
setelah melalui pertempuran ghaib yang melelahkan, Satria kembali masuk kedalam rumah.
Semua orang tampak tegang kerena takut. Nafas Satria terlihat tersengal. Mala segera mengambil air putih, lalu memberikannya kepada Satria.
~maaf readers, mau buat teh atau kopi gak sempat.. Jadi diberi air putih saja dulu, mudah-mudahan gak kembung Satrianya.~
Setelah nafasnya kembali normal, Mala membelai lembut ujung kepala Satria. Roni ikut menghampirinya.
Melihat Roni sudah mulai tenang dan bisa beradptasi dengan semuanya, Mala beranjak bangkit untuk kembali kedapur dan melanjutkan memasaknya.
Shinta yang sedari tadi masih bingung dengan semua apa yang dialaminya, mencoba mengekori Mala dan ingin membantu menyiapkan makan malam mereka.
Akhirnya mereka terpaksa memasak mie instan saja, salah satu menu masakan jika orang sedang dalam kondisi darurat dan terdesak. Setelah semuanya selesai dimasak, mereka menghidangkannya kepada semua orang.
Semua menikmati makan malam seadanya, Namun penuh kebahagiaan. Dimana kini semua anggota keluarga telah kembali berkumpul.
Roni belum menyentuh makanannya, ketika yang lainnya sudah hampir selesai, Ia masih memegangi sendoknya, dan akhirnya menyuapkan makanannya dengan tidak bersemangat.
Ada banyak yang ingin ditanyakannya kepada Satria. Namun Ia bingung harus memulai darimana.
Akhirnya Ia mencoba memberanikan dirinya, meskipun Ia mengetahui jika Satria adalah anaknya yang menjadi korban dari 'Pujon' Rianti. tetapi apa yang baru saja dilihatnya membuatnya merasa segan kepada Satria, yang notabene adalah anaknya.
"mengapa Chakra Makhkota bisa ikut bersamamu?" tanya Roni seketika. Tatapannya penuh selidik dan penasaran. Karena Ia tidak pernah menyangka dengan apa yang dilihatnya.
Semua orang tertegun mendengar apa yang diucapkan oleh Roni. Karena mereka juga tidak mengerti dengan apa yang dikatakannya.
Satria menghentikan suapan terakhirnya. Lalu mengunyah dengan cepat dan menelannya. Ia meneguk sisa air putihnya.
Mala yang melihat hal itu, lalu pergi kebelakang mengambil satu teko air putih dan 4 buah gelas, lalu meletakkannya diatas meja.
Satria menoleh kepada Roni, dengan tatapan bingung. "Maksud A..yah apa.?" Satria berbalik bertanya. Karena Ia juga tidak faham dengan apa yang diucapkan oleh Roni.
__ADS_1
Semua orang juga tak sabar untuk mendengar apa yang ingin dituturkan oleh Roni.
Pria itu menarik nafasnya dengan berat, lalu menghelanya. setelah merasa normal, Ia kembali mengulangi ucapannya. "Chakra Makhkota yang mendampingimu itu, mengapa kamu bisa mendapatkannya.?" tanya Roni dengan lirih.
"Cha...Chakra Makhkota? Apa itu? Satria tidak faham ayah..?" tanya Satria semakin bingung.
Semua orang yang berada diruangan itu kembali hening, saling pandang dan larut dalam fikiran mereka.
"Ayah tadi melihatnya, saat kamu melakukan pertempuran ghaib bersama keris kiriman seseorang.." Roni mengucapkan kalimat yang membuat semuanya semakin tertegun.
Hadi yang juga tidak melihat apapun semakin bingung. "keris apaan Yah? Hadi gak ada lihat. Hadi cuma lihat kak Satria duduk bersila diatas tumpukan kayu yang sudah melapuk, itupun remang-remang." Hadi menyela.
Roni menoleh kepada Hadi. "apakah kalian juga tidak ada yang melihatnya?" Tanya Roni, sembari melirik kepada Mala dan Shinta.
Mereka serempak menggelengkan kepalanya.
"ayah melihat siluet naga keluar dari tubuhmu, lalu membantumu melawan Keris kiriman orang yang ingin menyerangmu." ungkap Roni dengan penuh selidik..
Satria menarik nafas beratnya, lalu menghelanya. " Saya juga tidak tahu Ia datang darimana. Ia muncul saat saya bermimpi bertemu dengan seorang wanita canitk . Wajah itu terus hadir dalam mimpi saya setiap saat. Ketika itu saya ingin sekali mencari tahu siapa wanita cantik tersebut. Maka tiba-tiba sosok bersorban dan setengah ular muncul dihadapan saya." Satria menggantung ucapannya.
