Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Nisa Hamil.


__ADS_3

Malamnya,Ratri mengajak Nisa dan Dito bertemu untuk makan malam. Ratri sudah menghubungi Ki Santoso agar datang ke Jakarta. Saat ini mereka sedang berbincang-bincang di restoran.


"Jadi kau ingin kita lakukan seperti saat melawan iblis itu??".


"Iya,,,kau bisa hubungi kyai Ahmad??".


"Akan aku usahakan, nanti aku kabari lagi


ketika aku sudah bicara dengan beliau".


"Lalu Ki Santoso??".


"Malam ini dia khusus datang dari Surabaya".


"Kita hanya harus mengetahui apa yang mereka sembunyikan, setelah itu, baru kita putuskan bagaimana cara kita melawan nya".


"Dulu, iblis di tubuh Nisa pun bisa kita keluarkan,apalagi cuma nenek tua itu".


"Mungkin lebih tepatnya, siapa yang ada di


belakang nenek tua itu".


"Aku setuju dengan Ratri".


Nisa berdiri dari kursinya, ketika tiba-tiba kepalanya pusing.Langit-langit restoran itu terasa berputar dengan cepat. Nisa berjalan terhuyung-huyung, dan sedetik kemudian dirinya pingsan di lantai restoran.


"Sayang,,,kau kenapa????".


"Nisa..........".


Mereka bertiga menghampiri Nisa. Dito membopong Nisa menuju mushola restoran.


Para pegawai sibuk memberikan minyak kayu


putih untuk dioleskan di hidung Nisa.


Dito sudah sangat cemas memandang wajah


istrinya yang pucat pasi. Ratri menggosok


telapak kaki Nisa, sementara Anton menelpon dokter.


Tidak berapa lama, Nisa akhirnya membuka


mata nya. Dia melihat dirinya dikerumuni banyak orang. Rasa pusing itu kembali menyerang nya.


"Ayo Dito,, sebaiknya kita segera bawa Nisa ke


rumah sakit".


"Tidak perlu mas,,,aku baik-baik saja".


"Tidak bisa sayang,,,lihat keadaanmu".


"Iya Nisa,,kami semua sangat mencemaskan mu".


"Kita pulang saja mas,, mungkin ini serangan


dari nenek tua itu lagi".


Aku sudah menelpon Dr. Sandra,sebentar lagi dia datang".


"Baiklah,,kita tunggu sampai dokter datang".


Dokter Sandra masuk ke mushola restoran dengan terburu-buru. Kebetulan rumahnya


memang di dekat sini, jadi beliau bisa memenuhi panggilan Anton.


"Tolong beri ruangan, biar saya bisa periksa


Bu Nisa".


Anton dan Ratri mundur untuk memberi jalan


pada dokter Sandra. Dia mengeluarkan stetoskop dan mulai memeriksa Nisa.


"Gimana dokter,,, istri saya sakit apa??"

__ADS_1


"Pak Dito,, Bu Nisa, selamat ya...istri anda sedang hamil".


Dokter Sandra menyampaikan kabar gembira tersebut dengan tersenyum, sementara Dito


kaget mendengar penjelasan dokter.


"Anda serius kan dok,,, istri saya beneran hamil??".


"Iya pak,,, tapi untuk memastikan lagi, sebaiknya besok pagi ibu Nisa dibawa ke klinik, agar di cek di laboratorium".


"Baiklah Bu Nisa,,, selamat ya,, jaga diri baik-baik, saya permisi dulu".


"Terima kasih banyak dokter".


Nisa menangis terharu mendengar penjelasan dari dokter. Ratri memeluk Nisa dengan erat, sementara Anton memberi selamat kepadanya.


"Sayang,, mulai sekarang kau tidak boleh stress dan capek, kau harus jaga kondisi


kesehatanmu dengan baik".


"Iya mas, aku mengerti".


Dito memeluk Nisa dan mencium perutnya, dia menangis haru karena akan mendapatkan


buah hati.


"Sebaiknya kami pulang saja, Nisa harus banyak istirahat".


"Biar aku mengantar kalian Dito,, lagipula Nisa masih lemas kan?".


"Baiklah,, kalau tidak merepotkan".


Mereka berempat kemudian meninggalkan restoran. Sepeda motor Dito dibawa oleh teman Anton yang tadi ditelpon nya.


Sampai di rumah,, Dito membopong Nisa ke


tempat tidurnya. Nisa merasa tak enak diperlakukan seperti anak kecil, tapi kepala nya masih terasa berat untuk berjalan.


"Kami pulang dulu,,,dan kau Nisa, istirahat lah


"Terima kasih banyak atas bantuan kalian".


"Santai saja Nis,,,ini kan calon keponakan kami juga".


