Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Gadis Misterius.


__ADS_3

Di depan lift bayangan wanita berbaju putih itu nampak berkelebat di depan Nisa. Sudah tiga kali di muncul dihadapan nya. Tapi Nisa belum tahu tujuan dan maksudnya.


Di dalam kantor, Nisa bertemu dengan Dito, suaminya.Dia baru saja selesai meeting dengan klien nya.


"Gimana sayang,, Sheila sudah baikan??".


"Setelah minum obat, demamnya sudah berkurang mas".


"Syukurlah,,, aku sungguh kesal, anak sakit tapi meeting tetap harus berjalan".


"Nggak apa mas,, untung aku free, tapi sebentar lagi harus ke kantor pak Roy".


"Ok,, semoga sukses, aku masuk ruangan ku dulu".


"Aku juga mas".


Nisa masuk ke ruangan nya, menyiapkan berkas dan laporan untuk dibawa ke kantor Roy. Suara ponsel nya berbunyi dan tertera nama Roy di sana.


"Nisa,, kau dimana sekarang, biar aku menjemputmu".


"Tidak usah pak,, sebentar lagi aku ke sana".


"Baiklah....aku tunggu".


Nisa bergegas keluar dari ruangan. Dia menuju tempat parkir. Kalau sampai datang terlambat, mungkin Roy akan datang menjemputnya. Dia selalu tak terduga.Dan Nisa merasa tak enak dengan semua perlakuan baiknya.


Sekitar setengah jam Nisa berkendara, dan akhirnya sampai di kantor Roy. Sekertaris Roy segera mengantar Nisa masuk ke ruang kerja Roy.


"Nisa,, ayo silahkan masuk,, aku sudah lama menunggumu".


"Saya sudah membawa laporan yang anda minta,, bisa kita mulai sekarang?".


"Kenapa kau terburu-buru, kita masih punya banyak waktu".


"Santai lah sebentar, kau terlalu tegang sejak tadi pagi bukan??".


"Duduklah.....biar Sekertaris ku membuatkan mu kopi".


Nisa menghela napas panjang. Memang benar dia tegang dan lelah. Ditambah keadaan Sheila tadi pagi yang kurang baik. Semua yang dikatakan oleh Roy memang benar. Dan lagi, hanya dia yang memahami sampai sedetail itu.


"Sebentar Nisa, aku masih ada beberapa urusan".


"Anak dari temanku, pemilik perusahaan Toyota kehilangan putrinya".


"Ini sudah hari ke-lima, dan belum ada titik terang".


"Memangnya ada apa dengan nya??".


"Entahlah,, tiba-tiba menghilang dari sekolah,, ini fotonya, kalau kau melihatnya nanti, tolong kabari aku secepatnya".


Nisa melihat foto gadis belasan tahun yang ditunjukkan oleh Roy. Dia memandangi layar ponsel di hadapan nya. Nisa seperti teringat sesuatu. Gadis yang sedari pagi membayangi dirinya. Wajahnya persis dengan foto tersebut.


"Kau yakin gadis di dalam foto ini menghilang".


"Mana mungkin aku bohong, dia sudah ku anggap adik ku sendiri".


"Apa kau tahu sesuatu??".


"Aku tidak yakin,, tapi untuk saat ini jangan berharap dia pulang dengan selamat, itu saja yang bisa ku beritahu".

__ADS_1


"Keterlaluan kau Nisa,,, tega-teganya kau mengutuk gadis itu?".


"Aku bukan nya mengutuk, ini fakta".


"Hanya, aku belum bisa bilang padamu kebenaran nya".


"Katakan yang jelas,, jangan membuatku lebih


cemas lagi".


"Aku akan mengabari mu, bersabarlah".


"Aku ingin dengar sekarang".


"Cepat katakan!!!".


"Baiklah......tadi pagi arwah gadis itu menemui


ku 3 kali,,, kau puas sekarang".


"Bagaimana bisa.....????".


"Tolong,, beri aku waktu Roy,,aku akan segera menemukan nya".


Roy hanya bisa terdiam. Selain bisa melihat masa depan, rupanya Nisa juga bisa melihat hal-hal yang tak kasat mata. Diam-diam dia semakin kagum padanya.Apalagi kalau gadis itu sampai ditemukan oleh Nisa.


"Baiklah,,, aku akan menunggu kabar darimu".


"Tapi Nisa,, karena dia adalah putri konglomerat di kota ini,,, maka rahasiakan dulu semua hal tentang dirinya dari siapa pun".


"Cukup kau beritahu aku saja nanti".


"Baiklah".


