki Kliwon yang kini bersemayam ditubuhnya.


"Sialan kau Bayu.. Awas saja kau.. !! Aku akan mengadukanmu pada Ki Kliwon, dan meminta keris itu minggat dari tubuhmu.." ujar Nini Maru dengan nada marah, lalu berusaha bangkit dari keterpurukannya.


"Salahmu sendiri, enak saja main nagkring ditubuhku..! Enyahlah kau iblis betina..!" ucap Bayu, sembari meraih lampu tidur yang terletak dimeja nakas, lalu melemparkannya pada Nini Maru.


Dengan gerakan cepat, Nini Maru menghindar dan memilih pergi untuk menghindari amukan Bayu yang terlihat kesal padanya.


Setelah kepergian Nini Maru, Bayu kembali berbaring, lalu menarik selimutnya.. "Dasar setan jelek, mengganggu tidur orang saja." ucap Bayu kesal.

__ADS_1


Meski sudah berada jauh, Namun Nini Maru madih mendengar umpatan Bayu yang ditujukan kepadanya. "Sialan si Bayu, nagayain aku jelek.. Jika aku berubah menjadi Nimar, bakal kepincut kamu sama aku.." ucapnya dengan kesal, lalu pergi kepinggir hutan larangan, untuk menunggu esok lagi, dan mencari tumbal 2 janin lagi untuk menambah asupan energinya.


__ADS_2