Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Melayani Suami Buto ijo


__ADS_3

Nisa menepati janjinya kepada bapak.Jam 4sore, Nisa sudah sampai di rumah.Dia kemudian membantu ibu membersihkan halaman rumah dan menyirami tanaman milik bude Wati.


Sedang asyik bermain air, tetangga depan rumah mampir untuk ngobrol dengan Nisa.


"Mbak Nisa,,tumben sudah pulang kerja??".


"Iya Bu,,kantor libur 3 hari jadi Nisa bantu beres-beres rumah,cari-cari kegiatan Bu, biar nggak bosan".


"Saya senang keluarga mbak Nisa tinggal disini, rumah ini jadi nggak serem lagi".


"Ah.....ibu bisa aja,,,,perasaan dari dulu rumahnya memang sudah seperti ini Bu".


"Mbak Nisa orang baru sih,jadi nggak tahu kalau tiap malam Jumat kliwon ada penampakkan dirumah ini".


"Maksud ibu???".


"Iya mbak, tiap malam Jumat Kliwon, ada penampakkan orang hitam, tinggi,besar keluar dari rumah ini".


"Masa sih bu??".


"Kalau mbak Nisa nggak percaya, buktikan sendiri deh nanti malam,,,,,ini kan malam Jumat Kliwon".


"Nanti pasti mbak Nisa bisa lihat sendiri".


"Tapi jangan bilang-bilang kalau saya yang kasih tahu ya mbak".


"Eh ....iya bu".


Nisa jadi penasaran dengan perkataan Bu Ida tentang makhluk itu. Apa benar setiap malam Jumat Kliwon dia selalu datang ke rumah ini??. Tapi untuk apa??.


Bukannya Buto ijo itu tinggal di pabrik garmen milik bude Wati?.


Malam ini Nisa bertekad untuk membuktikan


kebenaran cerita Bu Ida.Kalau Buto ijo itu datang, di dalam rumah pun Nisa pasti bisa melihatnya.


Sudah larut malam, bapak dan ibu pun pasti sudah tidur.Nisa diam-diam keluar dari kamarnya.Dia menuju ruang tamu yang bersebelahan dengan kamar bude Wati.


Nisa berjalan mengendap-endap sambil berpegangan.Dia sengaja tidak menghidupkan lampu.Nisa terkejut karena dari dalam kamar bude Wati terdengar ada suara laki-laki.


Laki-laki itu tengah bercakap-cakap dengan bude Wati.Nisa berjalan mendekati kamar bude Wati.Pintu kamarnya tertutup tapi tidak rapat dan juga tidak dikunci.


Nisa pelan-pelan membuka sedikit pintu kamar.Dari situ jelas terlihat ranjang bude Wati.Ada seorang laki-laki membelakangi arah pintu.Mereka berbicara berhadap-hadapan.


Nisa memperhatikan dengan seksama dari balik pintu.Dari yang tadinya ngobrol, mereka saling berpegangan tangan,selanjutnya mereka bermesraan di ranjang.Sejurus kemudian bahkan terdengar suara Geraman dan ******* bergantian.


Bude Wati dan laki-laki itu melakukan hubungan layaknya suami istri.Nisa tak kuasa lagi melihat. Dia berniat meninggalkan kamar bude Wati.Ketika menutup pintu dan menoleh ke ranjang, betapa terkejutnya Nisa karena laki-laki itu berubah menjadi Buto ijo.

__ADS_1


Mahkluk itu menoleh ke arah pintu.Mungkin dia menyadari kehadiran Nisa.Setengah berlari Nisa kembali ke kamarnya.Tak ingin mengganggu aktivitas keduanya.


Di dalam kamarnya, Nisa terlihat sangat gelisah. Bayangan bude Wati tengah melayani


Buto ijo selayaknya suami istri,terus saja menghantui pikirannya.


Tidak berapa lama, pintu kamar Nisa diketuk dari luar.Nisa membuka pintu sambil pura-pura menguap.Bude Wati berdiri di depan pintu dengan tatapan menghakimi.


"Bukankah aku sudah memperingatkan mu


Nisa, jangan menguji kesabaran ku".


"Bude mengatakan sesuatu,,,,woa......


hmm,,Nisa masih ngantuk bude"..


"Ini kan masih larut malam, bude sakit???".


"Apa perlu aku bangunkan ibu??".


Bude Wati memandang Nisa sekali lagi.


"Maaf bude bermimpi buruk,jangan dengarkan ucapan bude".


