Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Pertemuan Dengan Ayu.


__ADS_3

Dito masih bertahan dengan sikap cemburunya kepada Nico. Dia tak rela kalau Nico sering-sering mengunjungi Nisa di rumah sakit. Senewen nya Dito justru menjadi hiburan tersendiri bagi Nisa. Dia jadi sering tertawa geli melihat tingkah laku Dito.


Setelah satu Minggu di rumah sakit, Nisa sudah diperbolehkan pulang, dengan catatan


harus banyak berbaring dan tidak boleh stres.


Malam ini, Anton dan Ratri datang mengunjungi Nisa di rumahnya.


"Ku dengar ada yang cemburu dengan fans baru Nisa".


"Kau jangan menggodaku Ton,,aku juga marah pada kalian berdua".


"Makanya,, jaga Nisa baik-baik, jangan bersama wanita yang nggak jelas itu lagi".


"Mana aku tahu kalau wanita itu memberi kan guna-guna kepada ku".


"Aku hanya melihatnya sangat cantik dan menawan waktu itu,,, aku juga nggak ingat Nisa sama sekali".


"Kalian dengar,, dia tak mengingat ku dan juga anaknya ini".


"Parahnya lagi, istrinya hampir mati di celaka i


oleh wanita itu, tapi dia malah meninggalkan nya".


"Aku kan sudah minta maaf Nis".


"O...ya, kapan kalian akan bertunangan???".


"Nisa,,, jangan membuatku malu seperti itu".


"Kenapa,, Anton tak jadi melamar mu, atau malah kalian langsung menikah??".


"Nanti,,, tunggu kabar baik dari kami, ok!!".


Ratri memandang Anton dengan tatapan malu-malu. Mereka tengah mempersiapkan


acara pernikahan yang tidak biasa. Anton dan Ratri masih merahasiakan dari semua orang.


Dito sudah mulai ke kantor lagi. Nisa sudah bisa beraktivitas sendiri, meskipun Dito melarangnya untuk keluar rumah. Nico dan Nisa masih sering berhubungan lewat ponsel.


Nico juga sering mengirim makanan dan vitamin untuk Nisa.


"Dito,, hari ini kau temui klien kita di mall Cinere".


"Aku lupa kalau ada janji dengan Ratri siang ini".


"Kau tenang saja, biar aku yang urus semuanya".


"Kalian bersenang-senanglah".


Dito terburu-buru berangkat ke mall Cinere. Dia menggantikan Anton bertemu dengan klien dari Bandung. Dito melangkah ke dalam


mall dengan tergesa-gesa. Dia sudah hampir terlambat datang karena jalanan macet.


"Selamat siang, dengan bapak Adam, saya Dito mewakili bapak Anton yang berhalangan

__ADS_1


hadir hari ini".


"Silahkan duduk pak, mari kita mulai saja rapat nya".


Mereka membicarakan kelanjutan proyek yang ditangani Anton. Klien setuju dengan penawaran yang diajukan oleh Dito. Mereka sepakat untuk membicarakan kontraknya di kantor.


Dito masih duduk di dalam restauran, ketika tiba-tiba ada tangan wanita yang memeluknya dari belakang.


"Akhirnya,, aku menemukanmu".


"Ayu,,, sedang apa kau disini??".


Dito terkejut, tapi Ayu lebih dulu meniup mata Dito. Seketika itu juga dia langsung menurut kepada Ayu. Segala perkataan Ayu, Dito turuti semuanya.


"Coba lihat hp mu,,aku ingin memperbarui kontak di ponsel mu".


Dito menyerahkan hp nya kepada Ayu. Dia benar-benar seperti orang yang hilang ingatan. Kontak Nisa dihapus dari ponsel Dito.


"Suami mu, tak akan mungkin kembali lagi".


"Mulai hari ini dan seterusnya, Dito hanya lah milik Ayu".


Di mall yang sama, kebetulan Nico sedang berbelanja. Dia melihat Dito tengah bersama wanita lain. Dia memotret dan merekam keberadaan keduanya. Nico bahkan mengikuti keduanya pergi. Sebelum naik taxi, wanita itu membuang sesuatu ke tempat sampah.


Nico penasaran, dan memungut kantong plastik yang dibuang oleh Ayu. Ternyata ponsel dan dompet Dito. Nico segera memungut dan menyimpan nya.


Nico menghubungi ponsel Nisa. Dia mengirim rekaman dan foto suaminya sedang bersama wanita lain. Dia juga menanyakan alamat Nisa untuk mengembalikan dompet Dito.


"Inikah rumahmu,,, ternyata jalur ku untuk ke kampus".


