RESTU (Untukmu, Aleesa)

RESTU (Untukmu, Aleesa)
Bab 267. Adik Laknat


__ADS_3

Waktu terus berputar dan sekarang ketiga anak Aleesa dan Restu sudah beranjak remaja. Erzan sudah berada di kelas sembilan dan kedua adiknya baru kelas tujuh.


"Mpok, ini ulah lu 'kan!"


Rayyan menyerahkan ponselnya kepada Reyn yang tengah asyik bermain game di komputernya. Reyn melirik ponsel adiknya sekilas. Kemudian, dia fokus kembali pada komputer yang ada di meja belajarnya.


"Mpok!"


Suara Rayyan mulai meninggi dan ada rengekan kecil di ujungnya. Tangan Reyn asyik menekan keyboard dan matanya masih fokus pada layar segi empat.


"Jawab gua, ih!"


Rayyan memutar kursi yang diduduki sang kakak hingga Reyn berdecak kesal. Kini, anak kedua dari Restu dan Aleesa itu menatap tajam ke arah Rayyan.


"Suruh siapa lu panggil gua Empok di sekolah?" Reyn tak kalah bersungut.


"Gua keceplosan, Mpok."


Reyn tak segan menoyor kepala adiknya itu. Namun, Rayyan tak pernah membalasnya, dia hanya berdecak kesal saja.


"Itu pesan WA nyampe lima ribu begitu. Lu ngasih ke siapa aja sih?" Rayyan sudah sangat kesal.


"Ke semua anak kelas tujuh, delapan, sembilan."


"Gilaa lu!"


Reyn pun terbahak. Kakak perempuan Rayyan ini ternyata tak memiliki hati kepada sang adik. Rayyan adalah murid kelas tujuh paling tampan dan cukup populer. Baik rekan seangkatannya atau kakak kelasnya banyak yang menyukai Rayyan karena keimutannya..


"Kenapa gak lu kasih nomor Bang Er aja sih?"


Reyn yang sudah fokus kembali ke layar komputernya hanya menggelengkan kepala.


"Cemen lu!" Rayyan mulai mengejek.


Reyn memutar kursinya dan menendang betis Rayyan hingga dia mengaduh. Kedua anak itu memang tak pernah akur.


"Lu tahu 'kan Abang kita jelmaan maung putih. Punya prinsip hidup senggol bacok." Reyn malah ngeri sendiri.


Rayyan duduk di tepian tempat tidur sang kakak. Dia menimpali ucapan dari kakak perempuannya itu.


"Nasibnya entar kayak si belatung nangka."


"Nah!" Reyn membenarkan.


Lima bulan lalu, Ada yang dengan sengaja memberi tahu nomor ponsel Erzan kepada siswi dari komite sekolah. Remaja itu cantik, tapi sedikit centil. Dia juga sangat berani datang ke kelas Erzan dan memeluk tubuh Erzan di depan teman sekelas Erzan. Tanpa ampun siswi itu Erzan dorong hingga terjatuh ke lantai. Sontak semua teman Erzan melebarkan mata.


"Kamu jahat, Er!" Bella pergi sambil menangis.


Teman sekelas Erzan mendekat ke arah Erzan setelah Bella menangis dan berlari keluar.


"Dia anak Pak Komite." Erzan hanya menanggapi ucapan temannya dengan senyum tipis.


"Gua gak peduli siapapun dia. Jangan pernah bangunkan harimau yang sedang tidur."

__ADS_1


Erzan pun keluar dari kelas karena sedang jam istirahat. Ketika bel masuk, Erzan dipanggil guru BK. Teman sekelasnya sudah menyangka jika itu akan terjadi.


"Dikeluarin," ucap salah seorang teman Erzan.


Benar saja ketika di ruang BK sudah ada wali kelas Erzan, kepala sekolah, komite sekolah dan juga Bella. Wajah Erzan nampak biasa dan tidak ada rasa takut sama sekali.


"Duduk!"


"Langsung saja. Saya tidak suka berbasa-basi." Mereka pun tercengang mendengar jawaban dari Erzan.


"Apa kamu tidak memiliki sopan santun? Apa orang tua kamu--"


"Jangan pernah bawa orang tua saya. Ini urusan saya dan masalah saya. Justru kalian yang tak memiliki sopan santun, beraninya main keroyokan."


Erzan adalah anak yang jarang bicara. Wali kelasnya pun terkejut mendengar Erzan berkata seperti itu.


"Kalian mau mengeluarkan saya dari sekolah ini? Silahkan!" Erzan seakan menantang pihak sekolah. Di situlah ayah Bella mulai naik darah.


"Kurang ajar!" Pria berusia empat puluh tahunan itu sudah berdiri dan hendak menampar Erzan. Namun, dicegah oleh kepala sekolah. Erzan malah dengan sengaja mendekatkan pipinya pada komite sekolah tersebut.


"Cepat pukul!"


Wali kelas Erzan menarik tubuh Erzan dan menyuruhnya untuk duduk. Namun, Erzan menolak.


"Apa begini cara kerja orang yang memiliki kekuasaan? Senang menindas mereka yang derajatnya di bawah kalian?" Ucapan Erzan penuh penekanan.


"Bisa bersikap seenaknya, dan bisa mengeluarkan murid walaupun hanya karena hal sepele."


