
Setelah puas melepaskan hasratnya, Rey tertidur dengan pulas.
Rey tidak menyadari jika gadis itu telah meregang nyawa karena kelaparan.
Rey mengerjapkan matanya, Ia tertidur begitu sangat pulas. Saat Ia merenggangkan tangannya, tanpa sengaja Ia menyentuh lengan gadis yang sedang berbaring. lengan itu terasa dingin.
Rey beranjak dari duduknya, lalu memeriksa kondisi gadis itu. Ia mengguncang tubuh gadis yang kini telah dingin bak salju.
Tak ada respon apapun. jasad itu mulai mengeras. Rey yang sudah dirasuki naluri iblis, mulai menginginkan sesuatu.
Rey mengendus tubuh gadis itu, Ia mulai menggigit tubuh dingin itu. Meresapi daging yang tampak lezat dilidahnya. Perutnya yang lapar, tidak dapat lagi menunda keinginannya untuk menyantap habis tubuh yang sudah tak berdaya.
Rey dengan rakus mencabik-cabik daging itu layaknya binatang buas.
Rey membuang sisa-sisa tulang belulang itu kebawah rumah pohonnya. Tulang belulang yang menyisakan daging yang melwkat ditulang itu, mengundang binatang buas untuk memungutnya.
Hingga sampai tengkorak kepala gadis itu dibuangnya begitu saja. Seekor macan tutul memungut kepala gadis itu, Ia berlari sejauh mungkin menghindari dari lokasi itu.
Rey yang telah kekenyangan, kini duduk tersandar. Ia memegangi perutnya yang terlihat membesar.
Macan tutul itu mencabik-cabik daging yang ada dikepala sang gadis. Ia begitu sangat rakus dengan santapannya. Setelah puas, Ia meninggalkan tulang tengkorak itu begitu saja.
Seorang pencari madu yang melintasi tempat itu, tanpa sengaja menyentuh tengkorak kepala Yati yang sudah tinggal tulang tengkorak saja.
tengkorak itu menggelinding saat terkena tendengan tanpa sengaja oleh pencari madu.
"haaah.. Apa ini..?" saat ia memeriksanya, terlihat tengkorak itu baru saja dikuliti.
Seketika Ia merinding dan ngacir meninggalkan lokasi itu.
Sesampainya didesa, Ia berlari sembari terengah-engah dengan wajah yang pucat pasi.
Tresno yang melihatnya mencoba untuk menanyainya. "ada apa kang? Koq seperti dikehar setan.?" ucapnya penasaran.
__ADS_1
"Anu..anu kang Tresno, saya nemu tengkorak manusia di hutan." jawabnya dengan terbata-bata.
"Apa..? Tengkorak manusia..? Bisa bawakan saya kesana..?" pinta Tresno dengan penuh harapan.
"ta..tapi kang.." jawabnya dengan gugup.
"ku mohon kang, puteriku sudah beberapa hari tidak pulang kerumah, kami hanya menemukan cuciannya saja yang berada di sungai." ucap Tresno dengan lirih. Air matanya tak mampu Ia bendung.
Pencari madu itu merasa iba, akhirnya Ia menyetujui untuk membawakan Tresno ketempat Ia menemukan tengkorak tersebut.
Tresno meminta bantuan beberapa watga untuk memasuki hutan. Sesampainya disana. Mereka melihat tengkorak manusia yang masih ada melekat sisa dagingnya.
Tresno bergetar melihat tengkorak itu. dari rambutnya, Ia dapat memastikan jika itu adalah tengkorak Yati. " Ya..ti.. Mengapa nasibmu semalang ini nak..?" ucap Tresno sembari terisak.
Air matanya tak mampu Ia bendung lagi. "Ya...ti.." ucapnya lirih. Ia mengambil tengkorak kepala yang diyakininya adalah Yati puterinya. Ia membungkusnya dengan menggunakan pakaiannya.
"yang sabar ya kang Tresno." ucap seorang warga, menguatkan hati Tresno.
"tapi jika kepalanya ada, maka dimana bagian tubuh lainnya?" ucap Seorang dari mereka.
"iya..pasti ada disekitar sini juga? Bagaimana jika kita telusuri saja hutan ini?" seorang dari mereka mengusulkan.
Mereka melakukan pencarian, menyusuri hutan yang lebat dan tentunya masih banyak hewan buas yang terdapat dihutan ini.
