
Tak ada yang tahu sama sekali kalau iblis jahat itu malah sengaja memasuki raga Nisa.
Dia bersembunyi dengan baik di dalam jiwa
Nisa.Dia bisa mengendalikan diri serta menyesuaikan dengan kepribadian Nisa.
"Mas,,,ayo kita pulang,,,ini semua sudah berakhir bukan??".
"Ayo sayang,,, aku tahu kamu pasti lelah sekali".
Nisa dan Dito berjalan didepan Ratri dan Ki Santoso. Mereka sedang mencoba menenangkan pak Ali sembari menunggu polisi datang. Melihat iblis di tubuh Nisa, pak Ali memanggilnya. Dia menyembah di depan Nisa.
"Ampuni aku tuan ku,,,, aku siap jadi budak mu".
"Bawa aku tuan,,,,aku akan mengabdi sepenuh hati".
"Mas,,,dia sudah benar- benar mengganggu ku, singkirkan dia mas".
Dito mencoba menyingkirkan pak Ali dari hadapan Nisa.Tanpa diketahui orang-orang,
tangan Nisa mengeluarkan kekuatan iblisnya.
Seketika pak Ali menegang dan sesak nafas,lalu sedetik kemudian dia meninggal
di tempat.Nisa menyembunyikan senyuman
puas nya bisa menghabisi pak Ali.
Dito dan yang lain terkejut melihat keadaan pak Ali.Ratri kemudian memeriksanya.
Ternyata memang pak Ali sudah meninggal.
Nisa memanggil Dito untuk mengajaknya pulang. Namun Ratri yang curiga, mencoba menahannya.
"Tunggu Nisa,,,,berhenti......!!!!".
"Bukankah kau belum mengatakan pada kami
tentang iblis itu".
"Hanya kau yang bisa mengetahui keberadaannya,,,katakan kepada kami sekarang".
Nisa yang sudah berjalan meninggalkan tempat itu, kemudian berhenti mendengar
panggilan dari Ratri.Dia menoleh seketika.
"Bukankah tugas ku sudah selesai,,,, aku tidak perduli di mana iblis itu,,,dia sudah bukan lagi
menjadi urusanku sekarang".
"Ayo mas,,,,,kita pulang,,,,aku muak lama-lama
ada di sini".
"Iya, sayang.....".
Semuanya terkejut mendengar perkataan Nisa.Tidak seperti biasanya, Nisa yang lembut dan ramah tiba-tiba menjadi pemarah.
Tapi Dito paham keadaan Nisa. Baru-baru ini
dia mengaku lelah dan ingin hidup normal.
Jadi menurut Dito wajar saja, jika Nisa jadi
marah seperti itu.
Sampai dirumah sudah larut malam, Nisa masuk ke kamar mandi untuk membersihkan
badannya. Ketika hendak bercermin, Nisa sangat kaget karena bayangan wajahnya berubah mengerikan.
Nisa ingin berlari dan memberitahu Dito, ketika sejurus kemudian dirinya berbicara.
"Mulai sekarang, kau harus patuhi perintahku"
"Aku meminjam raga mu,,,kau harus melayaniku dengan baik".
"Kau mengerti Nisa???".
"Iya".
Iblis yang bersemayam di tubuhnya, sudah
mengendalikan Nisa sepenuhnya. Nisa hanya
bisa patuh dan menurut dengan semua perintahnya.
__ADS_1
"Sayang,,,, kau sudah selesai??".
"Iya mas,,,,aku kangen sekali padamu".
"Malam ini aku milikmu mas,,,,seutuhnya".
Nisa keluar kamar mandi dengan baju yang ****.Tidak seperti biasanya,kali ini Nisa lebih agresif.Nisa terlihat sangat bergairah. Ketika
keduanya bercinta, tenaga Nisa sangat kuat.
Dito kewalahan melayani Nisa yang seakan-akan tidak ada puas nya.
Hari sudah beranjak siang, tapi Dito masih di
atas tempat tidur. Dia sangat kelelahan melayani permainan Nisa semalam.Dito tak
tahu tenaga Nisa berasal dari iblis yang merasukinya.
"Bangunlah mas,,,aku sudah menyiapkan
sarapan untukmu".
"Iya Nis, aku mandi dulu".
Nisa memasak berbagai macam makanan
di atas meja. Hal itu juga dirasa aneh oleh Dito, karena biasanya Nisa tak akan sempat
untuk melakukan hal tersebut.
Mereka berdua duduk di meja makan menikmati sarapannya. Ketika tiba-tiba kucing tetangga menyerang dan mencakar
Nisa.Dia menggeram marah seolah-olah tak
suka melihat Nisa.