Satria melirik kepada Mala, karena saat ini Ia sedang membicarakan ibunya.
"sosok itu mengajari saya sebuah dzikir mencapai kemurnian "Allah..Allah..Allah. Hingga saya dapat melepaskan sukma saya untuk pergi ke dimensi lain."
"sosok itu juga yang menuntun langkah saya sampai kemari dengan petunjuk Illahi. Hingga akhirnya saya menemukan wanita cantik itu."
Shinta merasa bingung, apakah Satria sedang menyebut dirinya atau siapa..
"setelah mencari kebenarannya, maka Wanita itu kini berada dihadapan saya, Yaitu Ibu.." ucapnyanya dengan bulir air mata yang tak mampu Ia bendung. Sudah sangat lama Ia menantikan waktunya tiba.
Mala berjalan menghampiri Satria, lalu memeluknya dengan erat. "Allah sudah menjawab doa ibu selama ini. Ibu meyakini jika kamu masih hidup. Dan hari ini, kita dipertemukan.." ucap Mala, sembari tak hentinya menciumi pipi Satria.
__ADS_1
Hadi yang menyaksikan hal itu, berdehem. "eheeem..eheem.. Ada yang baru, yang lama di anggurin" ucap Hadi menyindir Mala.
Seketika Mala mengendurkan pelukannya kepada Satria, lalu menghampiri Hadi, dan mendaratkan kecupan kasih seorang ibu kepada Hadi, lalu mencubit pinggang Hadi. Hingga membuat Hadi merintih menahan sakit.
"ibuuu.." Rengek Hadi manja. Seketika membuat semuanya tergelak tawa.
Namun tidak bagi Roni, Ia masih penasaran dengan jawaban yang Ia rasa belum sempurnah.
"tahukah Kalian tentang Chakra Makhkota?" semua terdiam dan menghentikan tawa mereka, ketika mendengar ucapan Roni yang lirih.
Semuanya mengatur duduk mereka, mencoba serius mendengarkan penuturan Roni. "apa itu ayah.. Bisakah ayah jelaskan?" tanya Hadi yang kini mulai penasaran.
"Dia adalah Khadam pendamping milik almarhum kakek kalian." ucap Roni dengan tegas.
"haaah..!!" semuanya menatap heran. Dimana selama ini Ayahnya tidak pernah bercerita apapun kepada Hadi dan Mala tentang riwayat keluarganya.
Selama ini Mala hanya mengetahui, jika Almarhum ayah mertuanya adalah orang yang shaleh. Ia tidak pernah meninggalkan shalatnya. Ia orang yang selalu bersuci sepanjang hari. atau disebut dengan tajdidul wudhu, atau juga disebut orang yang selalu mengganti wudhunya saat batal.
Dan alasan itu, Ki Karso menerima lamaran Roni. karena hal tersebut dianggapnya dapat membawa Mala kekehidupan yang lebih baik. Apa jadinya jika Mala bersanding dengan Reza yang mana ayah Reza menjadi pesaingnya waktu itu..
Roni berasal dari keturunan seorang syech yang terkenal dengan keshalehannya. Meskipun Roni tidak seperti ayahnya, namun Ki Karso telah menjatuhkan pilihannya kepada Roni untuk menjadi menantunya.
Atas bimbingan besannya, akhirnya Ki Karso melakukan pertaubatan nasuha dan melepaskan semua ilmu hitam yang dianutnya.
Roni mulai bercerita. jika Suatu saat Ayah Roni ingin mewariskan Khadam itu kepada dirinya, namun Khadam itu menolak dengan sebuah alasan yang tidak ingin disampaikan oleh khadam yang kini memilih untuk ikut kepada putera pertamanya.
Semua terdiam dengan apa yang dituturkan oleh Roni, lalu menatap Satria dengan takjub.
Khadam itu telah memilih sendiri kepada siapa Ia akan mendampingi tuannya. Kamu adalah garis keturunan yang dipilihnya, dan kamu akan mengalami hal-hal yang tidak terduga dikemudian saat. Bersiaplah menyambut harimu, karena akan banyak kejutan yang tidak akan kamu duga sebelumnya.
Satria menganggukkan kepalanya pertanda mengerti.
__ADS_1
~salam cinta buat Readers setia yang terus mengikuti perjalanan menulis author.❤❤❤❤. Maaf jika ada typo🙏🙏~