RESTU (Untukmu, Aleesa)

RESTU (Untukmu, Aleesa)
Bab 203. Drama Satria


__ADS_3

Rindra dan Rifal yang sedang berada di dalam satu ruangan yang sama dikejutkan dengan berita yang baru saja mereka lihat. Mereka berdua saling pandang.


"Anak kandung?" ucap mereka bersamaan.


Rindra segera menghubungi Restu, tapi ponsel sang putra mati karena masih berada di dalam pesawat.


"Ini apaan, Bang?" Rifal kebingungan. Baru saja mereka dikejutkan dengan video lawas, kini sudah ada berita baru lagi.


"Gua juga gak tahu."


Ponsel Rindra berdering. Radit yang sekarang menghubunginya. Dia juga bingung dengan berita yang tersebar di media, yang memegang kartu AS-nya sedang berada di pesawat dan baru dua jam mengudara.


.


Aksa mengerutkan dahi. Dia yang baru saja memenangkan sang istri sudah dikejutkan dengan berita yang baru lagi. Aksa hanya bisa menggelengkan kepala.


"Tuh anak dapat info dari mana? Kenapa bisa se-detail itu?" ucap Aksa sembari memeluk tubuh Riana.


"Restu memang bukan sembarang manusia," balas Riana. "Video yang Mommy kira tidak ada rekam jejaknya ternyata bisa Restu temukan." Restu satu tingkat di atas Aksa sekarang.


Iyan, dia tersenyum ketika mendengar sekaligus melihat berita terbaru perihal Kalfa dan Satria. Kini, putra bungsu dari Rion Juanda tersenyum ke arah mereka bertiga.


"Entahlah, saya harus bahagia atau bersedih sekarang." Kalimat yang membuat Satria menatap tajam ke arah Iyan.


"Lambat laun kebenaran itu akan terkuak. Bangkai yang sudah dikubur lama pun masih menyisakan tulang belulang walaupun dalam keadaan patahan."


Kalfa terdiam. Anak dari seorang wanita penghibur. Dia menggelengkan kepalanya dengan pelan. Dia masih ingat ketika di mana dia selalu ikut dengan ibunya yang tak lain adalah seorang pemulung.


"Aku bukan anak Papih. Aku anak Ibu."

__ADS_1


Satria sudah tidak bisa berfikir dengan jernih. Apalagi Kalfa sudah menutup mulutnya dengan wajah yang terlihat tengah berpikir dengan sangat keras.


"Fa, jangan percaya dengan kabar bohong itu." Kalfa pun mengangguk. Iyan hanya tersenyum tipis.


"Kita harus buat klarifikasi," ujar Kalfa. Satria dan pengacara itupun mengangguk setuju. Beda halnya dengan Iyan yang menggelengkan kepala.


"Kalian jual, pasti dia beli."


.


Klarifikasi pun sudah Kalfa dan Satria lakukan. Keluarga Addhitama tidak percaya begitu saja. Mereka menunggu keterangan dari Restu perihal berita tersebut.


"Apa Restu akan membalas lagi? Atau memang ini hanya rekayasa Restu saja." Rifal sedikit menaruh curiga. Biasanya jika sudah salah satu pihak mengklarifikasi pasti ada pihak yang akan mengalah.


"Gak mungkin Restu mengibuli kita semua. Dia bukan FS yang melakukan prank seluruh warga Konoha. Hingga pihak kepolisian juga presidennya ikut kena prank." Rindra malah memberikan jokes bapak-bapak kepada Rifal.


"Masalahnya, rekam jejak Om Satria itu baik-baik aja." Rifal menegaskan.


.


"Kakak Na, Kalfa waktu itu ditemukan di jalan 'kan." Aleeya terlihat nampak cemas. Sedangkan Aleena hanya terdiam.


"Dia anak angkat Opa Satria 'kan. Bukan anak kandungnya," tanya Aleeya lagi. Aleena hanya menggedikkan bahu.


"Jangan ikut campur terlalu dalam. Pada waktu itu kita baru saja lahir." Sungguh Aleena membuat Aleeya tak berkutik.


.


Satu jam.

__ADS_1


Dua jam.


Penikmat drama Satria masih menunggu kabar selanjutnya. Hingga lima jam berlalu, tidak ada berita apapun. Itu membuat semua pencari berita mengira sudah selesai kasus antara Satria dan Restu. Mereka dapat menyimpulkan bahwa pihak Restu berbohong.


Ketika pagi datang, berita mengejutkan sudah terpampang nyata di media. Di mana tersebar foto lawas Satria dengan seorang wanita memakai baju seksi. Juga, rekaman suara yang terdengar begitu jelas dan penuh emosi.


"Sampai kapanpun saya tidak akan bertanggung jawab atas anak yang ada di dalam kandungan kamu. Saya tidak mau memiliki anak dari wanita yang sering melebarkan kakinya untuk semua pria. Jangan memfitnah saya atas kehamilan kamu yang entah benih dari siapa yang tumbuh."


Suara Satria terdengar jelas. Tidak ada yang berubah dari suaranya dari dulu hingga sekarang.


"Demi Tuhan, Mas. Setelah mengenal kamu, aku tidak pernah bermain dengan lelaki manapun. Hanya dengan kamu aku melakukannya tanpa menggunakan obat ataupun pengamanan apapun."


Lirih dan menyayat hati suara dari perempuan itu.


"Kalau Mas tidak percaya, lakukan tes DNA saja."


Bukan hanya rekaman suara yang diputar. Surat hasil DNA pun ditunjukkan. Surat yang sudah berwarna kekuningan di mana tertera nama Satria dan si jabang bayi dalam kandungan seorang wanita dengan hasil positif. Menandakan bahwa itu memang anak kandung Satria.


.


Bukan hanya itu yang pihak Restu tunjukkan, sebuah surat dengan tulisan tangan yang berisi sebuah perjanjian mampu ditunjukkan lagi. Juga sebuah cek dengan nominal yang sangat fantastis. Sudah sangat jelas di sana tertera tanda tangan Satria.


Gugurkan anak itu. Berapapun yang kamu minta akan saya berikan. Jangan pernah tunjukkan anak itu ke hadapan saya apalagi keluarga saya. Anggap, kita tidak pernah saling mengenal.


Kalfa yang baru saja membuka mata, langsung terhenyak melihat berita yang beredar. Dia tersenyum tipis karena dia sangat tahu dengan suara, tulisan dan juga tanda tangan siapa yang tengah dia dengar dan lihat.


"Kenapa begitu sakit dan perih mendengar juga melihat semua berita ini? Seakan ini adalah bang-kai yang baru terendus oleh hidung, tapi mengandung virus yang mematikan." Kalfa menunduk dalam.


"Kenapa Papih sekejam ini?"

__ADS_1


...***To Be Continue***...


Komen dong ...


__ADS_2