
Kalfa tercengang ketika mendengar ucapan dari Riana. Dia dapat menyimpulkan bahwa memang benar pelakon di video tersebut adalah ayah angkatnya itu.
"PERGI!" Riana sudah berteriak. Sontak membuat para asisten rumah tangga keluar karena mereka tidak pernah mendengar Riana meninggikan suara.
Satria tak pantang menyerah, dia mencoba datang ke kantor Iyan. Masih ada asa di hatinya.
Tibanya di sana, Satria, Kalfa dan pengacara masuk ke ruangan Iyan. Putra bungsu dari almarhum Rion Juanda itu menatap dalam ketiga pria itu.
"Saya mau--"
"Jangan tunjukkan apapun kepada saya." Tegas dan menusuk perkataan dari Iyan. Tatapannya pun begitu tajam.
"Jangan mencoba mengadu domba saya dan kakak saya dengan masalah yang tengah Anda hadapi." Seketika asa di dada Satria pupus sudah. Iyan tak main-main dengan ucapannya.
__ADS_1
"Hanya orang cerdik yang mampu menemukan video lawas tersebut. Korban dari video itupun tidak pernah tahu jika ada video tersebut hingga beliau menutup mata karena Anda terlalu licik. Bersembunyi di balik wajah baik."
Menusuk hingga ulu hati ucapan Iyan kali ini. Satria pun terdiam sedangkan Kalfa hanya bisa menggelengkan kepala mengetahui kenyataan yang sesungguhnya.
"Sebelum ke sini Anda pasti sudah membuat Kakak saya menangis. Apa tidak cukup Anda membuat kakak tertua saya menahan sakit karena ulah Anda yang dengan sengaja menyakiti hati kedua anaknya? Apa sekarang Anda menjelma menjadi manusia tak punya hati?"
Iyan menekan setiap kata yang dia ucapkan. Matanya pun tak pernah sedikit pun tertuju pada yang lain. Dia menatap tajam dan penuh marah ke arah Satria.
"Harusnya sebagai anak Anda merasa keberatan dan terhina karena aib ibu Anda dibongkar oleh keponakan Anda sendiri." Sang pengacara mulai membuka suara.
"Saya malah berterima kasih atas adanya video ini. Tenyata apa yang dikatakan oleh mendiang ayah saya pada waktu itu memang benar adanya. Beliau memilih diam untuk menutupi semua rasa sakitnya. Beliau masih bersikap biasa kepada Ibu saya padahal hati Beliau sudah hancur berkeping-keping. Saya sebagai anak tidak tahu percis permasalahannya seperti apa, tapi setelah video ini beredar saya tahu jika Ayah saya berkata apa adanya dan wajar jika Ayah saya memilih jalan berpisah."
Hati Iyan sakit jika mengingat betapa hancurnya ayahnya ketika dikhianati oleh ibu kandungnya. Dia kasihan kepada ayahnya yang selalu menjaga hati dan perasaan hanya demi mereka, anak-anaknya.
__ADS_1
"Aib memang harus ditutup dengan rapat, tapi klien Anda sendiri yang sudah terlebih dahulu membongkar aib orang lain. Jadi, wajar jika orang itu membongkar aib penuh kebejatan yang klien Anda sembunyikan. Ingat, lawan Anda Restu Ranendra. Anak yang sangat kejam, anak yang bisa melakukan apapun sendiri." Iyan mulai tersenyum tipis.
"Sekarang ini dia melakukan semuanya sendiri, dan kalian sudah kebakaran jenggot. Bagaimana jika kedua Abang ipar saya turun tangan. Sudah dipastikan kalian akan menjadi butiran debu." Iyan malah tertawa kecil.
"Hati-hati menghadapi keponakan saya itu. Saya yakin dia memiliki peluru lain yang lebih membahayakan dari pada ini."
Belum juga selesai ucapan Iyan, berita terkini sudah pengacara Satria dapatkan.
Semua orang tahu jika Kalfa Putra Satria adalah anak angkat dari Satria. Namun, sebuah fakta mengejutkan terkuak jika Kalfa bukanlah anak angkat melainkan anak kandung dari Satria dengan seorang wanita penghibur malam. Jangankan orang lain, kakaknya saja berhasil dia tipu dengan mengatakan bahwa dia menemukan seorang anak laki-laki di pinggir jalan, dan akan dia angkat sebagai putranya karena putra kandungnya dengan wanita istri orang meninggal dengan cara tragis ketika masih bayi.
...***To Be Continue***...
Komen dong ...
__ADS_1