
Keesokan harinya,Nisa bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.Hari ini dia berangkat lebih pagi dari biasanya.Dia akan menemui arwah Dewi yang selalu mengganggu di ruang kerjanya.
Nisa sudah berpamitan dengan orang tuanya.Kepada bude Wati Nisa beralasan kalau dia ingin mengenal jalanan ibu kota.
Di kantor sudah ada beberapa pegawai yang berangkat.Nisa menggunakan lift untuk sampai di ruang kerjanya.Tidak lama kemudian Nisa sudah memasuki ruang kerjanya.
Suasana masih sepi,belum ada yang datang.Nisa melihat Dewi masih duduk di kursi yang sama.Nisa kemudian mendekati arwah Dewi.
"Dewi,,,,aku bisa membantumu,,katakan apa keinginanmu yang belum terwujud sehingga engkau masih enggan meninggalkan dunia ini".
Merasa ketenangannya diusik,Dewi kemudian menatap tajam Nisa.Ada kilatan kemarahan di matanya.
"Pergi.......jangan menggangguku!!!".
"Keluar............!!!!!!!".
Seiring dengan kata-kata Dewi,,meja kursi beterbangan,,,,kertas kertas berhamburan ke mana-mana.Dewi tampaknya benar-benar marah.
"Baiklah........aku tak akan mengganggumu,tapi aku akan tetap disini karena ini ruang kerjaku".
"Kau bisa memanggilku kalau kau butuh teman bicara,,,,,,,namaku Nisa".
Mendengar kata-kataku.tampaknya kemarahan Dewi mulai mereda.Dia kembali pada posisinya,duduk di kursi,menunduk dengan raut muka sedih.
Nisa hanya bersabar,menunggu sampai Dewi mau menceritakan kisah hidupnya. Yang terpenting saat ini dia tidak mengganggu rekan-rekan kerjanya.
__ADS_1
Di saat Nisa tengah membereskan ruangan dibantu OB,Dito datang.
"Ada apa ini Nisa,seperti habis ada angin ****** beliung??".
"Kau tentunya lebih tahu kan,siapa yang sering mengganggu di ruangan ini".
"Mungkin dia berulah lagi Nis, karena kau menempati mejanya".
"Biasanya karyawan baru hanya bertahan 3hari saja,nggak kuat menerima teror dari hantunya Dewi".
"Dito,,,,,kau tahu penyebab Kematian Dewi??".
"Emmm.....yang kutahu,dia bunuh diri meloncat dari jendela ini ke bawah,di malam hari saat lembur kerja".
"Kalau penyebab kematiannya???".
"Mia mungkin tahu,,,dia sahabat karibnya".
"Tapi semenjak Dewi meninggal, Mia enggan membicarakan Dewi lagi".
"Kalaupun ada yang membicarakannya,Mia pasti marah pada orang itu".
"Tapi Nis,,,,,kenapa kau sama sekali tidak takut???".
"Kau bahkan seperti tahu kalau kursi Dewi tidak boleh diduduki dan memilih kursi baru".
__ADS_1
"Dulu pegawai yang lain,langsung duduk dikursi Dewi,dan mereka kesurupan,,saat sadar mereka mengaku diikuti sosok hantu yang berwajah mengerikan".
"Itulah,,,tidak pernah ada yang betah di meja kerja ini, Dewi seolah ingin tempatnya kosong dan tidak digantikan orang lain".
"Em......itu,,,aku sebenarnya tidak tahu cerita itu,,cuma aku orangnya alergi debu,,,jadi minta kursi baru yang bersih".
"Baru kemarin aku melihatnya sendiri, benda-benda berterbangan di sini".
"Dan kau tidak takut??".
"Kenapa aku harus takut,asalkan aku tidak mengganggu disini maka hantu Dewi kurasa juga tidak akan menggangguku".
"Lagipula alam kita sudah berbeda bukan???".
"Asalkan kita saling menghormati saja,iya kan Dito".
"Tapi......betul sekali".
"Omong-omong kau rajin sekali jam segini sudah masuk".
"Aku tadi sekalian menghafalkan jalan,aku kan dari kampung,,takut nyasar kalau nggak dihafalin".
Asyik ngobrol dengan Dito hingga tak terasa karyawan lain sudah mulai berdatangan.Akupun meneruskan pekerjaanku sambil sesekali menoleh ke kursi yang diduduki Dewi.
Entah mengapa rasanya ada misteri tentang kematiannya.Walaupun Dewi belum aku bicara tapi aku yakin suatu saat kebenaran pasti terungkap.
__ADS_1