Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Membuntuti.


__ADS_3

Mala kembali lagi membeli 20 ekor burung puyuh. Ia meminta si akang pedagang itu membersihkannya dengan cepat. Karena Ia akan segera memasaknya. Siang ini Ia akan kembali pulang ke Kampung halaman bersama Roni dan Satria.


"cepatin ya pak.. Soalnya saya buru-buru. Dan ini terakhir kali saya beli burung puyuh disini." ucap mala kepada pedagang itu.


"lho.. Kenapa emang mbak.? Apa Sudah dapat penjual yang lebih murah.?" tanya pedagang itu penasaran.


"gak loh pak.. Saya mau balik kampung, soalnya disini saya tinggal sama anak. Ini burung puyuh kesukaan menantu saya, dia sepertinya sedang ngidam. Jadi pengen makan burung puyuh goreng kalasan. Jadi karena saya mau pulang ya saya sempakan buat masakin untuknya." ucap Mala.


"wah.. Mertua idaman para menatu perempuan donk.. Dah cantik, baik pula.." ucap si pedagang itu keceplosan.


"si bapak bisa aja." ucap Mala tersenyum datar.


pedagang itu telah selesai dengan pekerjaannya. "ini mbak burung puyuhnya." semabri menyerahkan kantong kresek berisi 20 ekor burung puyuh.


Mala menyerahkan sejumlah uang sesuai dengan pesanannya. Lalu kembali pulang.


Sepasang mata memperhatikannya, dengan gejolak asmara yang membakar jiwanya.


Saat Mala melintasinya, indra penciumannya menyesap aroma kasturi dari parfum yang dikenakan oleh Mala. Ia seperti merasakan kedamaian yang begitu teramat dalam. Sesaat Ia memutar tubuhnya, memandang wanita yang telah membuatnya merasa begitu bergejolak dalam dadanya. Hingga akhirnya tubuh itu menghilang dari pandangannya.


Rasa rindu, kehampaan dalam relung hatinya, ketika Ia tak melihat wanita pujaannya.


Ia mencoba menghampiri pedagang itu. "apa kabar pak.?" sapa Bayu ramah.


"eh Mas ganteng datang lagi.. Mau beli ayam cemani lagi kah Mas.?" sapa pedagang itu ramah.


Bayu tersenyum datar. "beli pakannya saja pak.." jawab Bayu sekenanya. Padahal Ia tidak memiliki peliharaan apapun dirumahnya.


"tadi ngobrol apa pak dengan si mbak berhijab hitam tadi.?" tanya Bayu berpura-pura membeli pakan burung.


"yeeee.. Si Masnya kepo ya.?" ledek si pedagang itu dengan terkekeh.


Bayu terdiam, mencoba menjaga imagenya.


"si Mbak cantik mau pulang kampung Mas.. Jadi hari ini terakhir dia beli burung puyuh saya." ucap Si pedagang tanpa beban.


"pu..pulang kampung?" ucap Bayu tergagap.


"Iya Mas.. Kenapa emangnya.?" pedagang itu nalik bertanya.


"emm.. Gak apa-apa koq.." jawab Bayu, lalu membayar pakan burung yang dibelinya, dan meninggalkan pedagang itu.


Bayu mempercepat jalannya. Ia ingin kembali pulang kerumah.


Sesampainya dirumah, Bayu menuju ruangan kamarnya. Ia membakar kemenyan dan dan Dupa.


Ia memejamkan mata dan merafalkan mantra tersebut. "datanglah Ni.. Datanglah.. Aku memanggilmu." ucap Bayu dengan penuh harap.

__ADS_1


Seketika Nini Maru hadir dengan menyebarkan aroma kembang melati dan kenanga. Ia merayap didinding, merangkak dengan sangat cepat menghampiri Bayu.


"ada apa kau memanggilku.?" tanya nini Maru dengan suara paraunya.


Bayu memejamkan matanya. "wanita pujaanku akan pergi pulang kampung. Aku harus bagaimana? Aku tidak ingin jauh darinya. Memandangnya saja sudah cukup untukku." ucap Bayu penuh kecemasan.


"jika begitu, buntuti Ia sampai kekampungnya." ucap Nini Maru memprovokasi.


"bagaimana mungkin?" tanya Bayu bingung.


Nini Maru mendekatkan mulutnya ke telinga Bayu "disana ada sebuah rumah, rumah itu adalah tempatku dulu bersemayam. Maka tinggallah disana, aku akan menunutunmu, bergeraklah sekarang, sebelum mereka mendahuluimu.." ucap Nini Maru.


"benarkah.? Bahaimana aku dapat sampai kesana? Aku belum pernah pergi kesana." ucap Bayu ragu.


Nini Maru menatap tajam. " sufah kukatakan, pergilah sekarang, sebekum mereka mendahuluimu..aku akan menuntunmu."ucap Nini Maru menyeringai.


Bayu mengguk. "baiklah.. Aku akan berkemas." jawab Bayu dengan cepat.


Bayu mengemasi perbekalannya dan semua yang akan dibawanya.


Hari ini masih pagi, jika tidak ada kendala, maka Ia akan tiba dikampung Mala perkiraan malam hari sesuai petunjuk Nini Maru.