Nisa dan Roy sama-sama terdiam. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Roy sendiri terlihat sangat bersedih, gadis itu sudah dekat dengan nya sejak kecil. Dan belum lama ini tiba-tiba menghilang dari sekolahnya.


Semula Roy masih optimis dan yakin kalau ini hanya tentang uang saja. Nyatanya yang dikatakan Nisa pagi ini, membuatnya kehilangan semangat. Dia tak tahu bagaimana keluarganya nanti menerima kenyataan ini.


"Sebaiknya saya kembali ke kantor pak, kita tunda rapatnya sampai kondisi anda sudah stabil".


"Sebaiknya kau tetap disini,, itu akan membuatku jauh lebih tenang".


"Tapi pak........".


"Kumohon Nisa, kali ini saja, penuhi lah permintaanku".


Nisa terpaksa menemani Roy di kantornya.Dia kelihatan sangat terpukul, setelah mendengar kata-katanya tadi. Nisa membuka ponselnya, benar saja, berita tentang gadis itu sudah menyebar kemana-mana.


Seorang gadis putri perusahaan mobil Toyota, hilang dari sekolahnya. Pihak sekolah yang mengecek cctv, tidak melihat ada keanehan. Bahkan, ayahnya mengadakan sayembara berhadiah 500 juta, bagi orang yang bisa menemukan putrinya tersebut.


Dan Roy,, Nisa paham betul posisinya sebagai sahabat dari ayah gadis tersebut, tentu tak mudah menerima kenyataan pahit yang disampaikan oleh Nisa. Nisa hanya berharap, apa yang dilihatnya kali ini salah. Nisa berdoa semoga gadis itu masih hidup dan segera ditemukan.


Setelah memastikan Roy baik-baik saja, Nisa segera pamit dari kantornya. Dia harus kembali ke kantor dan pulang lebih awal. Nisa masih tak tenang meninggalkan Sheila yang sedang sakit.


Saat di parkiran kantor, gadis itu menampakkan diri lagi. Dia berdiri di dekat pohon dan menatap Nisa dari kejauhan.


Nisa mencoba mendekatinya. Gadis itu malah tertunduk dan menangis. Nisa lalu mencoba berkomunikasi dengan nya.


"Aku tahu siapa kamu???".

__ADS_1


"Keluargamu sedang mencari mu saat ini".


"Kalau kau ingin menyampaikan sesuatu, katakan saja".


"Tolong............".


"Mereka menyakiti ku, seluruh tubuhku kesakitan".


"Bilang pada mereka untuk melepaskan ku"


"Katakan kau dimana??".


"Siapa yang menyakiti mu??".


Bukan nya menjawab, tapi gadis itu malah menangis. Saat Nisa mencoba menyentuhnya, gadis itu tiba-tiba menghilang.


Nisa kembali ke mobilnya dan melanjutkan perjalanan ke kantor. Dia melewati jalan yang sama dilaluinya tadi pagi. Mobilnya berhenti di tempat munculnya arwah gadis tadi untuk pertama kali.


Nisa melihat sekeliling. Sepi, hanya ada hutan


yang lebat. Tak ada tanda-tanda orang memasuki kawasan tersebut. Lalu kenapa arwah gadis itu muncul disini".


Nisa masih berpikir saat ada seorang bapak tua menyapanya.


"Cari siapa neng??".


"Tidak pak,, saya hanya istirahat saja sebentar".


"Rumah bapak di sekitar sini??".


"Bukan atau neng,, bapak penjaga sini ".


"Kebetulan ada orang baru disini, jadi bapak memastikan identitasnya".


"Hutan ini ada perkampungan nya??".


"Hanya bangsa kami yang tinggal disini, jika ada orang baru mungkin itu warga kalian yang hilang".


"Bapak permisi neng".


"Maksud bapak......".


Nisa menoleh ke belakang. Rupanya bapak tadi sudah menghilang. Nisa mencarinya ke seluruh penjuru, tapi tidak ditemukan.


"Kemana bapak tadi,, cepat sekali hilangnya".


"Apa jangan-jangan dia bukan manusia".


Nisa lalu kembali ke mobilnya. Dia melanjutkan perjalanan ke kantor, sambil masih memikirkan kejadian aneh yang dialaminya.


Sampai di kantor, dia langsung naik lift. Di dalam lift ada suara gadis yang memanggil namanya.


"Nisa,,,tolong......aku kedinginan".


"Mereka melepaskan bajuku,,tolong aku".


Suara gadis itu merintih, diselingi Isak tangis


yang tertahan. Nisa berpikir mungkin dia sangat menderita. Tapi harus bagaimana menolongnya. Nisa belum berhasil mengetahui keberadaannya.

__ADS_1


__ADS_2