Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Kabar Miring.


__ADS_3

Kabar Kematian bude Wati yang tidak wajar,


sudah menyebar di lingkungan perumahan tempat tinggal Nisa.Mereka sangat menyayangkan sikap bude Wati yang memelihara jin untuk pesugihan.


Keluarga Nisa pun tak luput dari sasaran gosip di sekitar rumahnya.Mereka menyalahkan bude Wati untuk setiap kematian yang terjadi di kantor maupun kecelakaan di sekitar rumahnya.


Keluarga Nisa dituduh penganut ilmu hitam.


Mereka meminta pak RT untuk mengusir


keluarga Nisa dari kompleks perumahan.


"Pak RT, kita harus tegas,,,mereka harus keluar dari kompleks kita ini.Kalau tidak,


warga kita akan kena sial.Mereka kan penganut ilmu hitam, jadi rumah itu harus dibakar untuk menolak bala".


"Ya..........ya.....setuju.....setuju...!!!?".


"Sabar..........bapak-bapak, ibu-ibu, kita harus


menghadapi masalah ini dengan kepala dingin".


"Bu Wati yang memelihara pesugihan sudah meninggal,keluarga pak Ari tidak ada kaitannya dengan hal ini".


"Percayalah........mereka orang baik".


"Sekarang lebih baik kalian bubar!!!, nanti biar


saya yang berbicara dengan keluarga pak Ari".


Setelah mendengar penjelasan pak RT, warga kampung pun bersedia pulang ke rumah nya


masing-masing.


Di kantor, hal yang sama pun terjadi pada Nisa.Karyawan kantor yang mendengar kabar miring tentang keluarga Nisa yang menganut ilmu hitam, beramai -ramai mengadakan demo di depan gedung.


Para korban kecelakaan kerja di pabrik itu,


menuntut ganti rugi ke perusahaan.Mereka


mogok kerja dan membuat gaduh suasana


kantor.


Nisa masih di dalam ruangannya.Ditemani Dito,Nisa rencananya akan menemui para pekerja untuk menyampaikan kabar mengenai kelanjutan operasional pabrik


"Sebaiknya kita tunda saja rencana ini, para pekerja masih marah diluar, aku takut terjadi


sesuatu padamu Nis".


Dito mengungkapkan kekhawatirannya kepada Nisa.Sejurus kemudian, Nisa menggenggam tangan Dito erat sambil


menenangkannya.


"Kau masih bersamaku kan??".


"Selalu".


"Baiklah,,,,itu sudah cukup, Kau lah sumber


kekuatanku".


"Kalau ada kau di sampingku,bahkan setan pun enggan menampakkan dirinya".


"Aku serius Nisa,,kau tidak lihat kemarahan


mereka pada keluargamu??".


"Ayo kita hadapi bersama".

__ADS_1


Nisa keluar diikuti oleh Dito. Dia naik ke atas meja untuk memberikan pengumuman.Belum mulai bicara, dia sudah dilempari telur oleh para pekerja.


Para security yang bertugas disana pun ke walahan menenangkan amarah para karyawan.Dito pun marah melihat perlakuan


para karyawan kepada Nisa.


"Diam...................!!!!!.Kumohon hentikan....!!!!".


Mendengar teriakan Nisa,para karyawan itu langsung terdiam seketika.Nisa kemudian berdiri setelah membersihkan pakaiannya dari lemparan telur.


"Kalau saat ini kalian tidak lagi bersedia bekerja di tempat ini lagi,silahkan mengajukan pengunduran diri ke bagian personalia".


"Saya Annisa Larasati mewakili pihak keluarga menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya untuk perbuatan bude


Wati selama ini".


"Dan saya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya juga bagi para karyawan yang masih berdedikasi tinggi untuk kembali bangkit dan berjuang bersama saya membangun kembali perusahaan ini".


"Tentunya saya tidak memaksa para pekerja


silahkan, yang ingin resign, kami bersedia membayar seluruh gaji,tunjangan dan ganti rugi yang kalian minta".


"Yang ingin tetap tinggal,juga silahkan, perusahaan akan memberikan apresiasi yang tinggi untuk loyalitas kalian".


"Semua karyawan tahu di mana bagian personalia, tanpa perlu ribut-ribut,,silahkan


kami tunggu kesediaannya, terima kasih".


"Tentang bude Wati, saya rasa kalian sudah cukup dewasa untuk menyikapi mana hal yang benar dan yang salah,untuk itu saya juga


tidak akan menghakimi kalian".


"Biarkan hati kalian yang menentukan,bukan ego".


Nisa turun dari meja dan berjalan beriringan dengan Dito menuju ke ruangannya.


