
Anton memutuskan untuk membantu sepenuhnya masalah Yeni.Dia kemudian
menelpon Rudi dan mengajaknya bertemu.
"Halo,,,,Rudi,, kau masih ingat denganku,,aku Anton".
"Iya,,, tumben kau menelpon ku, ada apa Ton??".
"Sudah lama tak bertemu,, aku pingin main ke rumah kamu".
"Dengan senang hati Ton,, aku dan istriku akan menunggu kedatanganku".
"Ok,,, besok aku kabari lagi".
"Baik,,, besok aku datang dengan mu atau bagaimana Nisa??".
"Ratri,,, kalau kau tidak sibuk, kau saja yang pergi dengan Anton,, bagaimana???".
"Baiklah,,, malam ini aku akan menginap bersama Yeni saja,, sekalian ngobrol".
Yeni lega karena akhirnya Anton dan yang lainnya bersedia membantu.Yeni ingin segera
mengetahui siapa sebenarnya perempuan yang menggantikannya di rumah.
Nisa menemui Dito di ruang kantornya.Hari sudah sore, Nisa ingin mengajak Dito pulang ke rumah.
"Mas,,kamu masih belum selesai??".
"Sedikit lagi sayang,,,kau pulanglah dulu dengan Ratri,, dia menginap kan??".
"Dia menginap tapi di rumah Anton".
"Kenapa kau ijinkan,, bagaimana kalau Ratri seperti mu dulu"
"Tenang mas,, Ratri nggak sendiri kok,, dia ke sana dengan Yeni, sahabat Anton yang minta pertolongan kemarin".
"Maksud nya??".
"Ada yang menggantikan tempatnya sebagai istri di rumahnya".
"Bagaimana bisa??".
"Itulah,,,, makanya besok Anton dan Ratri akan ke sana menyelidikinya, kebetulan suaminya Rudi, adalah teman baik Anton".
"Kau tidak ikut ke sana??".
"Biar mereka berdua selidiki dulu mas".
Nisa bercerita sambil menunggu Dito menyelesaikan pekerjaannya. Tak terasa hari
hampir menjelang malam, keduanya bergegas meninggalkan kantor.
"Mas,,,,,, kita makan diluar atau kau mau aku masak sesuatu untukmu??".
"Sekalian aja kita cari makan,, dibungkus Lal di makan di rumah,,,, lebih romantis....".
"Romantis dari mananya mas,,, yang ada lebih boros!!!.
Dito tertawa senang bisa menggoda Nisa.
Entah kenapa sejak kehadiran Anton, Dito jadi sedikit was-was, takut kalau kejadian dulu terulang lagi.
Sementara itu, Yeni dan Ratri sudah sampai di rumah yang dulu ditempati Nisa. Anton sendiri sudah membuang barang-barang gaib di rumahnya. Kali ini dia mencoba hidup lebih baik dari kemarin.Dia benar-benar ingin bertobat.
"Kalian masuk saja, rumah ini dulunya ditempati Nisa sebelum menikah dengan Dito".
"Lalu, kau sendiri tinggal dimana??".
"Aku tinggal di sebelah Ratri,, jangan khawatir,,
__ADS_1
di dalam ada pintu penghubung, jadi kalau kalian butuh apa-apa tinggal panggil saja".
"Ratri,,, sebaiknya aku mandi duluan ya?"
"Silahkan mbak Yeni,, biar Anton disini dulu".
"Ya,,,,baiklah...aku temani kau sebentar".
"Anton,, kalau boleh tahu,, kenapa kau sampai masuk penjara,,, padahal kau orang baik".
"Aku dulu tidak seperti ini Ratri".
Anton kemudian menceritakan peristiwa kelam Anton yang menginginkan memiliki Nisa, namun dengan cara yang salah. Dan dia
juga hampir membunuh Nisa karena obsesinya itu. Hingga akhirnya dia menyadari kesalahannya ketika dia dipenjara.
"Itulah,, betapa jahatnya aku dulu,, mungkin Nisa dan Dito pun belum sepenuhnya percaya padaku sekarang??".
"Katamu, kau pernah jadi santri kan???, mungkin Tuhan membuka hatimu dan menuntunnya kembali ke jalan yang benar".
"Tuhan masih menyayangimu,,, jangan kau sia-sia kan kesempatan ini".
"Terima kasih Ratri,,, kau baru mengenalku, tapi kau sudah begitu mempercayaiku".
"Lebih baik terlambat, daripada tidak sama sekali, bukan??".
Anton sangat terharu dan sekaligus kagum dengan kepribadian Ratri.Dia tidak menghakimi dan juga tidak mengasihani.
