Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Menjadi Nisa.


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Nisa sudah bersiap. Hari ini dia ada pertemuan dengan klien bersama Roy. Walaupun semalam ada insiden di rumahnya, Nisa harus tetap profesional


"Sofia,, tolong kau jaga anak-anak selama saya pergi, kalau ada apa-apa segera telpon,


kau mengerti kan?".


"Iya Bu".


"Mas,, jangan lama-lama pergi sama bapak, aku takut anak-anak diganggu lagi".


"Ini kan siang hari, kamu tak perlu khawatir, lagi pula ada ibu kan,, sudah sana... kamu fokus kerja aja, urusan anak-anak, serahkan padaku".


"Ok,,, aku percaya padamu,,, aku pergi dulu ya".


Nisa segera mengemudikan mobilnya ke hotel tempat Roy menginap. Dari sana nanti, mereka akan berangkat bersama.


Perjalanan dari rumah Nisa ke hotel, hanya memakan waktu setengah jam. Nisa memarkir mobilnya dan langsung naik menuju kamar Roy. Dia menekan bel pintu kamar hotel. Roy sendiri yang membukakan pintu nya.


"Nisa,, masuklah dulu, aku belum bersiap".


"Kau pelajari dulu materi di laptopku, sementara aku mandi sebentar".


"Ngapain aja sih kamu dari tadi, aku aja udah beres, kamu malah belum mandi sama sekali".


"Bentar aja,,, mandi ku cepet kok, kamu tenang aja".


"Kalau mau minum, ambil sendiri ya!!".


Nisa agak canggung harus dikamar berdua dengan laki-laki yang bukan suaminya. Tapi mau bagaimana lagi, Roy masih belum siap, saat Nisa sampai di hotel.


Keluar dari kamar mandi, Roy hanya memakai handuk kecil yang melilit tubuhnya. Dia terlihat santai berjalan di depan Nisa. Lain hal nya dengan Nisa sendiri, sedari tadi dirinya gelisah, merasa tak enak menghadapi situasi canggung diantara mereka berdua.


"Aku keluar dulu saja, kalau kau mau ganti baju".


"Tunggu sebentar,,,aku masih ingin kau disini".


"Roy,, please.......ini tak benar sama sekali".


"Aku sudah lama menginginkan situasi seperti ini".


"Roy,,, jangan.....lepaskan aku Roy".


"Sebentar saja......aku ingin merasakan aroma tubuhmu, bibir mu yang merekah,,, matamu yang indah,,, Oh.....Nisa.....kau cantik sekali".


"Hentikan Roy,,,nanti ada yang melihat kita!!!".


"Roy,, tolong ......jangan lakukan ini!!!".


Roy seolah tak mendengar perkataan Nisa. Di terus saja membelai rambut Nisa, kemudian turun ke lehernya. Jari-jarinya juga menyusuri bibir Nisa dengan lembut. Nisa tak bisa bergerak. Tubuh Roy mengungkungnya di atas sofa. Lengan nya yang kekar menahan tubuh Nisa, hingga dia sulit untuk bergerak.

__ADS_1


Sentuhan Roy, ditambah kata-kata erotis darinya, membuat Nisa terhanyut oleh suasana. Dia menikmati sentuhan yang diberikan oleh Roy. Bahkan ketika bibir Roy menyentuh lembut bibir Nisa, dia tak kuasa menahan nya.


Roy tak menyia-nyiakan kesempatan, segera dia ******* bibir merah merekah di hadapan nya. Dia menggunakan lidahnya untuk menyusuri deretan gigi Nisa yang rapi.


Roy terhanyut,, pesona kecantikan Nisa sungguh benar-benar membiusnya. Dia tak perduli kalaupun Nisa sudah bersuami. Saking semangatnya mereka bercumbu, hingga tak sadar handuk Roy sudah terlepas dari tubuhnya.


Roy mengarahkan tangan Nisa untuk menyentuh tubuhnya. Saat itulah Nisa seperti tersadar. Dia segera melepaskan ciuman nya dari Roy dan mendorongnya ke belakang.


"Maaf Roy,, aku tak bisa melakukan nya".


"Kenakan pakaian mu,,aku tunggu kau di lobby".


Masih dengan nafas tersengal, Nisa keluar dari kamar Roy.Dia perlu menenangkan hatinya. Hampir saja dia mengkhianati Dito suaminya. Dia sudah kelewat batas, berciuman dengan lelaki lain.


Roy kaget karena Nisa mendorongnya. Dia mengepalkan tangan nya dan memukul sofa di hadapan nya. Roy mengambil handuk yang tergeletak di lantai dan memakainya kembali.


