Peran GANDA

Peran GANDA
BAB 63 (Season 2)


__ADS_3

Sebab ada kata cinta dan sayang tulus di dasar hatinya. Tidak mudah menyerahkan apa yang sudah digenggama selama ini.


Orang lain tidak bisa tertawa di atas penderitaannya. Alina tidak akan membiarkan siapa pun mengusik ketenangan yang sudah didapatkan.


Bertahun-tahun ia berjuang dan bertahan demi keutuhan keluarga serta mendamba keharmonisan. Simfoni yang membentuk keutuhan rumah tangganya selama ini runtuh bagaikan pasir tersapu ombak.


Ia tidak bisa menggenggamnya dan secara perlahan memudar. Ada tangan tak kasat mata mengganggu keutuhan istana megah itu. Ia tidak menduga kehadiran orang ketiga maupun keempat telah menyuguhkan sebuah permainan baru.


Tidak ada kata abadi dalam kehidupan, semua mempunyai masanya masing-masing. Baik dan buruk selalu datang memberikan pembelajaran berharga.


Tangisan hanya pelengkap dan mempunyai makna berbeda. Di saat kebahagiaan datang maka air mata haru datang, sedangkan di kala kepedihan menerpa, maka air mata kesedihan menyelimuti.


Bersabar dan yakin, Allah sudah mengatur semuanya menjadi lebih baik. Di kedua kejadian tersebut terdapat hikmah yang bisa diambil.


Malam datang menyisakan kenangan terjadi siang tadi. Jam sudah menunjukan pukul setengah dua belas dan Alina tengah jauh dari rumah.


Ibu dua orang anak itu pun tengah mengadakan pertemuan bersama dua orang. Di dalam bangunan tua tidak berpenghuni tersebut ia tengah berhadapan dengan satu pria dan satu wanita.


Alina melipat tangan di depan dada seraya tersenyum manis kepada dua orang di hadapannya. Sorot mata tegas hadir sebagai penyesuaian diri menjadi lebih kuat. Ia tidak menyangka salah satu dari mereka ternyata dulu menyamar sebagai baby sister anak sambungnya.


"Jadi, dia menyembunyikan fakta itu? Apa yang diinginkannya tidak akan pernah terjadi, karena ... aku tidak akan pernah membairkan siapa pun merusak ruamh tangga kami. Sudah cukup aku tidak ingin menangis dan mengemis akan cinta lagi. Selagi belum ada kata perpisahan dari mulutnya aku akan mencoba mempertahankan, tetapi bukan berarti ... aku sangat membutuhkannya. Cinta, hanya sebatas pelengkap," tutur Alina panjang.


Dua orang itu saling pandang lalu menyerahkan dokumen yang berada di balik jas. Lampu berwarna kuning menggantung tepat di atas mereka memperlihatkan dengan jelas siapa orang yang temui Alina.


Senyum kedua orang tersebut menjadi kekuatan serta keyakinan Alina untuk menunjukan kekuatan. Ia sudah tidak ingin dilemahkan oleh cinta, masa lalu memberikan pelajaran jika tidak ada salahnya untuk mempertahankan demi sang buah hati. Lagi-lagi anak menjadi alasan, tetapi ia juga tidak ingin mereka bermain seenaknya.

__ADS_1


"Melalui anak buah yang sudah aku perintahkan sebelumnya, kami mengumpulkan informasi tersebut. Aku tidak yakin apa harus memberitahumu atau tidak, tapi yang jelas ... Teteh harus tahu segalanya," tutur sang wanita.


"Kamu benar, Sarah. Aku memang harus tahu segalanya. Aku tidak menyangka pekerjaanmu sebagai baby sister ternyata hanyalah kedok? Identitas aslimu adalah mantan seorang agen? MasyaAllah berkah luar biasa untukku. Karena Allah sudah mempertemukanku denganmu dan juga ... Mas Angga-" Alina menjeda ucapannya dan menoleh ke samping Sarah. "Pekerjaan sebagai dokter tidak menyurutkan hobimu untuk mencari tahu sebuah kebenaran," lanjutnya.


Angga dan Sarah, dua orang di masa lalu pernah membantunya kini mereka dipertemukan kembali. Awal mereka bisa bertemu lagi untuk pertama kalinya yaitu dua bulan lalu saat Ayana menjemput Raihan pulang sekolah.


Waktu itu, Alina sedang hancur-hancurnya mengetahui jika Azam belum bisa melupakan mendiang Yasmin. Di tambah kehadiran wanita yang sangat mirip dengan almarhumah, ketenangannya terancam.


