Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Salah Paham


__ADS_3

Dion kembali ke rumah sakit dengan langkah gontai.Harapan nya untuk mengakhiri siksaan


ibunya tidak dapat diwujudkan.Dion bertekad


untuk mencari tahu tentang ritual pemujaan setan yang dilakukan kedua orang tuanya.


Dion kemudian memutar kemudi menuju rumahnya. Sudah lama dia tidak pulang, karena orang tuanya selalu membohonginya dengan mengatakan kalau rumah itu sudah dijual.


Saat Dion memasuki rumahnya, aura mistis


memenuhi setiap sudut ruangan. Ditambah


dengan keadaan ruangan yang sangat gelap,


membuat bulu kuduknya merinding.


Dia terus meneliti tiap-tiap sudut rumah yang


sudah lama kosong itu.Tiba-tiba di sudut kamar tidur orang tuanya, ada sosok laki-laki


berambut panjang dan hanya memakai celana saja.Dia sedang asyik menyantap


makanan di pojok kamar.


Dion mengarahkan senter hpnya ke sosok itu.


Sosok itu berbalik karena terganggu dengan cahaya. Alangkah terkejutnya Dion melihat


wajah orang itu.Dia adalah ayahnya.Mata nya


mengeluarkan cahaya merah dan mulutnya berlumuran darah.


Dion mengarahkan hpnya ke tangan ayahnya


yang tengah asyik makan dengan lahapnya.


Seketika Dion berlari keluar rumah sambil


muntah-muntah, karena ayahnya sedang menyantap janin manusia yang masih segar.


Nisa dan bapak tengah bersiap-siap berangkat ke bandara. Hari ini calon mertuanya berangkat dengan penerbangan


pagi.


"Ayo cepat yah,, kita bisa terlambat nanti"


"Iya Nis,,,,ayo".


Nisa sudah mengatur penginapan untuk


keluarga Dito.Lokasinya sekitar satu jam dari kampungnya.Nisa takut ayah dan ibu Dito


tidak nyaman kalau harus tinggal di kampung.


Lagipula rumah Nisa tidak cukup untuk menampung semua keluarga Dito.


Nisa menunggu Dito di bagian kedatangan.


Dia sudah tak sabar untuk berjumpa dengan


calon suaminya itu.Satu Minggu sangatlah


lama untuk mereka menahan rindu.


Nisa tersenyum menyambut kedatangan Dito


dan keluarganya.Mereka berbasa-basi sejenak di bandara, kemudian melanjutkan


perjalanan ke rumah Nisa dulu.


"Pantesan dari kemarin kamu uring-uringan


terus,,, Nisa nya cantik begini,,, mana tahan


kalau berjauhan".


"Ibu,,,,,,jangan menggoda ku terus dong!!".


"Beneran Lo Nis,,,,dia itu nggak betah jauh


dari kamu".


Perjalanan yang panjang tidak terasa karena ibu Dito orangnya sangat ramah.Dia tak henti-


hentinya menggoda keduanya di dalam mobil.


Ayah Dito juga suka bercanda, jadi suasana

__ADS_1


di dalam mobil langsung mencair.


Dion mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.Perasaanya bercampur antara marah, benci,takut dan jijik dengan


kelakuan kedua orang tuanya.Rupanya selama ini ayahnya tidak keluar kota, melainkan telah berubah menyerupai setan


yang dipujanya.


Dion bingung dan ragu-ragu untuk mengarahkan mobilnya ke rumah Nisa.Tapi


tidak ada orang lain lagi yang bisa membantu


nya selain Nisa. Dion tak punya pilihan lain


lagi selain bertemu dengan Nisa.


Nisa dan keluarganya telah sampai di rumah.


Bapak dan Ibu ngobrol di ruang tengah dengan calon besannya, sementara Nisa dan


Dito berdua di dapur menyiapkan minum.


"Nis,,,selama aku di Jakarta , kamu nggak nakal kan disini??".


"Hmmmm.....mau tahu????".


"Nggak,,,,,aku nggak mau sakit hati dengar kamu jadi kembang desa yang cantik disini".


"Kembang desa ini sudah ada yang punya,,,,,


jadi pemuda disini takut mendekatiku".


"Syukurlah .....aku jadi lega mendengarnya".


"Lagian kamu, bukannya tanya kabar,mlh curigaan aja bawaannya".


"Itukan tandanya aku cinta banget sama kamu".


Mereka meneruskan obrolan di depan sambil


menyajikan minuman dan kue-kue.Dalam


hati Nisa beruntung punya mertua seperti


orang tua Dito,tidak memandang status yang penting putranya bahagia


tak dihiraukan nya. Dion berdiri di pintu dengan wajah pucat.Sebelum sempat memanggil Nisa,dia sudah pingsan duluan.