"Ini....kau lihatlah sendiri,,, kau kenal dengan wanita itu??".


"Iya,,, kau lihat mereka kemana sekarang??".


"Aku tak yakin, tapi mobil mereka masuk ke hotel Melati".


"Kau bisa antar aku ke sana??".


"Baiklah,,,ayo cepat!!!".


"Kau harus tenang cantik,,, jangan sampai baby mu stres lagi".


"Dia wanita jahat,,, suamiku sedang dalam bahaya sekarang".


Nisa dan Nico bergegas ke hotel Melati. Sampai disana, resepsionis tidak mau memberikan informasi tentang tamu hotel.


"Ayolah cantik,, kau tak kasihan, wanita itu sedang hamil dan suaminya ada di sini sekarang".


"Saya takut ibu ini akan membuat keributan di sini".


"Aku jamin,,, kami akan diam-diam, cukup kau berikan info kamar atas nama Ayu".


Resepsionis itu akhirnya memberikan informasi. Dia merasa kasihan kepada Nisa.


Mereka langsung bergerak ke kamar Ayu. Terlambat,,, Ayu sudah pergi dari hotel itu membawa Dito bersamanya.

__ADS_1


"Anton,, aku butuh bantuanmu,, Ayu membawa pergi Dito".


"Dia sedang meeting Nisa,, jangan bercanda".


"Aku serius, dan kau harus menolongku, cari Dito di Bandara sekarang".


"Aku dan Nico akan mencari ke sekitar hotel".


Nisa mengirim foto dan rekaman Dito dan Ayu untuk meyakinkan Anton. Ratri dan Anton melihat dengan seksama, tahulah mereka sekarang kalau itu adalah wanita yang bernama Ayu.


Mereka segera berangkat ke Bandara untuk mengejar Dito. Jangan sampai Ayu membawanya ke Medan lagi. Dito sedang dalam pengaruh guna-guna sekarang ini.


Usaha Nico dan Nisa nihil. Mereka menyisir sekitar hotel, tapi tak melihat tanda-tanda keberadaan Dito.


"Andai dia membawa ponsel ini, kita pasti bisa melacaknya".


"Sayangnya, wanita itu membuang semuanya".


"Kita kehilangan jejak kali ini".


Nisa masih termangu di pinggir jalan.Dia tidak dapat berpikir lagi sekarang.Wanita itu sudah mendapatkan keinginan nya.


"Nisa,,cepat kemari, Dito dan wanita itu ada di sini".


"Mereka di ruang tunggu Bandara".


"Baik,, aku segera ke sana".


Nisa meminta Nico untuk mengantarnya ke Bandara. Rupanya Ayu hendak membawa Dito ke Medan. Mereka bergegas menyusul Ratri dan Anton.


Sampai di Bandara, Nisa langsung menuju ruang tunggu. Didapatinya Ayu tengah memegang erat lengan Dito. Mereka tampak mesra, seolah tak ada orang lain di ruangan itu.


"Aku akan ke sana".


"Hati-hati Nisa,terakhir kali kau sampai dirawat gara-gara dia".


"Sekarang kalian bersamaku, aku yakin kalian akan melindungi ku".


Nisa menghampiri Dito dan Ayu. Ayu tersenyum dan berdiri di hadapan Nisa.


"Rupanya kau masih belum jera hampir kehilangan bayi mu kemarin??".


"Atau kau ingin aku memberi mu pelajaran lagi??".


"Lepaskan suamiku sekarang,, aku tak akan memperpanjang hal ini".


"Silahkan,,, kalau dia mau ikut denganmu, aku akan pergi dari sini".


"Ayo kita pulang mas, ini aku istri dan anak mu".


"Siapa wanita ini sayang,, aku tidak mengenalnya".


"Kau lihat kan,, suamimu tidak mengenalmu, jadi tinggalkan tempat ini sekarang".


Nisa kehabisan kata-kata untuk mengingatkan Dito. Tapi dia tak hilang akal, Nisa berbicara dengan petugas bandara dan menunjukkan surat nikahnya. Dia juga melaporkan bahwa wanita itu sudah berniat jahat padanya. Petugas bandara kemudian menahan Dito agar tidak bisa memasuki pesawat. Mereka membawanya ke ruang interogasi.

__ADS_1


Disana Nisa menunjukkan semua dokumen milik suaminya.Akhirnya Dito diperbolehkan pulang dengan Nisa. Mereka memperingatkan Ayu supaya menjauhi Dito dan menyelesaikan permasalahan ini dengan kekeluargaan terlebih dulu.


__ADS_2