RESTU (Untukmu, Aleesa)

RESTU (Untukmu, Aleesa)
Bab 39. Pria Sejati


__ADS_3

Grace dan Nathalie semakin mengumpat kesal ketika melihat foto Aleesa yang lainnya. Kali ini foto di mana Aleesa dan Restu yang tengah berciuman di bawah langit senja di bibir pantai. Gambar yang sangat membuat iri para wanita yang melihatnya. Apalagi otot Restu yang terpampang begitu nyata membuat hati kecil mereka menjerit keras.


Yansen terdiam melihat gambar yang ada di ponsel Nathalie. Di dalam gambar itu terlihat bahwa Aleesa sagat menikmati kecupan yang Restu berikan. Begitu juga dengan Restu yang menikmati balasan dari Aleesa. Mereka melakukannya dengan sama-sama sadar.


"Sudah waktunya," gumam Yansen di dalam hati.


Dada Yansensesak melihatnya. Selama bertahun-tahun bersama dirinya Aleesa sama sekali tidak mengijikannya untuk mencium ataupun mengecupnya. Beda halnya dengan Restu. Aleesa seakan memberikan semuanya kepada Restu. Tanpa syarat dan seakan yakin Restulah yang akan menjadi ayah dari anak-anaknya kelak.


"Maaf, Sen. Aku akan membuka segel bibirku hanya untuk imamku kelak."


Yansen masih ingat akan perkataan itu. Namun, kali ini Aleesa mengingkari ucapannya sendiri. Dia malah memberikannya kepada sosok pria yang lima tahun lebih tua darinya.


Untungnya logikanya masih jalan dengan baik. Dia tidak termakan cemburu dan dia menelaah lebih dalam lagi. Sekarang yang Yansen butuhkan hanya keikhlasan.


"Ternyata benar, bukan aku yang sebenarnya dia cintai." Masih membatin.


Ada rasa sesak juga rasa lega di hati. Di mana Yansen mulai merasa tidak berat untuk pergi karena Aleesa sudah menemukan cinta yang sesunggguhnya. Orang yang bisa dipercaya untuk menjaga wanita yang dia cinta.


Di lain tempat, Rindra masih tertawa puas. Dia tahu apa yang akan terjadi ketika dia mengirimkan foto mesra kepada Michael Hartanto. Namun, dia sudh menyiapkan semuanya. Menghancurkan Micahel Hartanto tidak harus menggunakan tenaga. Hanya menggunakan otak saja pun bisa hancur seperti debu.


Dari ketiga anak Addhitama yang paling kejam, yakni Rindra Addhitama. Jadi, Michael Hartanto salah jika ingin menghancurkan salah satu anggota keluarga Addhitama. Ditambah dia juga yang menjadi tim belakang layar seorang Restu Ranendra.


"Jangan sedih kalau anak itu membenci kamu, Sa. Masih ada Restu yang menyayangi kamu," gumam Rindra,

__ADS_1


.


Tubuh Restu menegang ketika Aleesa mengecup bibirnya tanpa aba. Namun, dia langsung menikmati ketika kecupan Aleesa semakin dalam.


"Aku sangat yakin, kamu sudah mencitai aku, Sa. Kamu tidak akan pernah melakukan ini jika kamu tak serius cinta kepadaku. Kamu bukan wanita yang mudh untuk disentuh."


Ada rasa bahagia tak terkira ketika ciuman itu berakhir. Aleesa menunduk dan membuat Restu tersenyum. Dia menegakkan dagu Aleesa dan menatapnya penuh cinta.


"Apa kamu sudah mencintai aku?" Seketika wajahnya memerah. Namun, Restu malah menyunggingkan senyum.


"Hei!"


Restu gemas karena Aleesa tidak mau menatap ke arahnya. Tangan Restu sudah menangkup wajah cantik Aleesa dengan rambut setengah basah.


"Aku mencintai kamu, Aleesa." Tatapan Restu membuat Aleesa terhipnotis. Ketika bibir Restu menyentuh kening Aleesa membuat Aleesa memejamkan mata dengan tangan yang sudah melingkar di pingggang Restu.


"Maksih sudah membalas cintaku." Restu memeluk tubuh Aleesa dengan begitu erat.


Dua insan yang sudh mengakui perasaa mereka masing-masing tengah menikmati kopi di teras resort di mana mereka menginap.


Senyum terus mengembang di wajah mereka berdua ditemani suara rintik hujan.


__ADS_1


"Aku gak rela pisah sama kamu." Restu mulai menggombal dan membuat Aleesa tertawa geli.


"Aku tuh rada geli kalo Kakak ngomong begitu," balas Aleesa.


"Aku seriusan, Sa." Mimik wajah Restu seketika berubah.


"LDR, apa aku mampu? Kamu di sana pasti akan dekat lagi dengan--"


"Apa Kakak kira aku akan tega menjadi perusak pertunangan mereka?" Kini, wajah Aleesa yang nampak sendu. "Secinta-cintanya aku, aku akan mengalah walaupun susah dan menyakitkan ujungnya."


Tangan kiri Restu menggenggam tangan kanan Aleesa. Tatapan mata Restu membuat mata Aleesa berkaca-kaca.


"Mungkin ini doa dari Baba dan Bubu yang dijabah oleh Tuhan. Aku yang salah, aku yang sudah memaksa untuk bersatu padahal pada nyatanya benteng di antara kita menjulang sangat tinggi." Restu terdiam. Dia tidak ingin mendengar cerita Aleesa tentang hubungannya dengan Yansen. Dia cemburu.


Diamnya Restu membuat Aleesa meminta maaf. Dia tahu, Restu tidak mau mendengar perihal orang lain ketika mereka tengan berdua.


"Maaf. Aku hany amengutarakan isi hatiku saja."


"Lepaskan dia, dan datanglah kepadaku. Aku akan menggenggam tanganmu, memeluk tubuhmu dan tentunya akan menjaga kamu serta selalu membuat kamu bahagia. Aku janji, Sa."


"Apakah aku harus pecaya pada janji Kakak?" telisik Aleesa.


"Seorang pria sejati jika sudah berjanji pasti akan dia tepati." Tegas dan percaya diri Restu mengatakan itu semua.

__ADS_1


...***To Be Continue***...


Komen dong ...


__ADS_2