Bapak dan Dito langsung menggotong Dion ke atas sofa.Mereka semua panik melihat


Dion pingsan.Ibu lalu menggosokkan minyak


di hidung Dion supaya sadar.


"Dia siapa Nis,,, kenapa ada acara pingsan di


sini??".


"Itu Dion,, anak Bu Mimin, tetangga selatan rumahku".


"Entah kenapa dia pingsan disini".


"Apa mungkin terjadi sesuatu dengan Bu Mimin??".


"Kita tunggu Dion sadar dulu Nisa".


Dion membuka matanya.Dia masih kelihatan pucat dan ketakutan. Bapak kemudian memberikan air untuk diminum Dion.


Begitu sadar, Dion langsung memegang tangan Nisa dan memohon kepadanya.


"Dion,,,,jangan seperti ini,,,ada calon suamiku


disini, tolong lepaskan tanganku".


Sambil menahan marah, Dito menarik tangan


Nisa dari genggaman Dion.


"Tolong ya mas,,,harap yang sopan kalau disini".


"Baiklah,,,,aku minta maaf semuanya".


"Aku hanya ingin bicara empat mata dengan Nisa".


"Anda jangan kurang ajar ya,,,dia ini calon istriku, mana bisa anda tidak tahu malu


seperti itu".

__ADS_1


"Maaf Nisa,,,ini penting sekali,,,aku mohon".


"Nis,,,orang ini sudah kelewat batas kurasa".


"Tunggu Dito,,,, kendalikan dirimu,,mungkin memang Dion butuh pertolongan".


"Dion,,,aku tak merahasiakan apapun dari Dito, jadi kalau kau ingin bicara denganku, kita bisa


bicara bertiga".


"Baiklah,,,,,,,ayo ikuti aku cepat".


Ketiganya keluar dari rumah menuju mobil


Dito.Sampai disana, Dito menunjukkan rekaman video ayahnya yang berubah jadi setan.


"Darimana kau dapatkan video ini??".


"Aku sendiri yang merekamnya tadi".


"Kau percaya kan sekarang, kalau ayahku


pemuja setan".


"Tunggu Nis,,,,apa-apaan ini??, 2 Minggu lagi


kita menikah,,tolong......stop dulu berhubungan dengan hal-hal seperti ini".


"Maaf mas,,,Nisa nggak bisa bantu, silahkan anda cari orang lain, kami sedang fokus


mengurus pernikahan".


Nisa terdiam mendengar ultimatum dari Dito.


Pernikahan nya dipertaruhkan di sini. Kalau


Nisa membantu Dion, maka konsentrasinya


akan terbagi-bagi.


"Kalian tidak mengerti, orang tuaku dalam bahaya, sementara kau bisa menolongnya Nis, tapi kau bersikap masa bodoh hanya demi laki-laki kota ini".


"Hei,,,,,jaga bicaramu,atau aku tak segan-segan memberimu pelajaran".


"Dion,,,sebaiknya kau pulang dulu, nanti


akan aku bicarakan hal ini dengan bapak".


"Baiklah Nis,,,tapi berhati-hatilah, karena


rumah bapak dekat dengan rumahmu,jangan


sampai ada korban berikutnya".


"Jadi kau mengancam kami??".


"Sudah Dito,,, biarkan dia pergi".


"Aku sudah pernah dengar nama ini". "Genderuwo itu dulu menyamar jadi dia kan??".


"Jangan-jangan dia juga bersekutu dengan setan".


"Sudah Dito,,,,jangan menuduh orang sembarangan".


"Lebih baik kita masuk".


Nisa memegang tangan Dito untuk menenangkannya.Dia tak mau Dito salah paham dengan Dion.Hal ini bisa mempengaruhi rencana pernikahan mereka.


Saat ini yang terpenting adalah kebahagiaan


keduanya.Tinggal 2 Minggu lagi dan Nisa akan menjadi istri Dito. Orang bilang menjelang hari pernikahan, memang ada saja


gangguan, makanya keduanya harus sabar.


"Jadi,,dia sering menemui mu ??".


"Tidak,,aku ketemu dia saat meeting dengan


mbak Desi waktu itu".


"Sudahlah,,,hentikan membahas Dion,,,aku


hanya mau membahas rencana kita".


Nisa yang pintar mengendalikan situasi membuat kemarahan Dito mereda.Mereka


segera bersiap untuk mengantar orang tua Dito ke hotel

__ADS_1


__ADS_2