"Sedikit lagi,, kau hampir ku dapatkan Nisa".


"Ah ....aku sungguh tergila-gila dengan mu".


"Bibir manis mu,,,bagaikan candu,,,memabukkan".


"Jadi ini penyebabnya, siluman ular pun jatuh cinta dengan mu".


"Tunggu saja,,,,aku pasti bisa mendapatkan diri mu".


"Aku.....Roy,, pasti memiliki mu Nisa!!!!".


"Nisa,,, aku minta maaf,, aku terbawa suasana,,tak bisa mengendalikan diriku".


"Sudahlah Roy,,, lupakan saja,, lain kali jangan lakukan hal itu lagi".


"Kau tidak marah padaku kan,, aku khilaf, aku menyesal Nisa".


"Iya,,, kita berangkat sekarang saja".


Roy tersenyum senang. Dalam hatinya puas, karena bisa mengambil hati Nisa. Alih-alih marah, Nisa masih tetap bersikap wajar, seperti tak tejadi apa-apa.


"Bagus Nisa,,, kau sudah masuk dalam perangkap ku".


"Sebentar lagi kau akan melupakan Dito dan menjadi istriku".


"Tinggal menunggu waktu saja,,,, bersabarlah Roy!!!!".


"Kenapa kau tersenyum Roy,,, kau sedang mempermainkan aku rupanya".


"Bukan begitu,, aku teringat Sheina,,, wajahmu saat ini persis sekali dengan anak itu ketika marah".


"Secara......kau ini kan ibunya,, jadi Sheina pasti mewarisi raut muka mu itu".

__ADS_1


"Apa kabar anak itu,, aku kangen sekali dengan nya".


"Dia sehat Roy, dan dia baik-baik saja tentunya".


"Aku akan mengantarmu nanti, biar aku bisa bertemu dengan nya".


"Terserah kau saja".


"Ayolah,,,,tersenyumlah.....kau kelihatan cantik kalau tersenyum".


Nisa hanya terdiam. Dia masih memikirkan kejadian di kamar hotel tadi. Dia merasa bersalah kepada Dito.


Sementara itu di rumah Nisa, selang 1jam dari kepergian nya, Nisa sudah kembali lagi.


Ibu dan Sofia merasa heran dengan kedatangan Nisa.


"Cepat sekali kau rapat Nis??".


"Rapatnya ditunda Bu, klien nya berhalangan hadir".


Sheila sudah menangis kencang sejak Nisa masuk ke dalam rumah tadi. Padahal, tadinya dia anteng sekali bermain dengan Sheina dan Sofia.


"Sini, biar Sheina aku yang pegang, kau bawa saja Sheila ke depan, biar dia diam".


"Baik Bu Nisa".


Nisa membawa Sheina ke kamarnya. Kali ini dia langsung mengunci pintunya. Dari dalam kamar tidur, terdengar suara Sheina tertawa kegirangan. Sepanjang hari, Nisa dan Sheina di dalam kamar. Dia tak sekalipun keluar. Ibu mengira mereka berdua ketiduran, karena semalaman tidak bisa tidur nyenyak.


Bapak dan Dito pulang dari balai desa sudah sore. Mereka kerja bakti untuk persiapan karnaval. Keduanya duduk di ruang tamu sambil melepas lelah. Tak berapa lama, terdengar suara klakson mobil dari arah luar.


Nisa pulang dengan diantar Roy.


Sofia bingung melihat Nisa turun dari mobil.


Ibu langsung menghampiri Nisa yang sudah masuk ke ruang tamu.


"Lo....nduk,, kamu pergi lagi to???.


"Kok Ndak pamitan sama ibu".


"Pergi lagi gimana to Bu, orang seharian ini baru pulang kok, tanya sama Roy, klien nya rewel, jadi sampai se sore ini baru deal".


"Kalau ibu baru pulang, lalu yang di dalam sama Sheina siapa dong??".


"Apa maksud kamu Sofi??".


"Kamu tadi pulang jam 9 ,langsung masuk kamar sama Sheina , mana pintu dikunci dari dalam lagi".


"Jangan sembrono Bu,,, cepat mas, buka pintunya sekarang".

__ADS_1


Roy bergegas lari ke kamar yang dimaksud Sofia. Dia berusaha membuka pintu, namun masih terkunci dari dalam. Roy dan Dito bersamaan mendobrak pintu kamar. Di dapati nya, Sheina tertidur sendirian di ranjang. Mereka mencari sekeliling, tak juga menemukan orang lain di kamar itu.


...****************...


__ADS_2