Nisa yang terkejut mendapat cakaran, kemudian dengan ekspresi marah, melempar kucing tersebut ke halaman rumah.
"Biasanya si putih selalu nempel padamu, kenapa hari ini dia menyerang mu???".
"Mungkin si putih terkena rabies seperti anjing, jadi dia berubah liar, kalau masih seperti ini, aku tak akan mengijinkannya masuk".
"Baiklah,,,,ayo berangkat, bisa telat kita nanti".
Keduanya mengendarai sepeda motor untuk
"Ratri,,, sedang apa kau disini???".
"Sayang,,,apa kau lupa, Ratri ini klien mu
proyek bersama kalian hampir dimulai".
"Apa benar begitu??".
"Apa setelah malam itu kau jadi amnesia??".
"Kau bukan seperti Nisa yang ku kenal".
"Oh......itu, mungkin aku banyak pikiran, jadi
maklum kan kalau aku sampai lupa".
"Baiklah,,,ayo kita ke ruang meeting".
Mereka berdua beriringan menuju ke ruang meeting. Dalam hati, Ratri merasa aneh dengan kelakuan Nisa. Dari tadi jin pendampingnya membisikkan bahwa itu
bukan Nisa. Siapa yang lebih kuat dari ibu ratu yang bisa menguasai tubuh Nisa.
"Hei.....kau melamun???".
"Tidak Nisa,,,aku hanya ingin bertanya padamu".
"Katakan....".
"Apa akhir-akhir ini kau merasakan keanehan
pada dirimu, atau tubuhmu??".
"Tidak sama sekali, aku merasa lebih segar
dari biasanya.
Sepanjang pembicaraan, Ratri selalu memperhatikan gerak-gerik Nisa.Memang bukan seperti Nisa yang biasanya.
Ratri hanya berani berbicara dengan Mbah Santoso,perihal perubahan yang dialami oleh Nisa".
__ADS_1
"Kau terus awasi dia,,,kita tunggu, apa yang
direncanakan olehnya".
"Kalau iblis itu memang merasuki jiwa Nisa dan mengambil alih raga nya, itu akan sangat
berbahaya".
"Peperangan kita dengan iblis itu ternyata masih belum selesai".
"Nanti aku akan mencoba berkomunikasi dengan ibu ratu".
"Semoga keraguan kita semua terjawab nanti".
Selesai berbicara di telpon, Ratri berencana
makan siang. Kebetulan Dito juga ingin pergi
ke kantin.
"Dito........!!!".?
"Ya,,,ada apa Ratri???".
Dito menoleh mendengar panggilan dari Ratri.
Keduanya kemudian berjalan beriringan menuju kantin.Sambil menunggu pesanan, mereka berbincang-bincang.
"Dito,,,apa setelah kejadian malam itu, ada keanehan pada sikap Nisa??".
"Kalau dia jadi lebih **** dan hot,,,iya!!".
"Jangan bercanda, aku serius".
"Aku juga serius Ratri".
"Dia jadi lebih powerfull dan ya,,dia jadi lebih
sensitif dan pemarah".
"Dan si putih,,,,habis kena omelnya saat menyerang Nisa tadi pagi".
"Aneh,,,bukankah si putih itu kesayangan Nisa?".
"Itulah,,,,aku heran, apa hormon nya sedang
naik atau entahlah aku tak tahu".
"Saking semangatnya, tadi pagi dia juga memasak banyak makanan, dan itu tidak seperti Nisa yang biasanya".
"Dito,,,awasi Nisa baik-baik,,kalau dia bertindak diluar batas,kau bisa hubungi aku".
"Ada apa lagi sebenarnya,,,bukankah urusan kalian sudah selesai??".
"Lakukan saja apa yang ku perintah kan".
Ratri bergegas meninggalkan kantin.Ada hal
yang harus dikerjakan.Sementara Dito yang
melihat kejanggalan dari ulah Ratri dan Nisa,
hanya bisa menggelengkan kepala.
Setelah kepergian Ratri, diam-diam Nisa muncul dari balik pintu. Dia terlihat marah
mengetahui Ratri bertemu Dito di kantin.
"Kau,,,,berani mengganggu suamiku,,,
kau rasakan nanti apa yang akan ku perbuat
kepadamu".
Dito keluar kantin dan berpapasan dengan Nisa.
"Kamu habis ngapain mas??".
Aku habis ngopi,,,kebetulan tadi bareng sama
Ratri, tapi dia sudah pergi duluan".
"Kamu lapar sayang???, aku temani ya".
"Tidak,,,aku hanya sedang mencari mu mas".
__ADS_1
Nisa geram mendengar penjelasan dari Dito.
Dia berencana akan memberi pelajaran kepada wanita itu".