Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Giok milik Mawar.


__ADS_3

Mami dan Susi masih di kamar mereka. Teringat atas perbuatan jahat mereka kepada Mawar. Gadis polos yang dipaksa jual diri sampai menemui ajal nya.


"Mi,, mungkin kah ini semua ada hubungan nya dengan batu giok yang kita simpan??".


"Mungkin barang itu sangat penting, sehingga arwah Mawar masih tidak tenang".


"Pelan kan suara mu, nanti Ratna mendengar nya".


"Mungkin saja,, tapi kita juga tak tahu kan di mana jasad Mawar".


"Kata mu mereka membuang nya ke sungai".


"Kalau mau di kembalikan, kemana kita mengembalikan nya?"


"Entah lah mi,,yang pasti Susi takut kalau nasib kita sama dengan lelaki itu".


"Besok kita cari paranormal saja, supaya kita tak di ganggu oleh arwah Mawar".


"Mami akan bawa batu giok itu juga".


"Baiklah,,Susi ikut saja mi".


Mawar masih terbang di pojok kamar mami. Dia mendengar kan obrolan dengan seksama.


Hanya batu giok itu yang fokus di dengarkan olehnya. Berarti batu giok itu, mami yang menyimpan nya. Mawar segera menghampiri Nisa yang tengah ada di kamar Susi.


"Nisa,,,kau harus dengar ini".


"Kau selalu saja mengagetkan ku, aku ini masih ingin hidup tahu??".


"Ya...ya....maaf kan aku, tapi ini sangat penting".


"Batu giok milikku, mami yang menyimpan nya".


"Kau harus mencarinya sebelum mereka pergi ke paranormal".


"Untuk apa mereka ke paranormal??".


"Mereka takut aku membunuhnya".


"Makanya besok paranormal itu akan datang kemari".


"Semoga kau bisa merebut batu giok itu


nanti".


Akhirnya Nisa bisa bernafas lega. Sebentar lagi, tugasnya selesai. Begitu baru giok itu jatuh ke tangan nya, dia terbebas dari arwah Mawar. Semoga saat itu juga Dito berangsur-angsur sembuh. Nisa sudah kangen sekali dengan putri kembarnya. Sudah lama Nisa tak bertemu mereka.


"Mawar,, kau awasi saja mami di kamar nya".


"Begitu dia mengeluarkan giok mu, beritahu aku".


"Biar aku yang mengambilnya".


"Setelah itu kita bisa segera pergi dari sini".


"Baik Nisa, kau tenang saja".


Nisa terkejut karena tiba-tiba Susi berdiri di belakangnya. Dia menatap penuh curiga kepada Ratna. Dia terlihat gemetaran karena takut ketahuan Susi.


"Kau bicara dengan siapa??"


"Bukankah di sini tak ada orang??".


"Itu mbak,, saya penggemar film India,, jadi saya menghafalkan dialognya".

__ADS_1


"Habisnya Ratna ngefans sekali sama artis nya, cantik-cantik banget".


"Jangan aneh-aneh Ratna,, aku tak suka kau melakukan itu".


"Hentikan kebiasaan mu itu,, kau membuatku takut saja".


"Mbak Susi harus terbiasa,,Ratna memang seperti ini mbak".


"Ya sudah,,berdandan lah yang cantik,,kau akan kedatangan tamu malam ini".


"Maksud mbak Susi, tamu siapa mbak?".


"Ya...kau harus menemaninya lah...".


"Pekerjaan mu menyenangkan tamu bukan?".


"Jadi, mulai malam ini, tugas mu di mulai".


Nisa memperhatikan omongan Susi. Saat inilah waktu itu, Mawar terbunuh. Dia harus melayani 10 tamu semalaman. Akhirnya dirinya tak kuat dan meninggal. Berarti tamu yang akan datang nanti, orang yang sama yang membunuh Mawar.


Nisa segera memanggil Mawar lewat jendela kamar mami. Nisa lalu melangkah ke kamar mandi. Mawar terbang mengikutinya di belakang.


"Malam ini,,,mereka akan menjual ku".


"Mungkin mereka adalah orang yang sama".


"Kau harus tetap bersama ku malam ini".


"Kau harus melindungi ku, atau sekalian balas dendam, terserah padamu".


"Inilah saat yang ku tunggu Nisa".


"Kita urus nanti saja giok itu,, yang pasti mami yang sudah memegangnya".


"Selanjutnya,,, malam ini aku akan masuk ke badan mu".


Nisa keluar dari kamar mandi. Dia segera berdandan seperti perintah Susi. Dilihatnya teman sekamarnya itu juga melakukan hal yang sama.


