
Dion kembali ke rumah sakit dengan langkah gontai.Harapan nya untuk mengakhiri siksaan
ibunya tidak dapat diwujudkan.Dion bertekad
untuk mencari tahu tentang ritual pemujaan setan yang dilakukan kedua orang tuanya.
Dion kemudian memutar kemudi menuju rumahnya. Sudah lama dia tidak pulang, karena orang tuanya selalu membohonginya dengan mengatakan kalau rumah itu sudah dijual.
Saat Dion memasuki rumahnya, aura mistis
memenuhi setiap sudut ruangan. Ditambah
dengan keadaan ruangan yang sangat gelap,
membuat bulu kuduknya merinding.
Dia terus meneliti tiap-tiap sudut rumah yang
sudah lama kosong itu.Tiba-tiba di sudut kamar tidur orang tuanya, ada sosok laki-laki
berambut panjang dan hanya memakai celana saja.Dia sedang asyik menyantap
makanan di pojok kamar.
Dion mengarahkan senter hpnya ke sosok itu.
Sosok itu berbalik karena terganggu dengan cahaya. Alangkah terkejutnya Dion melihat
wajah orang itu.Dia adalah ayahnya.Mata nya
mengeluarkan cahaya merah dan mulutnya berlumuran darah.
Dion mengarahkan hpnya ke tangan ayahnya
yang tengah asyik makan dengan lahapnya.
Seketika Dion berlari keluar rumah sambil
muntah-muntah, karena ayahnya sedang menyantap janin manusia yang masih segar.
Nisa dan bapak tengah bersiap-siap berangkat ke bandara. Hari ini calon mertuanya berangkat dengan penerbangan
pagi.
"Ayo cepat yah,, kita bisa terlambat nanti"
"Iya Nis,,,,ayo".
Nisa sudah mengatur penginapan untuk
keluarga Dito.Lokasinya sekitar satu jam dari kampungnya.Nisa takut ayah dan ibu Dito
tidak nyaman kalau harus tinggal di kampung.
Lagipula rumah Nisa tidak cukup untuk menampung semua keluarga Dito.
Nisa menunggu Dito di bagian kedatangan.
Dia sudah tak sabar untuk berjumpa dengan
calon suaminya itu.Satu Minggu sangatlah
lama untuk mereka menahan rindu.
Nisa tersenyum menyambut kedatangan Dito
dan keluarganya.Mereka berbasa-basi sejenak di bandara, kemudian melanjutkan
perjalanan ke rumah Nisa dulu.
"Pantesan dari kemarin kamu uring-uringan
terus,,, Nisa nya cantik begini,,, mana tahan
kalau berjauhan".
"Ibu,,,,,,jangan menggoda ku terus dong!!".
"Beneran Lo Nis,,,,dia itu nggak betah jauh
dari kamu".
Perjalanan yang panjang tidak terasa karena ibu Dito orangnya sangat ramah.Dia tak henti-
hentinya menggoda keduanya di dalam mobil.
Ayah Dito juga suka bercanda, jadi suasana
__ADS_1
di dalam mobil langsung mencair.
Dion mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.Perasaanya bercampur antara marah, benci,takut dan jijik dengan
kelakuan kedua orang tuanya.Rupanya selama ini ayahnya tidak keluar kota, melainkan telah berubah menyerupai setan
yang dipujanya.
Dion bingung dan ragu-ragu untuk mengarahkan mobilnya ke rumah Nisa.Tapi
tidak ada orang lain lagi yang bisa membantu
nya selain Nisa. Dion tak punya pilihan lain
lagi selain bertemu dengan Nisa.
Nisa dan keluarganya telah sampai di rumah.
Bapak dan Ibu ngobrol di ruang tengah dengan calon besannya, sementara Nisa dan
Dito berdua di dapur menyiapkan minum.
"Nis,,,selama aku di Jakarta , kamu nggak nakal kan disini??".
"Hmmmm.....mau tahu????".
"Nggak,,,,,aku nggak mau sakit hati dengar kamu jadi kembang desa yang cantik disini".
"Kembang desa ini sudah ada yang punya,,,,,
jadi pemuda disini takut mendekatiku".
"Syukurlah .....aku jadi lega mendengarnya".
"Lagian kamu, bukannya tanya kabar,mlh curigaan aja bawaannya".
"Itukan tandanya aku cinta banget sama kamu".
Mereka meneruskan obrolan di depan sambil
menyajikan minuman dan kue-kue.Dalam
hati Nisa beruntung punya mertua seperti
orang tua Dito,tidak memandang status yang penting putranya bahagia
tak dihiraukan nya. Dion berdiri di pintu dengan wajah pucat.Sebelum sempat memanggil Nisa,dia sudah pingsan duluan.
