
Berita tentang keluarga kecil Restu Ranendra sudah menjadi trending topik salah satu media sosial. Foto istri dan anak dari Restu sudah terpampang nyata di sana.
"Pengamanan pun harus semakin ketat."
Restu tidak pernah main-main dengan ucapannya. Dia juga ingin memberikan perlindungan yang luar biasa untuk istri dan putranya. Banyak para wartawan yang mencekal jalan mereka. Namun, Restu tetap membungkam mulutnya. Juga tangannya yang masih menggenggam erat tangan sang istri. Abang Er sudah dibawa Radit dengan pengawalan yang ketat.
"Nyonya, gimana rasanya menjadi istri dari pengusaha yang sekarang dikenal dunia?"
Aleesa hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya dengan sopan tanpa mengeluarkan satu kata pun. Hingga langkahnya terhenti ketika perutnya mulai terasa sakit. Restu langsung menoleh ke arah sang istri yang terlihat kesakitan.
Restu segera merengkuh pinggang Aleesa hingga sang istri menatap dalam wajah Restu dengan raut kesakitan. Tangan Aleesa Restu tarik hingga melingkar ke perutnya. Dia juga memberikan kode kepada para pengawalnya hingga para awak media tidak lagi mendekat.
"Sakit, Pi."
"Kita ke rumah sakit sekarang."
Restu dan Aleesa berada di mobil yang berbeda dari yang tadi. Sang putra pun sudah dibawa pulang oleh kedua kakeknya. Bohong jika Restu tidak panik ketika melihat sang istri terus meringis. Tak henti Restu mengecup ujung kepala istrinya. Dia juga tak henti mengecek Kaki bagian dalam sang istri.
Aleesa sudah diperiksa dan diharuskan bedrest untuk tiga hari ke depan. Restu meminta untuk dirawat di rumah sakit saja. Dia juga sudah menghubungi orang rumah dan meminta Aleena untuk jangan dulu kembali ke Sydney. Bersama Aleena Abang Er lebih anteng dan juga tidak merasa kesepian karena Aleena bisa menjadi sosok ibu untuknya.
"Masih sakit?" Aleesa menggeleng.
"Kita batalkan saja keberangkatan ke Zurich."
__ADS_1
"Jangan."
Aleesa tidak ingin menghancurkan jadwal suaminya. Dia yakin berita di Zurich pun sudah simpang siur. Pasti sedikit banyak berimbas pada perusahaan sang suami.
"Setelah Mami baikan, kita berangkat ke sana. Semuanya harus selesai."
Restu menghela napas kasar. Dia khawatir dengan keadaan istrinya sedangkan istrinya malah masih mementingkan dirinya dan perusahaan.
"Tapi, Mi--"
"Semuanya harus selesai, Pi." Aleesa menggenggam erat tangan Restu. "Biar Papi bisa tenang dan fokus menjaga Mami dan Abang Er serta dedek utun."
.
Banyak hal yang Aksa bicarakan dengan Restu. Mereka nampak serius. Beda halnya dengan Rangga yang fokus pada benda pipih di tangannya. Sesekali Agha kepo dengan apa yang dilihat oleh Rangga.
Sedangkan Ghea tengah berghibah dengan Aleesa perihal idol K-Pop yang mereka sukai. Mereka berdua tertawa. Sedangkan Riana sibuk menerima telepon.
"Kak, minta beliin tiketnya dong ke Ahjussi." Ghea sudah merengek.
"Mana boleh nonton, Dek. Kakak Sa aja lagi mengandung."
Ghea merengutkan wajahnya. Padahal dengan menjual nama Aleesa dia pasti diijinkan untuk menonton idol grup yang baru saja comeback. Suara pintu terbuka membuat semua orang yang ada di sana menoleh, kecuali Rangga yang masih fokus pada ponselnya.
__ADS_1
"Abang Er!"
Mendengar nama bayi tampan yang dipanggil membuat Rangga pun menegakkan kepalanya. Matanya bertemu dengan mata perempuan yang menggendong Abang Er.
"Udah cocok Na," goda sang uncle.
Aleena hanya tersenyum tipis. Restu segera menghampiri Aleena dan hendak mengambil Abang Er. Akan tetapi, putranya malah tidak mau dan terus menunjuk ke arah Rangga. Tubuhnya pun ingin dibawa ke arah Rangga.
"Abang Er pengen sama kamu, Kak." Riana sudah membuka suara. Agha melirik ke arah sang kakak, dan menyenggol lengannya.
"Kasihan itu Abang Er."
Rangga pun berdiri dan mulai mendekat ke arah Abang Er yang digendong oleh Aleena. Benar saja Abang Er sudah tak sabar ingin digendong oleh Rangga hingga tubuh Aleena terhuyung ke depan sambil menggendong Abang Er, dengan cepat dan sigap Rangga meraih tubuh Aleena dan sepupunya hingga Aleena dan Abang Er masuk ke dalam pelukannya. Semua orang pun mengulum senyum, dan bayi lucu itu malah bertepuk tangan seraya tertawa.
...***To Be Continue***...
Oh iya, yang penasaran dengan kisah Aleena dan Rangga langsung cus baca kisah mereka, ya. Mereka aku bawa pindah ke sini. Jadi, di sana tidak aku teruskan.
MENGUDARA With You. Silahkan cari ya, atau klik profil aku dan di sana pasti akan muncul semua karya yang aku tulis.
Jangan lupa tap ❤️ dan komen di setiap bab-nya. Dijamin mata akan segar karena akan banyak visual yang membuat mata tak bisa berkedip.
Aku tunggu kalian baca kisah Nana dan Rangga. Banyak cameo baru juga loh ...
__ADS_1