"Memangnya bude bilang apa ke Nisa".


"Lupakan saja,,,tidurlah lagi,,ini masih malam".


Nisa menutup pintu dengan tangan gemetaran.Hampir saja ketahuan kalau Nisa tidak berpura-pura bangun tidur.


Dari dalam kamar Nisa, sayup-sayup masih terdengar suara orang berbincang-bincang.


Bude Wati telah benar-benar gelap mata.


Dia telah memilih jalan yang sesat tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.


Bude Wati sepertinya masih menaruh curiga kepada Nisa.Pagi ini sikapnya lain daripada biasanya.Dia juga tidak mau sarapan satu meja dengan Nisa.Bude Wati memilih berangkat ke kantor duluan.


"Aneh,,,ada apa dengan budemu?? kalian bertengkar??".


"Nisa juga kurang tahu Bu, perasaan Nisa tak melakukan apa-apa".


"Ibu akan menyiapkan makanan,nanti berikan pada budemu,kasihan dia tidak sarapan".


"Baik Bu".


Sampai di kantor Nisa langsung menuju ruangan bude Wati.Nisa ingin memberikan sarapan yang dititipkan ibu".

__ADS_1


"Bude,,,ini Nisa bawakan sarapan, ibu yang menyiapkannya tadi".


"Taruh saja disitu Nis, bude masih sibuk".


"Bude sedang tidak marah kan sama Nisa?".


"Memangnya bude harus marah padamu??".


"Sikap bude lain sejak semalam".


"Semalam ada yang mencoba masuk ke kamar bude, Bude hanya ingin tahu,siapa yang mencoba ikut campur urusan bude".


"Ternyata memang itu cuma pikiran bude saja, benar begitu kan Nisa??".


"Aku tidak mengerti maksud bude".


"Jangan berlagak bodoh Nisa, bude sudah tahu semuanya,dan ingat jaga sikapmu ketika kau berada di rumahku, mengerti???".


"Nisa yakin bude salah paham, tapi baiklah Nisa minta maaf kalau sikap Nisa lancang di rumah bude Wati ".


"Lain kali Nisa akan berhati-hati agar bude tidak merasa terganggu".


"Cukup jaga sikapmu saja Nisa".


"Baik bude".


"Kau boleh keluar sekarang".


Nisa berlalu dari hadapan bude Wati.Memang


bude berhak marah karena privacinya mungkin terganggu akibat ulah Nisa.Tapi bagaimana bude bisa tahu.Apa mungkin sikap bude dipengaruhi oleh iblis itu???.


Sudah beberapa kali buto ijo itu mengancam Nisa dengan menyerupai wajah bude Wati.


Dan sikap aneh budenya pagi ini, mungkin memang itu bukan dirinya.


Nisa harus lebih waspada kali ini.Kemarin Nisa hampir meninggal menerima serangan dari Buto ijo ini.


Persekutuan bude Wati dengan Buto ijo ini mungkin sudah turun-temurun.Tidak akan mudah memusnahkannya begitu saja.


Lawan yang dihadapi Nisa kali ini tidak main-main.Buto ijo ini sudah memiliki kekuatan yang luar biasa.Kalaupun nanti berhasil disingkirkan, Nisa juga harus memikirkan nyawa bude Wati karena mereka sudah berulang kali melakukan kontak fisik.


Nisa akan memastikan sekali lagi.Kalau benar seperti dugaan Nisa, berarti setiap malam Jumat Kliwon ,bude Wati harus melayani suami jadi-jadiannya itu.Berarti bukan lagi perjanjian tapi perkawinan dengan Buto ijo.


Seseorang yang melakukan perkawinan dengan bangsa jin akan sulit sekali dipisahkan.Paling ringan konsekuensinya dia bisa gila.Yang paling parah dia bisa kehilangan nyawa.


Nisa kemudian melanjutkan pekerjaannya.Masalah ini akan dikesampingkan dulu.Nanti Nisa akan mencari jalan keluar untuk kebaikan semua.

__ADS_1


Yang pasti, Buto ijo itu telah terang-terangan memanfaatkan bude Wati untuk melawan Nisa.Mungkin juga saat ini dia tengah mengawasi Nisa di kantor.


Mungkin Nisa harus mencari kelemahan Buto ijo itu.Bukan kah makhluk seganas itu harus dikendalikan.Kenapa ini tidak pernah dipikirkan oleh Nisa.


__ADS_2