
Yansen menyandarkan tubuhnya ketika Aska dan Iyan keluar. Air matanya mengalir kembali. Dadanya mulai sesak.
"Maafkan aku, Sa."
Dia melihat ke arah jari manis tangannya yang sebelah kiri. Dia ingin melepaskan cincin itu. Dia ingin membuang cincin itu, tapi tangan kanannya masih sulit digerakkan dan masih sangat sakit.
"Tuhan, kenapa ini terjadi padaku?" erangnya.
Marah dan kesal menjadi satu. Dia teringat perkataan Askara perihal ada orang yang sudah memberitahu Aleesa tentang pertunangannya. Malah dengan teganya mengirimkan video tersebut.
"Siapa yang setega itu?"
.
Di luar, Aska sengaja menunggu keluarga dari Nathalie. Bocah ingusan yang sudah berani mengancamnya. Bukankah itu luar biasa?
Aska dan Iyan tengah santai seraya menggenggam ponsel di tangan mereka masing-masing. Tidak ada wajah takut sama sekali. Malah Aska penasaran dengan sikap keluarga Nathalie nantinya.
Derap langkah kaki terdengar, seorang pria berbaju polo datang dengan beberapa orang di sampingnya. Aska dan Iyan tidak menegakkan kepala mereka. Mereka berdua masih sibuk dengan ponsel mereka masing-masing.
"Siapa yang berani mengancam kamu, Sayang?" Mendengar suara yang tidak asing bagi Aska akhirnya pria beranak empat itu menegakkan kepalanya.
"Saya." Aska menjawab dengan begitu tegas dan lantang. Pria itu melebarkan matanya.
"P-pak Askara."
Nathalie terkejut dengan perkataan sang ayah. Dia menatap ke arah Michael Hartanto dengan tatapan penuh tanya.
__ADS_1
"Papih, kenal dia?" Nathalie sudah menunjuk ke arah Aska. Namun, sang ayah menurunkan tangan Nathalie yang tengah menunjuk Aska.
"Kenapa sih, Pih?"
Aska hanya tersenyum tipis dan menatap datar ke arah Michael Hartanto.
"Maafkan saya, Pak." Kini, dahi Nathalie mengkerut. Sedangkan Aska sudah mengeluarkan seringainya.
"Papih," panggil Nathalie ketika ayahnya menunduk takut kepada Aska.
"Beri tahu anak Anda jangan semena-mena pada orang lain. Belum tentu orang yang direndahkan olehnya adalah orang biasa. Bisa saja orang itu adalah seorang 'pencabut nyawa' untuk keluarganya."
Michael Hartanto terdiam. Dia mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Aska. Dia sangat yakin Nathalie sudah melakukan hal fatal.
"Maafkan putri saya, Pak." Lagi-lagi Nathalie terkejut.
"Jangan pernah ganggu cucu dari mendiang Addhitama jika masih ingin bekerja sama dengan Wiguna grup."
.
"Jangan pernah mengancam seorang Aksara karena dia seperti seekor belut sawah," tukas Grace. "Dia memiliki kekuatan super. Rakyat jelata seperti kita tidak akan pernah bisa menandinginya."
"Kenapa kamu malah memulai permusuhan dengan keluarganya?" Jerome mulai tidak mengerti dengan pikiran Grace sekarang.
"Aku kira dia tidak akan ikut campur." Terlihat wajah Grace yang sangat frustasi.
"Mana mungkin. Aleesa itu keluarganya, Grace," sentak Jerome. "Aku curiga jika kamu telah melakukan tindakan yang kelewat batas." Tatapan tajam Jerome berikan kepada Grace.
__ADS_1
Melihat Grace terdiam membuat Jerome semakin penasaran. Jerome mulai menelisik lebih dalam wajah kekasihnya.
"Apa benar dugaanku, Grace?"
Grace masih membisu membuat Jerome tertawa kecil. "Kenapa kamu semakin dalam menggali kuburanmu sendiri, Grace?"
Jerome tak habis pikir dengan Grace yang menjadi wanita kejam sekarang. Tidak seperti Grace yang dulu dia kenal.
"Tidak bisakah kamu bicara baik-baik kepada Aleesa? Tanpa menerornya?"
Belum selesai ucapan Jerome, suara bel terdengar. Grace memilih untuk membukakan pintu.Ternyata ayah dari Nathalie yang datang. Wajahnya nampak tak bersahabat.
"Kenapa kamu gak bilang jikalau perempuan yang menjadi pacar Yansen adalah anak dari Raditya Addhitama?" Tuan Michael nampak geram.
"Ma-af. Saya--"
"Mau ditaruh di mana wajah saya, Grace? Saya sama saja telah mengkhianati AdT corp." Tuan Michael sudah mulai emosi.
Baru saja ingin melanjutkan ucapannya, ponsel tuan Michael berdering. Matanya melebar ketika melihat nomor luar yang menghubunginya. Dia tahu itu nomor siapa.
"I-iya, Pak Radit." Mata Grace melebar mendengarnya.
"Tolong loudspeaker. Saya tahu Anda sedang di mana." Tubuh Grace menegang dibuatnya.
"Teruslah lanjutkan perjodohan anak Anda. Saya jamin putri saya akan baik-baik saja. Saya juga sangat yakin, putri saya akan bahagia dengan pangeran berkuda yang nanti akan hadir menjemputnya. Pria yang pastinya lebih baik dari Yansen dan juga bisa membuat orang yang telah mengancam putri saya bertekuk lutut di kakinya."
...***To Be Continue***...
__ADS_1
Maaf, ya. Aku lagi sibuk di dunia nyata jadi kalau udah capek gak kuat ngetik, bawaaanya pengen tidur.🙏
Komen yang banyak, ya. Supaya aku bisa ngetik lagi.