RESTU (Untukmu, Aleesa)

RESTU (Untukmu, Aleesa)
Bab 93. Tidak Bisa Dibeli Dengan Uang


__ADS_3

Dokter Rocki sudah mendapat satu sampel cairan obat yang akan diberikan kepada Restu. Dia menyuruh anak buahnya memeriksa kandungan di dalam cairan tersebut.


Semut-semut kecil yang ditugaskan sudah menyerahkan hasil cctv setelah kembalinya madam Zenith ke Zurich. Dokter Rocki melihat cctv tersebut dan mulai meretas apa yang dikatakan oleh mereka berdua.


Hembusan napas kasar keluar dari mulut dokter Rocki. Dia menyalakan rokok untuk dia hisap.


"Sumbu otaknya cetek ternyata," cibirnya seraya membuang asap rokok ke udara.


"Tuh perempuan siapa? Kenapa bisa dapat rekaman video delapan belas tahun lalu?" Otak encernya tengah menyambungkan sebuah puzzle.


"Apa anak Jordan yang ada di luar pulau itu?" Dahi dokter Rocki mengkerut. Dia segera menghubungi Rio untuk menanyakan hasil dari penyelidikan perempuan tersebut.


Sangat tidak mungkin jika Restu menyakiti wanita. Dia sangat tahu betapa tertutupnya hati Restu dan hanya bisa dibuka oleh Aleesa.


.


Iyan masuk ke kamar Aleesa. Sang pemilik kamar sedang berdiri di depan pintu kaca yang menghubungkan kamarnya dengan balkon. Dia masih berharap Restu ada di sana. Melambaikan tangan kepadanya dengan senyumnya yang begitu indah. Tatapannya begitu kosong.


"Sa," panggil Iyan. Sang keponakan pun menoleh. Tanpa Iyan sangka air matanya menetes begitu saja. Sang paman pun memeluk tubuh Aleesa.


"Dia ada yang melindungi." Aleesa mengurai pelukannya dan menatap ke arah sang paman dengan dahi yang mengkerut.

__ADS_1


"Seorang perempuan seusianya yang selalu ada di samping Restu."


"Siapa dia?" Iyan menggeleng. "Apa dia baik?" Iyan mengangguk.


"Ada rencana besar kayaknya yang akan dilakukan oleh ibunya, tapi digagalkan oleh hantu perempuan itu."


Pikiran Aleesa masih mencari tahu siapa perempuan itu. Saudara pun Restu tidak punya, setahunya.


"Apa mantan kekasihnya?"


Aleesa berniat untuk bertanya kepada Rio. Rio yang tahu banyak tentang Restu.


"Jangan ngadi-ngadi!" omel Rio. Kepala Rio tengah pusing karena semuanya kini yang urus dirinya. Apalagi melihat kedua orang tuanya yang begitu sedih membuat Rio ingin menangis keras. Akan tetapi, dia harus kuat. Dia harus mengambil alih semuanya.


.


Gemke masih menunggu Restu di rumah sakit. Dia mendapat foto kedua orang tua angkat Restu yang sangat terpukul mendengar kabar sang putra yang belum sadar. Sudah dua hari Restu mendapat perawatan khusus. Menurut anak buah dokter Rocki kondisi Restu ada kemajuan setiap jam-nya. Namun, jika diperiksa oleh dokter Kaira kondisinya masih stuck saja. Itu yang membuat Gemke bingung.


"Andai di sini tidak berbahaya, saya akan membawa kalian ke sini. Mr. R pasti akan cepat sadar karena ada kalian di sini." Kalian yang dimaksud oleh Gemke adalah kedua orang tua Restu. Orang yang begitu tulus menyayangi Restu.


Gemke yang tadinya berbelok arah membela madam Zenith, sekarang dia malah mengkhianati madam Zenith. Persahabatannya dengan Mr. R tidak bisa dibeli dengan uang. Apalagi dia melihat sosok lain dari madam Zenith yang seperti memiliki kepribadian ganda.

__ADS_1


Gemke mulai bermuka dua. Jika, di depan madam Zenith dia akan terlihat kejam kepada Restu, beda halnya jika dia di kamar perawatan Restu. Dia akan mengajak berbincang Restu dengan deraian air mata.


"Bangunlah, Mr. Ada wanita yang tulus mencintai Anda yang tengah menunggu Anda pulang. Ada orang tua Anda yang ingin Anda membuka mata." Gemke menangis. Dia menggenggam tangan Restu hingga air matanya menetes ke punggung tangan sang leader.


Gemke menunduk dalam. Punggungnya bergetar. Di sela tangisnya dia meraskan tangan yang dia genggam bergerak. Gemke segera melihat ke arah tangan Restu.


"Mr. R." Tangan itu mulai merespon. Gemke segera menghubungi seseorang, dan dia harus mematikan koneksi dengan madam Zenith beserta anak buahnya terlebih dahulu agak tidak bisa diketahui oleh mereka.


"Pastikan semuanya aman." Begitulah yang dikatakan oleh orang di sambungan telepon tersebut.


Ketika sambungan telepon terputus Gemke dikejutkan dengan secarik kertas bertuliskan BRING ALEESA TO SIDE.


Mata Gemke melebar membacanya. Dia mencari-cari apakah ada orang di ruang perawatan itu. Namun, tidak ada siapa-siapa di sana. Dia Kun dikejutkan lagi dengan tulisan yang berbeda.


ALEESA CAN SAFE HIM


.


Dokter Rocki yang baru saja mendapat kabar dari Gemke sedikit merasa lega. Ditambah beberapa bukti sudah dia pegang dan sedang dia selidiki. Dahinya tiba-tiba mengkerut ketika di atas mejanya ada secarik kertas dengan tulisan yang pernah dia lihat.


BAWA ALEESA

__ADS_1


...***To Be Continue***...


Komen atuh ...


__ADS_2