"Mbak, Ratna kok jadi gugup ya??".


"Kamu santai saja,nanti ikuti kata-kata ku".


"Kau hanya harus menyenangkan para tamu tersebut".


"Dengan begitu, mereka pasti membayar mu mahal".


"Iya mbak,, aku sudah paham".


"Ayo cepat, pasang senyum manis mu".


Nisa mengikuti langkah kaki Susi di belakangnya. Mereka kemudian masuk ke dalam kamar khusus. Di sana sudah menunggu mami dan seorang lelaki.


"Ini,, barang baru yang ku janjikan, baru datang dari kampung".


"Tapi jangan seperti waktu itu,, kasihan Ratna nanti".


"Iya mi,, beres pokok nya".


"Ayo cantik,, sini kenalan sama om".


"Ratna,, temani om Haris,, kau ingin dapat uang kan??".


"Mau mbak Susi, tapi Ratna takut".


"Sini manis...om Haris nggak gigit kok".

__ADS_1


"Nah....begitu dong,, kesini ...lebih dekat lagi, biar om bisa melihat wajah mu".


Nisa mendekati lelaki hidung belang yang sudah siap menikmati tubuhnya. dIa mencoba menyentuh dagu Nisa. Sesaat kemudian dia terkejut, karena wajah Nisa berubah menjadi Mawar.


"Kenapa om,, Ratna tidak cantik ya??".


"Mi,,, dia .....!!".


"Iya,, mirip Mawar kan,, kau tenang saja , dia Ratna bukan Mawar".


"Sudah sana, kalian masuklah".


"Ratna,,, jangan buat om Haris kecewa".


"Beres mi".


Nisa dan Haris masuk ke kamar yang telah di sediakan. Sampai di dalam kamar, Haris membuka bajunya. Dia kemudian mendekati Nisa. Tak berapa lama, Mawar sudah masuk ke tubuh nya.


"Ayo mas,, kau mau menyentuh ku lagi sekarang".


"Kau,,, bukan nya kau,,Ma......war.....!!".


"Kau sudah mati kan,,, bagaimana bisa di sini".


"Aku kangen sekali pada mu mas, di dalam sungai aku kedinginan tak punya teman".


"Ayo mas,, temani Mawar disana".


"Pergi kau dari sini,, jangan sentuh aku".


"Mas,,,Mawar kangen sekali pada mu ".


"Kemarilah mas,, kita nikmati malam panjang ini".


Wajah Haris sudah pucat pasi. Dia memungut baju nya dan berniat keluar dari pintu. Namun seketika pintu kamar tersebut terkunci sendiri. Haris berteriak minta tolong, namun tak ada satu pun yang mendengar. Dia berdiri ketakutan di depan pintu.


"Pergi sana,, jangan dekati aku".


"Malam ini kau harus merasakan apa yang kurasakan Haris".


"Ayo...teriak lah, tak ada yang akan mendengar mu".


"Sama seperti waktu itu kalian menyiksa ku".


"Sekarang pun, kau juga akan mendapatkan hal yang sama dari ku".


"Ampun Mawar,, tolong jangan bunuh aku".


"Aku masih ingin hidup Mawar".


"Ha....ha...ha.....di mana nyali mu saat kau menghabisi gadis desa yang lugu ini".


"Baru sekarang kau berteriak minta maaf".


"Dasar....lelaki ba****an".


"Kali ini kau harus mati di tangan ku".


Tangan Mawar terulur menyentuh leher Haris. Dia sudah hampir kehabisan napas. Mawar lalu menerbangkan nya ke atas dan menghempaskan ke lantai. Berulang-ulang hingga membuat badan nya lemas.


"Ampun Mawar.......tolong ampuni aku".


Mendengar permintaan Haris, Mawar semakin kalap. Dia ingat bagaimana perlakuan pria ini pada tubuhnya. Dengan penuh amarah,, Mawar melemparkan tubuh Haris ke jalanan. Dia langsung meninggal seketika.


Setelah menyelesaikan balas dendam nya, Mawar keluar dari tubuh Nisa. Dia masih pingsan dan tergeletak di kasur. Orang-orang yang mendengar dan melihat tubuh Haris terjatuh dari kamar lantai dua, segera menghampirinya.

__ADS_1


Susi dan mami masuk ke kamar dan melihat Nisa masih pingsan. Dia segera membangun kan nya. Nisa yang tak tahu apa-apa, kebingungan mendengar keributan di bawah kamar yang dipakai nya.


...****************...


__ADS_2