
Abang Er diajak oleh opa dan Omanya untuk bermain air laut. Dia sama sekali tidak takut mah tertawa begitu lepas setiap sapuan air laut menerpa kakinya. Rindra dan Nesha ikut bahagia melihat Abang Er. Sedangkan Restu dan Aleesa masih ada di kamar. Restu sedang memilihkan baju untuk Aleesa gunakan di pantai. Restu sudah mulai posesif karena dia tidak ingin istrinya menggunakan pakaian seksi.
Dress baby doll berwarna putih selutut yang menjadi pilihan. dari Restu. Aleesa tersenyum karena itu sangat cantik. Tangan Restu terus menggenggam tangan Aleesa. Jika, orang yang melihat kemesraan mereka berdua tidak akan menyangka jika Aleesa tengah hamil anak kedua. Wajahnya yang masih muda juga perawakannya tidak seperti wanita yang sudah melahirkan.
Aleesa menikmati hembusan angin pantai yang membuat rambutnya berantakan. Dia tersenyum sembari menatap ke arah hamparan laut luas. Tangan Restu sudah merangkul pundak Aleesa. Tak lama berselang, Aleesa malah memeluk tubuh sang suami dari samping dan itu membuat Restu tersenyum dengan begitu manis.
"Senang gak?" Aleesa mengangguk. Ditambah sang putra terus ceria bermain air bersama kedua kakek dan neneknya. Juga para sepupu Aleesa yang ikut bermain bersama Abang Er.
Restu mengecup ujung kepala Aleesa. Keluarganya seakan tahu apa yang dia dan istrinya butuhkan. Banyak tawa yang tercipta di sana.
Ketika malam tiba dan Abang Er yang sudah terlelap, Aleesa tiba-tiba ingin pergi ke pantai. Apalagi dia melihat bulan yang begitu sempurna berada di langit yang begitu terang. Bukan hanya bulan, bintang pun sangat banyak dan bersinar terang.
"Udah malam, Mi. Angin malam gak bagus buat tubuh Mami dan calon anak kita." Restu mulai menjelaskan. Namun, Aleesa tetap bersikukuh hingga akhirnya Restu menyerah.
__ADS_1
"Pake jaket tebal." Aleesa mengangguk, menuruti apa yang dikatakan oleh Restu.
Restu terus menggenggam tangan Aleesa dengan begitu erat. Dia nampak cemas karena angin yang cukup kencang malam ini. Wajah Aleesa nampak bahagia melihat langit malam yang begitu indah juga suara deburan ombak yang menenangkan. Hingga langkahnya terhenti dan dia menatap lurus ke arah laut lepas. Angin pun tak segan menerpa tubuhnya.
Tiba-tiba dia teringat akan seseorang. Matanya mulai perih dan dadanya mulai sesak. Restu memberikan surat yang Raina berikan ketika acara wisuda kemarin. Aleesa melihat ke arah surat yang sudah ada di depan matanya. Surat yang katanya ditulis langsung oleh Yansen.
"Mami pasti penasaran 'kan."
"Bacalah, Mi. Tidak ada yang harus Papi takutkan lagi. Mami adalah milik Papi, dan sekarang anak kita pun mau dua. Juga dia sudah tiada."
Barulah Aleesa mengambil surat yang Restu berikan. Terdengar hembusan napas kasar yang keluar dari mulutnya. Dia tidak sanggup untuk membukanya. Namun, perlahan dia memberanikan diri untuk membuka surat itu.
Teruntuk Aleesa.
__ADS_1
Hai! Apa kabar? Pasti kamu sangat baik 'kan. Kamu juga pasti sangat bahagia sekarang. Ketika surat ini kamu baca, aku sudah bahagia dengan Mami aku bersama Bapak di surga.
Aku cuma ingin mengucapakan terima kasih banyak karena kamu sudah mau menjadi sahabat aku sedari kecil hingga aku menutup mata. Aku sangat bahagia bisa mengenal kamu dan juga keluarga kamu yang begitu baik kepada aku.
Jika, mengingat ke belakang manisnya hubungan kita ternyata tak semanis dengan takdir yang sudah Tuhan tuliskan. Apalagi, hubungan kita tidak mendapat restu dari keluarga juga semesta. Sakit sih sebenarnya, tapi aku percaya rencana Tuhan dan takdir Tuhan lebih indah dari apapun.
Aku mau bercerita sedikit, Sa. Ketika aku memeluk kamu terakhir kalinya, di saat itulah aku sudah mengikhlaskan kamu. Aku sudah bisa melepaskan kamu dan aku sudah memberikan RESTU untukmu Aleesa. Bukan Restu biasa, melainkan RESTU yang mampu membuat kamu bahagia hingga akhir hayat kamu. RESTU yang akan terus membuat kamu tersenyum dan merasa bahagia.
Maafkan semua kesalahan aku ya, Sa. Maafkan kekhilafan aku yang sudah menyakiti kamu. Aku pun sakit ketika aku menyakiti kamu, akupun menangis ketika melihat kamu menitikan air mata. Namun, sekarang pasti sudah lain cerita. Kamu sudah bahagia dengan Restu yang aku berikan.
Kamu adalah bukti cinta yang dibawa sampai aku menatap mata. I Will always love you.
...-Yansen Geremy- (yang selalu mencintaimu)...
__ADS_1