Mereka tersenyum bahagia mendengar ucapan Anton. Nisa sungguh beruntung di


kelilingi oleh keluarga dan sahabat yang sangat baik. Apalagi di tengah kabar kehamilannya, semuanya menyambut dengan


suka cita.


Setelah Anton dan Ratri pulang, Nisa hendak


bangun dari tempat tidur.


"Sayang,,, kau mau kemana??".


"Aku ingin ambil air minum, aku haus mas...".


"Kau tetap di situ saja,, biar aku yang ambil. untukmu".


"Tapi mas, aku.....".


"Ini minumlah, mulai sekarang aku sendiri yang akan menjagamu,, jadi kau harus turuti kata-kataku".


"Apa menurutmu ini tidak terlalu berlebihan mas??".


"Bagaimana kalau aku keterusan jadi manja sama kamu".


"Memang apa salahnya sayang...".


"Aku bahagia sekali,, kau mengandung calon anakku".


Dito memeluk Nisa erat. Kebahagiaan yang mereka berdua rasakan sangatlah lengkap.


Mereka akan menjadi orang tua baru bagi buah cintanya. Tak terlukiskan betapa bahagia nya mereka berdua.


"Anton,,berarti kita harus mengubah rencana kita".

__ADS_1


"Nisa sedang hamil, dan aku yakin Dito tak akan mengijinkan Nisa melakukan hal yang


berbahaya".


"Kau benar,,,tapi bukannya nenek tua itu sering mendatangi Nisa,, kau ingat ancaman


yang ditulisnya tadi pagi".


"Justru itu,, kita harus bergerak cepat, sebelum nenek tua itu kembali menyerang Nisa".


"Malam ini Ki Santoso tiba disini, aku akan membicarakan ini dengan beliau".


Anton dan Ratri juga mengkhawatirkan kondisi Nisa.Kalau makhluk halus itu sampai tahu tentang kehamilannya, bukan tidak mungkin mereka akan mencelakai Nisa.


Pagi ini lain dari biasanya.Dito sudah bangun pagi untuk mengerjakan semua pekerjaan yang biasa dilakukan Nisa. Dia melihat Nisa masih tertidur nyenyak sekali, maka Dito tak membangunkan nya.


Dito sudah menyiapkan susu dan roti untuk sarapan istrinya.Dia membawa ke kamar agar


Nisa bisa segera sarapan.


"Sayang,,, bangun.....kita mesti ke dokter kan??".


"Ayo sarapan dulu,, aku sudah menyiapkan khusus untukmu".


"Wah.....kejutan yang menyenangkan,, terimakasih suamiku...".


Nisa memeluk dan mencium suaminya.Dia tak menyangka akan dilayani seperti ratu.


Setelah sarapan, Nisa segera mandi dan bersiap.Hari ini mereka akan ke klinik untuk


memastikan kehamilan Nisa.


"Pagi ini, kau cantik sekali,,, apa ibu hamil selalu cantik seperti ini??".


"Jangan menggodaku mas,,, kita bisa terlambat nanti".


"Aku sudah mendaftar dengan dokter Sandra sendiri semalam".


"Bagus lah....ayo kita berangkat".


Dito dan Nisa segera berangkat ke klinik dokter Sandra. Mereka harus melakukan


cek lab dan USG untuk memastikan keadaan


janin tidak bermasalah.


"Mari silahkan Bu Nisa,, dokter Sandra sudah menunggu di dalam".


"Terima kasih mbak".


Dibantu perawat, Nisa melakukan cek up dan USG ditangani oleh dokter Sandra sendiri.


Hasil pemeriksaan memang terbukti Nisa positif hamil.Pemeeiksaan USG dan lain nya


normal. Nisa hanya diberi vitamin dan dianjurkan untuk tidak stres serta banyak beristirahat.


"Kita harus segera menelpon ibu dan bapak juga kedua orang tuaku. Mereka pasti senang


karena akan mendapat cucu".


"Iya mas,, aku setuju".


Tak lama kemudian Dito menekan nomer telpon bapak di hp nya. Dia menyalakan


loud speaker supaya Nisa bisa ikut bicara.


"Halo,,, ada apa Dito,, kalian baik kan?".


"Iya pak,,, Nisa ingin mengatakan sesuatu kepada bapak".


"Katakan Nisa,, bapak mendengar mu".


"Pak,, Nisa hamil,,, bapak dan ibu akan segera punya cucu".


"Apa,,,, ini beneran kan Nis,,, bapak senang sekali mendengarnya,, bapak dan ibu akan segera ke Jakarta".


Bapak segera mematikan sambungan telpon nya.Saking senangnya mendapat kabar gembira dari Nisa. Dia kemudian meminta ibu untuk bersiap-siap mengunjungi Nisa di Jakarta.

__ADS_1


__ADS_2