Pribadi yang benar-benar baik,,,dan juga wajah nya sangat rupawan.
Sementara Ratri juga sangat kagum dengan kejujuran Anton.Walaupun baru kenal, dia
tetap menceritakan apa adanya dirinya. Tidak
gengsi dan tidak mencari nama baik.
Keduanya terdiam dan larut dalam lamunan
sudah selesai mandi dari tadi.
"Anton,,, warung makan apa masih jauh dari sini?".
"Tenang saja Ratri,, biar kau yang cari makan,,
kau silahkan bersihkan diri dulu, biar kau nyaman".
Sementara Ratri bersiap mandi, Anton mengeluarkan mobilnya untuk membelikan
makanan untuk mereka bertiga.
Sampai di warung Padang,,kebetulan Anton bertemu dengan Rudi dan 'istri' nya. Mereka
sudah selesai makan dan hendak pulang.
Anton sangat kaget melihat penampakan 'istri' Rudi tersebut. Ternyata....dia bukan manusia. Pantas saja wajah dan kelakuan nya
begitu mirip dengan Yeni.
Anton masih memandanginya sampai masuk ke dalam mobil. Dia tak menyangka kalau sahabatnya selama ini hidup dengan sosok
tak kasat mata yang wajahnya sangat mengerikan.
Buru-buru Anton memacu mobilnya sampai ke rumah. Dia tak sabar menyampaikan berita ini kepada Ratri dan Yeni.
"Kenapa kau,,, seperti habis melihat setan saja".
"Iya,,, kau benar....aku melihat setan yang menemani suamimu".
"Maksudnya........???".
__ADS_1
"Kau harus percaya padaku kali ini Yeni,,,suami mu tidak sadar kalau dia hidup dengan kuntilanak".
"Apa...???".
"Ratri, percayalah....aku baru saja ketemu mereka di warung nasi Padang".
"Wajah kuntilanak itu sungguh mengerikan".
"Berarti,, kita tahu sekarang apa yang akan kita hadapi".
"Aku akan memberitahu Nisa".
Anton dan Yeni setuju dengan perkataan Ratri.Mereka menunggu Ratri menelpon Nisa.
"Nisa,,kau sudah tidur??".
"Ya Ratri,,,katakan ada apa??".
"Kau harus tahu ini,,, yang menyamar di rumah Yeni adalah kuntilanak,,Anton baru saja bertemu dengan mereka".
"Kalian yakin,,,,kalau begitu dia bukan kuntilanak biasa".
"Kalau dia bisa berubah wujud menjadi manusia untuk waktu yang lama,,, berarti
dia kuntilanak yang sakti".
"Kita harus berhati-hati dalam hal ini".
"Baiklah......kita bicarakan besok lagi di kantor".
Nisa menutup telepon dari Ratri, kemudian menghampiri suaminya. Dia tengah asyik
di depan laptopnya.
"Mas,,,,, kau masih saja sibuk sampai di rumah??".
"Sebentar sayang,,,,,1 paragraf lagi dan selesai
proposal ku".
"Ok,,,,dan kau tidurlah bersama laptop mu di luar".
"Sayang,,tunggu....buka pintu nya, kau tega membiarkan aku kedinginan??"
"Peluk saja laptop mu itu mas,,,".
"Ayolah sayang,,,aku minta maaf, buka pintunya"
"Atau kau ingin kuntilanak di kampung mu datang kemari dan membawa ku pergi??".
Mendengar perkataan Dito, Nisa langsung membuka pintu kamarnya sambil melotot menatap Dito".
"Kau jangan main-main dengan perkataan mu
mas,,,, kau tahu,,,Yeni, wanita yang ku tolong tadi siang,,, posisinya dirumah digantikan kuntilanak saat ini".
"Maaf sayang,,, aku cuma ingin melihat reaksi mu".
"Mereka yang tak kasat mata itu, sebenarnya menginginkan kehidupan seperti kita mas,,, aku contoh nya,,, begitu ada celah, iblis itu masuk dan menguasai tubuhku".
"Para makhluk itu ingin diakui eksistensi nya
jadi, mereka mereka mengincar manusia yang pikirannya kosong untuk dikuasai, agar mereka bisa merasakan hidup seperti manusia lagi".
"Iya sayang,,,sudahlah....jangan bicara makhluk gaib lagi, atau aku akan mencium mu supaya kau diam".
"Jadi kau tak suka dengan suaraku??? keterlaluan kau mas,, aku ini istri........".
Nisa tak menyelesaikan ucapan nya karena Dito mencium bibirnya agar Nisa diam. Tak cukup hanya ciuman saja,,,keduanya lantas melanjutkan aktivitas panas mereka di atas
__ADS_1
ranjang.