Saat Ia memasuki mobil, Nimar sudah berada di dalam mobilnya. Ia akan menemani perjalanan Bayu menuju kampung Mala.


"cepat bener dah nangkring disini.." ucap Bayu dengan nada meledek.


"bukankah aku akan menjadi petunjuk jalanmu.?" jawab Nini Maru menatap kesal.


"jadi aku gak butuh maaps google ne buat petunjuk jalan?" tanya Bayu kepada Nimar.


"gak perlu, aku jamin kamu aman sampai disana". Jawab Nimar dengan percaya diri.



Visual Bayu.. Sorry kalau author asal comot.. Tapi kira-kira seperti itu lah pria usia 40 an tahun dalam imajinasi author.


-----------♡♡♡♡♡--------


"masih jauh Ni..?" tanya Bayu tak sabar.


Nini Maru hanya diam tak menjawab. Melihat hal itu, Bayu semakin kesal. Dimana hari mulai meremang, dan malam akan segera berganti.


Mereka melewati jalanan sepi. Suasana semakin mencekam. Pepohonan yang rindang membentang dikiri kanan sepanjang jalan.


"Ni.. Masih jauh gak..?" tanya Bayu lagi.


Nimar menoleh kearah Bayu. " diamlah.. Karena sebentar lagi akan ada yang menumpang. Dimobilmu." ucap Nini Maru dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Bayu mengernyitkan keningnya. "maksudnya Ni..?" tanya Bayu penasaran.


tak lama setelah Nini Maru berkata, tampak sesosok didepan mereka sesuatu yang menyeramkan. Sosok berbulu dan berbadan tegap telah berada didepan mobil mereka.


Bayu terperanjat, dan mendadak menghentikan mobilnya.


Ciiiiiìitttt..


decitan ban mobil menderu saat Bayu menginjak rem dengan tiba-tiba. "haah.. Apaan itu Ni.?" tanya Bayu dengan tatapan nanar menayapu alam sekitar untuk mencari keberadaan makhluk tersebut.


"dimana makhluk itu..? Dan siapa dia..?" Bayu berguman lirih dan seketika bulu kuduknya meremang.


Sesaat Bayu terperangah, saat matany melihat dari kaca dashboar mobil, sesosok makhluk yang ditabraknya kini berada dijok tengah.


"haaah..!! A... Apa ituu..?!" ucap Bayu terbata. Ia merasakan merinding dan ketakutan, melihat sosok makhluk berbulu itu.


"Diamlah.. Dia hanya ingin tumpangan, Ia akan kemabali juga ke rumah rumpun pisanganya disana." ucap Nimar dengan tenang.


Bayu menelan saliva nya. "punya temen koq nyeremin banget sih Ni." Ucap Bayu dengan mimik wajah yang masih kesal dan tubuhnya gemetar karena takut.


Aarrrrrrggghhh..


erang makhluk itu menggeram.


Saat masih dalam suasana yang merindingkan bulu roma, tampak satu pengendara sepeda motor mengikuti mereka. Sesaat setelah dekat, motor itu memepet mobilnya, dan memaksa Bayu untuk berhenti.


Pengedara motor yang merupakan masih Remaja, tampak seperti perampok kelas kakap mengacungkan senjatanya kepada Bayu.


"buka pintu!! Pengendara yang berjumlah 2 orang itu mengancam.


Bayu kebingungan. Ini akan sangat berbahaya jika Ia bertindak gegabah. Bisa saja mereka menebaskan senjata tajamnya pada Bayu.


Remaja itu menggedor-gedor pintu mobil, memaksa Bayu untuk membuka pintu mobilnya.


Dengan debaran, Bayu membuka kaca pintu mobilnya. Saat kaca terbuka semua, sesaat remaja itu berteriak histeris.


"aaaaaarrrgh.." teriaknya sembari berlari meninggalkan temannya yang masih berada diatas sepeda motor.


Remaja itu berlari dengan wajah pucat pasi dan tak tentu arah.


Sesaat temannya yang masih berada di atas sepeda motor menjadi penasaran dengan apa yang terjadi. Ia mencoba memeriksa kedalam mobil Bayu. Seketika Ia juga berteriak dengan sangat lantang.


Lalu memutar arah menyusul temannya yang sudah berlari dahulu meninggalkannya. Mereka sampai melupakan sepeda motornya yang terparkir menghalangi mobil Bayu.


Bayu merasa penasaran. Ia mencoba melihat apa yang sedang di takutkan oleh Kedua remaja tersebut. setelah Ia melihatnya, Ia juga ikut terkejut, karena penampakan Nini Maru yang sangat menyeramkan.


"jangan gitu amatlah Ni.. Buat kaget orang saja." gerutu Bayu. Lalu menghidupkan mesin mobinya. Memundurkannya untuk mengambil jalan agar terbebas dari sepeda motor yang mengjalangi jalannya.

__ADS_1


Masih terdengar sayup-sayup suara teriakan histeris dua remaja yang ketakutan saat melihat penumpang didalam mobil Bayu.


Bayu kembali melanjutkan perjalanannya, membawa dua penumpang yang sangat mengesalkan hatinya.


__ADS_2