Bapak dan Dito langsung menggotong Dion ke atas sofa.Mereka semua panik melihat
Dion pingsan.Ibu lalu menggosokkan minyak
di hidung Dion supaya sadar.
"Dia siapa Nis,,, kenapa ada acara pingsan di
sini??".
"Itu Dion,, anak Bu Mimin, tetangga selatan rumahku".
"Entah kenapa dia pingsan disini".
"Apa mungkin terjadi sesuatu dengan Bu Mimin??".
"Kita tunggu Dion sadar dulu Nisa".
Dion membuka matanya.Dia masih kelihatan pucat dan ketakutan. Bapak kemudian memberikan air untuk diminum Dion.
Begitu sadar, Dion langsung memegang tangan Nisa dan memohon kepadanya.
"Dion,,,,jangan seperti ini,,,ada calon suamiku
disini, tolong lepaskan tanganku".
Sambil menahan marah, Dito menarik tangan
Nisa dari genggaman Dion.
"Tolong ya mas,,,harap yang sopan kalau disini".
"Baiklah,,,,aku minta maaf semuanya".
"Aku hanya ingin bicara empat mata dengan Nisa".
"Anda jangan kurang ajar ya,,,dia ini calon istriku, mana bisa anda tidak tahu malu
seperti itu".
__ADS_1
"Maaf Nisa,,,ini penting sekali,,,aku mohon".
"Nis,,,orang ini sudah kelewat batas kurasa".
"Tunggu Dito,,,, kendalikan dirimu,,mungkin memang Dion butuh pertolongan".
"Dion,,,aku tak merahasiakan apapun dari Dito, jadi kalau kau ingin bicara denganku, kita bisa
bicara bertiga".
"Baiklah,,,,,,,ayo ikuti aku cepat".
Ketiganya keluar dari rumah menuju mobil
Dito.Sampai disana, Dito menunjukkan rekaman video ayahnya yang berubah jadi setan.
"Darimana kau dapatkan video ini??".
"Aku sendiri yang merekamnya tadi".
"Kau percaya kan sekarang, kalau ayahku
pemuja setan".
"Tunggu Nis,,,,apa-apaan ini??, 2 Minggu lagi
kita menikah,,tolong......stop dulu berhubungan dengan hal-hal seperti ini".
"Maaf mas,,,Nisa nggak bisa bantu, silahkan anda cari orang lain, kami sedang fokus
mengurus pernikahan".
Nisa terdiam mendengar ultimatum dari Dito.
Pernikahan nya dipertaruhkan di sini. Kalau
Nisa membantu Dion, maka konsentrasinya
akan terbagi-bagi.
"Kalian tidak mengerti, orang tuaku dalam bahaya, sementara kau bisa menolongnya Nis, tapi kau bersikap masa bodoh hanya demi laki-laki kota ini".
"Hei,,,,,jaga bicaramu,atau aku tak segan-segan memberimu pelajaran".
"Dion,,,sebaiknya kau pulang dulu, nanti
akan aku bicarakan hal ini dengan bapak".
"Baiklah Nis,,,tapi berhati-hatilah, karena
rumah bapak dekat dengan rumahmu,jangan
sampai ada korban berikutnya".
"Jadi kau mengancam kami??".
"Sudah Dito,,, biarkan dia pergi".
"Aku sudah pernah dengar nama ini". "Genderuwo itu dulu menyamar jadi dia kan??".
"Jangan-jangan dia juga bersekutu dengan setan".
"Sudah Dito,,,,jangan menuduh orang sembarangan".
"Lebih baik kita masuk".
Nisa memegang tangan Dito untuk menenangkannya.Dia tak mau Dito salah paham dengan Dion.Hal ini bisa mempengaruhi rencana pernikahan mereka.
Saat ini yang terpenting adalah kebahagiaan
keduanya.Tinggal 2 Minggu lagi dan Nisa akan menjadi istri Dito. Orang bilang menjelang hari pernikahan, memang ada saja
gangguan, makanya keduanya harus sabar.
"Jadi,,dia sering menemui mu ??".
"Tidak,,aku ketemu dia saat meeting dengan
mbak Desi waktu itu".
"Sudahlah,,,hentikan membahas Dion,,,aku
hanya mau membahas rencana kita".
Nisa yang pintar mengendalikan situasi membuat kemarahan Dito mereda.Mereka
segera bersiap untuk mengantar orang tua Dito ke hotel
__ADS_1