Karyawan yang tadinya membuat keributan, berbaris menuju ke bagian personalia.Mereka


urung mengundurkan diri.Perusahaan ini telah menjadi sumber mata pencaharian mereka selama bertahun-tahun.


Kata-kata Nisa benar, sikap bude Wati telah mendapatkan hukumannya sendiri.Bodoh


mereka resign hanya karena kabar miring yang belum jelas kebenarannya.


"Kau membawa baju ganti,,,badanmu kotor dan bau sekali".


"Bukannya disini pabrik baju,, tenanglah,,,aku segera kembali".


Nisa kembali ke ruangannya sudah mandi dan berganti baju.Dia melanjutkan obrolan


tentang rapat para pemegang saham perusahaan yang akan dilaksanakan besok pagi.


Di tempat yang lain, seseorang sedang memberi laporan kepada majikannya


perihal kerusuhan yang terjadi di pabrik hari ini.


"Saya sudah melaksanakan semua perintah tuan, tapi wanita itu belum mau menunjukkan


jati dirinya yang sebenarnya".


"Pelan-pelan saja........wanita itu aset terbesar


untuk bisa menguasai dunia".


"Cepat atau lambat, aku pasti mendapatkan


wanita itu,kau lihat caraku bermain".


Tanpa disadari Nisa, bahaya tengah mengancam dirinya.Seseorang yang tahu betul kekuatan supranatural yang dimiliki

__ADS_1


oleh Nisa, berniat memanfaatkan Nisa untuk


tujuan jahat.


"Kau antar aku pulang kan Dit??".


"Tentu saja,,,,,jangankan pulang, aku bersedia menemanimu ke ujung dunia sekalipun".


"Jangan mulai Dit,,,,".


"Aku serius Nisa, bahkan kalau kau setuju,malam ini juga aku akan melamarmu".


"Aku percaya padamu, tenang saja, kalau memang aku jodohmu,pasti nggak akan


kemana".


"Aku akan menunggu hari itu Nisa, hari saat


kau bersedia menerima lamaranku".


"Kita urus dulu kekacauan yang ditinggalkan bude Wati,baru setelahnya aku pertimbangkan lamaranmu".


Nisa tersenyum menanggapi kata-kata Dito.


Selama ini memang Dito lah yang paling mengerti Nisa.Suatu hari nanti, bila lamaran


itu tiba, Nisa pasti dengan senang hati menerimanya.


Dito mengantar Nisa, sampai dirumah tampak warga berkerumun di depan rumah Nisa.


Nisa bergegas masuk ke dalam, takut terjadi sesuatu terhadap orang tuanya.


"Kami keluarga biasa pak, bukan keluarga dukun seperti yang dituduhkan orang-orang itu.


Terlihat bapak berbicara dengan pak RT dan bapak-bapak perwakilan komplek.


Mereka tampaknya mengusir keluarga Nisa dari komplek tersebut.


"Pak RT, kalau memang warga bisa membuktikan keluarga saya adalah dukun,dan bisa dihadirkan disini buktinya, maka kami bersedia pergi dari sini".


"Saya tahu mbak Nisa, tapi warga dari tadi sudah mengamuk, bahkan mereka mau membakar rumah Bu Wati".


"Sudahlah pak RT, terserah mereka saja,kami toh bukan asli warga sini".


Di luar rumah warga berteriak ingin membakar rumah bude Wati dan mengusir keluarga Nisa.Mereka dianggap dukun sesat.


Bahkan kalau ini pak RT pun kewalahan membendung amarah warga komplek.


Di saat keluarga Nisa sudah diseret ke halaman rumah oleh warga komplek,tiba- tiba


ada seorang penyelamat.


"Tunggu,,,,,,lepaskan mereka,aku membawa bukti kalau mereka bukan dukun".


Pemuda itu maju membawa kyai Ahmad.Keduanya menjelaskan perihal kejadian Bude Wati pesugihannya dan hal tersebut tidak ada kaitannya dengan keluarga


Nisa sama sekali.


"Justru nak Nisa lah yang pertama kali meminta bantuan saya ketika ibunya sendiri menjadi korban yang ditumbalkan oleh Bu Wati".


"Nak Nisa juga lah yang meminta bantuan saya untuk menghilangkan pesugihan itu dari


rumah ini untuk selamanya".


Jadi, kalian tidak usah khawatir, saya jamin keluarga ini adalah orang-orang yang taat beribadah sama seperti kita.


Silahkan kalian pulang, tidak baik memfitnah orang seperti itu.Sama saja perbuatan kalian


melebihi setan.

__ADS_1


__ADS_2