RESTU (Untukmu, Aleesa)

RESTU (Untukmu, Aleesa)
Bab 258. Pesta Setelah Wisuda


__ADS_3

Restu sedikit panik ketika melihat istrinya terdiam membeku seperti itu. Dia segera menuju istrinya dan tangis Aleesa semakin pecah ketika Restu memeluknya.


"Mi--"


"Sensen."


Sudah Restu duga. Pasti akan ada momen seperti ini. Dia menenangkan Aleesa dan membawanya pergi dari mini panggung yang tersedia. Semua mata menatap aneh kepada Aleesa. Radit dan Echa yang menggendong Abang Er segera membawa Aleesa menjauh dari sana.


Restu tak melepaskan pelukannya pada Aleesa barang sedetik pun. Dia terus menenangkan Aleesa. Abang Er nampak bingung dengan sang ibu yang terus menangis dipelukan sang ayah.


"Amih."


"Mami gak apa-apa." Echa mencoba untuk menenangkan cucunya.


Radit mengusap lembut pundak Restu dan mendapat anggukan dari menantunya itu. Radit dan Echa memilih untuk pergi dan membiarkan Aleesa bersama Restu.


Lima belas menit berselang, akhirnya tangis Aleesa reda juga. Restu mengusap lembut air mata yang sudah membasahi wajah sang istri tercinta


"Dia pasti bahagia melihat Mami berhasil menyelesaikan pendidikan Mami dengan sangat baik." Aleesa mengangguk.


"Papi sangat yakin jika dia tidak mau melihat Mami menangis seperti ini. Dia akan sedih."


Sudah tidak ada rasa cemburu di hati Restu karena Aleesa sudah menjadi miliknya, cinta dan juga tubuh Aleesa sudah Restu miliki. Mereka juga sedang menanti kelahiran anak kedua.


"Udah, ya. Nanti Adek ngambek di dalam sini." Tangan Restu sudah mengusap lembut perut Aleesa.


Baru saja senyum melengkung indah, Raina dan Kemala menghampiri Aleesa. Wajahnya nampak sedih dan itu membuat Restu sedikit tidak suka. Tatapan Restu sudah sangat tak bersahabat hingga membuat kedua teman sang istri nampak ketakutan.

__ADS_1


"Ada apa?"


Kemala mencoba tak menghiraukan Restu dan dia memberikan secarik kertas ke tangan Aleesa.


"Apa ini?"


"Ini gua temukan di buku yang dulu pernah Yansen titipkan ke gua."


Aleesa terdiam sejenak. Dia melirik ke arah samping di mana sang suami berada. Restu mengangguk pelan. Barulah Aleesa meraih kertas itu.


Aleesa menghela napas berat dan masih menatap ke arah kertas tersebut dan belum berani membukanya. Baru saja tangannya hendak membuka, Restu mengambil surat itu dan memasukkannya ke dalam saku celana.


"Bukanya nanti saja. Abang Er sudah menunggu kita."


Kalimat yang sangat tegas membuat Aleesa mengangguk. Sedangkan kedua teman Aleesa memilih untuk pergi meninggalkan Aleesa. Jika, Restu sudah mengeluarkan kalimat tegas seperti itu menandakan bahwa suami dari Aleesa itu sedang marah.


.


"Kenapa dadakan?"


Restu maupun Aleesa nampak terkejut. Rindra dan Nesha hanya tersenyum penuh arti.


"Udah bawa badan aja. Semuanya sudah Mamih dan Papih siapkan."


Restu menghela napas kasar. Mau tidak mau dia mengikuti apa yang diinginkan oleh kedua orang tuanya. Ketika tiba di tempat yang sudah disiapkan oleh Rindra, mereka berdua dikejutkan lagi dengan kehadiran keluarga Aksa dan Aska. Juga ada Iyan di sana.


"Congratulation!"

__ADS_1


Aleesa sangat bahagia mendapat ucapan yang begitu meriah juga pesta yang tak dia duga. Riana dan Hingga memeluknya dengan begitu erat. Juga Aksa dan Aska yang tak segan memeluk keponakannya yang sudah hamil lagi anak kedua di usia baru menginjak dua puluh dua tahun.


Abang Er yang memang suka keramaian nampak sangat bahagia. Apalagi dia sudah mengacak-acak makanan Agha yang hendak dia makan.


"Enjan!!"


Balita itu bukannya takut malah meletakkan telapak tangannya yang penuh dengan kecap ke wajah tampan Agha. Sontak mata Agha melebar dan Abang Er malah bertepuk tangan gembira.


"Boleh gak sih nih bocah aku ceburin ke laut."


Nada suara Agha terdengar sangat geram. Aska berdecih dan mulai menunjuk ke arah Agha tanpa ampun.


"Lu tahu enggak, waktu kecil juga lu kayak gitu. Malah makin bengal dari si Enjan."


Agha malah mencebikkan bibirnya.


"Mana lu mah udah mata duitan sedari orok." Aska seakan tengah meluapkan kekesalannya.


"Yayah, ni!"


Aska menoleh ketika balita tampan itu memanggilnya. Seketika Mata Aska melebar ketika ponsel yang baru dia beli sudah masuk ke dalam jus alpukat milik Agha.


"Enjann!!!"


...***To Be Continue***...


Komen dong ...

__ADS_1


__ADS_2