Wajah sedih serta murung Alina menarik perhatian Sarah. Wanita tiga tahun lebih tua darinya itu menyadari jika sang mantan majikan tidak sedang baik-baik saja.


Angga yang pernah membantunya melarikan diri juga mendapatkan firasat jika Alina tengah dirundung kesedihan lagi.


Sejak hari itu mereka sering bertemu sampai Alina mengatakan yang sebenarnya. Sarah, mantan seorang agen yang bersembunyi dalam kedok baby sister tergugah untuk membantunya. Begitu pula dengan Angga, dokter tampan tersebut tidak ingin melihatnya sakit lagi.


Setelah mengetahui jalan cerita keduanya, Alina memutuskan untuk menyembunyikan fakta jika dirinya bertemu lagi dengan Sarah dan Angga. Bahkan hubungan dokter tampan dengan sang suami merenggang atas kejadian tujuh tahun lalu.


Pasangan itu membantu Alina mencari tahu siapa Yasmin Fauziah sebenarnya. Serta apa tujuan Zara mempertemukannya kepada Azam.


Alina membuka dokumen di hadapannya, bola karamel itu bergulur membaca kata demi kata tertuang di sana. Sebelah sudut bibirnya terangkat sempurna kala memikirkan sesuatu yang menarik.


"Aku tahu rencana apa yang sedang dilakukan wanita itu. Ternyata dia masih mencintai mas Azam? Aku tidak menyangka sampai sejauh ini dia melakukannya? Yasmin ... aku juga tidak menyangka ternyata kedatangannya ke sini disengaja," ujar Alina mendongak menatap Sarah dan Angga bergantian.


"Itu benar, Yasmin Fauziah bukanlah orang sembarangan. Dia datang ke sini membawa misi rahasia dan menyembunyikannya dari Zara. Kamu tahu ... mereka saling memanfaatkan," balas Angga menahan tawa.


"Mas benar, aku sampai sakit perut karena tertawa saat pertama kali mengetahui fakta ini," tutur Sarah menyeka sudut matanya yang berair, karena menahan tawa.

__ADS_1


Alina mengulas senyum manis dan meletakan kembali catatan itu di atas meja. Ia menautkan kedua tangan dan meletakan dagunya di sana.


"Aku senang melihat kalian bersama ... ah bahagianya," goda Alina.


Sarah tersipu malu, sedangkan Angga berdehem seraya melonggarkan dasi yang melilit leher janjangnya.


"Jadi, apa yang akan Teteh lakukan sekarang?" tanya Sarah mengalihkan topik.


Alina menarik diri dan menyandarkan punggungnya di kursi kayu. Tatapannya beralih ke samping tanpa melihat lawan bicaranya.


"Aku sudah memutuskan untuk menemui mereka secara langsung. Zara, Yasmin ... harus tahu jika mereka berhadapan dengan seorang ibu dan istri," tegas Alina.


Sarah dan Angga saling pandang lagi seraya tersenyum lebar. Mereka percaya pada keyakinan Alina sekarang.


Peran ganda yang sedari awal sudah ditanggungnya membuat wanita itu menjadi pribadi berbeda. Namun, saat ini peran sebagai ibu dan wanita yang harus melindungi keluarganya merubah sosok Alina.


Pengkhianatan, kebohongan, serta kepalsuan telah menjadikan Alina kuat. Ia harus berjuang demi kebaikan anak-anaknya. Karena baginya sekarang cinta bukanlah tujuan utama lagi, ia hanya ingin melihat Raihan dan Aqeela baik-baik saja tanpa harus mendapatkan keluarga toxic.


Hidup tanpa orang tua tidak mudah dilakukan, Alina tidak ingin anak-anaknya merasakan hal tersebut. Itulah alasannya ia mencoba mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Namun, setelah ada kata perpisahan dari sang suami ia tidak bisa melakukan apa pun.


Alina hanya bisa pasrah dan menyerahkan semuanya pada Allah semata.


"Ya Allah, hamba mohon berikanlah kekuatan. Sadarkanlah mas Azam jika apa yang dia lakukan di luaran sana sangatlah salah. Hamba tidak apa-apa jika mas Azam tidak mencintai hamba, tetapi ... hamba harap dia bisa menyayangi kedua anaknya dengan tulus. Terutama ... Raihan," benak Alina dalam diam saat merasakan sebuah firasat.


Irisnya bergulir memandangi dokumen tersebar di meja. Tatapannya mengunci pada satu nama, Yasmin. Itulah orang yang akan ditemuinya besok.

__ADS_1


__ADS_2