"Tapi, ini bukan masalah sepele," balas kepala sekolah. "Kamu hampir mencelakai Bella."


"Keluarkan dia dari sekolah ini!!"


Perintah yang tak terbantahkan. Wajah ayah Bella pun sudah memerah. Sedangkan Erzan masih bersikap santai. Dia malah mengeluarkan ponselnya. Dia membesarkan volume suara.


Er, kalau lu mau jadi pacar gua. Gua rela kok lu pake.


Tunggu, ya. Gua bakal kirim video gua lagi gak pake baju. Gua yakin lu pasti gak akan nyia-nyiain tubuh gua.


Semua orang di ruangan BK pun terkejut. Mereka kini menatap ke arah Bella. Wajahnya sudah memucat.


"Bu-bukan aku itu. Bisa saja 'kan dia edit." Bella mulai membela diri, Erzan tersenyum tipis.


"Silahkan panggil ahli IT untuk membuktikannya, tapi jangan pernah ada persekongkolan," ujar Erzan penuh penekanan.


"Saya tahu bagaimana Anda Pak Komite."


Ketika ayah Bella sibuk menghubungi ahli IT, Erzan malah santai dan malah bermain game. Jangan salah, matanya sangat jeli dan pendengarannya pun sangat tajam. Komite sekolah tidak mau kalah gengsi karena ditantang anak ingusan macam Erzan.


Setengah jam berselang, ahli IT terbaik datang. Ada tiga orang dan mereka terkejut ketika ada Bocil kematian di sana. Erzan tersenyum dan melambaikan tangannya. Dia tahu siapa ahli IT itu.


Niat hati ingin memanipulasi, akhirnya mereka bicara kenyataan yang ada. "Suara ini asli, dan video ini juga asli.".


Erzan pun terbahak dan bertepuk tangan. Dia berdiri dan mendekat ke arah komite yang membisu. Juga Bella yang sudah menunduk malu.

__ADS_1


"Jadi, siapa yang akan dikeluarkan dari sekolah ini?" Kedua alis Erzan sudah terangkat dengan sempurna. Dia menatap kepala sekolah tanpa rasa takut.


Komite pun hanya terdiam saja. Matanya melirik ke arah kepala sekolah dan itu tak luput dari penglihatan Erzan.


"Jika, dia!" tunjuknya pada Bella. "Masih ada di sekolah ini. Jangan salahkan saya jika saya yang merusak citra sekolah ini." Hanya Erzan yang berani mengancam pihak sekolah.


"Karena sebenarnya citra sekolah ini penuh kepalsuan. Dalamnya bobrok semua!"


Kepala sekolah pun menelan ludah mendengar kalimat penuh kemarahan dari siswa kelas sembilan. Dia merasa tertangkap basah.


"Saya tunggu keputusan kalian sampai pulang sekolah. Jika, masih mempertahankan murid yang tak bermoral itu, hari ini juga semua voice note dan video ini akan saya sebar ke media. Saya pastikan citra sekolah ini akan buruk di mata semua orang."


Erzan berlalu begitu saja setelah mengatakan kalimat penuh ancaman. Komite itu sudah sangat kesal dan mulai menyusun rencana dengan kepala sekolah juga jajarannya.


"Jangan menganggap remeh ucapan anak itu," ujar salah satu ahli IT.


"Dia bukan anak sembarangan, tapi Bocil kematian," lanjut ahli IT yang lain.


"Siapapun yang berurusan dengannya pasti akan kalah." Mereka berkata apa adanya dan sesuai kenyataan.


"Siapa Erzan?" tanya komite sekolah. Pihak sekolah pun mulai penasaran.


"Dia adalah cicit dari mendiang Genta Wiguna dan dokter Addhitama. Juga, cucu dari mendiang Giondra Aresta Wiguna dan putra pertama Restu Ranendra."


Mereka semua pun menelan ludah. Siapa yang tak tahu silsilah Golden Lion Family tersebut. Keluarga yang sangat membahayakan bagi mereka yang salah jalan.


Rayyan menggelengkan kepala. Dia masih ingat ketika sang Abang menjadi trending topik sekolah. Ada rasa bangga juga karena sang kakak bisa menyingkirkan murid tak bermoral seperti si belatung nangka.


"Apa jangan-jangan Abang gak suka cewek?" Rayyan mulai berpikir aneh. Reyn pun menatap ke arah sang adik. Rayyan kira sang kakak akan marah.


"Bisa jadi." Reyn malah setuju dengan ucapan Rayyan.


"Apa yang kalian bicarakan?"


Rayyan dan Reyn terdiam. Suasana kamar mulai mencekam ketika suara sang Abang terdengar. Mereka berdua menoleh ke arah pintu di mana Erzan sudah melipat kedua tangannya di depan dada. Rayyan dan Reyn saling tatap dan berteriak kompak.


"Mami! Abang gak suka cewek!"


"Adek laknat!!"


...T A M A T...


......................


Makasih udah mau baca kisah Restu dan Aleesa. Sampai jumpa di cerita anak-anaknya ..👋


...ERZAN AKHTAR RANENDRA...



......REYN SALQA RANENDRA......


__ADS_1


......RAYYAN RAJENDRA......



__ADS_2