Setelah jauh berjalan, mereka melihat ada segerombolah hewan carnivora yang sepertinya sedang menikmati sesutu.
Gerombolan biawak itu sibuk mencabik sisa daging yang masih melekat ditulang itu.
Mereka terperanjat, melihat sebuah rumah pohon ditengah hutan. Mereka tidak menyangka jika ada orang yang tinggal ditengah hutan ini.
Saat mereka mendekat, ternyata itu adalah tulang belulang manusia. Mereka semua saling pandang dengan wajah yang penuh ketakutan.
"apakah itu tulang belulang milik Yati?" bisik seorang warga kepada temannya.
"mungkin jadi?" jawab temannya dengan lirih.
Lalu seorang dari mereka merasa penasaran dengan seseorang yang berada diatas rumah pohon. Ia menaiki tangga rumah itu, Saat Ia melongok keats, Ia dikejutkan dengan Rey yang tertidur dengan sangat pulas. tampak sisa-sisa cabikan daging disekitarnya.
__ADS_1
Ia terburu-buru turun, lalu memberitahu yang lainnya. Jika orang yang berada diatas rumah pohon adalah pemangsa manusia. Dan Ia juga adalah orang yang sudah memakan Yati.
Mereka merasa geram dan juga ketakutan.
Mereka mengusir para binatang yang sedang memakan sisa-sisa daging ditulang tersebut.
Tresno mengumpulkan sisa-sisa tulang itu dengan perasaan hancur. Ia merasa dendam dengan pria yang telah mencabik-cabik tubuh puterinya.
"dasar..manusia biadab.!!" Tresno merutuki pria itu.
Setelah Tresno mengumpulkan tulang belulang itu, sebagian dari mereka mengumpulkan kayu ranting dan dahan yang kering.
Tresno ingin memanjat rumah pohon itu, dan ingin mencincang pria biadab tersebut.
Namun sebagian dari mereka melarangnya, karena sepertinya Rey yang berbadan besar dan mengerikan itu akan membahayakan nyawa Tresno sendiri.
Mereka sepakat membakar rumah pohon itu dan segera meninggalkannya.
Asap mengepul dan tercium hingga keatas. Asap tebal dan Rasa sesak telah menyelimuti rumah pohon itu.
Api menjalar dengan sangat cepat, hawa panas mulai terasa. Rey mengerjapkan matanya, Ia melihat jika rumah pohonnya terbakar.
Ia menggeram marah. Ia merasa jika ada orang yang dengan sengaja telah membakar rumahnya. Perutnya yang kekenyangan, membuatnya sulit untuk bergerak. Namun api semakin menjalar keatas.
Rey mencari cara untuk meloloskan diri dari api yang semakin membesar. Ia tidak ingin jika mati konyol dengan terpanggang. Ia memanjat lebih tinggi, meraih dahan pojon yang saling terhubung dengan pohon yang lainnya.
Ia berusaha menyelamatkan dirinya. Ia berpindah ke dahan pohon yang lainnya, lalu segeta turun. Ia merasa jika keberadaannya telah diketahui warga desa. Dan tidak kemungkinan jika mereka kembali lagi untuk membunuhnya, karena ketahuan telah memangsa salah satu dari mereka.
Rey berjalan menyusuri hutan, mencari perlindungan ditempat yang lainnya.
-----------
"desa kita sudah tidak aman lagi, bagaimana jika malam ini kita mengumpulkan para warga, untuk menangkap manusia kanibal itu.!" Seorang warga menggeram.
"iya..kita harus bergerak cepat, mungkin saja Ia telah meloloskan diri dari kebakaran itu.!" yang lain menimpali.
"Iya..iya. Kita kumpulkan senjata untuk menangkapnya, andaipun Ia lolos, Ia pasti masih disekitar hutan ini." pencari madu itu ikut menyela.
__ADS_1
lalu mereka bergegas untuk segera sampai didesa, dan memfardhu kifayahkan tulang belulang milik Yati. Dan sebagian yang lain akan mengumpulkan warga untuk melakukan pengejaran terhadap Rey, dengan perlengkapan senjata.
Saat melihat Tresno membawa tumpikan tulang belulang, Marni hampir jatuh tak sadarkan diri, Ia tidak menyangka, jika menemukan Yati dalam kondisi yang sangat mengenaskan.